Gue ngga tau kenapa tiba-tiba gue terpikir untuk menulis postingan ini. Mungkin karena beberapa hari belakangan, sebulan belakangan lebih te...

Menikmati Karya Untuk Influence Sebuah Karya Menikmati Karya Untuk Influence Sebuah Karya

Menikmati Karya Untuk Influence Sebuah Karya

Menikmati Karya Untuk Influence Sebuah Karya

Gue ngga tau kenapa tiba-tiba gue terpikir untuk menulis postingan ini. Mungkin karena beberapa hari belakangan, sebulan belakangan lebih tepatnya, gue merasa karya yang kita nikmati memberikan influence untuk apa yang akan kita ciptakan. Tidak usah jauh-jauh, gue sendiri menulis [ilo], berdasarkan influence dari beberapa karya dan kegelisahan pribadi. Tepat waktu karakter Ilo dan Dito gue ciptakan, gue memang tidak mempunyai pacar, sebelumnya gue juga menonton serial Malam Minggu Miko. Influence terjadi disini, antara kegelisahan pribadi dan Influence dari sebuah karya.

Gue sendiri lagi suka-sukanya dengan film bertema pencurian, penuh aksi, dan semacamnya. Mungkin ini juga akan jadi influence. Perlu kalian garis-bawahi, influence yang gue maksud disini hanya membahas tentang pengaruh untuk sebuah karya yang akan tercipta.

Situasinya, gue sekarang lagi penuh-penuhnya dengan film. Tiap hari, gue menjadwal satu atau dua, bahkan tiga film yang gue nonton. Selain memberi influence, disela-sela menonton juga gue biasa menemukan ide atau scene yang keren. Biasanya gue ulang-ulang biar ingat, atau kadang gue catat. Influence.

Selain menonton, gue juga lagi menyelesaikan buku The 100-Year-Old Man Who Climbed Out of The Window and Disappeared-nya Jonas Jonasson, yang so far, lumayan bagus. Bercerita tentang Allan Karlson, laki-laki tua yang pada umur yang ke 100 pada saat perayaan hari ulang tahunnya dia lari lewat jendela. Pertama membaca blurb-nya, gue langsung tertarik. Gue paling suka cerita dengan tema unik seperti itu. Balik lagi ke influence, buku itu juga memberi gue banyak pelajaran dalam bercerita, mulai dari pacing sampai dengan narasi yang baik dan enak. Gue salut sama Jonas Jonasson, walaupun buku itu belum habis gue baca.

Gue berpikir tentang karya-karya yang telah tercipta juga pasti sebagian besar demikian. Selain karena kegelisahan pribadi, juga dibarengi dengan influence karya yang mereka nikmati. Gue ingin tahu, karya yang mereka ciptakan ter-influence dengan karya apa. Dan karya itu, ter-influence dengan karya apa lagi dan seterusnya. Gue sekarang tidak akan berhenti untuk menonton film dan membaca, karena gue yakin, ide bukan cuma datang dari kegelisahan pribadi yang digali, tapi juga dari influence. Gue berpikir begitu, karena sering kali gue merasa dejavu dengan berbagai karya. Gue seperti merasa karya itu pernah gue nikmati, tapi dimana?

Influence bukan berarti meng-copy, jangan disalah-artikan. Influence itu hanya sebuah pengaruh untuk menciptakan ide ataupun adegan. Karena sebagus dan sekeren-kerennya sebuah karya, tidak akan ada karya yang benar-benar orisinil.

12 comments:

  1. Mantep sob, akhirnya udah nemuin pengaruh buat nyiptain ide sendiri. kadang saya juga gitu mendapat inspirasi dari sekedar membaca baik tulisan atau kalau gak mengamati sekeliling. sebenarnya apa yang ada di sekitar kita bisa jadi influence sih tergantung bagaimana kita menangkap dan mengolahnya
    semoga sukses sob dengan karyanya dan juga jangan lupa berbagi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hmm, banyak sih. Dari sekeliling juga bisa. Yang utama dari kegelisahan pribadi aja dulu.

      Amin, pastinya ngga. :D

      Delete
  2. Yap, selama ini Raditya Dika influence terbesar gue dalam berkarya. Emang panutan banget dah. Tapi makin ke sini makin banyak kok dorongan buat berkarya. Ngeliat lukisan yang dijual di pinggir jalan aja jadi nafsu berkarya. \m/

    ReplyDelete
  3. Semangat berkarya, bro. Sukses. Btw, aku penasaran sama bukunya Jonas Jonason. Pernah pengin beli pas mampir ke toko buku, tapi gak jadi-jadi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih, Achmad. Lain kali kalo liat buku menarik sih langsung beli aja, kalo emang punya duit lebih~

      Delete
  4. oke berhubung gue belum terlalu paham sama influence itu sendiri, gue cuma mau bilang.. selera lo keren juga. barat-baratan. kalau lo suka pencurian yang suspense, gue suka thriller suspense. kalau pencurian tanpa thriller itu hampa menurut gue :")

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hmm, kadang2 juga nemu beberapa film seperti itu. Gue sendiri lebih senang tema pencurian yang suspense, tapi ceritanya rapi. Biar beloknya ngga bocor dan gampang ketahuan~

      Delete
  5. salam kenal gan (y)

    Blogwalking ...
    komentar di blog ku ya
    nanti ku komentar balik
    fast respon ...
    http://www.sejutajempol.com/

    ReplyDelete
  6. Influence, aku pikir penyakit flu
    Itu mah influenza.

    Aku juga sering lho dapet influence setelah nonton atau baca sesuatu rasanya apa yang kita tonton atau baca tadi sudah dipahami oleh otak lalu diolah dengan gaya kita sendiri.

    ReplyDelete

Ini kolom komen lho..