Goodbye C840, Wellcome S340

Setelah hampir tujuh tahun bersama laptop Toshiba C840 yang dibelikan oleh Bapak dan Ibu sewaktu ulang tahun, saya memutuskan untuk mengakhiri hubungan dengannya. Kami berpisah dengan baik. Dia sudah banyak membantu saya mengerjakan tugas, membuat video, sampai mengisi waktu luang saya untuk mengisi blog ataupun menonton film. Tapi, tentu saja itu sudah tidak bisa diteruskan mengingat C840 itu sudah sering sakit-sakitan.

Awalnya dimulai dengan engsel yang patah. Jadi, engsel untuk menutup laptop itu patah dan karena itu, laptop sudah tidak bisa ditutup secara sempurna. Itu menjadikan laptop selalu dalam keadaan terbuka setiap saat. Kemudian batrei yang mulai kala. Maksudnya, batrei sudah tidak bisa diandalkan tanpa sambungan listrik. Jadi, mau tidak mau, laptop harus selalu dalam keadaan dialiri listrik. Berikutnya adalah cas yang rusak. Ini bukan bagian dari laptop, tapi karena ini menyangkut masalah hidup tidaknya laptop saya menjadikan ini sebagai sebuah kendala yang musti yang tulis. Dan berikutnya, berbagai penyakit lain bermunculan.

Puncaknya dimana saya merasa benar-benar harus mencari pengganti C840 adalah ketika keyboard sudah saya ganti beserta casing tapi masih penuh dengan masalah. Kemudian didukung dengan kerusakan colokan port usb. Itu semakin membuat saya pusing ketika mau meng-copy tugas dari laptop ke flashdisk untuk di-print. Saya tentu masih punya banyak akal. Saya hanya tinggal mengupload di googledrive dan mendownloadnya kembali lewat hape. Tapi, dengan keyboard yang mulai eror, rasanya mengerjakan tugas saja sudah malas, apalagi menulis blog kembali.

Jadi, dari tahun kemarin, saya mulai gencar untuk menabung. Saya menyisihkan uang belanja dan menutup rapat-rapat pengeluaran yang tidak perlu. Alhasil, dibulan Februari ini, banyak hari besar terjadi. Yang pertama, hari dimana saya untuk yang terakhir kalinya melihat laptop saya yang pada Senin malam di 3 Februari. Awalnya, saya iseng untuk membuat postingan di beberapa grup Facebook di daerah saya. Diluar dugaan. Ternyata banyak yang berminat. Saya awalnya mematok harga yang sama dengan beberapa orang. Ada yang deal dengan turun 20% dari harga yang saya patok, namun saya harus ke tempatnya untuk di cek terlebih dahulu. Karena pada waktu itu saya sakit, saya mengutamakan yang dekat saja. Ada seseorang, yang ingin melihat keadaaan laptop saya, kami akhirnya bertemu di dekat rumah saya. Ia mengecek beberapa menit dan kemudian bertanya,"mau jual berapa laptopmu ini?" Yang padahal, dari obrolan kami, sudah terjadi deal turun 40% dari harga yang saya patok. Namun karena ia melihat engsel laptop saya, ia menurunkan lagi hingga 50%. Saya berpikir sejenak, kemudian mengiyakan. Awalnya, saya ingin membawa pulang dulu laptop itu, untuk mem-backup beberapa file. Namun katanya, ia saja yang akan melakukanya, ia punya banyak hardisk di rumah.

Ini dari foto pembeli laptop saya yang sedang mem-backup file

Perpisahan malam itu cukup melankolis. Sebab, bersama laptop itu sudah banyak kenangan yang terjadi. Ia menemani masa-masa remaja saya. Namun saya juga butuh uang untuk menambah hasil dari tabungan saya agar bisa membeli laptop yang baru sesegera mungkin. Akhirnya, setelah penantian yang begitu lama, 8 Februari 2020 saya menulis catatan kecil ini pada laptop baru saya: S340. Saya senang karena rasanya, sudah berhasil beberapa kali membeli barang dengan uang sendiri dan merasakan animo menulis seperti enam tahun lalu ketika baru saja membuat blog. Tangan yang basah dan jari yang sangat perlahan pada saat bersentuhan dengan tuts keyboard.

Pagi sekali, saya datang di tempat penjualan di jalan by pass yang ternyata belum buka. Saya singgah sebentar untuk sarapan sembari menunggu tempat itu buka. Tadi malam, saya sudah mengecek laptop itu, ada dan alhamdulillah saya tidak perlu lagi mengeluarkan uang lebih untuk ongkos kirim belanja online. Seorang perempuan melayani saya dengan menerangkan beberapa info tentang laptopnya. Dari mulai masalah batrei, ram, dan lain-lain. Saya hanya menyimak karena info itu sudah saya tahu sejak menonton banyak referensi video saat mencari laptop. Jadi, channel macam jagat review, DK ID, ataupun GadgetIn adalah tontonan saya selama beberapa pekan ini.

Saya diarahkan ke meja kasir, untuk membayar dari nominal harga yang sudah dicantumkan. Saya mengeluarkan uang dari dompet dan sisanya dari tabungan yang saya ikat dengan karet. Kami (maksudnya saya dan kasir) sama-sama menghitung jumlah uang. Ia mengembalikan 10 ribu rupiah karena uang saya lebih, katanya.

Saya rasa, hanya itu dulu yang bisa saya catat. Mungkin lain kali ada hal yang perlu lagi saya katakan tentang masa-masa bersama laptop saya yang dulu dan kesan bersama laptop yang sekarang. Mudah-mudahan saya makin sering menulis di blog ini.


Comments