Posts

Showing posts from 2019

Mengajarkan Story Telling ke Adik

Image
Beberapa hari ini, saya rutin menjadi guru Bahasa Indonesia untuk Adik saya yang paling bungsu. Namanya Rini, dan sudah SD. Kegiatan ini bukan semata-mata agar saya ada peran seorang "kakak" dikeluarga. Itu lebih luas. Sebagai orang yang senang dengan cerita, saya mulai menerapkan adik saya masalah story telling. Terutama untuk cerita pendek.


Hari pertama, saya kasih dia soal:
1. Buatlah cerita di hari Minggu dari bangun tidur sampai sekarang?
2. Apa pengalaman yang paling kamu sukai?
3. Apa pengalaman yang paling kami benci?

Begini cerita dari Adik saya, Rini:

1.

Suatu hari aku bangun tidur langsung berwudhu dan pergi shalat. Setelah itu aku nonton tv seperti Masha and the Bear dan Monkey and Trunk. Pada saat itu perut saya lapar, saya ingin makan nasi kuning. Saya membeli 10 ribu dan saya makan berdua dengan Mama. Terus saya disuruh mandi sama Umi,"Rini pergi mandi kita pergi lelang ambil ikan."

Saya berkata"Iya ji."

Saya pun mandi tiba-tiba datang Andi&qu…

Sejarah Terbentuknya Kios Ummi

Image
Kira-kira awal 2017, saat Ari baru kembali dari Kalimantan, itulah dimana perjalanan Kios Ummi dimulai. Dulunya, kami memang sering jalan bersama. Itu adalah saya, Riki, dan Thariq. Dulu sekali, setiap malam Minggu saya dan Thariq selalu ke Telkom. Sekedar untuk mendownload atau bersantai menghabiskan malam Minggu yang panjang.

Saat Ari datang, kami mulai sering bersama lagi. Jika diabsen sebagai berikut: saya, Riki, Thariq, Ali Rendy (adik saya), Ari, dan Kak Rijal. Biar saya jelaskan satu persatu. 
Dimulai dari Riki yang dimana dia tinggal disebelah rumah saya bagian kiri. Teman main saya dari kecil hingga sekarang. Umurnya tiga tahu, dibawah saya. Matanya sipit dan punya saudara kembar perempuan. Lalu ada Thariq, teman main kecil saya (juga) yang cerita lengkapnya bisa dibaca di sini. Tinggal di sebelah kanan rumah saya. Kemudian Ali yang seumuran dengan saya, keluarga dari ayah Riki yang datang kesini untuk lanjut SMA yang sama dengan saya. Lalu Ada Ari, sepupu dari Bapak. Paling…

Tanda-Tanda Penuaan Sebelum Kepala Dua

Image
Memasuki umur 20, saya memiliki banyak sekali ketakutan. Terutama masalah hidup. Saya tidak tahu, tapi tetap berpikir bahwa ingin melanjutkan kehidupan diumur kepala dua ini seperti apa. Beberapa kebiasan buruk tentu saja harus saya tinggalkan. Dan, tentu saja, gejolak anak-anak dalam diri tidak bisa saya lepaskan seperti menekan tombol power. Masih lebih mudah untuk bermain bola di jalan dengan tiang sendal jepit daripada menahan diri untuk bersikap dewasa. Itu bukan saya.


Beberapa hari yang lalu, setelah bangun dari tidur siang, saya menemukan satu momen dimana Adik saya bermain dengan kawan-kawannya. Disana dia bertugas jadi koki. Saya nimbrung dan ikut bermain. Jika bisa saya katakan, kesenangan semacam itu yang tidak lagi saya temui. Main bola bersama kawan sudah sangat jarang. Hal-hal seperti itulah yang mengikis gejolak anak-anak kita untuk bermain.

Sebelum memasuki klub-orang-orang-berkepala-dua, saya sudah banyak mengalami banyak perubahan. Mulai dari yang mencolok sampai yan…

Surat Terbuka untuk Indihome

Image
Saya benar-benar resah dengan Anda. Bagaimana tidak, beberapa kali Anda mengecewakan saya dan beberapa orang rumah yang tentunya berimbas kepada saya. Oh, perlu saya jelaskan bahwa Anda tidak jahat untuk saya kirim surat ini. Jika Anda membaca surat ini, semoga apa yang saya tulis bisa menjadi pelajaran agar nantinya tidak terulang.




Agar lebih jelas, akan ceritakan dari awal. April 2018 Bapak saya ada niat pasang wifi. Sebenarnya, sudah lama saya dan adik-adik hasut. Tapi, baru benar-benar terealisasi sejak 21 April. Waktu itu, saya masih ingat, baru saja pulang dan ternyata teknisi dari Indihome sudah datang dan wifi sudah terpasang.

Mulai dari itu, saya orang yang jarang keluar rumah jadi sangat jarang keluar rumah. Di rumah, kerjanya nonton YouTube, streaming film, ngeblog. Dan, adik-adik juga begitu. Kerjanya cuma di rumah. Saat itu, sama sekali tidak ada masalah apa-apa. Kecepatan yang kami gunakan pertama kali yaitu 10 Mbps.

Beberapa tetangga perlahan mendekati dengan niat sambu…

Ke Pameran Daya Hidup Orang Laut

Image
Selasa kemarin, tanggal 12 Maret, saya dan teman kampus ke Gedung Pasca Sarjana Universitas Halu Oleo. Itu adalah kegiatan pameran fotografi "Daya Hidup Orang Laut" karya Rustam Awat. Berisi tentang kehidupan masyarkat suku Bajo dan hubungan eratnya dengan laut.



Hari itu, kami dapat ijin untuk tidak masuk kuliah agar bisa mengikuti pameran. Sejujurnya, ini adalah pengalaman pertama saya ke pameran, seingat saya. Setidaknya untuk pameran fotografi. Maka dari itu, saya bingung ketika dosen saya meminta untuk menulis review tentang pameran itu. Masa iya, saya mengatakan,"Gambarnya bagus, karena backgroundnya blur dan objeknya fokus."

Pameran seperti ini biasanya hanya saya temui di film atau sinetron. Terakhir, seingat saya, ada di film Velvet Buzzaw. Meskipun difilm itu bukan pameran foto, tapi lukisan.

Saya datang pagi dipukul 8. Teman-teman saya kemudian datang. Kami menunggu dibawa karena posisinya, digedung tempat acara dilantai atas dan ramai. Kami sempat naik h…

Malam Minggu Mabok Duren

Image
Malam Sabtu kemarin, itu ditanggal 2 Maret, saya dan Riki ke Kebi (Singkatan dari Kendari Beach). Disana sudah dibikin tempat nongkrong yang asik. Kami kesana karena sudah ada Ari dan Ali. Rencananya, kami cuma mau nongkrong. Hampir setengah jam kami disana. Kemudian Dandi datang. Sebelumnya Dandi dari rumah sakit, katanya cuma mau ketemuan sama temannya.

Kami bingung setelahnya mau ngapain, jadi kami nelpon Kak Rijal. Rencananya mau makan disalah satu warung makan favorit kami. Favorit kami yang mana? Yang bisa buat kami bikin datang dua kali lah. Tapi malam itu sebenar-benarnya kami mau ke warung makan didepan SD. Lokasinya di depan SD tidak jauh dari Lippo Plaza.

Pas Kak Rijal datang, kami tidak jadi makan. Katanya, Kak Rijal sudah makan dari rumah. Dari situ, Kak Rijal ada ide mau neraktir kita makan duren. Entah dalam perayaan apa. Mungkin cuman mau neraktir aja. Soalnya, seingat saya ulang tahunnya sudah lewat. Itu waktu kami ditraktir makan juga.

Dari situ, kami jalan nyari pen…

Fenomena Dilan Berlanjut

Image
Tahun 2015, tepatnya akhir SMP, saya membeli buku Dilan. Itu karena salah satu cuitan teman blog saya di Twitter. Kemudian, yang terjadi adalah saya suka dengan novel itu. Salah satu alasan untuk saya menabung uang jajan buat beli bukunya yang kedua, Dilan 1991.

Tahun 2019, setelah sukses dengan film pertamanya, film Dilan 1990, Iqbaal dann Vanesha kembali menggunjang perasaan seluruh masyarakat Indonesia di Bumi. Dengan beragam karakter baru dan konflik yang lebih banyak. Sebelum membaca lebih lanjut, alanglah baiknya sudah menonton atau lebih baik lagi jika membaca bukunya. Karena saya akan menjabarkan spoiler untuk mendukung argumen saya.

Baca juga: Fenomena Dilan.


Argumen? Mungkin iya, karena saya tidak ingin mennyebut ini sebagai sebuah ulasan. Dengan menyebut ini ulasan, secara tidak langsung saya menyebut diri saya kritikus. Saya lebih senang menjadi penikmat, yang tugasnya hanya nonton, menikmati, dan memberi respon dari sudut pandang personal. Lebih dari itu urusan orang lain …

Melewati Masa Kritis

Image
Belakangan ini, memang jarang publish postingan karena satu hal: laptop saya rusak. Rusak dalam artian beberapa tuts keyboardnya mulai tidak berfungsi dengan normal, casingnya patah, dan usb portnya tidak terbaca. Masalah keyboard sudah mulai muncul dari awal 2018. Itu dimana saya membeli keyboard cadangan. Tapi kali ini, bisa dikatakan kerusakannya sudah stadium akhir. Port usb untuk nyolok keyboard juga rusak, apalagi keyboard yang mulai tambah sulit untuk dipencet.

Jadilah, saya memilih jalan paling cepat dan murah. Tanggal 7, berarti malam Jum'at waktu itu, saya pergi ke tempat service komputer. Saya harap dengan instal ulang, port usb saya bisa kembali normal. Karena beberapa kasus, seperti kipas laptop masih berfungsi jika dicolok ke port usb. Jadi, mungkin masalahnya hanya sepele.

Saya masuk, sama seoranng Mba-Mba disuruh tunggu. Lalu datang beberapa orang, yang saya duga tukang servicenya. Dia nanya,"Mau apa?"

"Instal ulang," saya menyerahkan laptop len…

Dua Kabar Buruk

Image
Beberapa minggu ini, saya jarang publish diblog ini. Bukan karena saya cukup sibuk sehingga tidak punya waktu untuk mengisi blog ini. Tapi, beberapa bulan yang lalu, laptop saya mulai kambu dari penyakit lama. Beberapa keyboard seperti 6, Y, H, dan N sangat sulit untuk ditekan. Untuk mengetik itu saja, saya butuh tenaga ekstra.

Umur laptop saya memang tidak bisa dibilang muda. Usia laptop ini, sudah hampir 7 tahun kalau tidak salah ingat. Itu hadiah ulang tahun saya, sebuah laptop Toshiba Satelite C840 berwarna hitam dari orang tua. Rasanya senang sekali waktu itu. Beberapa bulan setelahnya, saya juga dibelikan modem. 
Sekarang, kondisi laptop ini sudah tidak segagah dulu. Sendinya sering pegal linu, daya tahannya sering drop, bahkan sudah tidak bisa diajak main lagi. Jadinya, saya hanya memakai laptop ini untuk menonton film, mengerjakan tugas, dan menulis blog.
Dan sekarang, keyboardnya mulai susah diajak kompromi. Salah satu anjuran yang pasti disarankan adalah memakai keyboard usb…

Oh, Januari

Image
31 hari di Januari saya habiskan dengan ngapain aja? Biar saya runutkan satu persatu. Sebelum itu, saya akan memberitahukan bahwa dari akhir Desember saya sudah libur hingga awal Februari. Jadi dipastikan, Januari adalah libur panjang saya. Pertanyaannya, saya ngapain aja?

Pertama-tama, karena ini libur. Panjang. Saya perlu membuat sebuah dobrakan untuk diri saya. Dari yang tadinya malas bangun pagi, jadi mulai bangun pagi. Dari yang tadinya tidak pernah olahraga, sekarang setiap hari jogging pagi. Dan, tentunya, saya sudah berhasil membuat rekor lari lima putaran. Rekor terbaik dalam hidup saya.
Di rumah, Mama dan Tante saya memulai usaha jual Pop Ice dan Gorengan. Berawal dari maraknya jualan Es Kepal Milo, ide kemudian tercetur untuk membuat. Namun, ide yang dulunya menjual Es Kepal Milo berubah menjadi gorengan dan Pop Ice. Dapat diduga, hype Es Kepal Milo mulai meredup dan goregan tak pernah mati.
Diusaha itu, saya tidak banyak mengambil peran. Paling hanya melayani warung jika y…

Perjalanan Menjadi Saitama

Image
Libur panjang dimulai ketika mata kuliah di semester satu berakhir. Mulai dari itulah, saya mulai kembali menikmati hari-hari yang selalu saya lakukan ketika libur: begadang. Setiap malam, bersama teman saya (ataupun sendiri), saya selalu bermain PUBG. Karena mulai sering begadang, pola tidur terganggu. Yang biasanya jam 11-12 sudah ngantuk, sekarang jam 3 pagi masih segar.

Saya merasa ini sebuah kesalahan. Disaat libur, saya tidak seharusnya begadang. Saya sudah janji akan rutin berolahraga disepanjang liburan ini. Maka dari itu, saya mulai memperbaiki pola tidur. Membuat jadwal mati hape, sehingga tidak ada alasan untuk begadang. Sejam setelah mencoba tidur, tidak bisa. Dan akhirnya memutuskan membaca buku hingga ngantuk pukul 3 pagi.

Setelah pola tidur mulai membaik, pada Minggu pagi rencananya kami (anak-anak lorong), ingin pergi ke Taman Kota untuk jogging dan senam. Namun, karena semalam begadang lagi, akhirnya batal. Maksudnya, beberapa dari mereka tetap pergi, sementara saya b…

Melihat Kehidupan Dari Perkembangan Game

Image
Sebenarnya, saat ini saya hanya ingin tidur. Tapi tentu saja tak bisa karena jadwal tidur saya sudah kacau lebih dulu. Semua bermula ketika libur dimulai. Awalnya hanya ingin merayakan libur dengan begadang semalam bermain PUBG di hape. Namun, karena keasikan, malah terbawa-bawa hingga malam berikutnya.


Malam itu, sehabis bermain Creative Destruction (game yang mirip Fornite) di hape, saya mencoba untuk tidur lebih awal. Alih-alih tidur, pikiran saya malah semakin liar. Badan saya tidak berhenti untuk bergerak dari kasur. Seakan ada hasrat dari tubuh yang mengatakan: "Ayo, Bangun! Mari begadang!"

Semakin saya lawan dengan memejamkan mata, semakin pikiran saya liar. Ini tidak mungkin pengaruh kopi tadi siang, pikir saya. Sampai kemudian, pemikiran saya sampai pada melihat perkembangan di dunia ini lewat perkembangan game.

Dulu, saya bermain tetris di sebuah konsol game yang dibelikan oleh Ibu saya. Saya masih ingat waktu itu, konsol tetris saya warna biru langit. Saya menghab…

Karena Liburan, Gagal Final

Image
Perlu saya katakan bahwa ini adalah salah satu perjalanan terpanjang yang pernah saya tempuh menggunakan jalur darat. Itu adalah malam Sabtu, dimana kami sudah mengumpul uang 100.000/orang untuk biaya bensin dan lain-lain. Yang akan ikut, diperkirakan sekitar delapan orang. Yaitu, Kak Rijal yang dimana bertugas menyetir, kemudian Ari, Dandi, Ali, Riki, Rendy, dan saya sendiri. Yang terakhir adalah Sudi, yang kami jemput di rumah kakeknya.

Rencana perjalanan ini sudah direncanakan sejak hampir setahun yang lalu. Itu waktu kami sedang nginap di hotel. Awalnya kami hanya ingin ke Danau Biru, yang waktu itu lagi hits-hitsnya. Namun, rencana kami ini lebih besar. Kami akan ke Kolaka mengelilingi beberapa objek wisata.

Malam Minggu tanggal 22, kami sudah hampir siap sebelum saya mendapat info dari grup kelas. Katanya, Senin ini akan ada final test. Saya mulai panik. Beberapa teman saya yang sudah ada di Kampung apalagi. Kami bernegosiasi di grup dengan keting kami Danil. Lewat teman saya, k…