Posts

Showing posts from November, 2018

Misteri Hilangnya Kunci Motor

Image
Setelah Salat Jum'at 23 November, saya memantau tidak ada tanda-tanda masuk dari grup WhatsApp kelas. Itu menandakan bahwa seharusnya hari itu bisa saja menjadi libur sehari penuh. Soalnya, mata kuliah pagi tadi juga tidak masuk. Hingga pada jam 1 lewat, kabar mendadak dari Ketua Tingkat mengatakan bahwa hari itu masuk. Karena kaget, saya buru-buru menelpon Atma, teman saya, dengan tujuan mencari kebenaran info tersebut. Memang benar, masuk, itu terdengar dari suara Danil, Ketua Tingkat yang katanya mendapat telepon.

Dengan sekejap, saya menyambar satu lembar pakaian, jaket, dan helm. Kemudian langsung keluar dan ingin cepat-cepat berangkat. Pagi tadi, motor X-Ride yang sering saya bawa, rusak. Tidak bisa starter tangan, dan starter kaki juga susah. Sudah dibawa di bengkel sebelum sholat Jum'at, tapi saat ingin berangkat motor itu kembali rewel. Akhirnya, saya memakai motor Bapak saya, Aerox. Itu adalah motor yang berukuran besar dan sudah melekat stiker biru diseluruh body mo…

Karena Jupri

Image
Jupri namanya. Ia lahir di sebuah desa bernama Teppo'e. Tinggal bersama pamannya yang bekerja sebagai petani. Jupri baru saja naik ke tingkat SMA saat 2003. Bisa dikatakan bahwa Jupri adalah orang yang kutu buku, meski ia selalu geram ketika dicap begitu. Menurutnya, apa yang salah dengan membaca buku. Lagipula, tidak ada yang bisa ia lakukan selain itu. Pemuda di sana kebanyakan nongkrong di pos ronda sambil main dam atau domino. Sementara Jupri bukan orang yang senang dengan hal seperti itu. Bahkan, malam itu, dengan tangan menadah kepalanya, ia hanya memperhatikan langit-langit.

Sore hari sebelumnya, dari kota datang seorang perempuan berambut bob dengan kulit kuning langsat. Perawakannya agak tua dari umurnya. Kemana-mana, ia selalu menenteng buku dan walkman. Itu yang membuat Jupri mulai tertarik ketika sebuah mobil Kijang Krista melewati surau yang sering Jupri lewati. Pak Amin, seorang petani dari desa sebelah berdecak kagum. Sampai-sampai, ia memukul bahu Jupri untuk meng…

Mematahkan Stigma Mandi Pagi di Hari Minggu

Image
Adi, teman saya, sudah memberi ajakan untuk berenang. Tempat dan waktunya adalah di Koni pada hari Minggu. Kenapa Koni? Itu murah dan kenapa Minggu? Sesungguhnya itu adalah kesepakatan bersama. Sehingga, yang saya tahu, disepakatinya hari Minggu karena Senin sampai Sabtu kita masuk Kampus. Dan itulah, tanggal 11 November adalah tanggal yang cukup cantik. Saya dibangunkan untuk segera bersiap. Mandi kemudian sarapan perkedel KFC sisa kemarin.

Kebetulan saya bawa motor dan searah dengan rumah Aping, jadi itu yang membuat saya menyinggahinya untuk pergi bersama. Dijalan, Aping bercerita bahwa tadi malam, ia menghadiri rapat himpunan mahasiswa dari kampungnya. Kemudian, saat hampir melewati Taman Kota, jalan dialihkan untuk kami kemudian berbelok. Lalu mengambil beberapa jalan tikus untuk sampai kejalan raya kembali. 
Sesampainya di Koni, kami langsung ke parkiran. Padahal, kata Aping, didepan gerbang ada Adi yang sedang nunggu. Saya membuka hape, lalu mengirimkan pesan untuk Adi. Itulah …

Pesta Bidik Misi, Perut Banyak Isi

Image
Setelah bangun dari tidur siang, saya benar-benar kaget. Soalnya hari itu, ada kelas menulis dari Rumah Bunyi. Seharusnya, di hari Sabtu saya jarang tidur siang walaupun mata kuliah hanya satu dipagi hari. Namun, pagi tadi, sama dosen saya, mata kuliahnya diganti dengan acara seminar "Kebangkitan Sastra Di Sulawesi Tenggara" pada 4 November. Komsumsinya tidak bisa bikin kami bertahan. Sehingga, kami keluar sebelum pukul 12 siang, dan makan didepan Fakultas Teknik. Disana ada nasi kuning harga murah 5 ribu.


Setelah memacu motor cukup kencang, saya berhasil sampai sebelum sesi kelas menulis dimulai. Disana ada dosen saya, Bu Ila bersama suaminya Bang Kahar. Hari itu, dari pemateri seminar, ada Aslan Abidin, penyair dari Makassar, yang akan mengisi kelas menulis hari itu. Dianya ngisi kelas hari itu dengan santai. Nanya-nanya buku yang kita baca terakhir. Dan, menceritakan kisah masa kecilnya yang pas SD minjam buku dari rumah ke perpustakaan dengan jarak 5 KM jalan kaki. Lalu …

Perubahan Dalam Hidup

Image
Didunia ini, orang akan mengalami perubahan-perubahan dalam hidup mereka. Fase-fase yang mereka lewati, hingga waktu akan mengubah hidup mereka. Saya sudah lama ingin menulis tentang ini, namun rasanya baru pas untuk saya tulis sekarang.

Umur saya sudah 18 tahun sejak 13 April kemarin. Dan saya sudah berada di Bumi sejak 18 tahun Mama saya melahirkan saya. Tidak banyak yang saya ingat sewaktu kecil. Beberapa hanyalah potongan-potongan kecil yang acak. Misalnya, pas waktu kecil, saya makan obat beberapa pil hingga ketiduran dan dikira mati. Cerita itu juga dikuatkan oleh nostalgia saya bersama orang rumah.

Perubahan dalam hidup saya mungkin sebagian besar juga terjadi diumur kalian di 18 tahun. Perubahan yang akan membuat kalian merenung dan berpikir. Layaknya seorang remaja yang diposisikan sebagai anak sulung, saya punya banyak menanggung beban. Saya setidaknya harus jadi panutan untuk adik-adik saya, sampai saya harus bisa membanggakan kedua orang tua.

Perubahan pertama,

Seiring ber…