Posts

Showing posts from 2019

Semacam Kasih Sayang

Image
Saya adalah orang yang jarang sakit. Bukan mau diminta-minta, tapi dalam setahun paling tidak hanya sakit demam biasa atau sakit kepala. Saya tentu saja punya riwayat penyakit. Dan itu membuat saya tidak melakukan hal aneh-aneh dalam hidup. Makan yah nasi, minum yah air. Saya tidak akan ada pada situasi untuk melihat seekor kecoa dan berkata,"disate enak nih.".

Belakangan ini saya berusaha menerapkan hidup sehat yang bisa saya lakukan. Sesungguhnya, itu adalah alasan saja untuk menutupi alasan sebenarnya: diet. Setiap pagi, saya lari minimal tiga puluh menit. Kemudian, sarapan dengan teh dan cemilan. Makan berat saya lakukan pada sore hari agar malamnya saya tidak makan apa-apa (kecuali ngemil).
Sebenarnya, berat badan saya tidak naik, apalagi sampai ke tahap naik drastis. Berat badan saya menetap dan hanya disitu-situ saja. Hanya, saya merasa perlu menggeser sedikit lemak dari tubuh. Untuk itu, sarapan yang biasanya gado-gado saya ganti, kemudian pola makan tiga hari saya g…

Ingin Masuk Berita

Image
Sejak kecil, salah satu hal yang saya inginkan adalah masuk berita. Mau itu di teve ataupun koran. Alasan waktu itu cukup sederhana, saya ingin disuatu momen saat menonton teve, saya bisa muncul di teve dan disaksikan keluarga. Khususnya orang-orang di rumah. Alasan itu kemudian diperkuat setelah salah satu teman saya masuk teve karena memenangi sebuah lomba. Teman saya yang lain, pada sebuah insiden yang cukup tragis, menemukan mayat seorang bayi di kali depan rumahnya, kemudian diliput salah satu stasiun teve dan koran lokal. Bukan hal yang harus dibanggakan, tapi makin membuat saya iri. Terutama ketika itu menjadi bahan pembicaraan satu sekolah.

Dengan sabar saya menunggu kesempatan itu. Menunggu hari keberuntungan untuk saya masuk didalam berita. Meski bukan dengan dorongan alasan tersebut, saya sempat memperdalam mata pelajaran Bahasa Inggris dengan mengikuti les sewaktu SD. Kemudian, oleh sekolah diajak untuk mengikuti lomba English Expo bersama teman-teman yang lain.
Beruntungn…

Jangan Joging Sebelum Baca Ini

Image
Saya rupanya sudah menulis tentang joging sudah lebih dari dua tulisan. Dan pembahasan tentang joging masih sangat banyak untuk dibahas. Kali ini, saya akan membahas panduan-panduan sebelum joging. Seperti judulnya, jangan joging sebelum baca ini.

Tulisan ini, terbersit beberapa hari yang lalu disaat saya sedang joging. Karena tidak membawa hape atau buku catatan, saya hanya berusaha untuk mengingat. Sayangnya, hari itu saya lupa. Dihari yang lain, saya kembali teringat tentang tulisan ini. Sepertinya seru untuk berbagi hal dari sisi yang paling personal. Seperti panduan dan tips pada umumnya, ini hanya bertujuan untuk membantu dan memudahkan kalian untuk joging. Bisa kalian ikuti, bisa tidak.

Baca juga: 7 Hal yang Sering Ditemukan Ketika Joging.


Niat Memang terdengar sangat klise, tapi percaya tidak percaya disuatu pagi yang sangat dingin, mengumpulkan niat untuk bangun saja adalah hal yang sangat sulit. Saya tipe orang yang lebih senang joging  pada pagi hari ketimbang sore hari. Alas…

5 Sutradara Favorit dan Filmnya (Bagian 2)

Image
Tahun 2017 lalu, saya membuat postingan yang membahas sutradara-sutradara favorit saya. Dari postingan itu, ada banyak nama sutradara yang ingin saya masukkan namun hanya bisa saya sebut lima. Dalam postingan ini, saya akan membuat lanjutan dari postingan tersebut, lima nama sutradara favorit saya, lagi. Dua tahun sudah cukup untuk membuat saya mendapatkan referensi yang lebih banyak. Dan, saya akan mengkuratori dari berbagai macam negara, genre ataupun tipe film.


Lagi-lagi, yang saya pilih adalah sutradara yang secara sadar dan tidak sadar sudah saya tonton filmnya lebih dari satu film, dan saya suka. Ada banyak yang ingin saya masukkan, tapi kelima ini akan menjadi perwakilan terlebih dulu pada bagian kedua ini.

Oriol Paulo



Entah pada tahun berapa, secara tidak sadar saya membaca salah satu rekomendasi di Twitter tentang film Spanyol. Awalnya saya ragu. Film apa ini? Salah satu yang saya tahu dari Spanyol adalah Barcelona. Tapi, saya mencoba menonton dan mulai senang dengan Oriol Pau…

Belajar Minimalis

Image
Belakangan ini, saya sangat tertarik dengan minimalisme. Terutama saat menonton film dokumenter Minimalism (2016) dan membaca buku Seni Hidup Minimalis karya Francine Jay. Itu juga, tidak lepas dari perkenalan minimalisme dari video YouTube Raditya Dika.

Awalnya tidak ada ketertarikan sama sekali. Apalagi, saya tipe orang yang percaya bahwa suatu barang pasti punya sentimental value. Maka dari itu, saat menonton film Hello, My Name is Doris (2015) saya merasa punya relasi yang sangat dekat dengan karakter Doris. Saya punya laci khusus yang menyimpan earphone-earphone rusak yang pernah saya pakai. Kemudian, saya punya beberapa barang dari SMP dan SMA. Saya merasa bersalah jika mengabaikan mereka semua, barang yang punya ikatan dengan saya. Terlebih lagi, saya sudah cukup akrab dengan film Toy Story.

Disisi yang lain, saya menyimpan ribuan foto digaleri hape. Saya tentu punya waktu untuk menghapusnya, tentu saja. Tapi, disamping rasa malas, saya kadang hanya sampai pada tahap melihat-li…

Sedikit Cerita Tentang Riko

Image
Senin di 17 Juni seharusnya tidak ada kuliah. Seharusnya. Tapi karena terlalu lama libur, uang untuk jajan sudah mulai kering. Jadilah, hari itu saya buat skenario agar terlihat ada jadwal mata kuliah. Rencananya hari itu, menggantikan jadwal kuliah palsu, saya hanya akan membayar wifi di Indomaret. Kemudian ke Lippo Plaza Mall untuk melihat buku-buku baru.

Tapi, setelah dari Indomaret, niat untuk ke Lippo Plaza Mall surut. Lebih tepatnya saya yang sedang malas. Karena sudah menjalankan skenario kuliah palsu, mau tidak mau saya harus menahan diri agar tak pulang dulu. Setidaknya sampai beberapa waktu. Saya balik arah menuju jalan pulang, tapi berhenti untuk nongkrong di pinggir laut By Pass.



Saya mulai membongkar isi tas. Saya sengaja membawa buku catatan, novel Rumah Kaca, dan sebuah binder yang saya pakai di kampus. Saat itu, saya tidak membawa laptop. Ada dua alasan. Yang pertama, saya merasa tidak menemukan apa-apa ketika membuka laptop. Yang kedua, komplikasi pada laptop saya sud…

Setelah Empat Tahun

Image
Empat tahun lalu, itu di tahun 2015. Waktu itu, saya baru saja belajar nonton film di bioskop. Film pertama yang saya tonton adalah Furious 7. Saya masih ingat betul, ketika hype film itu benar-benar besar. Dan itu mengundang keinginan saya, Fahmi, dan Fatwa untuk nonton. Sejak saat itu, saya mulai senang nonton film di bioskop.

Jaman itu, nonton film adalah sebuah ritual. Saya benar-benar harus mengumpulkan uang jajan dari hari Senin sampai Sabtu, ketika tahu akan ada film bagus untuk saya tonton di bioskop di hari Minggu. Sekarang beda, untuk nonton film, saya bisa nonton di hari apa saja dan kapan saja. Waktu ada, kendaraan ada, uang yang tidak ada.
Dulu, ketika mau nonton film, mental saya benar-benar harus siap. Ketika film diputar jam 7, saya sudah harus beli tiket dari sore dengan motor. Kemudian setelah Maghrib, saya mulai jalan dengan angkutan umum. Kenapa begitu? Itu karena waktu itu, motor masih sering dipakai. Dan saya juga tidak tega membangunkan orang rumah hanya untuk m…

Cerita-cerita Sebelum Lebaran

Image
Jadi, ketika postingan ini dipublish, kira-kira lebaran tinggal dua hari lagi. Ada beberapa cerita selama Ramadhan yang akan saya tulis dalam postingan ini. Dengan begitu, saya tidak perlu repot membaginya dalam beberapa postingan. Sebelum itu, saya lebih dulu mengucapkan minal aidin wal faidzin, mohon maaf lahir dan batin.

1
Jauh hari sebelum puasa, saya sudah cukup was-was dengan ramadhan. Persoalannya adalah bagaimana bisa saya menghadapi bulan puasa sembari kuliah. Mungkin itu hanya keparnoan berlebih, karena beberapa teman terlihat anteng-anteng saja.
Hari pertama puasa, itu ketika sahur. Mama membuat hidangan yang sangat enak. Itu sudah menjadi ritual sahur pertama. Disana ada ayam goreng, kari ayam, dan beragam lauk pauk lainnya. Kami makan dengan lesehan disamping meja makan. Itu kami lakukan karena jumlah peserta sahur lebih banyak dari meja yang ada. Hari itu, saya tidak perlu khawatir, sebab besok mata kuliah diliburkan entah dalam rangka apa. Saya lebih senang menyebutnya d…

Pertemuan Dengan Podcast

Image
Jujur, saya baru tahu podcast setelah akhir 2018. Saat itu saya iseng nemu Inspigo dari Instagram Story Ernest Prakasa,"Wah, Podcast!".  Problem waktu itu, saya agak malas nonton video di YouTube karena mulai bosan. Karena itulah, saya buka Play Store dan memasang aplikasi Inspigo. Kemudian mendengarkan album podcast Ernest Prakasa, lalu Soleh Solihun, dan seterusnya karena saya mulai ketagihan.


Jika dipikir-pikir, saya tidak lahir di jaman saat radio masih populer. Tapi entah kenapa, podcast jadi suatu yang mulai saya sukai. Saya juga mulai agak bingung membandingkan radio dan podcast. Intinya sama-sama media suara. Setiap mau ke kampus, perjalanan hampir setengah jam saya isi dengan mendengarkan podcast Inspigo. Sempat ditegur karena terlalu berbahaya mengendarai motor sambil mendengar lagu, kata Mama. Saya hanya mengambil nasihat itu untuk saya lebih sering nengok spion. Di jalan, saya bukan tipe pengendara yang senang kebut-kebutan. Paling cepat mungkin hanya 80km/jam, i…

Lelaki yang Menderita bila Dipuji

Image
Saya bukan murid yang pintar. Bahkan, rajin bukan kata yang bisa saya tanggung. Di sekolah, saya bukan murid yang sepulangnya langsung mengerjakan PR atau membaca buku sampai tertidur dengan buku yang menutup wajah. Jika ingin dikata, saya murid yang murid pemalas. Mengerjakan tugas kebut semalam. Belajar hanya saat ada ujian. Bukan tipe-tipe murid yang bisa dibanggakan oleh sekolah.

Namun, entah mengapa saya juga bisa masuk peringkat di SD dan SMP. Begitu mengherankan dan mulai menyebalkan. Terutama saat penerimaan rapor. Perlu saya katakan, mendapat pujian adalah memikul sebuah beban yang tidak perlu. Dan mendapat nilai bagus adalah sebuah kecelakaan. Contoh kecilnya, di rumah, adik saya yang pertama. Sedikit lebih pemalas dari saya. Jika ada kabar dari sekolah, sembari memarahi adik saya, Mama selalu menjadikan saudara yang lain sebagai tolok ukur. Sebelum adik saya yang kedua masuk SD, saya selalu yang harus memikul beban sendiri. Untungnya, adik saya yang paling bungsu, pintar da…

Fenomena Nonton Konser

Image
Malam Kamis kemarin, di acara Kendari Expo, Sabyan datang untuk menghibur. Itu diadakan di Lapangan Benu-Benua yang jarak dari rumah hanya beberapa ratus meter. Bisa jalan kaki. Itu bukan malam pertama kami kesana. Sebab, malam sebelumnya kami juga kesana untuk melihat pameran dan kuliner. Yang pergi adalah banyak dan malas untuk saya absen satu-satu.

Malam itu, kurang seru sih, meski keadaan terlihat menyenangkan karena ramai. Satu hal yang saya cari, tidak ada, dan itu adalah wahana. Meski HUT Sultra kemarin sudah sempat naik Gelombang Asmara, tapi saya betul-betul ingin naik lagi. Terutama mengingat lagi hal-hal yang pernah saya lakukan disini. Biasanya, kami tidak janjian. Tapi saat sudah ke pameran, terutama untuk naik wahana, saya bertemu dengan teman-teman yang lain untuk kami jalan bersama. Salah satu hal cemen yang tidak bisa saya lupakan. Itu sewaktu saya dengan angkuh menerima tantangan masuk ke Rumah Hantu. Yang naik hanya saya, sementara Mama dan yang lain keliling meliha…

Avengers dan HUT Sultra

Image
Seri penutup dari serangkaian film MCU ini dikemudian mendapat klimaks yang sangat epik di Avengers Endgame. Beberapa kali tertawa karena referensi yang pas, tak jarang juga adegan berat yang membuat air mata jatuh. Setidaknya, diantara banyak teori, juga kepala dibelakang maupun didepan layar yang berusaha membuat film ini jadi bagus, saya begitu menikmatinya hingga dua kali tonton.

Mau cerita sedikit, meski sebenarnya ini sudah saya cerita di Twitter. Jadi, tanggal 24 kemarin pas pemutaran Avengers Endgame hari pertama, saya sudah jauh-jauh hari berusaha untuk mendapatkan tiket. Itu lebih ke antisipasi saya agar aman di dunia maya. Sekitar jam 12 siang, saat itu sedang hujan. Saya ke depan Kampus tepatnya di Warung Adi Jaya karena ingin makan. Disana, ada dua teman saya yang juga akan makan. Kebetulan, dua kursi didepannya kosong, jadi saya bisa nebeng dimeja mereka.


Setelah makan, saya buru-buru karena cuaca sudah agak mendingan untuk jalan. Rintik hujan mulai menutupi kaca helm. S…

Mengajarkan Story Telling ke Adik

Image
Beberapa hari ini, saya rutin menjadi guru Bahasa Indonesia untuk Adik saya yang paling bungsu. Namanya Rini, dan sudah SD. Kegiatan ini bukan semata-mata agar saya ada peran seorang "kakak" dikeluarga. Itu lebih luas. Sebagai orang yang senang dengan cerita, saya mulai menerapkan adik saya masalah story telling. Terutama untuk cerita pendek.


Hari pertama, saya kasih dia soal:
1. Buatlah cerita di hari Minggu dari bangun tidur sampai sekarang?
2. Apa pengalaman yang paling kamu sukai?
3. Apa pengalaman yang paling kami benci?

Begini cerita dari Adik saya, Rini:

1.

Suatu hari aku bangun tidur langsung berwudhu dan pergi shalat. Setelah itu aku nonton tv seperti Masha and the Bear dan Monkey and Trunk. Pada saat itu perut saya lapar, saya ingin makan nasi kuning. Saya membeli 10 ribu dan saya makan berdua dengan Mama. Terus saya disuruh mandi sama Umi,"Rini pergi mandi kita pergi lelang ambil ikan."

Saya berkata"Iya ji."

Saya pun mandi tiba-tiba datang Andi&qu…