Akhir-akhir ini gue semakin sibuk, meski sibuknya ngga terlalu sibuk. Entah itu karena akan menghadapi USBN dan UNBK, ataupun hal yang lain....

Gara - Gara Cermin Hitam Gara - Gara Cermin Hitam

Gue terbangun disalah satu ruangan dengan ukuran sedang. Gue memegang kepala karena terasa sedikit pusing. Diarah yang lain, gue melihat seseorang yang gue kenal, sedang memegang sebuah hape dan terdiam. Gue menatap dalam jangka waktu agak lama. Kepalanya yang dari tadi,..

Gara - Gara Cermin Hitam

Gara - Gara Cermin Hitam

Akhir-akhir ini gue semakin sibuk, meski sibuknya ngga terlalu sibuk. Entah itu karena akan menghadapi USBN dan UNBK, ataupun hal yang lain. Eh, bdw gue sudah selesai melaksanakan USBN, tinggal menunggu UNBK tanggal 9 April nanti. Beban mulai berkurang, tapi deg-degan tetap bekerja semestinya.

Oleh karena itu juga, gue jadi punya alasan untuk absen dari blog ini. Biar terkesan ada kesibukan, ternyata ngga begitu sibuk juga. Namun, gue lebih mengurangi beberapa hal karena beberapa alasan tertentu.

Disela-sela kesibukan yang ngga terlalu sibuk ini, waktu yang ada gue pakai untuk belajar sedikit dan banyak merenung. Meski kadang-kadang, merenung bikin jadi tambah pusing daripada belajar. Semakin habisnya waktu, gue semakin bingung dengan segala hal yang gue lewati, segala kesempatan yang gue abaikan, sampai segala pilihan yang terpikir salah.

Berangkat dari situ, gue mulai paham bahwa problem hidup orang akan semakin berat seiring bertambahnya uimur. Waktu kecil, gue sering main bola pas bel pulang sekolah. Karena rumah gue dekat, biasanya gue disusulin untuk balik. Disitu, gue merasa gagal menjadi seorang sahabat. Meninggalkan sahabat karena disuruh pulang tidur siang.

Namun, gue merasa malu saat ini.

Hal sesederhana seperti tidur siang saja butuh waktu-waktu libur agar gue bisa menikmatinya. Padahal, sewaktu kecil, untuk tidur siang saja gue harus pura-pura nutup mata 3-4 jam, dan bangunnya pun harus akting biar ngga ketahuan dan diperbolehkan main sore.

Oke deh, hal itu sudah cukup gue bahas. Gue akan bahas dilain kesempatan. Kali ini, gue bahas hal lain. Gue sudah sempat bilang diatas, waktu gue hanya habis dipakai sedikit belajar, dan banyak merenung. Namun, disela-sela semua itu, waktu yang lainn juga gue pakai untuk nonton film atau baca buku. Sekarang lebih sering nonton. Dan salah-satu yang gue nonton adalah serial Black Mirror, yang kalau diartikan adalah Cermin Hitam.


Black Mirror adalah sebuah serial TV yang disetiap episode akan mengusung cerita berbeda. Uniknya. Black Mirror hadir dengan sesuatu yang beda. Jika mendefinisikan Black Mirror itu dari tiga kata, mungkin yang keluar dari kepala gue adalah: teknologi, sisi gelap, politik.

Dan hampir semua episode Black Mirror itu bagusnya bukan main. Nah, salah satu episode pada musim ketiga berjudul, Shut Up and Dance. Bercerita tentang seorang remaja yang diancam oleh seseorang untuk melakukan sesuatu dengan ancaman video aibnya. Untuk cerita seperti itu, mungkin sudah banyak cerita diluar sana yang menjadikan itu sebagai pokok utama cerita mereka. Bedanya, Black Mirror menceritakan itu dengan kompleks. Jika ingin tahu, silahkan nonton sendiri.

Nah, setelah menonton episode itu, Shut Up and Dance. pada tanggal 28 Maret ketika gue tidur dimalam hari, gue bermimpi. Dan mimpinya bukan sembarang mimpi. Mimpi yang ini berkaitan dengan episode Shut Up and Dance. Jadi, begini ceritanya.

Gue terbangun disalah satu ruangan dengan ukuran sedang. Gue memegang kepala karena terasa sedikit pusing. Diarah yang lain, gue melihat seseorang yang gue kenal, sedang memegang sebuah hape dan terdiam. Gue menatap dalam jangka waktu agak lama. Kepalanya yang dari tadi tertunduk, melihat gue dengan gemetar dan perlahan. Ia hendak menangis tapi ditahan. Kemudian, gue meminta penjelasan lebih lengkap dengan kebingungan gue disini. Ia tidak menjawab, hanya bertindak seperti orang ketakutan. Entah karena muka gue seram atau gimana.

Hape berbunyi, gue mendapati sebuah telepon. Isinya gue diinstuksikan untuk melakukan sesuatu dengan ancaman video aib gue. Karena bingung, gue mulai bersikap seperti orang yang bersalah. Gue bertanya-tanya, apa yang sedang terjadi. Gue mencari kamera CCTV untuk membuktikan bahwa ini bukan program acara Cyduk Deh.

Gue yang dari tadi mulai kebingungan, mendengar sebuah ketukan pintu. Terlihat seseorang masuk lalu seakan melihat keadaan kami. Ia sempat keluar sebelum sempat gue tahan. Gue takut bertindak karena gue sedang tidak tahu apa yang harus gue lakukan saat itu. Ancaman video aib gue seakan kunci skakmat yang tidak memberi gue jalan sama sekali.

Entah selang waktu beberapa lama, gue melihat seseorang yang berbeda masuk dan mengecek lagi. Tidak mau menyia-nyiakan kesempatan, dan tidak berbuat apa-apa, gue mengunci pintu dan mengancamnya untuk memberi tahu gue siapa dalang dari semua ini. Orang yang gue kenal yang dari tadi bersama gue masih terdiam membisu. Ngga tahu darimana, sepucuk pistol sudah berada ditangan gue. Dengan itu, ancaman gue bisa memberi kekuatan lebih. Gue menodongkan mulut pistol itu tepat dikepalanya dan dengan itu juga ancaman gue terasa lebih berarti bagi mereka.

Dalam pikiran gue, ada satu nama yang dari tadi mengganggu, jadi gue beri mereka opsi. Dan ketika menyebut nama itu, salah satu dari mereka, tepatnya yang dari tadi bersama gue, mengiyakan sembari menangis. Gue merogoh saku si mata-mata, menemukan sebuah hape dengan lokasi yang sudah ditandai. Gue coba non-aktifkan, lalu mengambil hape dari yang tadi bersama gue, juga menon-aktifkan lokasi.

Setelah itu agak, bingung harus berbuat apa. Gue intip dari jendela, tidak ada siapa-siapa. Gue ajak mereka berdua untuk ikut dengan gue, tidak ada yang bergerak. Karena terlalu takut, gue lari duluan. Dari awal gue lari didepan halaman, terdengar suara seseorang berteriak. Gue tetap lari. Lorong yang agak besar itu memiki jarak yang lumayan jauh. Gue lari sekuat tenaga hingga mendapat pertigaan, gue diam layaknya Dora mempertanyakan arah. Tanpa menunggu jawaban dari penonton, gue mengambil jalan ke kiri yang menurut feeling gue itu adalah jalan yang benar.

Semakin gue berlari, semakin gue melihat tanda-tanda jalan raya. Gue menambah kecepatan lari. Dan berhenti tepat disamping jalan raya. Gue berdiri dengan kaki telanjang, melambaikan tangan, tapi satu angkot-pun tidak ada yang berhenti. Mungkin hari itu mereka tidak mau berurusan dengan orang gila.

Gue lihat dari arah samping kiri, ada seseorang membawa motor matic, memakai earphone dan seakan berbicara sambil melihat gue. Setelah itu, dia pergi. Gue mulai parno. Kemudian gue berpikir, jika ia melihat gue mengambil angkot dari arah sini, mungkin mereka akan menemukan gue. Jadi, gue menyeberang jalan untuk mengambil angkot dari arah yang berlawanan. Gue buru-buru nyeberang dan kembali melambaikan tangan. Sialnya, juga tidak ada angkot yang berhenti. Karena geram, gue berteriak, dan satu angkot yang tiba-tiba lewat depan muka gue, mengerem secara tiba-tiba, lalu hampir jatuh. Untungnya, ia dapat mengambil jalan yang lebih keren, handbreak.

Angkot itu berhenti, dan gue tidak menyia-nyiakan waktu. Dari dalam angkot, tidak ada sama sekali orang. Gue meminta agar sopir buru-buru jalan, dan ia mengiyakan.

Nah, dari situlah gue terbangun dari tidur gue.

Biasanya, kalau gue mimpi dan belum kelar, gue lanjut tidur biar mimpinya nyambung. Tapi, saat itu gue cuma ingin minum dan nyatat kejadian yang terjadi sebelum hilang. Gue adalah orang yang selalu lupa setiap mimpi gue. Lima menit bangun, jika tidak memikirkan mimpi itu, gue akan lupa mimpi gue semalam. Maka dari itu, gue selalu nyatat mimpi, ataupun kejadian yang gue anggap penting.

Dari mimpi itu, gue berdiam diri menatap langit-langit kamar. Lebih tepatnya menatap kosong karena lampu gue matikan. Cahaya hanya muncul dari ventilasi yang ditutupi kaca. Gue benar-benar tidak menyangka bahwa teman gue tega juga melakukan hal seperti itu kepada gue, meski dalam mimpi.

Gue hampir saja menulis kejadian itu di akun Twitter, namun setelah gue catat, kayaknya terlalu panjang, dan akan lebih baik jika gue taroh diblog karena 1. gue sudah jarang nulis diblog, 2. blog gue sudah lama tidak terisi, dan 3. sayang juga blog ini lama banget ngga diisi. Jadi, karena itulah, pengalaman gue ini hadir dalam bentuk postingan.

Gue jarang publish, bukan berarti ngga nulis. Ada beberapa tulisan yang siap publish, namun hhmasih melengkapi beberapa hal. Terutama tulisan gue sewaktu tour yang belum sempat gue bikinin video. Yaudah, terima kasih sudah membaca. Salam jari manis.

18 comments:

  1. Baca cerita lu, gua jadi inget dulu pas gua lagi bikin skripsi dan TA S1. Pekerjaan gua agak terganggu gara2 nonton serial How I Met Your Mother, hahaha. Kalo udah gini, cuma ada satu cara. Buruan tonton serialnya sampai habis, terus lanjutkan belajarnya hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalo ini ngga ganggu sih, bawaannya seru aja~

      Delete
  2. Salam kenal, berarti kamu seumuran sama adik saya soalnya tgl9 ini dia juga UNBK. Semoga sukses yaaa. Ya gitu deh kalau kita menonton, pasti kadang kebawa ke mimpi tapi sebaiknya mimpi tak perlu diingat, cuma bunga tidur, makanya tiap kita mimpi gak lama setelah itu bakalan hilang, orang tua-tua juga sering bilang kalau mimpi buruk jangan ceritakan sama orang, tapi gak tau juga deh hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Adiknya cewe ato cowo?

      Baru ngeh setelah cari tau diinternet, sih~

      Delete
  3. Untung aja sih ga jadi di tulis di twitter.
    Ceritanya panjang bangettt...

    Dan aku kerajinan kaya ga ada kerjaan bavain cerita mimpi orang. Wkwkwk..

    Bener kt iva. Dlm hadist nabi jg disebutkan kalau mimpi buruk jgn d ceritakan. Bacalah taawuz kemudian menoleh ke kiri

    ReplyDelete
  4. Mimpi aneh. Mungkin semacam pertanda akan ada banyak ganggua dalam hidup. Namun yakinlah untuk melangkah.
    BTW, mungkin juga Rahul trinspirasi dengan filmnya, heh he.
    Apa p[un mimpi, bukan sekadar bunga tidur,

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gak juga sih, mba. Masa mimpi pake inspirasi. Kalau pengaruh sih mungkin. Hehehe~

      Delete
  5. Kalo dipikir-piir iya ya, sekarang tambah gedhe kewajibannya juga nambah huhu
    Kita harus SEMANGAAAT !!!

    Btw kamu kok bisa sih nerusin mimpi?
    aku seumur umur bangun bentar tidur lagi mimpinya sudah beda wkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, ngga tau gimana sih, dari kecil emang gitu, kalo mimpi terus ditidurin lagi jadi nyambung.

      Delete
  6. Pernah film kebawa mimpi, tapi apa ya judul filmnya. Lupa sih nama judulnya mah. HAHAHA

    Btw, terus semangat bro. Ngeblog n jangan lupa belajar. Bentar lagi dah! hehe

    ReplyDelete
  7. black mirror kalau nggak salah serial ya? Banyak temen-temen yang udah nonton. Aku sebenarnya belum nonton sih. Setelah baca postingan ini jadi penasaran

    ReplyDelete
  8. Emang ya, dulu waktu masih kecil kalau disuruh bobok siang itu macam musibah, lah skrang bobok sianh tuh anugerah. Gue jga lipa terqkhir bobok siang kapan hahaha.

    Ya lu bersyukur aja itu cuma mimpi lah ya, ga usah dipikirin fokus aja sma test April nanti :D

    ReplyDelete
  9. serem juga yah mimpi lo. gegara nnntn black mirror jadi kebawa bawa.

    setuju sama lo. semakin dewasa semakin butuh istirahat tapi makin sedikit waktu istirahat yang kita punya. sedih.

    moga bagus hasil unbk nya bro.

    ReplyDelete
  10. gue juga pernah mimpi yang menerus dan sustain.
    Seru sih, tapi sekali bangun langsung tegang suasananya.
    Abis itu pengen mimpinya keulang lagi.. tapi ngeri juga kalau keulang lagi.

    ReplyDelete
  11. Nggak kebayangan kalau harus diceritain di twitter. Bisa seberapa banyak itu tweet sambung menyambung, walaupun sekarang twitter udah bisa nge-tweet 280 karakter.

    ReplyDelete
  12. Semoga diberi kemudahan dan dapet prestasi yang bagus. Dan di tsrima di universitar Amin


    Ton Nasa

    ReplyDelete

Ini kolom komen lho..