Tepatnya kemarin, dua tragedi menimpa gue dan teman-teman sekelas gue. Mulai dari adegan lari-larian gara-gara Pomade sampai harus masukin ...

Tragedi Pomade dan Takraw Tragedi Pomade dan Takraw

Tragedi Pomade dan Takraw

Tragedi Pomade dan Takraw

Tepatnya kemarin, dua tragedi menimpa gue dan teman-teman sekelas gue. Mulai dari adegan lari-larian gara-gara Pomade sampai harus masukin Takraw ke keranjang.

Jadi gini detilnya, kemarin, pagi yang lumayan segar untuk di hirup. Seperti biasanya, untuk tidak terlambat, gue harus datang secepat mungkin. Pas datang, para Osis sudah menunggu siswa yang datang di depan pagar. Banyak sekali aturan yang menurut gue dilebih-lebihkan. Kalo perlengkapan yang satu sudah lengkap, perlengkapn yang lain akan di periksa.

Hari itu yang diperiksa adalah kartu pelajar. Sukses gue menunggu didepan gerbang bersama siswa yang tidak membawa kartu pelajar juga.

Beginilah yang terjadi ketika murid yang melanggar telah melewati batas, di beri toleran. Gue masuk dengan tampang sok-sokan karena gue melanggar tapi ngga kena hukum. Pas masuk, gue dan yang lain masih harus mendengar guru yang menerangkan saat apel. Percayalah, apel setiap hari itu ngga enak.

Setelah apel gue masuk ke kelas. Hari itu pelajaran pertama adalah Matematika. Masih pagi otak harus di panasin. Saat pelajaran Matematika selesai, akan lanjut les Matematika lagi, menggantikan pelajaran Tikom yang jarang masuk, lebih tepatnya ngga pernah.

Demi melindungi otak, gue memutuskan ngga akan ikut les. Yang lain juga banyak yang ngga ikut, calon-calon anak IPS.

Sesuatu mulai terjadi saat percakapan ini:

"Adit, mana Pomade-mu?" tanya teman gue ke Aditya (teman gue)
"Tidak bawa" kata Adit.
Gue langsung nyeletuk,"Tadi ada di tasmu?" tanya gue sarkas.
Yang lain memasang muka mencurigakan.

Gue sempat mendengar bisikan teman gue,"Eh, ajak bicara sebentar Adit" kata teman gue menyusun rencana.

Setelah guru keluar, gue masih duduk, bertiga sama Adit dan teman gue yang disuruh ngajak bicara Adit. Sekarang kondisi tambah mencurigakan, sebab, pas guru keluar, yang lain langsung hilang. Mencium bau mencurigakan, Adit langsung ke kelas mengecek Pomade-nya. Ternyata telah hilang.

Adit berlari mencari yang lain, dia tahu kalau ini sudah di rencakan dengan yang lain. Setelah berlari kesana-kemari, dia baru menemukan yang lain di belakang kelas, mereka telah menganiaya Pomade itu. Bekas tangan kemana-mana dan colekan jari yang begitu dalam. Sangat-sangat sadis. Semua rambut langsung rapi nan klimis. Mereka tersenyum puas.

Adit langsung marah dan meminta ganti. Dia sempat ngambek dan akhirnya kembali tertawa setelah di janji ganti.

Saat keluar main, gue dan teman-teman lanjut bermain Takraw yang kami beli kemarin saat olahraga. Permainan yang apik ditunjukkan oleh yang mendapat operan. Gue berhenti karena capek, yang lain masih lanjut bermain tanpa tahu di depan sudah ada guru sekaligus wali kelas kami.

Mereka di panggil dan saling tuduh. Tapi apa daya, semua kena batunya, termasuk gue. Kami di gerek ke halaman sekolah yang panasnya ampun-ampunan. Kami di beri hukuman masukin Takraw ke keranjang. Kami mengengelingi keranjang dan berurutan mencoba memasukkan bola. Yang tidak masuk akan push up 5x

Sekitar hampir setengah jam kami dijemur sambil bermain Takraw. Gue udah mau pingsan. Pengennya masukin bola biar bebas dari hukuman, tapi, bolanya ngga pernah masuk dan gue harus push up. Double.

Saat sudah bebas dari hukuman kami semua masuk. Langsung di sorakin sama teman cewek lainnya.

"Eh, yang masuk ulangan apaan?" tanya teman gue di belakang.

"ULANGAN?"

Triple.


7 comments:

  1. Tapi percaya sama gue. Murid kyk ginilah yang bakal di kangenin setelah lulus

    ReplyDelete
  2. Buset, pomade dirampas begitu. Kan mahal harganya. Lagian sih, bawa pomade ke sekolah. Bilangin nanti ke Adit biar nggak usah bawa pomade. Nanti disita :))

    ReplyDelete
  3. Triple kill~ Ahaha.

    Gapapalah bandel. Biar bisa jadi cerita. :p
    Eh, emang enak apa pake pomade? Bukannya bau?

    ReplyDelete
  4. pomade, entah sejak kapan datangnya temen-temen gue malah doyan pake barang ginian, rambutnya licin kayak habis di setrika.
    hehe tuh temen lu ngambeknya gak sempet nembemin pipikan sambil bibirnya manyun-manyun

    ReplyDelete
  5. Tapi kan pomade juga penting buat rapihin rambut.

    ReplyDelete
  6. nggak apa-apa bandel dikit di masa-masa sekolah,
    bakalan ada reuni dan acara kumpul-kumpul lainnya..
    nanti ini toh jadi pengalaman lucu kalo diinget-inget.
    Tapi bagian akhirnya emang gak enak sih..
    Masuk kelas tiba-tiba ulangan itu kayak masuk rumah tiba-tiba kena bogem..

    ReplyDelete
  7. Pelajaran matematiknya fobel dobel gitu yak... #sodorin panadol
    Masaa ampek ngambek, dia cowo kan? Hahah

    ReplyDelete

Ini kolom komen lho..