Posts

Showing posts from September, 2018

Pola Hidup Mahasiswa Baru

Image
Dibandingkan dengan SMA, Kuliah benar-benar banyak menguras hak. Mulai dari waktu, tenaga, sampai beban pikiran dan moral. Jujur, selama masih SMA, dunia perkuliahan sangat gue idam-idamkan. Bahkan, dipenghujung semester saat kelas sudah jarang masuk, gue ingin secepatnya lulus dan menjadi anak kuliahan.

Difilm-film, dunia perkuliahan juga sering digambarkan dengan sangat menyenangkan. Pagi pergi kampus, ketemua cewek, dekat, pacaran, kemudian lulus dan menikah. Akhirnya, bahagia dengan anak yang mereka besarkan. Kenyataannya sangat berbanding terbalik.

Baca dua cerita sebelumnya: Balada Mahasiswa Baru dan Resiko Mahasiswa Baru.
Jadwal mata kuliah gue, kebanyakan muncul pada pagi hari. Tepatnya jam 7.30. Gue harus bangun sebelum jam 6 pagi, kemudian mandi dan sarapan. Mungkin terlihat gampang-gampang saja, namun pergeseran antara badan dan kasur sangat sulit dipisahkan. Saat sudah pakaian dan siap pergi, gue akan menunggu Ali jika memang jadwal mata kuliah kami sama. Begitu juga untuk…

Malam Minggu di Rumah Bunyi

Image
Hari Sabtu, mata kuliah hanya dua. Dimulai dari jam 7 pagi hingga 12 siang. Ada waktu untuk tidur siang sebelum pergi ke Rumah Bunyi. Pukul 3.47 sore, gue bangun kaget, ngecek WhatsApp Grup yang mulai ramai. Terdapata dua panggilan keluar juga. Itu dari Arjun, yang katanya ingin nebeng kesana.

Tanpa mandi, gue ganti dengan baju saat kuliah pagi tadi. Bedanya, sekarang hanya memakai sendal dan tidak membawa tas. Perjalanan ke Rumah Bunyi adalah perjalanan menuju Kampus. Yang berarti, gue harus menempuh 12 km dari rumah ke Rumah Bunyi. Mungkin lebih.
Sebenarnya, sore itu gue sudah memberi tahu Ali. Namun saat terbangun, dari jendela kamar ia memberi tahu bahwa tak bisa ikut. Di depan Kampus, gue menelpon Arjun. Ohiya, Arjun ini teman kelas gue, menjabat sebagai Wakil Ketua Tingkat. Karena sama-sama tidak tahu jalan, kami benar-benar mengandalkan insting dan kebaikan teman-teman di grup.
Arjun menelpon saat kami berhenti pada sebuah pertigaan jalan didepan konter hape. Mobil saling bersa…

Kaset untuk Jeni

Image
Awal April 2008 menjadi awal musim hujan yang lama. Hingga hari ini, hujan sesekali masih mengguyur Kota Lama, Kendari dan sekitarnya. Ini juga yang menjadi orang-orang malas untuk bangun pagi, tak ada niat untuk melakukan aktivitasnya, dan terus-menerus menempelkan badan di kasur kesayangannya.

Jam 3 Sore, sekolah dipulangkan. Namun beberapa orang memilih tinggal sampai hujan benar-benar reda. Marko baru saja keluar dari ruang Perpustakaan. Membawa dua buku yang dipinjamnya. Ia berjalan dari koridor sekolah, menuju halte depan sekolah. Kebetulan, parkiran juga tidak jauh dari sana.

Hujan masih cukup mampu membasahi jaket dan baju. Maka dari itu, keputusan paling bijak yang dilakukan Marko adalah menunggu hujan reda. Sebelum benar-benar menerobos hujan, ia melihat satu murid yang belum pulang. Duduk manis di halte hendaknya menunggu seseorang.

“Jeni.” Sapa Marko kepada Jeni dengan mengibas rambutnya yang terkena hujan.

Jeni hanya tersenyum. …

Resiko Mahasiswa Baru

Image
Menjadi mahasiswa baru, berarti menjadi sasaran empuk beberapa senior. Sebelum melanjutkan cerita ini, gue sama sekali tidak bermaksud menyerang pihak manapun. Cerita ini hanya sebagai arsip dan juga sebuah pengalaman. Karena sesuatu yang seharusnya dianggap benar, tidak perlu ditakutkan saat dirinya ditelanjangi.

Cerita ini adalah sekuel dari cerita sebelumnya: Balada Mahasiswa Baru
Setelah libur hampir empat bulan, akhirnya gue resmi menjadi mahasiswa baru. Untuk itu. gue mengalami banyak perubahan selama hampir satu minggu menjadi mahasiswa baru. Salah satunya adalah lingkup pertemanan. Jumlah mahasiswa jurusan Sastra Indonesia UHO seharusnya adalah 96 mahasiswa, dibagi dua menjadi 48 mahasiswa dalam dua kelas. Ada kelas ganjil dan genap. Karena NIM belakang gue genap, gue jadi bagian dari kelas genap bersama 8 laki-laki lainnya. Kalian tidak salah baca, memang hanya begitu.

Susahnya menjadi mahasiswa baru adalah penyesuaian. Gue adalah tipe orang yang susah untuk akrab. Kenalan …

Filosofi Kopi di Dunia Nyata

Image
Gue bukan penggila kopi. Tapi kopi, gue suka. Meski kopi yang gue minum hanyalah kopi eceran, namun beberapa kali gue dibikinin Mama kopi bubuk punya Bapak. Kemudian, film Filosofi Kopi keluar dan membuat orang-orang yang belum terbiasa dengan kopi, mulai mencoba-coba. Mulai dari hanya selebgram, sampai yang benar-benar niat belajar.

Salah satunya yang gue liat adalah penulis Indonesia, bang Bernard Batubara yang selalu meng-update Instastory setiap pagi dengan ritual kopinya. Meski hal tersebut selalu diulang-ulang, itu tak bosan-bosannya dibuat oleh bang Bernard Batubara. Sesekali ia memberi edukasi tentang kopi, juga membuat cerita dengan itu.

Berbicara tentang kopi, Ben punya ambisi besar tentang kopi. Seakan-akan, dunia ini indah jika dengan kopi. Saat itu, sepulang dari beli celana kain, gue dan Ali mampir di Warkop Lathuwo, tempat nongkrong favorit dari SMA. Yang punya juga teman SMA, jadi main disana itu sudah kayak silaturahmi.

Hari itu, gue memesan Cappucino dingin yang mema…

Balada Mahasiswa Baru

Image
Lewat 5 pagi gue sudah bangun. Hari ini, tanggal 27 Agustus 2018 akan dilaksanakan upacara pembukaan Mahasiswa Baru Universitas Halu Oleo. Sebagai salah satu mahasiswa baru, gue wajib datang. Walaupun tanpa gue, acara juga tidak akan ditunda.

Dari grup WhatsApp FIB Sastra Indonesia, jurusan gue, kakak senior sudah membertitahukan bahwa jam 6 pagi sudah harus ada di Fakultas sebelum berkumpul ke lapangan tempat upacara. Yang terjadi, jam 6 pagi gue masih berada dirumah bersama Ali, memesan Grab yang baru saja gue update dari hape Mama. Seharusnya, kami bisa saja naik angkot, namun ada Nayla, yang juga ingin ikut.
Sebagai informasi tambahan, kami bertiga dari jurusan yang berbeda namun sama-sama lulus SNMPTN. Ali masuk Kimia Murni dan Nayla masuk kehutanan. Gue dan Ali cukup sering bersama, meski kami dari jurusan yang berbeda. Cerita lainnya bisa baca disini: Perlawanan Terhadap Hujan Dengan Segelas Susu.
Gue mulai panik, Ali apalagi. Padahal, saat hendak memanggilnya disamping rumah, …