Fenomena Nonton Konser

Malam Kamis kemarin, di acara Kendari Expo, Sabyan datang untuk menghibur. Itu diadakan di Lapangan Benu-Benua yang jarak dari rumah hanya beberapa ratus meter. Bisa jalan kaki. Itu bukan malam pertama kami kesana. Sebab, malam sebelumnya kami juga kesana untuk melihat pameran dan kuliner. Yang pergi adalah banyak dan malas untuk saya absen satu-satu.

Malam itu, kurang seru sih, meski keadaan terlihat menyenangkan karena ramai. Satu hal yang saya cari, tidak ada, dan itu adalah wahana. Meski HUT Sultra kemarin sudah sempat naik Gelombang Asmara, tapi saya betul-betul ingin naik lagi. Terutama mengingat lagi hal-hal yang pernah saya lakukan disini. Biasanya, kami tidak janjian. Tapi saat sudah ke pameran, terutama untuk naik wahana, saya bertemu dengan teman-teman yang lain untuk kami jalan bersama. Salah satu hal cemen yang tidak bisa saya lupakan. Itu sewaktu saya dengan angkuh menerima tantangan masuk ke Rumah Hantu. Yang naik hanya saya, sementara Mama dan yang lain keliling melihat-lihat. Beberapa orang dikumpulkan sebelum masuk. Itu kira-kira saya masih SD atau awal SMP. Saat hampir sepuluh orang terkumpul, kami naik ke tangga sambil menyodorkan karcis. Saya bagian depan bersama orang-orang yang tidak saya kenal. Suara Kuntilanak dari audio tertawa-tawa dari tadi. Sungguh bodoh memang. Sebagai anak yang tidak bisa tidur kalo dengar cerita horor, malah memberanikan diri masuk ke Rumah Hantu. Jadinya, sebelum turun ke tangga pertama, diujung lorong saya melihat orang dengan tampilan yang menyeramkan. Saya menghindar ke belakang, mau maju juga takut. Jadinya, saya naik ke tangga lagi untuk keluar. Saya perhatikan tidak ada yang mengenal saya. Buru-buru saya membaur dengan keramaian. Saat bertemu Mama, ia bertanya. Saya jawab bohong,"Tiket saya hilang." 

Nah, itu pengalaman buruknya. Yang lain semuanya kebanyakan baik. Apalagi hampir semua wahana saya coba waktu itu. Tapi jika boleh memilih, Gelombang Asmara adalah favorit saya. Selain masih bisa ditolerir oleh standar kengerian saya, juga seru, dan banyak cewek cantik naik. Berada diputaran itu dengan gaya cool, seakan sudah menjadi lelaki tampan sejagat.

Sayangnya, malam itu tidak ada wahana. Diganti dengan kuliner makanan. Kami tidak kesana untuk makan. Kami memutari lapangan, bertemu salah satu teman SMP dan SMA, kemudian ia menunjukkan saya salah satu booth. Katanya, dapat buah dan sayur gratis. Saya kesana bersama yang lain. Banyak yang mendaftar, hanya dengan menulis nama dan tanda tangan. Tapi hanya saya yang bersedia. Sayur dan buah dalam kantong plastik bening disodorkan. Hal bodoh yang saya tidak sadar, kami baru sampai, dan tidak mungkin saya membawa kantong berisi sayur untuk mengitari tempat-tempat lain. Jadi, dibelakang booth orang, saya menyimpan sayur itu. Kemudian kami kembali jalan.

Dan malam Kamis itu adalah yang banyak ditunggu. Orang-orang semakin ramai berdatangan. Saya datang dengan Ari, Nandar, dan Rendy. Nonton Konser di Lapangan Benu-Benua memang bukan hal yang baru. Itu sudah saya geluti juga sejak dulu. Bagaimana dulu konser Noah, meski dengan tiket, orang-orang menghancurkan seng penghalan untuk masuk gratis. Dan waktu itu benar-benar seru. Apalagi itu memang konser full yang disponsori. Sabyan malam itu hanya sebuah penampil untuk acara Kendari Expo. Saat Sabyan muncul, apalagi Nissa, semua langsung mengelilingi panggung. Berdesak-desakan mencari jalan agar berdiri dibarisan depan.

Diambil dari Kendaripos.co.id

Sejak lagu pertama, bahkan saat Nissa baru menyapa, yang terlihat hanya hape yang merekam. Jujur, itu benar-benar hal yang membuat saya agak kecewa. Soalnya, dulu, ketika saya nonton konser, kenikmatan menonton itu terletak pada saat sama-sama menyanyi. Apalagi saat sudah mulai chaos saking ramainya. Air mulai disemprotkan dan suasana bertambah seru. Itu tidak bisa dibayar dengan video yang sudah direkam dan ditonton ulang di rumah. Saya juga bingung, jika hanya ingin menonton video, ada banyak video Sabyan di YouTube. Tidak perlu repot berdesak-desakan hanya untuk merekam. Jika ingin membuat Story, apapun itu. Paling lama mungkin hanya 30 detik di WhatsApp dan 15 detik di Instagram. Ini adalah keresahan saya malam itu. Beberapa kali, ketika tangan sudah menghalangi, saya yang tidak terlalu tinggi hanya bisa melihat layar yang sudah disiapkan untuk hal-hal seperti ini. Meski begitu, masih ada hal-hal menyenangkan yang terjadi. Terutama ketika melihat beberapa orang tanpa hape ditangannya, bernyanyi mengikuti musik. Dan itulah yang menjadi kehangatan malam itu.

Hmm.. Hmm.. Hmmmmmmm...


Setelah itu, acara lain dilanjutkan. Ali datang dan kami mengitari lapangan dan beli es jeruk. Dari atas gor, kami nonton penampilan berikutnya sebelum pulang.



Sepulangnya, kami kumpul. Ada Ali dan Kak Rijal sebagai tambahan. Kami ke Warung Mie Siram, tempat kami makan biasanya. Bercanda dengan penjualnya. Yang lain kemudian makan, hanya saya yang tidak karena masih kenyang. Oh, disela-sela yang lain makan, Nissa vidcall saya.



Comments

  1. Hahah seru yaah.... eh tapi kok ga ada foto bareng nissa sabyan nya?

    ReplyDelete
  2. Eh... foto yang video call itu hoax kan?
    Iyaa yah kenapa orang yang datang konser malah videoin acara bukan nonton acara? tapi kalau gw jadi penontonnya juga kayaknya bakal gitu sih...wkwk

    ReplyDelete
  3. wkwkwk itu foto maksa bener

    gue juga ikut menyesal kehadiran gadget membuat manusia kurang menikmati hidupnya, lebih memilih mentingin instastory, status whatsapp. haus akan pengakuan. padahal bener kata lo, nonton konser ya pake mata. menikmati langsung sang artis di depan mata bukan sibuk rekam pakai hape. gue ikut prihatin bro.

    ReplyDelete
  4. Wah, kalau aku mah itu naik rumah hantu udah dari awal kutolak, gak bakal mau aku. Seru banget ya kayaknya itu Nissa Sabyan. Dan soal banyak yang ngerekam itu emang menurutku juga... gimana ya, kayak gak nikmatin gitu lo jadinya

    ReplyDelete
  5. Wah seru yaa ada nih nissa syaban datang ke kotanya. btw saya Ngakak pas liat endingnya, hehe😅

    ReplyDelete
  6. Saat ini kalau konser banyak yang pegang foto ya, semuanya pengen foto dan video. Nah itu untuk video bisa banyak dicari di youtube padahal ya. Mungkin gak cuma d.tonton ulang, Ul. Tapi d.upload juga di youtube..

    Haha.. Maksa foto terakhirnya :D

    ReplyDelete

Post a Comment

Ini kolom komen lho..