Sebelumnya: baca  Part 1 dan Part 2. oke, gue baru aja istirahat dikit setelah pulang dari bukber di Calon SMA gue.. Abis sahur ngga s...

Pesantren Kilat's Stories: Part 3 [Finally] Pesantren Kilat's Stories: Part 3 [Finally]

Pesantren Kilat's Stories: Part 3 [Finally]

Pesantren Kilat's Stories: Part 3 [Finally]

Sebelumnya: baca Part 1 dan Part 2.

oke, gue baru aja istirahat dikit setelah pulang dari bukber di Calon SMA gue..
Abis sahur ngga seperti biasanya, gue langsung narik selimut dan tidur. Setelah gue bangun, gue mandi dengan jurus andalan gue. Gue berjalan langkah demi langkah menuju calo SMA gue yang jaraknya lumayan dekat sama rumah gue. Gue singgah ke lapangan karna melihat teman-teman gue.

Kami ngga langsung pergi kesekolah, kami masih menunggu teman kami yang satunya lagi, setelah datang kami langsung gowes ke sekolah.

Kami duduk-duduk sebentar di tongkrongan yang banyak orang juga terus kami ke mesjid untuk sholat, habis sholat kami ke sekolah buat materi lagi, tiap hari makan materi berat badan gue jadi turun, jujur.
Setelah dua materi berakhir, ketua rohis datang, kepribadian yang sangar, displin dan di bumbui sedikit humor membuat gue tertarik sama ketua rohis ini (gue bukan homo, ingat).

Ketua rohis ini memanggil perwakilan dari kelompok-kelompok untuk maju menghapalkan asmaul husna dan beberapa pr lainnya, dan di kelompok 3, ada siswa yang bisa menghapalkan 99 asmaul husna dengan nyanyian, gue aja 15 udah susah banget ngehapalinnya.

Setelah itu, kami semua mengikuti kegiatan tadarus. Selesai tadarus gue dan beberapa teman yang lain di panggil karna gue ngikut shalawat badar bersama yang lain.

Latihan seru-seru aja karna yang nge-bimbing kita kaka kelas yang baik dan paling jarang banget marah.

Sekarang waktu yang di tunggu-tunggu; iya BUKBER!. Kami masuk di ruangan yang udah banyak peserta perempuannya. Gue dan teman-teman lain mencari tempat duduk sesuai kelompok.
Penampilan seni di mulai, kelompok 1 maju menampilkan band yang keren, bernyanyi seperti boyband tanpa gerakan tapi mereka mendapat tepuk tangan, gue yang kelompok 2 bersama-sama teman lain gemetar, karna malu dengan gerakan kami yang kayak pedopil baru akil baliq.

Ternyata tuhan mendengar doa gue, kelompok satu yang berkelakuan di atas normal (baca: tidak wajar) mereka sudah di larang ribut, tapi malah ribut, berdiri-berdiri dan mengusili kaka kelas cewenya.
Kaka kelas yang dari tadi menegur mereka, langsung marah dan menyuruh mereka naik kedepan. Kaka kelas itu marah, sampai-sampai dia bilang ngga peduli puasanya batal.

Dan pak andi yang paling disegani murid calon SMA gue datang, semua peserta diam seperti batu, mereka yang berdiri di depan di ancam namanya akan di coret dan tidak akan lulus, untung bukan gue yang kayak gitu. Setelah itu, acara selanjutnya, yaitu buka puasa, satu demi satu makanan di bagikan ke siswa-siswa. Ada yang makan dengan brutal, ada yang makan kayak ngga puasa, ada yang makan normal-normal aja contohnya gue.

Kira-kira itu dia cerita 1 minggu gue di Pesanten Kilat yang gue bagi menjadi 2 bagian, baca postingan (cerita) gue yang lain juga !

1 comment:

Ini kolom komen lho..