Sejarah TikTok dan Perkembangannya dalam Kehidupan Sehari-hari

Gue benci Tiktew.



TikTok awalnya adalah sebuah aplikasi musik setara Musically. Ketenarannya, kalau gue pikir-pikir ngga muncul dalam aplikasinya, melainkan karena euforia di Instagram. Itupun, ngga lari dari musik-musik yang lagi in.

Gue masih ingat banget waktu itu, disebuah explore IG, gue melihat satu video. Isinya Song Joong Ki sedang berdiri madep jendela, kemudian fade in lagu Count On Me. Perlahan, Song Joong Ki berbalik arah, tersadar ia direkam, ia menghampiri tangan yang sudah dari tadi ada, lalu menaruh wajahnya.


Gue ngga tahu kenapa, beberapa hari kemudian video itu viral. Dan disinilah muncul bibit-bibit anak TikTok. Awalnya masih lucu, liat antusiasme orang-orang Indonesia mengikuti hal yang lagi viral. Lama-kelamaan, jadi sebuah tontonan yang ngeselin.

Count On Me kemudian turun, dan digantikan lagu dengan lirik:

Pernah kau berjanji, waktu kau mesej aku. Sungguh kupercaya dengan kata-katamu.. 

Lalu dengan riang gembira, para anak-anak itu menirukan gaya yang gue ngga tau apakah itu sudah disepakati bersama atau bagaimana.

Kemudian, setelah musik pernah kau berjanji itu, muncul musik DJ Aisyah. Untuk yang ngga tahu, mungkin biar gue sederhanakan saja menjadi musik 2 jari. Belum turun musik 2 jari, naik lagi musik Lagi Syantik. Ini semakin membuat gue dilematis. Apakah musik yang mau terkenal harus masuk Tik Tok dulu? Okelah, kalau lagu-lagu Via Vallen atau Nella Kharisma, bagaimana dengan Lagu Opick?

Makin kesini, TikTok yang awalnya cuma untuk iseng-iseng jadi komsumsi wajib. Mulai dari anak-anak, hingga nenek-nenek, mulai main TikTok. Dan yang paling parah, TikTok bukan lagi untuk goyang, tapi untuk endorse. Lagi goyang dua jari nih, tiba-tiba fade out klip selanjutnya, dan promosi barang yang ngga ada hubungannya dengan TikTok. Kasarnya mungkin begini.

Ilustrasi endorse dengan opening TikTok:

Seorang cewek dengan baju seksi, diiringi musik 2 jari bergoyang dengan suka cita. Musik belum habis, klip berganti.

"Halo semuanya, kebetulan aku mau nge-rekomendasiin barang nih. Untuk kalian yang jerawatan, pakai ini. Cek IG-nya yah."

Pertanyaan gue, sejak kapan orang joget jerawatan? Dalam, situasi kebetulan apa juga, ketika sedang berjoget lo nge-rekomendasiin salep.

Selain endorse, TikTok mulai berubah jadi ajang pamer tubuh. Ini juga yang membuat netizen semakin geram. Kurangnya edukasi pada penggunaan micin. Gue ngga paham logika berjoget seperti itu.

TikTok sudah mewabah layaknya virus. Kita semakin diambang kembimbangan, Ada sesuatu yang lebih besar daripada virus Zombie di The Walking Dead. Dulu, saat YouTube baru-baru naik, banyak anak-anak bercita-cita menjadi Youtuber. Gue ngga tahu apakah mereka akan berubah pikiran sama seperti gue waktu ingin menjadi polisi saat kecil.

Gue ngga bisa membayangkan, beberapa tahun kedepan, mata kuliah jurusan bertambah, TikTok Manajemen dan Bisnis, atau Sastra TikTok. Imajinasi gue mungkin terlalu liar, tapi coba kalian putar sedikit waktu kebelakang. Hal-hal yang dulunya diluar imajinasi kemudian menjadi nyata. Apakah ini sebuah kebetulan? Mari kita renungkan.


Update: saya cinta TikTok.

Post a Comment

8 Comments

  1. Hehehe... saya juga gak begitu ngeh soal tik tok dan isinya. cuman makin kesini bocah-bocah di kompleks rumahku dah kayak kesurupan kalau depan hape. Kadang joget gak jelas.

    ReplyDelete
  2. Mungkin lebih tepat "mewabah" alih-alih "merambah" agar relevan sama kalimat selanjutnya. Hehe. Anyway, tulisan cukup kritis. Keep writing!

    ReplyDelete
  3. OOoohh.... begitu ya sejarahnya.....

    ReplyDelete
  4. Setelah Musically, sekarang Tik Tok. Endorse abal-abal kayak peninggi rambut, penumbuh bulu, peninggi bandan, penghilang jerawat, pembesar ..., semuanya sekarang ke Tik Tok. Ah, bahkan orang ampe masuk tv gara-gara Tik Tok. Haduh haduh, kayaknya ini gak bakal berlangsung lama deh, cepet naik cepet juga turun. Beda sama Youtube, kalau youtube perlu waktu lama buat bikin konten, ya kalau Tik Tok tinggal... kamu tau lah xD

    ReplyDelete
  5. saya baru tahu dari blog ini kalau pioner trend tik tok itu dari korea KW, hmm saya gak bisa bilang banyak memang lagu-lagu tik tik sepertinya memang dibuat easy listening dan mudah nyatol di kepala sebagai keunggulannya kenapa saya bisa bilang begini karena saya gak pernah instal tik tok tapi tahu banget trand tik tok ini wkwkwk :(

    ReplyDelete
  6. Barutau juga asal mulanya tiktok, untung dulu pernah diajak buat video pake tiktok gamau 😂

    ReplyDelete

Terimakasih sudah membaca. Sila berkomentar terkait tulisan ini.