Posts

Pendakian Pertama

Image
Kira-kira, apa yang terbersit di kepala kalian dengan kata "mendaki"? 5 CM? Soe Hok Gie? Tentu saja bukan kegiatan mengelupas daki. Bukan. Ini adalah cerita tentang pendakian pertama saya dengan tujuan camping.

Tanggal 21 kemarin, tepat setelah saya baru saja pulang dari Rumah Bunyi, saya akan mendaki untuk pertama kalinya bersama teman-teman saya. Kurang tepat disebut mendaki, persoalannya kata orang-orang objek yang akan saya daki ini tidak terbilang tinggi. Malam itu, kami akan mendaki ke Puncak Amarilis. Sebagai orang yang menetap di kota Kendari, sudah sangat terlambat untuk ke sana.

Bersama Adi, Alfa, Arjun, dan Iyar, kami naik tanpa persiapan yang matang. Padahal, dari rumah saya berpikir sudah sangat siap dari segi persiapan. Hal pertama yang saya sesali adalah alas kaki yang saya pakai. Seharusnya, saya memakai sepatu yang sering saya pakai saat joging ketimbang memakai sendal bepergian. Sangat sulit rupanya.

Saya diantar oleh adik saya ke titik perkumpulan. Sudah a…

Drama Ulang Tahun

Image
Sabtu malam diakhir September, saya bersama Ari, Dandi, Rendy, dan Riki sudah berada di Lippo Plaza Mall. Malam itu, tidak ada rencana hangout bersama. Kami sudah sangat jarang main ke mall. Malam Mingguan hanya untuk makan, nonton, dan nongkrong. Jika tidak, kami hanya ngobrol di teras rumah Riki sambil makan hasil kongsi gorengan.

Malam itu, rencananya kami ingin membeli beberapa donat untuk dipakai sebagai hadiah kejutan kami kepada Kak Rijal. Sebagai informasi, Kak Rijal adalah salah satu anggota dari geng lorong yang secara tidak sengaja dibuat. Isinya sekumpulan cowok-cowok halu yang bingung dengan malam Minggunya. Kak Rijal, adalah bagian dari keluarga Riki. Jika menggambarkannya sebagai anak tongkrongan, Kak Rijal adalah salah satu abang-abang kami. Sebelum punya kendaraan masing-masing, Kak Rijal adalah teman jalan sekaligus driver kami.
Sembari membeli donat, kami sempat turun ke Hypermart untuk membeli beberapa belanjaan dari voucher diskon. Setelah itu, kami pulang. Diteng…

Semacam Kasih Sayang

Image
Saya adalah orang yang jarang sakit. Bukan mau diminta-minta, tapi dalam setahun paling tidak hanya sakit demam biasa atau sakit kepala. Saya tentu saja punya riwayat penyakit. Dan itu membuat saya tidak melakukan hal aneh-aneh dalam hidup. Makan yah nasi, minum yah air. Saya tidak akan ada pada situasi untuk melihat seekor kecoa dan berkata,"disate enak nih.".

Belakangan ini saya berusaha menerapkan hidup sehat yang bisa saya lakukan. Sesungguhnya, itu adalah alasan saja untuk menutupi alasan sebenarnya: diet. Setiap pagi, saya lari minimal tiga puluh menit. Kemudian, sarapan dengan teh dan cemilan. Makan berat saya lakukan pada sore hari agar malamnya saya tidak makan apa-apa (kecuali ngemil).
Sebenarnya, berat badan saya tidak naik, apalagi sampai ke tahap naik drastis. Berat badan saya menetap dan hanya disitu-situ saja. Hanya, saya merasa perlu menggeser sedikit lemak dari tubuh. Untuk itu, sarapan yang biasanya gado-gado saya ganti, kemudian pola makan tiga hari saya g…

Ingin Masuk Berita

Image
Sejak kecil, salah satu hal yang saya inginkan adalah masuk berita. Mau itu di teve ataupun koran. Alasan waktu itu cukup sederhana, saya ingin disuatu momen saat menonton teve, saya bisa muncul di teve dan disaksikan keluarga. Khususnya orang-orang di rumah. Alasan itu kemudian diperkuat setelah salah satu teman saya masuk teve karena memenangi sebuah lomba. Teman saya yang lain, pada sebuah insiden yang cukup tragis, menemukan mayat seorang bayi di kali depan rumahnya, kemudian diliput salah satu stasiun teve dan koran lokal. Bukan hal yang harus dibanggakan, tapi makin membuat saya iri. Terutama ketika itu menjadi bahan pembicaraan satu sekolah.

Dengan sabar saya menunggu kesempatan itu. Menunggu hari keberuntungan untuk saya masuk didalam berita. Meski bukan dengan dorongan alasan tersebut, saya sempat memperdalam mata pelajaran Bahasa Inggris dengan mengikuti les sewaktu SD. Kemudian, oleh sekolah diajak untuk mengikuti lomba English Expo bersama teman-teman yang lain.
Beruntungn…

Jangan Joging Sebelum Baca Ini

Image
Saya rupanya sudah menulis tentang joging sudah lebih dari dua tulisan. Dan pembahasan tentang joging masih sangat banyak untuk dibahas. Kali ini, saya akan membahas panduan-panduan sebelum joging. Seperti judulnya, jangan joging sebelum baca ini.

Tulisan ini, terbersit beberapa hari yang lalu disaat saya sedang joging. Karena tidak membawa hape atau buku catatan, saya hanya berusaha untuk mengingat. Sayangnya, hari itu saya lupa. Dihari yang lain, saya kembali teringat tentang tulisan ini. Sepertinya seru untuk berbagi hal dari sisi yang paling personal. Seperti panduan dan tips pada umumnya, ini hanya bertujuan untuk membantu dan memudahkan kalian untuk joging. Bisa kalian ikuti, bisa tidak.

Baca juga: 7 Hal yang Sering Ditemukan Ketika Joging.


Niat Memang terdengar sangat klise, tapi percaya tidak percaya disuatu pagi yang sangat dingin, mengumpulkan niat untuk bangun saja adalah hal yang sangat sulit. Saya tipe orang yang lebih senang joging  pada pagi hari ketimbang sore hari. Alas…

5 Sutradara Favorit dan Filmnya (Bagian 2)

Image
Tahun 2017 lalu, saya membuat postingan yang membahas sutradara-sutradara favorit saya. Dari postingan itu, ada banyak nama sutradara yang ingin saya masukkan namun hanya bisa saya sebut lima. Dalam postingan ini, saya akan membuat lanjutan dari postingan tersebut, lima nama sutradara favorit saya, lagi. Dua tahun sudah cukup untuk membuat saya mendapatkan referensi yang lebih banyak. Dan, saya akan mengkuratori dari berbagai macam negara, genre ataupun tipe film.


Lagi-lagi, yang saya pilih adalah sutradara yang secara sadar dan tidak sadar sudah saya tonton filmnya lebih dari satu film, dan saya suka. Ada banyak yang ingin saya masukkan, tapi kelima ini akan menjadi perwakilan terlebih dulu pada bagian kedua ini.

Oriol Paulo



Entah pada tahun berapa, secara tidak sadar saya membaca salah satu rekomendasi di Twitter tentang film Spanyol. Awalnya saya ragu. Film apa ini? Salah satu yang saya tahu dari Spanyol adalah Barcelona. Tapi, saya mencoba menonton dan mulai senang dengan Oriol Pau…

Belajar Minimalis

Image
Belakangan ini, saya sangat tertarik dengan minimalisme. Terutama saat menonton film dokumenter Minimalism (2016) dan membaca buku Seni Hidup Minimalis karya Francine Jay. Itu juga, tidak lepas dari perkenalan minimalisme dari video YouTube Raditya Dika.

Awalnya tidak ada ketertarikan sama sekali. Apalagi, saya tipe orang yang percaya bahwa suatu barang pasti punya sentimental value. Maka dari itu, saat menonton film Hello, My Name is Doris (2015) saya merasa punya relasi yang sangat dekat dengan karakter Doris. Saya punya laci khusus yang menyimpan earphone-earphone rusak yang pernah saya pakai. Kemudian, saya punya beberapa barang dari SMP dan SMA. Saya merasa bersalah jika mengabaikan mereka semua, barang yang punya ikatan dengan saya. Terlebih lagi, saya sudah cukup akrab dengan film Toy Story.

Disisi yang lain, saya menyimpan ribuan foto digaleri hape. Saya tentu punya waktu untuk menghapusnya, tentu saja. Tapi, disamping rasa malas, saya kadang hanya sampai pada tahap melihat-li…