Jun 21, 2017

Big Fish (2003) - Cerita Berbumbu Edward Bloom


Big Fish adalah sebuah drama-fantasi yang rilis 2003 oleh sutradara Tim Burton, diangkat dari novel berjudul sama karya Daniel Wallace. Big Fish awalnya tidak memberikan gue ekspektasi apa-apa. Lalu semua berubah di sepuluh menit pertama. Semua berawal dari masa anak-anak Edward Bloom, mendengarkan dengan dongeng tentang Ikan Besar. Ikan yang katanya susah untuk ditangkap, hanya bisa ditangkap menggunakan emas.

Lalu cerita bergulir ke masa yang relatif cepat, ketika Edward Bloom sudah lansia, dia sudah punya anak, lalu membawakan dongeng tentang ikan besar di tengah banyaknya orang. Anaknya, William Bloom yang muak dengan cerita ayahnya menghentikan dongeng itu.

Oke. Kira-kira, itu adalah adegan pembuka yang bisa gue jabarkan.

Menurut gue, gaya penceritaan Big Fish sangat unik, menceritakan kisah lampau layaknya Forest Gump. Konfliknya sangat kompleks mulai dari mengejar cinta sampai pergi berperang. Selain gaya bercerita, dari Big Fish yang gue suka cara sang Edward Bloom memberikan cerita kepada anaknya dengan bumbu fantasi tanpa mengurangi sesuatu yang ingin dia sampaikan.

Jujur, gue ngga bisa menyebut diri gue suka dengan fantasi. Tapi di beberapa pengecualian membuat gue jadi suka. Setelah Midnight in Paris, lalu ada Big Fish yang membuat pandangan gue tentang fantasi menjadi berbeda.

Cerita dari Big Fish juga membawa hubungan erat antara ayah dan anak. Salah satu faktor yang membuat gue hampir mewek di beberapa adegan. Selain hubungan ayah dan anak yang sangat natural, adalah masa muda Edward Bloom yang mencoba mendapatkan nama dan alamat perempuan yang dia suka. Dia sampai bekerja menjadi buruh sirkus selama tiga tahun tanpa bayar. Dalam realitas, cara Edward Bloom mungkin terbilang greget.

Salah satu kutipan yang saya suka dari Big Fish, ini yang paling saya ingat, kurang lebih seperti ini:

Jika kita bertemu cinta sejati, waktu akan berhenti. 
Tapi jika waktu berjalan lagi, dia bergerak cepat dan harus dikejar.

Sangat manis.
Dengan ulasan diatas, gue rasa sudah cukup untuk membuat kalian menonton film ini. Ini adalah ulasan gue tentang film yang kedua, kayaknya. Gue akan lebih sering mengulas film. Dan jika ulasan gue random, maafkan. Akan gue perbaiki di ulasan selanjutnya. Dan terakhir, kurang lengkap jika tidak memberi bintang.

4,5/5

20 comments:

  1. Baca ulasannya kok kayak keren banget filmnya yaaa... Penasaran dengan cara ayahnya bercerita, sepertinya romantis. Sebenarnya jarang nonton film fantasy, tapi sepertinya ini layak ditonton... :D

    ReplyDelete
  2. Oke gue coba menonton film Big Fish ini sesuai dengan review diatas. Menurut gue dari hasil review mu itu lumayan runtut ya, dan konfliknya juga ada banget.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hmm, belum runtut banget sih. Masih random abis..

      Delete
  3. mskipun ini bkan selera film genre ane, tpi ane trtarik sma ceritanya, apalagi dongeng ikan yg cma bisa dipancing sma emas :o

    ReplyDelete
  4. Genre fantasi itu yg kyk gmn ya hul? Apa ikan besarnya beneran ada atau gmn sih? Kayaknya kalo berdasarkan ulasan, film ini plot lambat, banyak percakapan, dan bikin terharu ya? Belum pernah nonton big fish.. hehehe. Yang jadi edward bloom dan william bloom nya siapa? Duh ini bnyak nanya ya. Maaf... Hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Fantasi itu sejenis apa yah kalo disebut, impian mungkin. Belum lengkap ulasannya. Film berikutnya ku perbaiki..

      Delete
  5. Memang sih ini film kurang suka bagiku. Tapi dari ulasannya cukup menarik, dan aku kalau baca-baca ulasan gini suka gak sabar, ya, pengen cepat-cepat nonton filmnya aja langsung. Biar tahu..hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ngga semua film kita suka, tapi semua film bisa kita nonton..

      Delete
  6. Aku kurang suka dengan genre film seperti ini. aku lebih suka yang petualangan, klo ibuku suka nonton film action......hehe

    Film tahun 2003, berarti liris pas aku masih berumur 1tahun. Film ini sudah lama tapi masih ada yg nonton. Film keren

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ini juga ada petualangannya. Kompleks sih. Btw, ibu elerenya gokil~

      Delete
  7. Tentang fantasy. Sungguh menarik ulasannya. apalagi elo secara fare menjelaskan gmana jalan cerita tanpa spoiler. Gue jadi penasaran gmana cerita dgn bnyak konfik kyk gtu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gue ngga akan tega memberikan ulasan mengandung spoiler. Gue tau rasanya orang2 yg kena spoiler..

      Delete
  8. Jadi pingin nonton kan..
    Tapi tahunnya kok 2003? Kudu ekstra kerja keras nyari di internet, atau kamu kirimin aja gitu filmnya ke aku, hahahaha

    ReplyDelete
  9. Iya bingung genre fantasi kaya gimana sih? Trs kok ada bagian yg mengejar cinta dan ikut berperang? Hubungan sama ikan besar apa ya ������
    Dann benar kata yang lain, kalo mau nonton bingung juga nyarinya ya. Tp bisa lah diatur wkwk nice review ��

    ReplyDelete
  10. Harry potter tau? Itu masuk fantasi lho..

    Ikan besar itu adalah sentral dari ceritanya~

    ReplyDelete
  11. Nama-nama karakternya bikin gua malah inget sama Orlando Bloom, yang jadi Legolas di serial film Lord of The Rings itu lho hehehe....

    ReplyDelete
  12. Ini jadi pengen nonton aja langsung. OPening lu bikin penasaran hul. Eh, tapi ada saran aja sih. Dimasukkan trailer juga harusnya. Biar seru dan gak nebak2 isi ceritanya.

    ReplyDelete

Ini kolom komen lho..