Skip to main content

Daun Kering, oleh Rahul Syarif

Aku adalah daun kering.
Kering lalu jatuh, tanpa suara hanya mau dibersihkan.

Aku adalah daun kering,
mengharap pemungutanmu.

Aku adalah daun kering.
Lelah menunggumu hingga akhirnya kering lalu jatuh.

Aku adalah daun kering.
Kering, rapuh, dan ditiadakan.

Daun kering hanya minta disapu.
Disapu untuk semua pengharapan yang ia tunggu setelah lelah berharap.

Comments

  1. Aku adalah daun basah, sebelum kering.. :D

    "Disapu untuk semua pengharapan yang ia tunggu setelah capek berharap.."
    Ini puisi kan?! Biasanya bahasa puisi harus disesuaikan..
    Sedikit koreksi.. lebih tepatnya kata LELAH, bukan CAPEK..
    "Disapu untuk semua pengharapan yang ia tunggu setelah LELAH berharap.."
    Maaf, bukan bermaksud menggurui..

    Aku juga pecinta puisi dan suka menulis puisi.. :D

    #SalamKunjunganBalik

    ReplyDelete

Post a Comment

Ini kolom komen lho..

TERHANGAT MINGGU INI

Mempertahankan Nilai Sentimental Ramadhan Ditengah Pandemik

Rasa Syukur dan Jangan Cepat Puas

Nostalgia Sinetron Gentabuana, Tontonan Masa Kecil

Minggu Pagi dan Sebuah Album di Galeri Foto

Jika Indonesia Me-remake The World of the Married