Waduh, udah lama banget ngga nge blog. Maap yah. Sebenarnya gue mau banyak cerita. Mau banyak berpendapat, namun belakangan kemarin kuota ...

Tragedi Nonton Crows Zero Tragedi Nonton Crows Zero

Tragedi Nonton Crows Zero

Tragedi Nonton Crows Zero

Waduh, udah lama banget ngga nge blog. Maap yah.

Sebenarnya gue mau banyak cerita. Mau banyak berpendapat, namun belakangan kemarin kuota modem gue abis, ini kendalanya. Memang menulis ngga ada hubungannya dengan internet, tapi jika tulisan itu ingin di publish, yah harus pake internet. Kalo ngga punya internet, yah ngga bisa ngeblog, sesimpel itu.

Dengan niat, gue mulai menabung kembali. Sedikit demi sedikit uang gue mulai terkumpul. Akhirnya sekarang gue kembali dengan keadaan sehat, bugar, dan yang pastinya masih jomblo. Yah, jadi bingung juga yah mau cerita tentang apaan saking lamanya ngga nulis. Oke gue akan menceritakan tentang kejadian gue disekolah beberapa hari waktu gue menghilang dari blog ini.

Jadi ceritanya gini,

Ini bermula dari gue dan teman-teman gue nonton Crows Zero. Setelah menonton film itu, kami langsung menjadi sangat sensitif dengan sekitar. Ada teman gue yang membesar-besarkan suaranya, ada juga yang kalo disambar dikit langsung mukul-mukul ngga jelas. Semua kejadian ini berefek buruk bagi sekitar. Waktu teman gue teriak-teriak, suaranya ribut banget sampe-sampe kedenger dengan guru yang ngajar kelas sebelah, diapun dimarahi.


Beberapa hari kemudian, semua diam dan tidak mau mengikuti gaya ala Crows Zero lagi. Tapi entah hasutan dari siapa, kami kembali menjadi seperti itu. Kami pergi kekantin dengan tangan di saku, dan jalan dengan tatapan seperti jagoan. Apa yang didepan kami langsung di tendang. Kami pun kekantin dengan makan seperti biasa.

Mungkin kami kualat dengan guru yang ngajar waktu itu. Kami kembali bertindak seperti jagoan sekolah. Waktu itu lagi jam kosong, ditambah lagi kami lapar, keadaan itu memaksa kami untuk pergi ke kantin. Kami merekruit beberapa teman yang lain. Sampai di kantin gue membeli roti, dan ngga tau yang lain, kami duduk di deker dekat situ, perbincangan kami yang ribut membuat guru yang mengajar keluar dan mneyuruh kami kembali ke kelas.

Beberapa menit kemudian, kami merasa ngga enak di kelas aja, kami kembali ke kantin dengan gaya seperti biasa: Sok jagoan. Kami merekruit teman (lagi) dan yang kerennya semuanya ikut. Dijalan temen gue ngingetin,"Ehh, ngga usah ribut, kita diam aja". Semua diam dengan jawaban yang masih diragukan. Setelah sampai, gue masih merasa lapar dan pergi ke kantin belakang bersama beberapa teman gue membeli makan.

Gue mesan nasi goreng, yang lain ada yang mesan mie kuah, pempek, dan lain-lain. Kami makan dengan santai karna jam lagi kosong. Disitu gue memberi saran untuk memasang papan nama dengan tulisan nama terus dibawahnya ada tulisan,"Suzuran Class", semua mengiyakan dengan mantap.

Saat kembali, teman gue yang lain lagi asik ngobrol di deker yang kami tempati tadi. Terus kami ikutan gabung. Kami bercerita dengan brutal, mengabaikan nasihat guru tadi. Mungkin guru itu kembali merasa terganggu, diapun keluar lagi. Kali ini gue bener-bener takut, kami semua lari kecuali teman gue yang sok jagoan, dia hanya jalan sambil bernyanyi. Guru itu menegur teman gue.

Sampai di kelas, gue kira guru itu ngga ngikutin, dia lewat depan kelas gue, gue berharap dia ngga nyari kita, pas dia kembali, dia mem buka pintu dan berkata,"Siapa tadi yang ada dikantin?" tanya guru itu. Beberapa dari kami menganggkat tangan termasuk gue, yang ngga ngangkat tangan kami ljuga nunjuk. Jadi, semuanya kena. Kami pun di gerek keluar kelas, dan di jemur di terik matahari.

Kami di beri pencerahan, soal karakter guru itu, dia juga menceritakan bahwa tahun lalu banyak yang ngga naik kelas, gue takut banget pas itu. Kami mencoba meminta maaf tapi mungkin kami terlalu keterlaluan. Setelah itu guru itu memberi pertanyaan,"Mau orang tua kalian saya surati", Kami serentak menjawab tidak, karna takut. Memang kami terlalu keterlaluan atau mungkin kualat.

Guru yang beberapa hari menasihati kita jalan dan berkata,"Kenapa ini bu?"
"Saya mengajar mereka ribut dikantin pak, ada yang nyanyi, ada yang menluncur-meluncur di tangga" kata guru itu.
"Ohh, memang bu, terutama yang bos-bos ini" guru itu berkata sambil menunjuk teman gue yang memang sering ribut di jam pak guru itu.
"Kalian kualat" kata pak guru ke kami semua.

Guru itupun memberi kita toleransi dengan menyuruh kami membuat surat pernyataan dalam bahasa inggris. Gue dan yang lain membuat surat pernyataan yang sama, kecuali satu teman gue. Cuma dia orang pertama yang suratnya diterima, kami yang sama di tolak. Gue yang dulunya mantan anak les bahasa inggris langsung ke salah satu meja dan mulai mengikat kata demi kata yang gue tau. Gue pun juga, langsung diterima.

Terus, tugas kami selanjutnya adalah menceritakan kembali kejadian tadi dengan bahasa inggris. Gue yang biasanya nyantai saat istirahat harus di bebani dengan tugas ini. Gue pun mengandalkan hape dan jaringan yang ada. Gue mulai menulis dan memberi tugas itu ke guru tadi dan alhamdulillah diterima, guru itu sempat bilang,"Jangan ulangi lagi yah", gue jawab,"Iya bu".

Kami selamat hari itu, tapi tidak hari-hari berikutnya, guru itu memberi tahu wali kelas kami, dan pada saat kami mau belajar, wali kelas kami datang dan bilang,"Maaf yah pak" kata nya ke guru yang mau mengajar,"Yang namanya saya sebut, keluar". Ternyata nama-nama itu adalah kami.

Kami lagi-lagi dijemur. Wali kelas kami bertanya,"Siapa yang menyanyi-nyanyi?", kami serentak nunjuk Anaqhia, teman gue. Diapun diberi hukuman Skot jump sambil nyanyi. Dia memilih lagu "dari sabang sampai merauke". Pas dia skot jump belum ada yang tertawa, tapi pas dia nyanyi sambil skot jump, kami semua langsung tertawa.

Terus, kami pun dihukum skot jump sambil tertawa, kami sudah mencoba semaksimal mungkin bagaimana skot jump sambil tertawa namun rasanya sakit banget di bagian perut. Terus, kami suruh masuk kelas kembali dan di beri tahu,"Awas kalau kalian kayak gini lagi", kami menjawab,"Iya pak".

Bonus: Video terbaru gue klik di sini dan yang penting jangan lupa SUBCRIBE !

30 comments:

  1. wkwkwk kocak banget , ngakak gue bacanya. Mungkin besok2 lo jangan nonton crows zero lagi deh, nonton twilight aja coba. Kali aja gaya lo ntar belaga kayak vampir vampir gitu Hahahaha. Di tunggu post berikutnya ' Tragedi Nonton Twilight " yak, Sip deh.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalo ngikutin Twilight janya mirip GGS. Ngisep-ngisep darah gitu, malas ah~

      Delete
  2. wkwk, kena hukumannya dua kali. Crows Zero emang seru sih, gua pernah ngebayangin kalo misalnya gua ada di SMA itu. Main mukul orang kayaknya enak aja gitu. Tapi film kekerasan tidak baik untuk ditonton. Tuh buktinya, jadi langsung dipraktekkin. Mending nonton film yang inpiratif aja deh, daripada nonton film Crows Zero.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wkwk. Iya seru banget. Tapi, iya juga sih, otomatis gue dan temen-temen jadi ngikutin.

      Oke deh bro~

      Delete
  3. Koplak, setidaknya rasa kebersamaan lo sama teman-teman itu kuat, Sok gayanya bareng, makan bareng, di hukum bareng, yang penting jangan ke wc bareng aja, akkwakakakkwa.
    Btw, Wali kelas lo suram juga yah, sampai ikutan nge hukum awkakwakkaw

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe, iya. Kalo ke WC bareng bisa-bisa disangkain homo.

      Haha, yoi~

      Delete
  4. wkwkwkkw.. tragedi bgt nih...
    hw bacanya ngikik2, betapa jahilnya kalian.. dan dapet sialnya sampe di hukum 2 kali.

    itu scot jump sambil nyanyi gimana? apalagi sambil ketawa. emang bisa ya.. hahaha

    ReplyDelete
  5. Wkwkwk itu tragedi banget, makanya jangan sok kalo di sekolah. Mana sampai dijemur dua kali juga. Tapi pas dihukum ini yang dikangenin pas sudah lulus nanti, kangen kebersamaannya.

    Kalo liat Despicable Me pasti nanti juga ngikutin gayanya Minion nih..

    ReplyDelete
  6. crows zero ya. udah tahu sih sama nih film tapi belum pernah nonton.
    btw, itu papan nama gimana, jadi nggak buatnya

    ReplyDelete
  7. gila segitu ngefeknya ya certia crow zero ke kehidupan lu. Yang gue gak habis pikir, di Crow Zero tuh knapa parah banget sekolahannya ya haha guru aja ampe engga ada yang mau ngajar

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ngga tau juga, kayak ada sesuatu yang membisikkan untuk kita membuat keonaran..
      wkwk, ngga tau juga sih..

      Delete
  8. crows zero itu film apa sih? aku memang kudet sih masalah film hehe. kayanya itu film bawa dmpak yg kurang bagus deh hehe

    rasain kualat :p sampai kena double-double hukuman gtu. skok jump sambil nyanyi, referensi hukuman baru (y)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Film berantem. wkwk, up to date dong, masih banyak lagi film-film keren yang akan keluar 2016..

      Hmm, iya :(

      Delete
  9. Wah crows zero, film action yang selalu diiringi dengan adegan perkelahian antara suatu geng :v. Seru juga filmnya...

    Suka aja liat pas adegan, Genzieaaaaa :v

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya fif, emang seru, apalgi pas mau tawuran sama housen, kayak anak stm aja. Hehe.

      haha, samaa~

      Delete
  10. Crows zero filmnya memang bagus, tapi kalau harus ikut-ikut seperti yang di crows zero lebih baik jangan...

    Cuma saran saja, kalau nonton sebaiknya diikuti yang sisi positifnya saja yang negatif jangan, nanti seperti ini akibatnya, harus kena hukum dari guru...

    ReplyDelete
  11. Harusnya, lain kali lu nonton film yang berbasis keagamaan. Biar elunya bisa syahdu di sekolah. Hahahaha

    Nonton crow zero sebenarnya gaklah terlalu ngefek, hanha saja kadang penonton anak SMAnya yg penasaran pengen nyoba di sekolah. Lh manalah bisa, di crow zero mereka tiap hari berantemnya, di sekolah lu mau nyoba. Selamat di DO deh... Hahahaha.
    Tpi serem juga ya, dihukum sampe 2x.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hih, bisa juga sih. hihi.

      Emang sekolahnya ngga beres. Habis berantem aja langsung lulus, mungkin nilai UN mereka tergantung mereka kalah menang pas berantem. Hehe~

      Delete
  12. film ini ga rekomen deh buat ank sekolahan yg msh labil. ga cocok. ya begini deh jadinya, ikut2an. sebaiknya kl nton film di filter dulu dek. jabgan mgeliat dr keren atoo enggaknya. anak muda yg pnya pemikiran sndri itu br anak muda yg keren. kalo yg ikut2an trend di tv ato mjalan ato film apapn. itu mah ga keren. banyak2lah membaca... banyak teman2ku yg msh usia sekolah juga, mereka hobi baca, kemudian ketika usia brtambah tua mreka berhasil menerbitkan majalah2 indie yg sifatnya persuasiv, bhkan propagandis. temanya pun lebih berat. itu salah ssatu contoh anak muda yg keren. coba deh... semangat ya dek

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sebenarnya ngga apa-apa nonton, dengan catatan sudah mampu berpikir baik atau ngganya. Mungkin gue dan teman-teman gue belum bisa berpikir panjang atau pikiran kami masih pendek.

      Hehe, iya, sebenarnya saya juga suka baca sih, tapi kalo tulisan yang menarik aja~

      Delete
  13. nonton sinetron tukang bubur naik ahaji ajah deh lo Rip hahaha
    gayanya niruin Genzi dan kawan-kawan eh dijemur juga sama guru.

    gue rasa emagn film itu punya efek buruk terhadap yang nontonnya. apalagi model anak SMA kayak lo ini -_-

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sinetron mak gue itu :v
      Hehe, iya, disuruh skot jump lagi._.

      Tergantung sama siapa yang nonton juga sih~

      Delete
  14. Kasihan banget kakak gue, anaqhia, kena hukuman 😆😆😆 mampus tuh siapa suruh nakal nya kebangetan 😂😂

    ReplyDelete

Ini kolom komen lho..