Nov 4, 2017

UN: Ragnarok

Di penghujung tahun  ini, gue sudah duduk di kelas 3 SMA semester satu. Bentar lagi masuk semester dua, dan disitulah semuanya menjadi beda. Mungkin ini kalimat yang sangat klise, jika menyebut bahwa, 'ngga terasa, kayak baru kemarin'. Gue sudah mencari kalimat lain, tidak ada yang cocok kecuali kata tersebut.

Jujur, gue merasa waktu memakan diri gue. Seakan waktu berada pada titik paling lemah pada diri gue. Jadi, gue merasa terbodohi dengan waktu itu sendiri. Kadang-kadang, gue mencoba mengatur waktu, tapi waktu selalu menjadi ingin menjadi bos. Dulu, gue ngga ada kepikiran soal ngatur waktu, semakin gue tua, gue jadi semakin percaya kalau waktu yang ngga gue atur jadinya akan sia-sia.

Kelas 3 SMA adalah jenjang yang paling tidak enak, jika diurutkan dari kelas 1 dan 2. Menurut gue, kelas 2 adalah jenjang yang paling enak. Biasanya kelas 2 akan mendapat banyak jatah libur, atau cuma perasaan gue, sekaligus menjadi senior walaupun masih ada seniornya. Kelas 1 menurut gue lumayan enak, masih jadi anak baru. Masih bisa santai-santai, semua yang berhubungan dengan BK biasanya terjadi di jenjang kelas 1. Dan kelas 3, adalah waktunya menjadi dewasa.

Ngga berasa, semester satu akan berakhir. Dan dalam waktu dekat, gue akan menjalani simulasi. Dalam mata pelajaran ujian, teman-teman gue sudah dengan siap memilih jurusan masing-masing. Kubu terbagi menjadi 3. Kubu Ekonomi, Kubu Geografi, dan Kubu Sosiologi. Jurusan yang paling banyak diambil adalah Sosiologi, mengingat pelajarannya beradasarkan kehidupan sehari-hari. Yang kedua paling banyak adalah Ekonomi. Dan Geografi, entah karena materinya memang banyak, sampai saat ini, di kelas gue belum ada yang ambil.

Gue sendiri belum menulis mata pelajaran yang akan gue ambil. Gue sebenarnya lumayan suka antara Sosiologi dan Geografi. Jadi, antara kedua mata pelajaran itu, pastilah gue akan ambil. Ekonomi sendiri bukan jalan gue. Walaupun gue anak IPS, gue lemah sama Ekonomi.

Setelah mengambil mata pelajaran, mungkin gue akan mulai kembali melihat materi. Tapi, jangankan belajar, menulis dan memilih mata jurusan saja gue masih ragu, takut salah pilih. Gue bukan Robby, dengan gagah memilih mata jurusan Kimia sendiri diantara teman-temannya, gue hanya pelajar yang masih mencoba untuk menemukan dirinya ini mau kemana.

Karena guru sudah meminta data seperti ini, gue sudah mulai merasa hawa-hawa UN. Merasa diri dengan nilai yang ngga bagus-bagus banget, gue mencoba untuk memperbaiki sikap. Tau-tau, guru gue dengan iba membantu gue. Pada saat dirumah memberi nilai, lalu sampai pada nama gue.

"Rahul.. Rahul.. Ini anaknya baik, walaupun dia bodoh Ekonomi, ngga ngerti Matematika, tapi akhlaknya baik."

Gue pun tetap ngga tuntas.

Beberapa hari yang lalu, gue nonton film Thor: Ragnarok arahan Taika Waititi. Filmnya asik, merubah segala aspek menjadi segar dan baru. Seri Thor ini membahas tentang Ragnarok, kehancuran Asgard. Lalu, gue membandingkan dengan nilai-nilai gue. Nilai-nilai yang berhubungan dengan angka dan rumus, selalu amblas. Kalau bukan pas KKM, pasti ngga tuntas. Sederhananya, nilai gue itu mengalami Ragnarok.


Gue ngga mau nilai UN gue juga menjadi Ragnarok. Pas kerja soal, tiba-tiba Hela datang memergoki gue nyontek, Surtur bangkit menulis nilai gue menjadi jelek. Gue ngga mau itu sampai terjadi. Gue ngga mau Dewa menentukan nilai gue, dan gue juga ngga mau dengan keadaan pasrah harus memunculkan Ragnarok itu sendiri.

Gue terdampar di sebuah Universitas bernama Sakaar, lalu bertemu dosen bernama Grandmaster. Mengumpulkan tim untuk melawan Ragnarok itu sendiri. Ah, pikiran apa ini.

Semua fantasi itu bermula dari pemilihan mata pelajaran untuk UN itu sendiri. Di kelas 3 ini, gue banyak parno. Terakhir kali gue separno ini, pas tau mau disunat. Dan semuanya terulang kembali, dalam versi yang lebih besar. Surtur akan kembali. Ah.

Sekarang, gue harus berhadapan dengan tiga problem. UN, Jurusan, Universitas. Dan semua itu akan menentukan gue akan kemana, gue akan bagaimana nantinya. Gue mau idealis dalam menjalani hidup ini, tapi gue juga harus realistis. Kayaknya, gue harus semedi dulu untuk tahu pilihan mana yang akan gue ambil.

Yang gue sangat takutkan, gue salah mengambil pilihan. Lalu, di suatu hari ketika gue tua, dengan sarung kotak-kotak, ditemani kopi dan pisang goreng, gue akan mengeluh tentang hidup. Gue ngga mau hal itu sampai terjadi. Gue harus banyak referensi untuk itu, gue harus banyak telaah gue ini akan kemana. Akhirnya, gue jadi tau, dilema orang-orang yang akan masuk universitas, harus mengalahkan Ragnarok itu sendiri.

32 comments:

  1. Kalau gue nggak musingin UN kayak apa. Toh, UN nggak ngaruh sama kelulusan. Kecuali kalau kamu mau masuk kepolisian, Hul. Harus minimal 6/7 rata-rata UN-nya.

    Lebih baik persiapan buat belajar SBMPTN aja. Itu udah mencakup UN kok. Semangat!

    ReplyDelete
  2. Hehe.. Ngeri itu fotonya, Mas :D
    Baca ini jadi kangen masa-masa SMA. Emang gitu, perlu referensi dan dipikir matang untuk bisa melanjutkan, tapi memilih kampus sesuai dengan apa yang kita igninkan, kalau ikut-ikutan takutnya gak betah di tengah jalan.. Mantep tuh si Robby, memilih berbeda..

    Iya sih gak kerasa ya, baru kemarin dah mau lulus..
    Nanti kalau udah lulus, rasanya pengen balik lagi ke masa putih abu-abu..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kata para pendahulu, nikmati masa2 SMA 😁

      Delete
    2. Emang begitu, kalau bisa diualang, ingin rasanya aku mengulangnya..he

      Delete
  3. Kalau gak mau salah jurusan, mulai pikiran aja dari sekarang. Tentuin skala prioritas dulu, yang pertama tuntasin tuh mau milih apa di UN. Kalau udah baru tuh searching jurusan, cari yang sreg dan gimana cara masuk situ. Jangan lupa siapin plan B juga, seandainya gak masuk situ mau masuk dimana yang kira-kira bisa nampung. Jangan sampai plan B itu "Ah udahlah kalau gak masuk sini, yang mana aja yang mau nerima," saranku itu jadiin Plan ZZZ. Terakhir dari yang terakhir. Nyatanya memang Tuhan yang menentukan, tapi kita juga yang memilih mau takdir seperti apa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih atas sarannya, saya masih awam banget. Dan kagok juga, nih. πŸ˜…

      Delete
    2. Mangat mas, saya juga pernah di posisi itu xD

      Delete
  4. Bagus sekali milih jurusan sosiologi gan geografis, sebab ekonomi sudah sangat umum sekali menurut gue.

    Oh iya, di sekolahmu udah mulai persiapan simulasi un?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ambil Sosiologi, sih..

      Mulainya Senin depan~

      Delete
  5. Bagus sekali milih jurusan sosiologi gan geografis, sebab ekonomi sudah sangat umum sekali menurut gue.

    Oh iya, di sekolahmu udah mulai persiapan simulasi un?

    ReplyDelete
  6. Bener emang klo milih jurusan kuliah harus dipikirkan secara matang, jangan sampe salah pilih jurusan, nanti bisa nggak fokus dan malah pindah jurusan, lah itu udah bikin rugi waktu dan uang.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, makanya harus tau mana yg akan diambilπŸ˜‚

      Delete
  7. Klo nyari jurusan emang harus dipikirkan mateng2. Tapi yang perlu dinget sih menurut gue, kuliah jangan cuma untuk kerja doang. Gue dan banyak temen2 gue rata2 kerjanya bukan dibidang yang ia geluti waktu kuliah. Lebih kearah bagaimana atitude, skill dan jaringan.

    Ya kuliah itu gak melulu soal akademik dan nilai doang. Ya walaupun itu perlu bgt. Tapi kuliah itu tentang pembentukan pola pikir, wawasan, pengalaman, jaringan dan banyak hal. Kuliah itu penting.

    Ah. Tulisan gue tumben agak berbobot. So semangat bro!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bisa bikin post sendiri ini mah, but thx πŸ˜‚

      Delete
  8. UN mah santai saja bro, ehehehe. dulu waktu mau UN, gue masih sempet jalan2 dulu ke pulau seribu, belajar antara perlu dan enggak, toh lulus2 aja :")

    ReplyDelete
  9. Fantasinya sampai menghubung2kan ke Ragnarok boleh juga meski saya nggak tau pilm ragnarok itu yang kayak gimana ya hehe

    Semester dua di kelas XII memang adalah masa2 yg menegangkan dimana kita sudah harus dihadapkan dengan banyak pilihan. Emang udah harus dipikir jauh2 hari biar gak kebingungan setelahnya tapi untuk sekarang sih saran saya fokus aja dulu dengan persiapan UNnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Masa belum nonton, sih?

      Mateng, ngga setengah mateng πŸ˜‚

      Delete
  10. wlkwkwkkwkw
    pertama aku belum nyambung karena belum nonton thor :v
    mungkin kalau udah nonton bakalan nyambung..

    tapi memang masa harap harap cemas memang di kelas 12/
    tapi masa masa ini adalah masa masa emas.
    masa dimana kalian menentukan pilihan untuk melanjutkan hidup yang lebih keras. ehakkk~

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nonton lah, bagus..

      Masa emas yah? HeheheπŸ˜‚

      Delete
  11. Gue berasa asing pas lu nulis "mata jurusan" sampe cek KBBI gue hahaha, kaga ada woy diksi itu, mending bilang jurusan aja kayaknya lebih enak.

    Btw kalo UN disumulasikan kayak Thor, mungkin palunua yang hancur di ganti sama ujung pensil yang patah pas lagi buletin kertas ljk. Asli cemen banget hahaha.

    Selamat menempuh semester 2 kelas 12. Apapun itu mau geografi, sosiologi, atau ekonomi semuanya baik.

    ReplyDelete
  12. Sial, aku belum nonton Thor.
    Jadi harus berjuang mati-matian memahami alur ceritamu haha.
    Bro, kelas 3 SMA belum ada apa-apanya dah.
    Nanti kau masih ketemu ama yang namanya skripsi,

    'Skripsi eta bikin hidup terbebani banget, rasanya Ingin pergi saja dari dunia'
    bukanya nakut-nakutin tapi aku emang belum nemu kata yang tepat untuk menggambarkanya.
    AKu sudah mencari kalimat lain, tidak ada yang cocok kecuali kata tersebut (copas hha).

    ReplyDelete
  13. sama kyk leon, belum nonton thor ragnarok jadi linglung gue hh...
    tapi gue tau keresahan lu sebagai siswa tingkat akhir yang parno banget ama UN, 2 tahun lalu gue ngerasain kok... intiny jangan sampai lu kebanyakan parno akhirnya belajarnya dikit, make sure ujian nasional lu ini sebagai penutup yang indah, sama siap2 sbmptn, kata orang sih klo udah jago sbm, berarti udah jago UN.
    .
    .
    .
    .
    .
    tapi gue g ngambil sbm haha :v
    .
    .
    ok good luck bray

    ReplyDelete
  14. cara lo menghubungkan UN dengan Ragnarok bagus juga. yah semoga nilai lo bagus.
    semangat terus.

    gue enggak nyangka lo masih SMA. gue kira sudah menikah. dari cara tulisan tulisan lo.

    sekarang sih kalo memilih jurusan kuliah, pilih juga yang peluang kerjanya bagus. bukan melulu soal mana hobby lo. apa minat lo. karna persaingan hidup setelah lulus kuliah itu berat bro.

    tapi gimana kalo jurusan yang peluang kerjanya besar tapi enggak sesuai dengan minat? yah yang namanya kuliah mah, asal dijalanin dan tekun juga bakal selesai. temen gue aja yang bego selama kuliah, bisa lulus buktinya. semua tergantung dari niat dan kesungguhan. haha.

    ReplyDelete
  15. Sedih amat kalau udah tua menyesali kehidupan masa mudanya. Lu udah mikir jauh banget, Hul. Gue dulu pas mau UN santai betul. Malah main warnet. :(

    Sekarang baru deh mulai banyak mikir, hidup mau gue arahkan ke mana? Gue nggak bisa gini terus. Haha.

    Semoga sukses buat kita~ Dengan tetap menjadi idealis, tapi tetap realistis. Hoho.

    ReplyDelete
  16. Anjayy gue jadi keinget jaman gue masih kelas 3 SMA, semester 1 masih bisa santai2 nongkrong di mall, kantin dan rumah mantan, pas semester 2 a en je a ye.

    Tenaga, pikiran, dan duit gue terkuras abis, bos, percayalah semua akan terbayar sesuai dengan usaha kita, wkwk semangat ujiannya.

    ReplyDelete
  17. gue ak terlalu ngerti tentang ragnarok, satu-satunya yang gue tahu itu adek gue ada stiker cartoon tulisannya ragnrok. gue emang kids jaman 90an yang kurang gaul -_-"

    Tapi gue setuju sama elo kelas 1 sma itu masih kalem, masih kebawa-bawa sifat ke anak SMP annya. dan kelas 2 baru kerasa jiwa putih-abu-abunya. segalanya terasa selow, terasa indah dan terasa keren. mulai kelas 3 baru dah rada-rada tobat. soalnya mau UN. dan masuk semester 2 kelas 3, puyeng-puyeng dah mikirn mau kuliah di mana?

    belum lagi ditambah pacar minta putus, gebetan menjauh dengan alasan 'pengen fokus UN' barang besoknya jalan sama cewe lain. duh klise

    ReplyDelete
  18. Haha awalnya aku gak ngerti soal film thor ini, karna emang gak pernah nonton kayak gini2an wkwk.

    Ngomongin soal jurusan itu emang mesti di pikirkan baik2,dan jangan ikut2an temen juga. Harus di pikirkan matang2 yang bisa menghasilkan peluang kerja. Jangan sampai ngerasa salah jurusan, bisa rugi waktu dan uang.
    Jurusan gak mempengaruhi kita kerja dimana juga kok nantinya. Anak dakwah aja bisa keeja di bank loh selagi skillnya mumpuni. Intinya manfaatin aka masa2 kuliah untuk mengembangkan skill kamu dan link kamu sama temen2. Suapaya nanti gampang cari kerja hehe.

    ReplyDelete
  19. asli, gue masih ga nyambung tentang un sama ragnarok. soalnya belom nonton juga tuh film. yg di otak gue, ketika baca ragnarok itu adalah game pc online yg booming ketika gue masih sd dulu.

    bagus sih, klo lu udah ada fikiran seperti itu. fikiran supaya ga menjadi orang yg nantinya menyesal akan pilihannya ketika masih muda. perbanyak nanya sama senior'' aja coba. itu cara mendapatkan refrensi paling gampang sih menurut gue. hehehe

    ReplyDelete
  20. ahahahahahha, masih ngakak antara analoginya antara kehancuran nilai dan film ragnarok. kamu cerdas!

    kalau untuk jurusan, memang memutuskan sendiri itu susah. apalagi bagi anak-anak yang ngambang seperti saya dulu. saya juga milih jurusan kuliah malah pake metode ngitung kancing gebetan. kan ngehe.

    semoga segera mendapatkan keputusan yang terbaik ya, dan sukses untuk UN-nya. percayalah, nilai baik di sekolah tidak ada apa-apanya dengan nilai baik di masyarakat. ciao!

    ReplyDelete

Ini kolom komen lho..