Seperti halnya cita-cita, keinginan juga perlu kita wujudkan. Entah itu keinginan untuk keperluan atau kebutuhan. Sudah ada berap...

How to Achieve What I Want? How to Achieve What I Want?

How to Achieve What I Want?

How to Achieve What I Want?


Seperti halnya cita-cita, keinginan juga perlu kita wujudkan. Entah itu keinginan untuk keperluan atau kebutuhan. Sudah ada berapa kali jatuh-bangkit yang saya rasakan dalam mencapai apa yang saya inginkan. Seperti halnya cita-cita, keinginan yang tidak tercapai akan membuat kita mengubahnya menjadi se-realita mungkin. Itu yang saya sudah rasakan.

Tapi, kadang-kadang saya juga berpikir, kenapa kita tidak bisa mewujudkan apa yang kita inginkan. Bukan karena persaingan tentunya. Jadi apa yang membuat saya selama ini susah untuk mewujudkan apa yang saya inginkan? Mungkin pola pikir, mungkin niat, atau juga faktor-faktor lain. Disisi lain, saya berpikir dan pernah mendengar kata dari Pandji,"Susah tapi Bisa"

Mungkin itu yang saya rasakan dalam mencapai apa yang saya inginkan. Sebelum semuanya benar-benar terlambat, mungkin saya harus menyusahkan atau lebih tepatnnya bersusah-susah mencapai apa yang saya inginkan dengan sepenuhnya, sebelum akhirnya menyesal seperti sekarang dalam impian yang saya sia-siakan dulu.

Saya tidak pernah berpikir untuk sukses beberapa tahun kedepan. Saya lebih fokus untuk bisa mencapai apa yang saya impikan sekarang, pada waktu yang saya capai itu. Makanya, saya mempunyai pola pikir yang agak sedikit berbeda dari orang-orang lainnya. Saya lebih fokus dengan impian saya untuk bisa terealisasikan saat itu juga. Bukan untuk menunggu beberapa tahun kedepan.

Saya ingin menjadi penulis. Bukan impian setahun, atau beberapa tahun kedepan, tapi kapan setelah impian saya terealisasikan. Sekarang misalnya. Saya tidak pernah menargetkan kapan saya akan sukses, karena itu terlalu naif untuk hal yang bukan tugas saya. Saya lebih semangat untuk berusaha, ketimbang memikirkan kedepannya. Dengan ingin menjadi penulis, saya sedang menyelesaikan draft 1 untuk buku perdana saya. Sebelum mengenal dunia kepenulisan, waktu itu saya masih sering membaca buku saja. Sekali waktu saya pernah menghubungi salah satu editor toko buku untuk menanyakan naskah apa saja yang diterima oleh penerbit dan pasar. Mungkin, gara-gara saya belum mempunyai nama, saya dikacangin. Sebetulanya agak jengkel juga, tapi setelah berpikir lagi, mungkin saya perlu menyelesaikan apa yang perlu saya selesaikan dulu. Setelah mendapat dorongan dari teman saya, saat itu juga saya mulai merancang tema calon buku saya. Dan sekarang, masih ada ditahap penulisan.

Agak minder rasanya mengatakan diri sebagai seorang penulis kalau belum mempunyai karya nyata. Saya dulu hanya mengandalkan blog ini sebagai bukti kalau saya cinta dengan dunia menulis, lebih tepatnya dunia bercerita.

Saya sudah suka dunia bercerita ini dari waktu saya SD. Dulu, setiap hari, saya selalu membeli komik-komik cerita horor dipenjual mainan yang datang kesekolah. Di setiap pulang sekolah, seperti halnya buku novel, saya akan menyiapkan diri sebelum membacanya. Saya ganti pakaian, lalu memastikan tidak ada gangguan disela-sela membaca. Lalu saya membacanya lalu berpikir,"Besok judul yang mana lagi yah?"

Selain menjadi penulis, saya juga ingin kuliah di luar dari kota tempat saya tinggal. Mencari cerita baru, membangun jaringan pertemanan baru, dan mungkin menemukan pengalaman baru. Di sela-sela berdoa, saya menyelipkan doa untuk bisa dikasih rejeki agar bisa dikuliahkan di luar kota. Paling tidak di universitas yang saya inginkan. Dengan lulus ditingkat universitas, mungkin bisa membuat orang tua saya bangga.

Saya sudah berusaha untuk membuat nilai-nilai saya disemua mata pelajaran bagus dengan mengikuti proses belajar mengajar dan les dengan baik. Mungkin belum bisa menyerap semuanya, paling tidak saya tidak ingin nilai saya hancur dan mempengaruhi nilai yang lain.

Kedua imipan saya itu adalah dua yang saya sangat ingin capai karena satu tujuan: membanggakan orang tua. Mungkin saya belum bisa melihat mereka menangis karena apa yang saya capai. Apalagi jika saya bisa tidak merepotkan mereka, itu sudah menjadi kesuksesan tersendiri buat saya pribadi. Saya selalu beriming-iming untuk membanggakan mereka dengan apa yang saya capai. Jika mereka bangga, paling tidak kerepotan mereka mengurus saya terbayar sedikit. Sedikit tentunya.


27 comments:

  1. Saya juga pengen banget jadi penulis di usia muda saya saat ini. Karena jadi penulsi itu keren abis. Punya karya sendiri, punya banyak fans, dan bisa menghasilkan uang juga.

    Memang kehadiran sebuah novel menjadi tanda bahwa seseorang adalah seorang penulis. Tapi itu tidak selamanya benar, karena selagi masih bisa berkarya di blog, kenapa harus dipaksakan menulis buku? Nikmatin aja semua, Jangan terlalu memasang target yang muluk-muluk.

    Btw, kalau novel lo udah terbit, kabarin yaa :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya sudah ngeblog sekitar dari tahun 2012, rasanya agak minder juga untuk mengaku sebagai seorang penulis, memasang bio dengan titel penulis, jika karya yang benar-benar layak disebut karya saja belum ada.

      Saya tekankan sekali lagi, ini bukan paksaan, ini adalah dorongan. Hampir sama, tapi beda jauh~

      Delete
  2. Cita-citanya jadi penulis, ya, Rahul. Semangat Rahul buat ngejarnya. Kalo niat dan usahamu kuat pasti Allah ngabulin kok.

    Iya, tahun depan gue kelas 12. Setelah itu kuliah. Gue juga pengen kuliah di luar kota. Bosen di Jakarta mulu. :/

    ReplyDelete
    Replies
    1. Siap, Robby. Amin.

      Gue malah pengen ngerasaain ibukota. :(

      Delete
  3. dulu bercita-cita, waktu udah tua sekarang punya goals ya hehe. gue juga punya keinginan jadi penuulis nih. beuh bisa2 kita saingan nih. Semangat mewujudkan cita2mu

    ReplyDelete
  4. kalo emang mau nerbitin buku sebaiknya tanya2 dulu ke penerbit yang ditarget, mereka nerbitin buku genre apa aja, karena sekarang pasar buku... agak susah ditebak. Apalagi personal literatur. Kemaren baca postingan temen yg naskahnya ditolak penerbit karena alasan gak ada pasarnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Udah kapok nanya, mendingan nulis aja dulu. Terus baru cari yang cocok. Atau ngga liat kebutuhan pasar aja. Mendingan ditolak dengan alasan, daripada ditolak tanpa alasan apa-apa.

      Delete
  5. wih kepingin jadi penulis nih? Semoga tercapai yah :D

    ReplyDelete
  6. Kamu masih sma hul? Masih cukup muda untuk memikirkan cita cita. Aku jadi tertegun, diusia yg sudah rawan ditanya kapan nikah, apa iya menulis adah keinginan saya? Secara realitasnya di indonesia menulis bukannlah sebuah profesi yang bisa diandalkan untuk sekedar cari makan. Pun jika memaksa definisi profesi menulis tak ubahnya seperti keinginan seseorang yang berjiwa idealis semata #ahsudahlah

    Anyway semoga sukses buku perdananya, aku juga lagi menyatikan dfart calon novel perdana :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bisa jadi, setidaknya saya sudah berani untuk mengambil jalan yang menurut saya baik. :)

      Yuk~

      Delete
  7. dulu pas SMA juga pernah terpikirkan jadi penulis. itu juga alasan aku bikin blog. tapi entah lama2 pudar karna sibuk urusan lain #akulemah #dasaramatiran

    keinginan dan cita2 juga perlu kita wujudkan. lebih tepatnya menurutku perlu di usahakan sih. bukan dibebani harus terwujud. cmiiw :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hmm, semoga ngga terjadi sama saya.

      Bener banget, juga harus sejalan dengan passion. :D

      Delete
  8. Salut nih sama dirimu, bro. Seenggaknya sudah ada tindak nyata untuk mewujudkan keinginanmu menjadi penulis. Meskipun masih dalam proses menulis buku. Tapi kalau ntar sudah jadi semoga bisa nembus penerbit mayor dan menjadi best seller yaa.

    Untuk impian yang ingin kuliah di luar kota itu pasti bisa diraih juga kok. Asal jangan lupa minta restu sama orang tua yaa. Soalnya restu dari orang tua itu penting buat mengiringi kepergianmu merantau di kota orang lain. Semangat!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih, tapi lebih keren lagi kalau udah mejeng di toko buku. AMIN SE-AMIN-AMINNNYA.

      Iya, bener banget, restu dari orang tua sangat enting~

      Delete
  9. Cita-cita kita sama :') pengen jadi penulis. Bedanya, kamu udah suka baca tulis sejak kecil. Sementara aku baru tau itu tahun 2013 lalu :') semoga semuanya bisa tercapai ya :)

    ReplyDelete
  10. semoga mimpi mulianya trwujud yaa, gan %_%

    ReplyDelete
  11. Wah, Rahul Syarif bagus banget keinginan dan usaha usahanya ya..Gue liat di kata katanya, lo bener bener pingin bisa jadi penulis dan kuliah di tanah rantau alias keluar kota. Gue doain semoga lo bisa mencapai semuanya, dan gue yakin lo bisa..apa sih yang nggak bisa dilakukan oleh orang yang bersungguh sungguh dalam berdoa dan berusaha?

    ReplyDelete
  12. Semangat rahul, apapun caramu menggapai cita2 yg penting g pake pergi ke dukun, lanjutkan aja. Kan yang ngejalanin hidupmu ya kamu sendiri kan?

    Pola pikir kita sama. Akupun tengah berusaha agar keinginanku atau mungkin cita2(?) bisa tercapai. Waktuku g sebanyak kamu, tapi selagi masih ada waktu, aku mau berusaha, dan hasil tinggal bagaimana Tuhan yg menentukan. Sukses buat keinginan dan cita2 yg kita dambakan ya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, benar banget mba Pipit.

      Yah, intinya itu usahanya dulu, hasilnya belakangan~

      Delete
  13. Dari cara lo baca komik, gue memprediksi lo adalah orang yang perfeksionis, hehe..

    Dulu gue juga pernah berkeinginan untuk jadi penulis yang bisa nelurin buku, tapi keinginan itu luntur karena kesibukan lain dan kurangnya tekat. Semoga lo bisa segera mewujudkan kedua keinginan lo itu ya, kalo tujuannya baik pasti jalannya juga dipermudah.

    ReplyDelete
  14. Semoga segera terwujud ya bikin buku perdananya :)

    ReplyDelete

Ini kolom komen lho..