Posts

Showing posts from 2019

Sedikit Cerita Tentang Riko

Image
Senin di 17 Juni seharusnya tidak ada kuliah. Seharusnya. Tapi karena terlalu lama libur, uang untuk jajan sudah mulai kering. Jadilah, hari itu saya buat skenario agar terlihat ada jadwal mata kuliah. Rencananya hari itu, menggantikan jadwal kuliah palsu, saya hanya akan membayar wifi di Indomaret. Kemudian ke Lippo Plaza Mall untuk melihat buku-buku baru.

Tapi, setelah dari Indomaret, niat untuk ke Lippo Plaza Mall surut. Lebih tepatnya saya yang sedang malas. Karena sudah menjalankan skenario kuliah palsu, mau tidak mau saya harus menahan diri agar tak pulang dulu. Setidaknya sampai beberapa waktu. Saya balik arah menuju jalan pulang, tapi berhenti untuk nongkrong di pinggir laut By Pass.



Saya mulai membongkar isi tas. Saya sengaja membawa buku catatan, novel Rumah Kaca, dan sebuah binder yang saya pakai di kampus. Saat itu, saya tidak membawa laptop. Ada dua alasan. Yang pertama, saya merasa tidak menemukan apa-apa ketika membuka laptop. Yang kedua, komplikasi pada laptop saya sud…

Setelah Empat Tahun

Image
Empat tahun lalu, itu di tahun 2015. Waktu itu, saya baru saja belajar nonton film di bioskop. Film pertama yang saya tonton adalah Furious 7. Saya masih ingat betul, ketika hype film itu benar-benar besar. Dan itu mengundang keinginan saya, Fahmi, dan Fatwa untuk nonton. Sejak saat itu, saya mulai senang nonton film di bioskop.

Jaman itu, nonton film adalah sebuah ritual. Saya benar-benar harus mengumpulkan uang jajan dari hari Senin sampai Sabtu, ketika tahu akan ada film bagus untuk saya tonton di bioskop di hari Minggu. Sekarang beda, untuk nonton film, saya bisa nonton di hari apa saja dan kapan saja. Waktu ada, kendaraan ada, uang yang tidak ada.
Dulu, ketika mau nonton film, mental saya benar-benar harus siap. Ketika film diputar jam 7, saya sudah harus beli tiket dari sore dengan motor. Kemudian setelah Maghrib, saya mulai jalan dengan angkutan umum. Kenapa begitu? Itu karena waktu itu, motor masih sering dipakai. Dan saya juga tidak tega membangunkan orang rumah hanya untuk m…

Cerita-cerita Sebelum Lebaran

Image
Jadi, ketika postingan ini dipublish, kira-kira lebaran tinggal dua hari lagi. Ada beberapa cerita selama Ramadhan yang akan saya tulis dalam postingan ini. Dengan begitu, saya tidak perlu repot membaginya dalam beberapa postingan. Sebelum itu, saya lebih dulu mengucapkan minal aidin wal faidzin, mohon maaf lahir dan batin.

1
Jauh hari sebelum puasa, saya sudah cukup was-was dengan ramadhan. Persoalannya adalah bagaimana bisa saya menghadapi bulan puasa sembari kuliah. Mungkin itu hanya keparnoan berlebih, karena beberapa teman terlihat anteng-anteng saja.
Hari pertama puasa, itu ketika sahur. Mama membuat hidangan yang sangat enak. Itu sudah menjadi ritual sahur pertama. Disana ada ayam goreng, kari ayam, dan beragam lauk pauk lainnya. Kami makan dengan lesehan disamping meja makan. Itu kami lakukan karena jumlah peserta sahur lebih banyak dari meja yang ada. Hari itu, saya tidak perlu khawatir, sebab besok mata kuliah diliburkan entah dalam rangka apa. Saya lebih senang menyebutnya d…

Pertemuan Dengan Podcast

Image
Jujur, saya baru tahu podcast setelah akhir 2018. Saat itu saya iseng nemu Inspigo dari Instagram Story Ernest Prakasa,"Wah, Podcast!".  Problem waktu itu, saya agak malas nonton video di YouTube karena mulai bosan. Karena itulah, saya buka Play Store dan memasang aplikasi Inspigo. Kemudian mendengarkan album podcast Ernest Prakasa, lalu Soleh Solihun, dan seterusnya karena saya mulai ketagihan.


Jika dipikir-pikir, saya tidak lahir di jaman saat radio masih populer. Tapi entah kenapa, podcast jadi suatu yang mulai saya sukai. Saya juga mulai agak bingung membandingkan radio dan podcast. Intinya sama-sama media suara. Setiap mau ke kampus, perjalanan hampir setengah jam saya isi dengan mendengarkan podcast Inspigo. Sempat ditegur karena terlalu berbahaya mengendarai motor sambil mendengar lagu, kata Mama. Saya hanya mengambil nasihat itu untuk saya lebih sering nengok spion. Di jalan, saya bukan tipe pengendara yang senang kebut-kebutan. Paling cepat mungkin hanya 80km/jam, i…

Lelaki yang Menderita bila Dipuji

Image
Saya bukan murid yang pintar. Bahkan, rajin bukan kata yang bisa saya tanggung. Di sekolah, saya bukan murid yang sepulangnya langsung mengerjakan PR atau membaca buku sampai tertidur dengan buku yang menutup wajah. Jika ingin dikata, saya murid yang murid pemalas. Mengerjakan tugas kebut semalam. Belajar hanya saat ada ujian. Bukan tipe-tipe murid yang bisa dibanggakan oleh sekolah.

Namun, entah mengapa saya juga bisa masuk peringkat di SD dan SMP. Begitu mengherankan dan mulai menyebalkan. Terutama saat penerimaan rapor. Perlu saya katakan, mendapat pujian adalah memikul sebuah beban yang tidak perlu. Dan mendapat nilai bagus adalah sebuah kecelakaan. Contoh kecilnya, di rumah, adik saya yang pertama. Sedikit lebih pemalas dari saya. Jika ada kabar dari sekolah, sembari memarahi adik saya, Mama selalu menjadikan saudara yang lain sebagai tolok ukur. Sebelum adik saya yang kedua masuk SD, saya selalu yang harus memikul beban sendiri. Untungnya, adik saya yang paling bungsu, pintar da…

Fenomena Nonton Konser

Image
Malam Kamis kemarin, di acara Kendari Expo, Sabyan datang untuk menghibur. Itu diadakan di Lapangan Benu-Benua yang jarak dari rumah hanya beberapa ratus meter. Bisa jalan kaki. Itu bukan malam pertama kami kesana. Sebab, malam sebelumnya kami juga kesana untuk melihat pameran dan kuliner. Yang pergi adalah banyak dan malas untuk saya absen satu-satu.

Malam itu, kurang seru sih, meski keadaan terlihat menyenangkan karena ramai. Satu hal yang saya cari, tidak ada, dan itu adalah wahana. Meski HUT Sultra kemarin sudah sempat naik Gelombang Asmara, tapi saya betul-betul ingin naik lagi. Terutama mengingat lagi hal-hal yang pernah saya lakukan disini. Biasanya, kami tidak janjian. Tapi saat sudah ke pameran, terutama untuk naik wahana, saya bertemu dengan teman-teman yang lain untuk kami jalan bersama. Salah satu hal cemen yang tidak bisa saya lupakan. Itu sewaktu saya dengan angkuh menerima tantangan masuk ke Rumah Hantu. Yang naik hanya saya, sementara Mama dan yang lain keliling meliha…

Avengers dan HUT Sultra

Image
Seri penutup dari serangkaian film MCU ini dikemudian mendapat klimaks yang sangat epik di Avengers Endgame. Beberapa kali tertawa karena referensi yang pas, tak jarang juga adegan berat yang membuat air mata jatuh. Setidaknya, diantara banyak teori, juga kepala dibelakang maupun didepan layar yang berusaha membuat film ini jadi bagus, saya begitu menikmatinya hingga dua kali tonton.

Mau cerita sedikit, meski sebenarnya ini sudah saya cerita di Twitter. Jadi, tanggal 24 kemarin pas pemutaran Avengers Endgame hari pertama, saya sudah jauh-jauh hari berusaha untuk mendapatkan tiket. Itu lebih ke antisipasi saya agar aman di dunia maya. Sekitar jam 12 siang, saat itu sedang hujan. Saya ke depan Kampus tepatnya di Warung Adi Jaya karena ingin makan. Disana, ada dua teman saya yang juga akan makan. Kebetulan, dua kursi didepannya kosong, jadi saya bisa nebeng dimeja mereka.


Setelah makan, saya buru-buru karena cuaca sudah agak mendingan untuk jalan. Rintik hujan mulai menutupi kaca helm. S…

Mengajarkan Story Telling ke Adik

Image
Beberapa hari ini, saya rutin menjadi guru Bahasa Indonesia untuk Adik saya yang paling bungsu. Namanya Rini, dan sudah SD. Kegiatan ini bukan semata-mata agar saya ada peran seorang "kakak" dikeluarga. Itu lebih luas. Sebagai orang yang senang dengan cerita, saya mulai menerapkan adik saya masalah story telling. Terutama untuk cerita pendek.


Hari pertama, saya kasih dia soal:
1. Buatlah cerita di hari Minggu dari bangun tidur sampai sekarang?
2. Apa pengalaman yang paling kamu sukai?
3. Apa pengalaman yang paling kami benci?

Begini cerita dari Adik saya, Rini:

1.

Suatu hari aku bangun tidur langsung berwudhu dan pergi shalat. Setelah itu aku nonton tv seperti Masha and the Bear dan Monkey and Trunk. Pada saat itu perut saya lapar, saya ingin makan nasi kuning. Saya membeli 10 ribu dan saya makan berdua dengan Mama. Terus saya disuruh mandi sama Umi,"Rini pergi mandi kita pergi lelang ambil ikan."

Saya berkata"Iya ji."

Saya pun mandi tiba-tiba datang Andi&qu…

Sejarah Terbentuknya Kios Ummi

Image
Kira-kira awal 2017, saat Ari baru kembali dari Kalimantan, itulah dimana perjalanan Kios Ummi dimulai. Dulunya, kami memang sering jalan bersama. Itu adalah saya, Riki, dan Thariq. Dulu sekali, setiap malam Minggu saya dan Thariq selalu ke Telkom. Sekedar untuk mendownload atau bersantai menghabiskan malam Minggu yang panjang.

Saat Ari datang, kami mulai sering bersama lagi. Jika diabsen sebagai berikut: saya, Riki, Thariq, Ali Rendy (adik saya), Ari, dan Kak Rijal. Biar saya jelaskan satu persatu. 
Dimulai dari Riki yang dimana dia tinggal disebelah rumah saya bagian kiri. Teman main saya dari kecil hingga sekarang. Umurnya tiga tahu, dibawah saya. Matanya sipit dan punya saudara kembar perempuan. Lalu ada Thariq, teman main kecil saya (juga) yang cerita lengkapnya bisa dibaca di sini. Tinggal di sebelah kanan rumah saya. Kemudian Ali yang seumuran dengan saya, keluarga dari ayah Riki yang datang kesini untuk lanjut SMA yang sama dengan saya. Lalu Ada Ari, sepupu dari Bapak. Paling…

Tanda-Tanda Penuaan Sebelum Kepala Dua

Image
Memasuki umur 20, saya memiliki banyak sekali ketakutan. Terutama masalah hidup. Saya tidak tahu, tapi tetap berpikir bahwa ingin melanjutkan kehidupan diumur kepala dua ini seperti apa. Beberapa kebiasan buruk tentu saja harus saya tinggalkan. Dan, tentu saja, gejolak anak-anak dalam diri tidak bisa saya lepaskan seperti menekan tombol power. Masih lebih mudah untuk bermain bola di jalan dengan tiang sendal jepit daripada menahan diri untuk bersikap dewasa. Itu bukan saya.


Beberapa hari yang lalu, setelah bangun dari tidur siang, saya menemukan satu momen dimana Adik saya bermain dengan kawan-kawannya. Disana dia bertugas jadi koki. Saya nimbrung dan ikut bermain. Jika bisa saya katakan, kesenangan semacam itu yang tidak lagi saya temui. Main bola bersama kawan sudah sangat jarang. Hal-hal seperti itulah yang mengikis gejolak anak-anak kita untuk bermain.

Sebelum memasuki klub-orang-orang-berkepala-dua, saya sudah banyak mengalami banyak perubahan. Mulai dari yang mencolok sampai yan…

Surat Terbuka untuk Indihome

Image
Saya benar-benar resah dengan Anda. Bagaimana tidak, beberapa kali Anda mengecewakan saya dan beberapa orang rumah yang tentunya berimbas kepada saya. Oh, perlu saya jelaskan bahwa Anda tidak jahat untuk saya kirim surat ini. Jika Anda membaca surat ini, semoga apa yang saya tulis bisa menjadi pelajaran agar nantinya tidak terulang.




Agar lebih jelas, akan ceritakan dari awal. April 2018 Bapak saya ada niat pasang wifi. Sebenarnya, sudah lama saya dan adik-adik hasut. Tapi, baru benar-benar terealisasi sejak 21 April. Waktu itu, saya masih ingat, baru saja pulang dan ternyata teknisi dari Indihome sudah datang dan wifi sudah terpasang.

Mulai dari itu, saya orang yang jarang keluar rumah jadi sangat jarang keluar rumah. Di rumah, kerjanya nonton YouTube, streaming film, ngeblog. Dan, adik-adik juga begitu. Kerjanya cuma di rumah. Saat itu, sama sekali tidak ada masalah apa-apa. Kecepatan yang kami gunakan pertama kali yaitu 10 Mbps.

Beberapa tetangga perlahan mendekati dengan niat sambu…

Ke Pameran Daya Hidup Orang Laut

Image
Selasa kemarin, tanggal 12 Maret, saya dan teman kampus ke Gedung Pasca Sarjana Universitas Halu Oleo. Itu adalah kegiatan pameran fotografi "Daya Hidup Orang Laut" karya Rustam Awat. Berisi tentang kehidupan masyarkat suku Bajo dan hubungan eratnya dengan laut.



Hari itu, kami dapat ijin untuk tidak masuk kuliah agar bisa mengikuti pameran. Sejujurnya, ini adalah pengalaman pertama saya ke pameran, seingat saya. Setidaknya untuk pameran fotografi. Maka dari itu, saya bingung ketika dosen saya meminta untuk menulis review tentang pameran itu. Masa iya, saya mengatakan,"Gambarnya bagus, karena backgroundnya blur dan objeknya fokus."

Pameran seperti ini biasanya hanya saya temui di film atau sinetron. Terakhir, seingat saya, ada di film Velvet Buzzaw. Meskipun difilm itu bukan pameran foto, tapi lukisan.

Saya datang pagi dipukul 8. Teman-teman saya kemudian datang. Kami menunggu dibawa karena posisinya, digedung tempat acara dilantai atas dan ramai. Kami sempat naik h…