Posts

Mengajarkan Story Telling ke Adik

Image
Beberapa hari ini, saya rutin menjadi guru Bahasa Indonesia untuk Adik saya yang paling bungsu. Namanya Rini, dan sudah SD. Kegiatan ini bukan semata-mata agar saya ada peran seorang "kakak" dikeluarga. Itu lebih luas. Sebagai orang yang senang dengan cerita, saya mulai menerapkan adik saya masalah story telling. Terutama untuk cerita pendek.


Hari pertama, saya kasih dia soal:
1. Buatlah cerita di hari Minggu dari bangun tidur sampai sekarang?
2. Apa pengalaman yang paling kamu sukai?
3. Apa pengalaman yang paling kami benci?

Begini cerita dari Adik saya, Rini:

1.

Suatu hari aku bangun tidur langsung berwudhu dan pergi shalat. Setelah itu aku nonton tv seperti Masha and the Bear dan Monkey and Trunk. Pada saat itu perut saya lapar, saya ingin makan nasi kuning. Saya membeli 10 ribu dan saya makan berdua dengan Mama. Terus saya disuruh mandi sama Umi,"Rini pergi mandi kita pergi lelang ambil ikan."

Saya berkata"Iya ji."

Saya pun mandi tiba-tiba datang Andi&qu…

Sejarah Terbentuknya Kios Ummi

Image
Kira-kira awal 2017, saat Ari baru kembali dari Kalimantan, itulah dimana perjalanan Kios Ummi dimulai. Dulunya, kami memang sering jalan bersama. Itu adalah saya, Riki, dan Thariq. Dulu sekali, setiap malam Minggu saya dan Thariq selalu ke Telkom. Sekedar untuk mendownload atau bersantai menghabiskan malam Minggu yang panjang.

Saat Ari datang, kami mulai sering bersama lagi. Jika diabsen sebagai berikut: saya, Riki, Thariq, Ali Rendy (adik saya), Ari, dan Kak Rijal. Biar saya jelaskan satu persatu. 
Dimulai dari Riki yang dimana dia tinggal disebelah rumah saya bagian kiri. Teman main saya dari kecil hingga sekarang. Umurnya tiga tahu, dibawah saya. Matanya sipit dan punya saudara kembar perempuan. Lalu ada Thariq, teman main kecil saya (juga) yang cerita lengkapnya bisa dibaca di sini. Tinggal di sebelah kanan rumah saya. Kemudian Ali yang seumuran dengan saya, keluarga dari ayah Riki yang datang kesini untuk lanjut SMA yang sama dengan saya. Lalu Ada Ari, sepupu dari Bapak. Paling…

Tanda-Tanda Penuaan Sebelum Kepala Dua

Image
Memasuki umur 20, saya memiliki banyak sekali ketakutan. Terutama masalah hidup. Saya tidak tahu, tapi tetap berpikir bahwa ingin melanjutkan kehidupan diumur kepala dua ini seperti apa. Beberapa kebiasan buruk tentu saja harus saya tinggalkan. Dan, tentu saja, gejolak anak-anak dalam diri tidak bisa saya lepaskan seperti menekan tombol power. Masih lebih mudah untuk bermain bola di jalan dengan tiang sendal jepit daripada menahan diri untuk bersikap dewasa. Itu bukan saya.


Beberapa hari yang lalu, setelah bangun dari tidur siang, saya menemukan satu momen dimana Adik saya bermain dengan kawan-kawannya. Disana dia bertugas jadi koki. Saya nimbrung dan ikut bermain. Jika bisa saya katakan, kesenangan semacam itu yang tidak lagi saya temui. Main bola bersama kawan sudah sangat jarang. Hal-hal seperti itulah yang mengikis gejolak anak-anak kita untuk bermain.

Sebelum memasuki klub-orang-orang-berkepala-dua, saya sudah banyak mengalami banyak perubahan. Mulai dari yang mencolok sampai yan…

Surat Terbuka untuk Indihome

Image
Saya benar-benar resah dengan Anda. Bagaimana tidak, beberapa kali Anda mengecewakan saya dan beberapa orang rumah yang tentunya berimbas kepada saya. Oh, perlu saya jelaskan bahwa Anda tidak jahat untuk saya kirim surat ini. Jika Anda membaca surat ini, semoga apa yang saya tulis bisa menjadi pelajaran agar nantinya tidak terulang.




Agar lebih jelas, akan ceritakan dari awal. April 2018 Bapak saya ada niat pasang wifi. Sebenarnya, sudah lama saya dan adik-adik hasut. Tapi, baru benar-benar terealisasi sejak 21 April. Waktu itu, saya masih ingat, baru saja pulang dan ternyata teknisi dari Indihome sudah datang dan wifi sudah terpasang.

Mulai dari itu, saya orang yang jarang keluar rumah jadi sangat jarang keluar rumah. Di rumah, kerjanya nonton YouTube, streaming film, ngeblog. Dan, adik-adik juga begitu. Kerjanya cuma di rumah. Saat itu, sama sekali tidak ada masalah apa-apa. Kecepatan yang kami gunakan pertama kali yaitu 10 Mbps.

Beberapa tetangga perlahan mendekati dengan niat sambu…

Ke Pameran Daya Hidup Orang Laut

Image
Selasa kemarin, tanggal 12 Maret, saya dan teman kampus ke Gedung Pasca Sarjana Universitas Halu Oleo. Itu adalah kegiatan pameran fotografi "Daya Hidup Orang Laut" karya Rustam Awat. Berisi tentang kehidupan masyarkat suku Bajo dan hubungan eratnya dengan laut.



Hari itu, kami dapat ijin untuk tidak masuk kuliah agar bisa mengikuti pameran. Sejujurnya, ini adalah pengalaman pertama saya ke pameran, seingat saya. Setidaknya untuk pameran fotografi. Maka dari itu, saya bingung ketika dosen saya meminta untuk menulis review tentang pameran itu. Masa iya, saya mengatakan,"Gambarnya bagus, karena backgroundnya blur dan objeknya fokus."

Pameran seperti ini biasanya hanya saya temui di film atau sinetron. Terakhir, seingat saya, ada di film Velvet Buzzaw. Meskipun difilm itu bukan pameran foto, tapi lukisan.

Saya datang pagi dipukul 8. Teman-teman saya kemudian datang. Kami menunggu dibawa karena posisinya, digedung tempat acara dilantai atas dan ramai. Kami sempat naik h…

Malam Minggu Mabok Duren

Image
Malam Sabtu kemarin, itu ditanggal 2 Maret, saya dan Riki ke Kebi (Singkatan dari Kendari Beach). Disana sudah dibikin tempat nongkrong yang asik. Kami kesana karena sudah ada Ari dan Ali. Rencananya, kami cuma mau nongkrong. Hampir setengah jam kami disana. Kemudian Dandi datang. Sebelumnya Dandi dari rumah sakit, katanya cuma mau ketemuan sama temannya.

Kami bingung setelahnya mau ngapain, jadi kami nelpon Kak Rijal. Rencananya mau makan disalah satu warung makan favorit kami. Favorit kami yang mana? Yang bisa buat kami bikin datang dua kali lah. Tapi malam itu sebenar-benarnya kami mau ke warung makan didepan SD. Lokasinya di depan SD tidak jauh dari Lippo Plaza.

Pas Kak Rijal datang, kami tidak jadi makan. Katanya, Kak Rijal sudah makan dari rumah. Dari situ, Kak Rijal ada ide mau neraktir kita makan duren. Entah dalam perayaan apa. Mungkin cuman mau neraktir aja. Soalnya, seingat saya ulang tahunnya sudah lewat. Itu waktu kami ditraktir makan juga.

Dari situ, kami jalan nyari pen…

Fenomena Dilan Berlanjut

Image
Tahun 2015, tepatnya akhir SMP, saya membeli buku Dilan. Itu karena salah satu cuitan teman blog saya di Twitter. Kemudian, yang terjadi adalah saya suka dengan novel itu. Salah satu alasan untuk saya menabung uang jajan buat beli bukunya yang kedua, Dilan 1991.

Tahun 2019, setelah sukses dengan film pertamanya, film Dilan 1990, Iqbaal dann Vanesha kembali menggunjang perasaan seluruh masyarakat Indonesia di Bumi. Dengan beragam karakter baru dan konflik yang lebih banyak. Sebelum membaca lebih lanjut, alanglah baiknya sudah menonton atau lebih baik lagi jika membaca bukunya. Karena saya akan menjabarkan spoiler untuk mendukung argumen saya.

Baca juga: Fenomena Dilan.


Argumen? Mungkin iya, karena saya tidak ingin mennyebut ini sebagai sebuah ulasan. Dengan menyebut ini ulasan, secara tidak langsung saya menyebut diri saya kritikus. Saya lebih senang menjadi penikmat, yang tugasnya hanya nonton, menikmati, dan memberi respon dari sudut pandang personal. Lebih dari itu urusan orang lain …