Surat Terbuka untuk Indihome

Saya benar-benar resah dengan Anda. Bagaimana tidak, beberapa kali Anda mengecewakan saya dan beberapa orang rumah yang tentunya berimbas kepada saya. Oh, perlu saya jelaskan bahwa Anda tidak jahat untuk saya kirim surat ini. Jika Anda membaca surat ini, semoga apa yang saya tulis bisa menjadi pelajaran agar nantinya tidak terulang.




Agar lebih jelas, akan ceritakan dari awal. April 2018 Bapak saya ada niat pasang wifi. Sebenarnya, sudah lama saya dan adik-adik hasut. Tapi, baru benar-benar terealisasi sejak 21 April. Waktu itu, saya masih ingat, baru saja pulang dan ternyata teknisi dari Indihome sudah datang dan wifi sudah terpasang.

Mulai dari itu, saya orang yang jarang keluar rumah jadi sangat jarang keluar rumah. Di rumah, kerjanya nonton YouTube, streaming film, ngeblog. Dan, adik-adik juga begitu. Kerjanya cuma di rumah. Saat itu, sama sekali tidak ada masalah apa-apa. Kecepatan yang kami gunakan pertama kali yaitu 10 Mbps.

Beberapa tetangga perlahan mendekati dengan niat sambung-wifi-dong. Namun, hanya beberapa yang kami sambungkan. Itupun karena kepercayaan juga. Hidup saya jadi berubah sejak ada wifi di rumah. Dari yang tadinya terlalu sering beli paket, jadi mengurangi biaya paket saya. Jadi, saya hanya beli paket untuk kebutuhan di luar rumah. Di sekolah pun, waktu itu, ada wifi yang kalau sedang free class, kami numpang wifi di gazeboo dekat Labkom.

Beberapa bulan setelahnya, kira-kira awal Agustus saya dan orang rumah mulai merasakan hal-hal yang berkaitan dengan jaringan lemot. Dugaan awal kami, yaitu terlalu banyak user yang tersambung dan mengakibatkan jaringan lemot. Nah, setelah itu kami ganti password untuk mencegah hal serupa terjadi. Tapi, bulan berikutnya kembali terjadi, dan dugaan dan asumsi saya secara personal adalah jaringan lemot kerap terjadi di akhir bulan. Mungkin, pihak Indihome sengaja agar kami segera melunasi dan bisa menggunakan jaringan dengan lancar kembali.

Jaringan lemot ini sangat meresahkan beberapa pihak. Terutama beberapa orang rumah yang bermain game. Pasalnya, ketika ditengah-tengah game, jaringan lemot dan berujung pada AFK. Waktu itu, saya belum bermain game, jadi, saya tenang-tenang saja. Nonton YouTube dengan kualias 480p masih lancar meski untuk bermain game sudah sangat tidak memungkinkan.

Untuk itu, saya selalu menjadi perantara antar orang rumah dan pihak Indihome melalu jalur DM di Twitter Telkom Care. Memang, mereka selalu memberi solusi. Tapi, mereka juga terlalu kekurangan solusi sehingga saya jadi hapal solusi yang akan mereka berikan sebelum mengirim pesan. Salah duanya adalah: silahkan restart modem kembali kak, kemudian infokan kembali atau akan kami bantu restart kak, ditunggu infonya.

Setelah mengupdate hape, saya jadi bermain game juga. Karena itu, saya juga turut serta meresakan keresahan masalah bermain game ini. Kadang-kadang, saat sedang asik bermain, tiba-tiba ping jadi tinggi dan berakibat mati dibunuh musuh. Kemudian saya tahu, setelah mampir langsung ke kantor Indihome cabang Kendari. Katanya, jika diakhir bulan jaringan lemot, kemungkinan sudah melebihi setengah pemakaian internet. Jadi, pihak Indihome secara otomatis menurunkan kecepatan internet.

Maka dari itu, awal Januari saya kembali menghasut Bapak untuk meng-upgrade jaringan ke 20 Mbps. Sebab, awalnya, kami ingin memasang jaringan langsung ke 20 Mbps. Tapi, karena terburu-buru, Nandar, kakak sepupu saya men-setting hanya ke 10 Mbps. Setelah dihasur, Bapak akhirnya mau. Bukan semata karena hasutan saya. Tapi, karena Bapak sering karaoke di rumah menggunakan mic portable yang diputar melalui YouTube. Jadi, ia juga merasa jaringan sudah mulai lemot.

Keresahan berikutnya terjadi. Itu adalah ketika saya mau meng-upgrade tapi proses yang terlalu lama. Pihak Indihome sudah mengatakan bahwa jaringan sudah dinaikkan menjadi 20 Mbps, tapi saya tidak merasakan perubahan yang signifikan. Bahkan, sama saja, menurut saya dan orang-orang di rumah.

Saya beberapa kali melapor dan akhirnya, jaringan naik dan kecepatan mulai saya rasakan. Di rumah, tidak ada lagi kata mengeluh yang dibebankan kepada saya. Soalnya, saya kerap dijadikan objek ketika jaringan lemot.

Namun, keresahan berikutnya terjadi.

Saya awalnya meng-upgrade ke paket Netizen 2. Itu harganya 415 rb/bulan. Dan tiba-tiba, saya pembayaran melonjak jadi 530 rb dengan denda telat pembayaran. Saya jadi berpikir, mungkin karena ini pembayaran perdana setelah upgrade dan beberapa hari sebelumnya, modem wifi sempat diganti oleh teknisi. Bulan berikutnya, saya shock, harga mirip dengan bulan sebelumnya.

Saya bertanya kepada pihak Telkom dan meminta penjelasan. Sampai saat ini, saya masih mempertanyakan naiknya pembayaran bulanan ini. Nah, bicara masalah pembayaran, Ibu saya jadi ngomel karena harga naik dengan drastis. Pada saat saya ingin membayar tagihan untuk bulan Maret, itu pada tanggal 20. Sebelum ke Kampus, saya ke Indomaret untuk bayar. Tapi, tidak seperti biasanya, pembayaran tidak bisa. Saya berpikir positif dan mencobanya sepulang kampus. Selesai dari Kampus, saya coba lagi, padahal sudah hampir Maghrib. Tidak bisa.

Saya putuskan untuk pulang ganti pakaian dan mandi kemudian kembali agar saya tidak terlalu pusing. Saya kembali ke Indomaret dan pembayaran tetap gagal. Kata orang Indomaret,"Oh, jaringan lagi eror, mas."

"Tapi, saya liat orang tadi bisa, mas," kata saya.

"Biasanya memang begitu, mas. Ada yang bisa, ada yang tidak. Tergantung hoki."

Saya sempat jengkel karena merasa itu penjelasan yang kurang logis. Saya ke Indomaret yang lain. Dan tetap, tidak bisa. Saya menelpon orang rumah memastikan nomor yang saya masukkan benar. Saya kembali dan melihat ada beberapa orang yang juga tidak bisa melakukan pembayaran. Kemudian, saya melupakan kejengkelan saya dengan orang Indomaret.

Saya pulang malam itu karena berpikir bahwa memang jaringan sedang eror. Saya cek google untuk meriset. Sebuah postingan seseorang di Facebook pada tahun 2016 mengatakan bahwa, isinya kurang lebih seperti ini:

Jadi, di laman Facebook itu, ia berkata untuk berhati-hati membayar Indihome pada tanggal 20. Karena, pengalaman dia, waktu itu saat ingin membayar di Alfamart. Dan, jaringan eror (seperti saya). Waktu dia bayar pada tanggal 21, ia dikenakan denda 5%. Bayangkan, jika itu terjadi padan 100 ribu pelanggan, katanya.

Saat sedang menulis pos ini, saya riset dan menemukan artikel lain dari laman Facebook Tere Liye tentang keresahannya berlangganan Indihome. Saya jadi ragu, orang sebesar dia saja menulis dan pihak Indihome belum melakukan apa-apa. Mungkin tulisan ini hanya akan jadi bahan lelucon mereka. Oh, saya harap tidak begitu.

Dear Indihome,

Saya berharap akan ada kebijaksanaan yang bisa diterapkan. Ini sudah tahun 2019, dan seharusnya internet sudah tidak susah lagi untuk didapatkan. Ini wakil suara dari banyak orang. Semoga, jika kalian tidak berniat mengubah kebijaksanaan, akan ada provider lain yang datang dengan kebijaksanaan untuk kami bisa berubah pikiran.


Rahul,
Pemakai Jasa Internet

Comments

  1. Dear Indihome,

    Tulisan Saudara Rahul mungkin adalah segelintir keluhan dari pelanggan internet seperti saya yang sudah sangat kecewa dengan pelayanan Jasa Indihome.#2019 ganti provider..Bye Indihome.

    ReplyDelete

Post a Comment

Ini kolom komen lho..