Posts

Showing posts from August, 2018

Pelajaran Hidup Di Hari Raya

Image
Pulang dari sholat ied, tidak seperti biasanya, gue hanya berbaring di  kamar menunggu orang rumah dan tetangga selesai makan. Setelah semua selesai makan, gue keluar untuk makan. Makanan ada banyak hari itu, layaknya hari raya biasanya. Ada ayam, daging, dan tentu saja buras dan lontong.

Gue kembali ke kamar setelah kenyang. Biasanya, setelah makan, gue keluar pergi kerumah sebelah. Ngobrol dengan Thariq, sohib kecil gue, bersama keluarganya. Itu sudah jadi kebiasaan rutin tiap tahun. Dan hari raya idul adha, dia sudah pergi ke rumah keluarganya di Bekasi. Setelah kebiasaan yang cukup lama dan konsisten, rasanya aneh juga melewatkan satu hari saja tanpa kebiasaan itu.
Kemudian Riki, sohib gue yang lain datang. Dulunya, kami bertiga sering bersama dari kecil. Mungkin tidak bisa gue jelaskan panjang lebar. Melewati setiap sore dengan keringat bermain bola itu sudah jadi makanan kami setiap hari. Untuk cerita tentang ini, gue jelaskan juga di sini.
Riki datang mengajakku berfoto. Katany…

Lomba 17-an Anak Millenial

Image
Tanggal 17 Agustus, akan dilaksanakan peringatan kemerdekaan Indonesia yang ke 73. Beberapa hari sebelum 17 Agustus, biasanya diadakan lomba hingga menjelang hari H. Di Indonesia, sudah tidak asing lagi dengan kalimat "millenial" atau generasi yang lahir pada tahun 1980-2000. Gue juga baru baca itu dari Google. Dan, yang gue ngga tahu, dibeberapa pencarian, generasi millenial sudah dikelompokkan dengan beberapa jenis.

Kali ini, gue bukan mau bahas jenis-jenis milenial. Berhubungan dengan 17-an, gue mau bahas lomba 17-an versi millenial. Ada beberapa yang mulai terbesit, dan inilah beberapa diantaranya.

Lomba Adu Mulut

Nah, lomba ini mungkin akan menjadi ajang paling berkelas. Persoalannya, perwakilan dari tiap RT punya satu ibu-ibu yang mulutnya paling pedas untuk diadu. Awalnya hanya saling sindir seperti ini.

"Sepatu kau baru yah." kata Ibu RT 1.

"Yah barulah, suami baru pulang dari luar kota." respon Ibu RT 3.

"Oh, kirain jaga lil,.. ups."


Jik…

Jomblo Tidak Boleh Merayakan Kemerdekaan

Image
17 Agustus 1945 adalah hari dimana Indonesia menyatakan diri sebagai negara yang merdeka. Semua rakyat di Indonesia menerima hak kemerdekaan itu. Mulai dari rakyat biasa hingga para pemerintah yang mengatur. Mulai dari anak-anak hingga orang tua.

Bagaimana dengan Jomblo?
Salah satu derajat yang sering dianggap sebelah mata. Menurut gue, Jomblo tidak berhak merdeka. Sebelum membanjiri komen dengan hujatan, ada baiknya membaca postingan ini hingga selesai.
Kenapa gue mengatakan demikian, adalah hal yang pasti kalian tunggu jawabannya. Untuk itu, mari kita bahas hal yang lain terlebih dahulu. Gue adalah seorang jomblo, dari sejak tiga tahun yang lalu, dan memutuskan untuk tidak mau lagi memulai suatu hubungan. Hingga pada suatu hari, pukul 1 siang gue berangkat dari rumah menuju Hollywood Cinema untuk nonton.
Rencananya gue mau nonton film Kafir, yang katanya dapat ulasan positif dari beberapa reviewer yang gue sudah nonton. Gue datang ke mba-mba tiketnya, terus memesan tiket jam 1.30, s…

Tentang Pertemuan dan Perpisahan

Image
Bagaimana rasanya, dalam sehari merasakan pertemuan dan perpisahan. Bukan hal mudah pastinya. Sebagai orang yang cukup melankolis, mengalami perpisahan adalah hal sakral menurut gue. Ada kalanya, gue akan menyendiri dalam waktu yang cukup lama hanya untuk benar-benar memastikan aku sudah siap.

Tanggal 30 Juli, gue bangun sekitar pukul 7 dengan alarm "Pukulan Mama". Tidak butuh lama, hanya sekali geprek. Gue lihat jam, menunjukkan pukul 7 pagi. Mama bertanya, apakah gue jadi mengurus SIM.

"Nanti, Ma. Mau ngantar Thariq dulu ke Bandara."

Thariq adalah teman kecilku, tinggal dirumah neneknya disamping kiri rumah, dan seiiring waktu kami tumbuh bersama. Malam Minggu kami selalu terkesan nothing special. Main PES kalo lagi dirumah, atau paling mentok mabar dengan game diponsel masing-masing. Kalo keluar, paling nonton film atau nongkrong bareng teman lorong.

Kami cukup mengalami masa-masa bersama, dan pada saat kami bertumbuh, semua tak lagi sejalan. Dari rumah neneknya…