Posts

Showing posts from 2016

Projek Akhir Tahun!

Image
Wasap gaes! Lama ngga nulis lagi diblog ini, rasanya rindu-rindu gimana gitu. Ngga nyangka udah hampir dua bulan ini ngga nulis-nulis lagi. Rindu banget ngga curhat disini, padahal banyak banget yang ingin gue ceritakan. Yang paling baru adalah projek yang sedang gue kerjakan sekarang, film pendek Sandera. Ini adalah projek iseng-iseng yang waktu itu lewat aja dikepala. Tapi, ide itu ngga mau hilang, jadi gue ambil buku list projek gue untuk gue endapkan dulu.

Lalu, disuatu saat gue lagi ngga ada kerjaan, gue akhirnya membuka kembali buku itu. Lalu gue membangun karakter dan menyusun alurnya. Ramuan cerita yang gue coba susun terbantu dengan gue selalu menonton film-film keren dari luar. Banyak banget influence yang masuk.

Sekarang, gue lagi ditengah-tengah syuting film pendek Sandera ini. Mau cerita-cerita dikit. Film pendek Sandera gue tulis, sutradarai, dan perankan. Gue mencoba  untuk masuk langsung kedunia mystery-comedy tentang aksi penyanderaan. Gue ngga ada niat untuk ngikut H…

Ada Gunanya Juga Jadi Blogger

Pasti kata literasi tidak asing lagi ditelinga kalian. Di Indonesia, minat baca masyarakatnya ada di urutan ke-60 di dunia. Gue juga ngga nyangka mengingat banyak dari kita para blogger yang hari-harinya diisi dengan membaca. Mungkin Indonesia patut bangga terhadap kita, anak Blogger. Setidaknya, karena kita, minat baca di Indonesia ngga buruk-buruk amat. Sebenarnya angka 60 itu sudah buruk gaes.

Tapi, mau diapain lagi, generasi kita sudah berpegang teguh dengan teknologi. Gue, pas masih jamannya SD, mainan gue cuman kelereng, lempar kartu, layang-layang, dll. Emang sih, juga ngga berhubungan dengan literasi.

Gue pernah melihat di sebuah media, foto orang jepang disebuah kereta sedang berdiri berdempet-dempetan tapi ditangan kanannya masih memegang buku sembari tangan kiri memegang tangkai pegangan kereta api. Setelah melihat itu, gue nganga. Gila banget nih orang.

Indonesia patut bangga telah punya banyak nama penulis, dan ehm.. calon penulis. Hanya kita perlu merangsang minat baca k…

REKAP

Image
Malam ini kembali ngeblog setelah entah berapa lama gue ngga buka sama sekali blog ini. Iya, gue ngga pernah lagi ngutak-ngatik apapun selama pos terakhir yang September itu. OH MY GOD, Udah 2 bulan lebih ternyata. Baru sadar. Bukannya kenapa-kenapa, gue cuma kasihan aja sama perasaan blog ini. Anggaplah ini manusia, yang dari awal kita pdkt, lalu kemudian pacaran, eh kita ldr-in sampe 2 bulan gini. Pasti sakit.

Gue akan kembali mulai rutin ngoceh lagi di blog ini. Sekedar ngisi waktu luang. Mungkin (ngga) banyak yang nanyain, gue kemana aja baru muncul lagi. Gue bukan operasi kelamin atau benerin itu yang copot mulu. Gue masih tetap dirumah dengan tenang, sehat wal afiat. Gue cuman butuh refreshing aja ngga ngeblog dulu. Eh, ngga sadar, udah selama ini. Momen sadarnya pas, guru Tikom gue nyuruh buat email. Pas mau buat email baru gitu, ngga ada angin ngga ada hujan langsung teringat blog ini.

Kegiatan gue selama ngga ngeblog yah seperti biasa. Mungkin cenderung lebih variatif. Dari p…

Hal - Hal yang Terlewatkan

Gue ngga menyangka, sangat ngga menyangka. Semua ini terjadi begitu saja, sangat cepat. Gue sama sekali ngga bisa lagi tahu. Itu adalah waktu, yang membuat gue kehilangan arah. Gue mungkin terlalu tidak menghargai waktu. Gue terjebak di rumah gue yang lama, sedangkan seharusnya gue sudah ada dirumah yang baru. Rumah lama ini membuat euforia yang dalam buat gue.

Waktu. Lima huruf dari satu kata. Sekarang gue mulai membenci waktu, dia berlalu seakan-akan angin. Gue ngga menyangka tahun ini gue sudah duduk di kelas IX, duduk di kelas IX rasanya campur aduk. Ada senangnya, ada sedihnya. Senangnya ketika melihat kebelakang, sudah bisa maju ke fase berikutnya. Sedihnya, saking banyaknya gue sampai ngga tega untuk menuliskan. Pertama, gue harus kembali menyesuaikan diri dengan teman baru, meski beberapa teman yang lain sudah gue kenal sebelumnya. Kedua, kami yang dulu sama-sama kelas X, harus pisah jalan. Kami satu sekolah, tapi beda kelas merupakan jarak yang lumayan untuk membuat suasana b…

Sembari Menunggu

Posisi gue sekarang lagi ada di Wifi.id Corner, gue lagi nongkrong kembali ditempat nongkrong yang lama ngga gue kunjungin. Hari ini angin seperti menjadi teman, seakan berbicara, namun tanpa suara, hanya berupa hembusan. Di depan gue telah duduk perempuan berjilbab merah yang mukanya dicetus-cetusin yang sudah hampir mirip ikan lohan. Gue ngga tau, dari sewaktu gue datang, dia menaruh tas laptopnya dimeja, lalu membukanya dengan wajah aneh. Biasanya, di sebuah film, tanpa berbicara bahwa karakter itu marah atau senang, gue sudah tau bahwa mereka senang. Yang ini, sangat random.

Di samping gue juga, telah duduk dari lama, bahkan sebelum gue datang, laki-laki berbaju hitam, dia memakai handset dan tangan kirinya menahan kepalanya. Semua orang disekitar yang gue temui kayaknya punya cerita hidup yang menarik, setidaknya bagi beberapa orang.

Angin kembali bertiup, gue melihat ke sisi kiri, lalu dengan satu gerakan, gue menekan publish.

Diet Berantakan, Perut Kemana-mana

Belakangan ini gue baru nyadar, kalau perkembangan perut gue sudah diluar dari masuk akal. Gue merenung di cermin,"Maafkan aku perut. Maafkan..". Setelah banyak mendapat teguran, ajakan, dan sarkas, gue akhirnya mencoba untuk memulai. Waktu baru mau mulai, gue sudah menetapkan hati. Lalu berpikir sejenak, cara-cara diet itu gimana? Akhirnya gue konsultasi ke temen gue, yang juga lagi diet.

Setelah ngobrol-ngobrol, gue sudah tahu. Rencananya adalah, sewaktu pagi sehabis sarapan ke sekolah, gue ngga makan sampai sore. Sorenya baru gue makan, diselingi dengan olahraga kecil (gue biasanya main bola dihalaman rumah). Dan setelah makan sore itu, kita sudah ngga boleh lagi makan sampai sarapan pagi kembali. Setelah mendengar penjelasan itu, gue mengangguk.. dan menelan ludah.

Ngga makan dari siang sampai sore kayaknya gue masih bisa, sampai malam juga kayaknya masih bisa. Tapi, gue orangnya begadang people, jadi ada momen dimana saat seru-serunya nonton, perut malah manggil-manggil…

Nyobain Nulis Pake Hape

Ini gue lagi nulis via hape, jadi jangam salahkan jika apa yang kamu harapkan tidak sesuai dengan apa yang kamu inginkan.Gue cuma mau ngetes doang. Ternyata lumayan asik.. dan pegel.Tapi kalau cuma mau cerita-cerita nulis postingan lewat hape kayaknya bagus. Sekaligus simpel.Sekarang sudah menunjukkan pukul 10:20 WITA. Jadi, alangkah baiknya, kalian menyiapkan buku, topi, dan dasi biar ngga ketinggalan. Bye!

Postingan Selipan

Balik kebelakang, itu waktu gue masih berada di bangku kelas X. Dalam arti kata, gue belum dibimbangkan masalah jurus-jurusan segala. Waktu itu gue berpikir gampang dan sangat-sangat tidak mempertimbangkan. Sekarang, gue telah masuk ke jurusan IPS, yang awal-awalnya gue kira bakal membuat gue agak sedikit longgar. Tapi hampir tiap hari gue.. stres.

Pr, hapalan, dan catatan. Itu semua makanan yang pasti salah-dua-nya ada tiap hari. Untungnya, sekarang masih dalam proses minggu-minggu awal, jadi beberapa guru belum sempat masuk.

Sepengetahuan gue, IPS itu ngga akan belajar lagi masalah rumus, selain Matematika. Kesalahan terjadi begitu pelajaran Akuntansi masuk. Semua pupus, apalagi ditambah Ekonomi. Gue jadi ingin pindah ke IPA, tapi saat melihat keluhan teman gue yang masuk IPA, niat itu gue urungkan. Sekarang gue jadi ingin berhenti sekolah, gue berani tulis ini karena kemungkinan besar orang tua gue ngga akan baca ini. Peace.

Gue tulis ini sambil mikir-mikir catatan Matematika buat …

Fantasi ke Masa Lalu

Image
Kali ini gue mau ngomongin tentang fantasi ke masa lalu. Dari dulu, gue selalu berkhayal ataupun bermimpi untuk kembali ke masa lalu. Entah itu lewat pintunya Doraemon atau mobilnya Dr. Emmett Brown di film Back To The  Future. Saat tidak lagi berkhayal tentang masa lalu lagi, gue dihadapkan dengan sebuah film. Film yang menurut gue, sangat awesome. Judul filmnya adalah Midnight in Paris dari Woody Allen.

Dari segi ceritanya cukup simpel, tentang dua orang pasangan yang berlibur ke Paris karena alasan orangtua pacar perempuan sedang kerja. Lalu yang gue suka lagi adalah, latar belakang tokoh utamanya, Gil Pender, adalah seorang penulis. Gue memang suka dengan tokoh karakter yang latar belakangnya menulis. Gue ngga akan cerita masalah ceritanya, karena gue yakin, beberapa orang yang abis baca ini langsung mau nonton juga.

Film Midnight in Paris dari segi komedi menurut gue lumayan. Pecah dibagian, ah nonton aja. Tapi, kalau mau dibandingin dengan Annie Hall, kayaknya lebih lucu Annie H…

Menikmati Karya Untuk Influence Sebuah Karya

Gue ngga tau kenapa tiba-tiba gue terpikir untuk menulis postingan ini. Mungkin karena beberapa hari belakangan, sebulan belakangan lebih tepatnya, gue merasa karya yang kita nikmati memberikan influence untuk apa yang akan kita ciptakan. Tidak usah jauh-jauh, gue sendiri menulis [ilo], berdasarkan influence dari beberapa karya dan kegelisahan pribadi. Tepat waktu karakter Ilo dan Dito gue ciptakan, gue memang tidak mempunyai pacar, sebelumnya gue juga menonton serial Malam Minggu Miko. Influence terjadi disini, antara kegelisahan pribadi dan Influence dari sebuah karya.

Gue sendiri lagi suka-sukanya dengan film bertema pencurian, penuh aksi, dan semacamnya. Mungkin ini juga akan jadi influence. Perlu kalian garis-bawahi, influence yang gue maksud disini hanya membahas tentang pengaruh untuk sebuah karya yang akan tercipta.

Situasinya, gue sekarang lagi penuh-penuhnya dengan film. Tiap hari, gue menjadwal satu atau dua, bahkan tiga film yang gue nonton. Selain memberi influence, disel…

Banyak yang Berubah

Image
Lebaran kemarin gue sangat-sangat excited untuk bisa mendapatkan hal yang berbeda dan tentunya bisa menghilangkan rasa kesendirian ini. Iya, dua kali lebaran ini, gue merasa semua hal berubah dengan perlahan dan sangat bertolak belakang dengan apa yang gue harapkan. Gue merasa seperti sedang mendapat ujian, yang tiap kali gue gagal, gue akan kembali menghadapi remedialnya.

 Sore sebelum puasa berakhir, posisi gue berada dikamar. Semua hiburan seperti tv, laptop, dan hape tidak bisa menghilangkan rasa kesepian ini. Ini bukan sekedar curhat melankolis seorang laki-laki.

Sedikit flashback, ketika gue masih SMP. Entah, pikiran yang selalu hadir disaat isi kepala gue kosong adalah masa dimana gue duduk dibangku SMP. Gue punya banyak ceritanya disana. SMA yang gue pikir bisa membuat gue terbebas dari segalanya, malah hanya membuat kesenangan baru yang semu. Sambil menulis ini, gue melihat jam yang sudah hampir menunjukkan pukul 1. Gue berusaha melampiaskan kekosongan ini bukan hanya sekedar…

[ilo] : Pelajaran Untuk Dito

Image

Ramadhan, ngapain aja?

Sebuah kebahagian bisa bertemu Ramdhan kali ini dengan sehat. Gue ngga nyangka, waktu bisa pergi dengan begitu cepat. Entah berapa hari yang gue buang. Ramadhan lalu, gue sudah berapa di bangku SMA. Lebih tepatnya baru menjalani Pesantren Kilat. Gue benci dengan waktu. Dan jika waktu adalah orang, mungkin dia sudah habis gue pukuli.

Waktu seakan tidak mau berkompromi dengan kita. Kita? mungkin cuma gue. Sudahlah, masalah waktu kita buang dulu. Mengawali puasa ngga boleh kebanyakan marah.

Jauh-jauh hari sebelum Ramadhan, gue sudah mempersiapkan apa-apa saja yang akan gue lakukan. Berkat pertapaan di gunung Mahameru sekitar 1 minggu lebih, gue akhirnya mendapatkan hidayah. Ada empat diantaranya yang akan mengisi bulan Ramadhan gue tahun ini. Mudah-mudahan ngga bosan-bosan amat.

Satu,
Baca

Gue memlilih ini karena memang gue yakin dengan membaca bisa membunuh waktu. Pas juga,  gue lagi punya beberapa buku yang belum sempat kebaca. Gue sebenarnya tipe orang yang sering memperlambat membaca. …

PARADOX

Baca judulnya terlebih dahulu, lalu lanjutkan.

Cuman Ngasih Tau

Setelah kurang lebih sebulan ngga ngepos, akhirnya ngepos juga hari ini. Sebenarnya, jam begini saat libur gue masih peluk-pelukan sama guling. Jadi, gue cuman mau kasih tau kalo gue ngga ngepos bukan berarti gue vakum. Oke, pembuka yang sangat berat.

Tangan gue kaku kembali nulis keseharian gini. Jadi, maklumilah teman-teman.

Jadi, apa kabar kalian?

16th.

Image
Alhamdulillah, hari ini adalah hari yang bersejarah dalam hidup gue. Hari dimana umur gue telah berkurang (lagi) dalam hitungan akhirat. Dengan terbitnya postingan ini, berarti gue sudah melanggar postingan sebelumnya. Ngga nyangka juga sekarang usia gue sudah mencapai 16 tahun. Angka yang masih dibilang belum seberapa, namun jika dibandingkan  dengan prestasi, hanya miris yang ada.

Tahun ini adalah tahun dimana gue berulang tahun pertama di bangku SMA. Jajaran yang menurut gue sangat biasa jika dibandingkan dengan SMP. Tidak ada hal lagi yang membuat gue bisa beralasan untuk datang pagi sekali kecuali terlambat. Tidak ada alasan lagi gue datang serapi mungkin kecuali karena peraturan. Tidak ada lagi alasan gue menunjukkan sisi-sisi `menarik` dari diri gue. Tidak ada.

Sekarang, gue hanya bisa datang, belajar, lalu pulang. Untung-untungan ada pelajaran Olahraga yang membuat gue sedikit nyaman saat disekolah. Beda dengan SMP, dimana gue selalu datang secepat mungkin, bahkan kalau bisa …

Menjadi Seorang Readdict

Belakangan ini gue jadi keranjingan baca. Apa aja yang yang ada di depan gue yang bisa dibaca, gue baca. Mulai dari buku, koran, sampai tulisan,"Merokok dapat menyebabkan kanker.." sekalipun. Untuk seorang penggila baca seperti gue ini, gue akan menyebutnya; Readdict. Entah dapat hidayah darimana, iseng-iseng gue nyambung-nyambungin kata aja. Ngga ada kerjaan banget.

Gue menjadi Readdict gara-gara twit-twit, rekomen, dan ulasan dari bang Bernard Batubara, seorang penulis favorit gue, yang sering juga menanggapi mention gue.

Mungkin ini akan jadi postingan super-singkat dan mungkin postingan terakhir gue dalam beberapa bulan kedepan. Ada hal yang akan gue kerjakan.

Tamat.

Hari-Hari Haris: Nyeleneh tapi Serius

Image
Kali ini gue mau ngomongin tentang tulisan bang Haris Firmansyah dari dua medium yang berbeda. Kita mulai dari isi blog-nya. Di blog Hari-Hari Haris yang di tulis oleh bang Haris Firmansyah, seorang penulis, kita bisa mendapatkan bacaan yang 'fresh', maksudnya, tulisan di blog Hari-Hari Haris sering kali membahas sesuatu dengan cara 'nyeleneh' tapi isinya berupa sarkas yang serius.



Kita bisa ambil contoh di postingan "Sinetron Anak Jalanan". Di sini bang Haris membahas tentang sinetron Anak Jalanan. Memplesetkan kalimat yang selalu di ucapkan Boy, sebagai ketua geng Anak Jalanan. Keunikan tulisan bang Haris ini yang keren banget, di postingan ini, gue ngira cuma bakal nge-plesetin doang, yaudah abis. Ternyata ada kalimat yang sangat nusuk.

KPI (Komisi Penyiaran Indonesia) nggak berani menghentikan tayangan Anak Jalanan. Sebab menurut undang-undang, fakir miskin dan anak jalanan dipelihara oleh negara.

Satu kalimat itu adalah inti dari postingan itu, hanya dibu…

KOSONG.

Ulasan Singkat Tentang AADC2

Image
AADC2 adalah lanjutan dari sekuel AADC pertama yang rilis pada tahun 2002. Gue termasuk orang yang baru mengenal AADC pada tahun 2010-an. Tepatnya nonton di tivi.

Masih diperankan oleh pemain dari AADC pertama, AADC2 seakan membuat kita bernostalgia. Gue, yang tau film ini mau dibuat lanjutannya langsung mikir kemana-mana. Gue ngga kepikiran jalan cerita seperti apa lagi yang akan membuat mereka kembali dan apakah Rangga dan Cinta akan bersama. Selamanya.

Dari trailer yang sudah keluar beberapa hari yang lalu oleh Miles film. Adegan dialog Rangga dan Cinta pun booming jadi meme. Tapi, jujur, dari dialog itu, gue baper, kebayang perasaan bersalah Rangga yang memilih untuk melanjutkan kuliah di luar negri dan Cinta yang menggantungkan harapan ke Rangga.

Yang gue herankan adalah sosok Dian Sastro masih tampil cantik meski sudah menikah. Karena, menurut pengamatan gue, kecantikan seseorang cewek berkurang setelah menikah. Makanya, jangan cepat-cepat kawin.

So, apapun yang akan terjadi n…

Tragedi Pomade dan Takraw

Tepatnya kemarin, dua tragedi menimpa gue dan teman-teman sekelas gue. Mulai dari adegan lari-larian gara-gara Pomade sampai harus masukin Takraw ke keranjang.

Jadi gini detilnya, kemarin, pagi yang lumayan segar untuk di hirup. Seperti biasanya, untuk tidak terlambat, gue harus datang secepat mungkin. Pas datang, para Osis sudah menunggu siswa yang datang di depan pagar. Banyak sekali aturan yang menurut gue dilebih-lebihkan. Kalo perlengkapan yang satu sudah lengkap, perlengkapn yang lain akan di periksa.

Hari itu yang diperiksa adalah kartu pelajar. Sukses gue menunggu didepan gerbang bersama siswa yang tidak membawa kartu pelajar juga.

Beginilah yang terjadi ketika murid yang melanggar telah melewati batas, di beri toleran. Gue masuk dengan tampang sok-sokan karena gue melanggar tapi ngga kena hukum. Pas masuk, gue dan yang lain masih harus mendengar guru yang menerangkan saat apel. Percayalah, apel setiap hari itu ngga enak.

Setelah apel gue masuk ke kelas. Hari itu pelajaran per…

Jakarta Love Story - Bagian 6

Image
Baca juga:
Bagian 1
Bagian 2
Bagian 3
Bagian 4
Bagian 5


Tok.. Tok.. Tok.. Suara pintu terdengar sangar keras dari.

Gue mengumpulkan nyawa untuk bangun. Melihat samar-samar pada jam weker yang telah gue setel setiap malam.

"Sial!" kata gue sambil melompat dari kasur.

Sesegera mungkin gue berangkat ke kamar mandi. Pas membuka pintu kamar, terlihat Dito berpakaian rapi. Dia tersenyum dan menyapa.

"Gue telat" kata gue histeris kebingungan.

"Baru juga mau di bilangin" kata Dito.

"Bilang apa?" tanya gue.

"Lo kayaknya udah telat" kata Dito.

"UDAH TAU KAMPRET!" kata gue, sambil ngeloyor ke kamar mandi.

Di saat seperti ini, gue harus memanfaatkan waktu dengan saat baik. Telat beberapa detik aja bisa gawat. Makanya, gue kembali memakai metode 3 in 1. Metode dimana kita bisa mandi dengan memakai sabun, sampo, sikat gigi bersamaan. Setelah selesai mandi, gue buru-buru ke kamar. Di atas kasur, sudah terlihat baju dan celana yang biasa gue pake…