May 4, 2017

Diambang Ketakutan

Dengan berakhirnya pelulusan untuk SMA, tingkat ketakutan gue makin menjadi-jadi.

Berawal dari gue masuk SMA, belum tahu apa-apa. Masuk SMA cuma membuat gue berpikir,"Ah, gue udah dewasa." cuma itu. Kelas 10 atau kelas 1 gue jalani dengan amat sangat brutal. Catatan kriminal gue disekolah bertumpuk di kelas 1. Mulai dari menganggu pembelajaran, merusak fasilitas sekolah, sampai tawuran sama kakak kelas. Sesungguhnya, catatan kriminal diatas bukan atas dasar gue seorang, gue punya kelompok di kelas yang punya semboyan: teman yang asik. Jadi kita harus jadi asik. Bagaimanapun caranya itu.

Setelah melewati fase kelas 1 yang sangat brutal, gue berubah di kelas 2. Gue berpisah sama teman-teman kelompok gue dulu. Kami memilih jalan kami masing-masing. Ada yang mengambil jurusan IPA dan ada yang IPS. Gue pribadi mengambil IPS, dengan tujuan menghindari rumus-rumus. Namun  gue salah, di IPS tetap dapat rumus dalam bentuk Akuntansi.

Di kelas 2 gue tidak menjadi orang yang mencolok dalam kelas. Gue menjadi orang yang bergabung dengan geng cupu bagian belakang. Tapi gue merasa, ada bagian dari kelas 1 yang ada di geng cupu gue ini.

Barulah setelah kakak kelas gue lulus dengan foto mencoret baju, gue jadi makin takut. Bentar lagi gue naik kelas 3. Musti banyak belajar, apalagi sistem pembelajaran di sekolah gue sekarang sudah fullday. Yang dimana kita, anak sekolah, dipulangkan sekitar jam 3-4 sore dengan catatan hari Sabtu kita diistirahatkan.

Sekarang, gue cuma bisa menunggu waktu yang akan menjawab. Gue naik kelas 3, dan lulus (amin), lalu masuk kuliah dengan jurusan yang gue inginkan dan bekerja sesuai apa yang gue cintai. Lalu hidup dengan itu.

Jika kalian sadar, gue udah sebulan lebih ngga ngeblog. Mungkin ngga ada yang sadar.. ngga apa-apa.

5 comments:

  1. semangat terus bro, nikmatin aja masa-masa sekolah ini. jadikan hari ini sebagai langkah menjelajahi masa depanmu, gunakan waktu sebaik mungkin dan terus jalin silaturahmi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, ngga akan terulang dua kali. Kan..

      Delete
  2. Bukannya sistem pulang sore, tapi Sabtu libur itu emang udah sejak lama, ya? Kalo di Jakarta, sih, dari gue SMP. Jadi pas SMA udah biasa. Bahaha.

    Mantaplah udah merencanakan kuliah dari sekarang. Semangat, Rul!

    ReplyDelete
  3. Gue malah seneng kalo pulang sampe sore, bahkan malem. Soalnya bosen di rumah. Setelah lulus juga gue tetep kangen sekolah. :')

    Semangat, Rahul. Dinikmatin aja masa-masa SMA.

    ReplyDelete

Ini kolom komen lho..