Feb 11, 2016

Menjadi Seorang CEO

Gue selalu iri sama orang bisa tapi gue ngga. Tapi dengan ke-irian gue terhadap orang lain, tidak berbanding lurus dengan usaha gue. Misalnya, gue selalu iri dengan orang yang dapat juara 1-3 di kelas. Gue iri, tapi gue males-malesan belajar. Gue cuman  dapat peringkat. Intinya gue masih punya usaha untuk menjadi lebih baik. #Mencari #Pembenaran

Gue juga seorang yang sering ikut-ikutan. Misalnya, gue liat orang abis makan gorengan, terus gue ngiler liat orang itu, padahal gue abis makan nasi kuning baru aja. Tetap, gue beli lagi gorengan untuk mencegah air liur yang berbeberan.

Menjadi seorang Blogger juga hasil ikut-ikutan gue. Ceritanya, gue lagi liat teman gue nulis sesuatu di internet. Terus, gue iseng-iseng nanya,"Ini apaan?"

"Blog" katanya,"Buat nulis-nulis gitu" lanjutnya.

Gue pun mulai membuat blog dari hasil ikut-ikutan, juga. Blog pertama gue berisi tentang kesenangan gue memakai internet gratisan. Hehe, naluri.

Berangkat dari situ, gue mulai mendalami blog sampai akhirnya gue jadi seorang blogger personal. Banyak yang gue pelajari dari hasil menjadi blogger. Gue senang sekali menjadi seorang blogger, menjadi seseorang yang belum tentu orang lain bisa.

Sampai pada akhirnya, gue mulai melihat orang-orang yang menjadi CEO atau seorang pendiri suatu perusahaan. Naluri ikut-ikutan gue kambuh. Setelah melihat Mark Zuckerberg, Larry Page, Steve Jobs dll. Gue jadi terinspirasi menjadi seorang CEO. Gue mulai mencari-cari, bidang yang gue suka apa. Dan akhirnya gue memutuskan untuk mendirikan sebuah website yang telah berdiri dari tahun lalu yang gue beri nama Simolor.com.

Menjadi Seorang CEO


Alhamdulilah berkat kerja keras gue, Jericho, dan teman-teman yang turut membantu dan meng-support, website ini masih berjalan dan akan terus berjalan.

Di Simolor sendiri, gue bertugas untuk membuat konten dan mengatur semua konten dari teman-teman. Kerjaan yang kalau terdengar gampang bisa terlihat SULIT saat kalian yang ngerjain. Tapi, gue ngga bemaksud untuk mengeluh. Gue senang melakukan ini karena gue berpikir,"Gue kok ngga ngerasa capek ngurus Simolor? Mungkin ini passion gue? Mungkin ini jodoh gue?" abaikan yang terakhir.

Dengan ini, gue bersyukur atas terbentuk Simolor. Semua juga takkan berarti tanpa kerja keras kalian.


7 comments:

  1. Halo, Pak CEO. Mantan karyawanmu ini masih memantau progres Simolor, lho. Terus berkembang, Pak CEO!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo, Rob. Saya dan teman2 akan berusaha yang terbaik!

      Delete
  2. Wow udah jadi CEO. keren bang!
    semoga sukses dengan semuanya ya.

    Emang enak klo udah liat CEO perusahaan besar yang dicontohkan tadi, tapi pasti perjuangannya lebih berat. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih Nyol, tapi, ini masih belum seberapa. Masih banyak yang diatas.

      Yah. Pasti!

      Delete
  3. Wuih keren udah punya website sendiri dan jadi CEO. Dari dulu saya juga pengen jadi CEO, cuman belum terealisasikan haha. Semoga sukses dengan simolor.com dan semuanya deh. :D

    ReplyDelete

Ini kolom komen lho..