'Golden Boy': Ikon Anak Muda Idealis

Saya jarang nonton anime, sekalinya nonton paling anime jenis Slice of Life, atau cerita tentang keseharian. Saya paling susah diajak nonton fantasy, makanya sejak jaman SD ngobrolin Naruto saya orang yang cuma ngangguk-ngangguk. Sekalipun nonton anime, paling dari Space Toon dan Indosiar.

Setelah ada anime yang saya suka (selain Ano Hana),  akhirnya saya punya tambahan anime favorit. Saya jadi bisa ada tambahan obrolan ketika ditanya tentang Anime. Masih dengan tema Slice of Life tapi dengan sub-tema Ecchi: Golden Boy.


Karena sering main ke blognya bang Arip, saya dapat banyak rekomendasi, tapi bukan ini salah satunya. Golden Boy saya dapat dari postingan gambar meme di Facebook. Saya iseng nyari pake google image search, dan akhirnya ketemu dengan anime ini. Berangkat dari penasaran, saya akhirnya nonton.

Spoiler alert! buat yang belum nonton, ditutup dulu. Kecuali memang ingin baca.


Golden Boy sederhananya bercerita tentang seorang anak muda bernama Kintaro Oe yang melalang buana menjadi pekerja paruh waktu. Kintaro Oe keluar dari sekolah karena merasa telah menguasai semua kurikulum. Dengan sepedanya, ia berpetualang dari satu daerah ke daerah yang lain dengan pekerjaan yang berbeda-beda. Setiap episod, kita akan diberi cerita yang berbeda dan terkesan tidak ada ikatan dengan episod sebelumnya. Hingga pada episod terakhir, semua benang merah mulai terlihat.

Ikon Anak Muda Idealis

Bagi saya, Kintaro Oe adalah ikon anak muda idealis yang cukup memorable. Ia cukup eksentrik, sama seperti Lupus, Rangga, maupun Dilan. Sebagai anime Ecchi, kadang-kadang memang terlihat agak mesum didepan perempuan. Ia digambarkan sebagai karakter yang senang dengan perempuan, namun meski begitu ia cukup tekun dalam belajar.

Meski sering diremehkan, Kintaro tekun dalam belajar. Kintaro banyak mencatat segala hal dalam buku catatannya. Buku tersebut banyak berisi tentang hal yang ia pelajari dari sekeliling sampai catatan sehari-hari yang biasa kita sebut sebagai diary.


Tidak ingin terlihat sama, tapi saya mulai menjadikan blog ini juga sebagai catatan. Sejak awal tahun kemarin, saya mulai menulis banyak hal diluar dari kegiatan sehari-hari. Saya menulis tentang film, buku, sampai makanan. Yang belum saya bahas secara spesifik hanyalah musik, mungkin nanti.

Perempuan-Perempuan Kintaro

Saya tergolong baru menonton anime Ecchi meski sudah mendengarnya sejak SMA. Awalnya saya tidak begitu tertarik. Saya pikir, jika ingin menonton Ecchi mending sekalian nonton bokep. Tapi ternyata anime Ecchi punya daya pikat sendiri. Apalagi Golden Boy mengusung tema yang menarik.

Dalam 6 episod Golden Boy, kita diperlihatkan 6 perempuan yang ditemui oleh Kintaro.

1. Madame President


Muncul di episod 1, Madame President digambarkan sebagai perempuan yang bekerja sebagai presiden dalam perusahaan perangkat lunak khusus wanita. Disini, Kintaro Oe bekerja sebagai tukang bersih-bersih.

2. Naoko Katsuda


Dalam episod 2, Kintaro Oe bekerja sebagai tutor untuk seorang anak atasannya. Naoko diam-diam mengambil catatan milik Kintaro dan membaca hal tentangnya. Ia kesal dan menjebak Kintaro didepan ayahnya. Kintaro dihajar habis-habisan karena mengatakan hal untuk melindungi Naoko. Karena itulah, Naoko sadar dan terkesan bahwa Kintaro adalah pria yang hebat.

3. Noriko


Setelah kecelakaan, seorang pemilik restoran Udon menjadikan Kintaro sebagai karyawan. Kintaro akhirnya akrab dengan Noriko, anak dari pemilik restoran. Kintaro berusaha menghalangi niat jahat seorang pengusaha untuk mendekati Noriko.

4. Ayuko Hayami


Dari karyawan restoran Udon, Kintaro menantang seorang pelatih renang lokal, Ayuko Hayami, untuk berlomba. Sebelum itu, Kintaro harus belajar untuk berenang. Dengan gigih, ia berusaha untuk memahami teknik dari pelatih-pelatih yang lain.

5. Reiko Tarayama


Setelah diberhentikan jadi pelayan di rumah keluarga kaya, Kintaro menantang Reiko Tarayama untuk berlomba dengan dalih mendapatkan hatinya. Reiko adalah tipe perempuan yang tidak suka dengan laki-laki, ia cenderung lebih senang dengan sepeda motornya. Kintaro mencoba membuktikan kepada Reiko bahwa ia bisa mengalahkannya meski hanya dengan sepeda kayuh.

6. Chie


Dalam episod terakhir, Kintaro bekerja sebagai pesuruh di salah satu studio animasi. Kintaro akhirnya dekat dengan Chie, salah satu animator di tempat ia bekerja. Saat kesulitan terjadi, Kintaro akhirnya menjadi orang yang meng-handle semuanya. Disinilah, benang merah dari semua karakter perempuan terlihat.

Topik-Topik Sensitif

Bukan karena anime ecchi, Golden Boy tidak bisa mengangkat topik yang serius. Malah Golden Boy banyak menyinggung topik yang sensitif macam politik korup atau pengusaha yang menghalalkan segala cara untuk mendapatkan apa yang ia inginkan.


Dibalik dari konyolnya karaker Kintaro, ia bisa diidentikkan dengan karakter yang tegas pada kejujuran. Ia bahkan rela dihajar karena memperjuangkan kejujuran demi melindungi orang terdekatnya. Meski kuat, Kintaro tidak senang dengan kekerasan. Ia bisa saja memukul jatuh orang yang ia benci, tapi ia bukan orang seperti itu. Meski kadang sangean, Kintaro adalah laki-laki yang rendah hati.

Adaptasi Manga

Sama halnya dengan Ano Hana, Golden Boy juga merupakan adaptasi. Bedanya, Ano Hana adaptasi novel sedangkan Golden Boy adaptasi manga. Jika menonton anime saja jarang, apalagi membaca manga. Saya jadi ingat waktu SD saat main ke rumah teman saya. Di kamarnya, ada puluhan atau mungkin ratusan komik Naruto. Karena baik, beberapa teman yang datang dipinjamkannya.

Golden Boy Manga

Meski tidak mengikuti manganya, saya sangat senang dengan animenya. Jujur, jika disuruh memilih saya lebih senang dengan kartun-kartun lama. Bagi saya, gambar dua dimensi sangat otentik. Mungkin bagi sebagian orang akan merasa itu kuno. Tapi tidak masalah karena itu menyangkut selera.

Awalnya saya pikir, Golden Boy hanya anime ecchi biasa yang karakternya cuma sange sama perempuan. Lebih dari itu, Golden Boy bagi saya anime yang cukup membekas. Sama seperti menonton Ninja Hatori masa SD, Golden Boy punya hal tersebut. Hal yang tidak bisa dijelaskan secara verbal.

Lagi-lagi ini masalah selera. Meski begitu, saya tetap suka dengan One Punch Man, atau Attack on Titan. Tidak peduli apapun jenisnya, apapun formatnya. Sesimpel, suka yah suka aja. Tidak ada batasan antara saya ingin menikmati ini dan tidak menikmati itu.

Post a Comment

9 Comments

  1. Hihi padahal pernah bikin rekomendasi anime 6 episode, ini masuk salah satunya, tapi masih di draf sih soalnya baru ada 3 sama Gunbuster (1988) dan FLCL (2000).

    Sering ketuker juga antara ecchi sama hentai (yg emang beneran bokep), saya nonton anime ecchi buat nyari ketawanya bukan buat masturbasi. Malah sering nemu juga alur cerita yg bagus atau drama romance yg gemesin. Dulu manga Golden Boy pernah diterjemahin ke Indonesia juga dan jadi incaran bocah2 buat dipinjem.

    Untuk anime Golden Boy, waifu favorit yg biker itu kalau episode sih yg terakhir itu yg soal animator, ini nyentil banget soal sisi gelap industri anime.

    O benkyou! Benkyou! Tak ada hari tanpa belajar dan mencatat.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ohiya, saya pas nulis ini juga mau ngulik perbedaan ecchi dan hentai. Tapi agak ragu kalo penjelasan saya bisa dimengerti karena belum terlalu paham.

      Oh, Chie yah? Kalo saya sukanya Naoko

      Delete
  2. Saya malah baru tahu anime Golden Boy, kudet juga ya saya. Soalnya saya kurang suka anime yang berkisah tentang kehidupan sehari-hari, malah sukanya yang fantasi seperti Doraemon atau dragon ball. Saya bahkan pernah punya komiknya full set tapi sekarang udah hilang entah kemana.

    Baik hati juga ya kintaro, biarpun ia kelihatan agak mesum tapi punya hati baik. Tak heran cewek nya agak banyak. Kira kira siapa yang akan jadi pasangannya? Apakah Noriko?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Doraemon kan juga kisah sehari-hari, meski dibalut fantasy. Begitu juga dengan dragonball. Tapi kalo memang begitu, seharusnya saya ngga boleh bilang ngga suka sama genre fantasy dong yah?

      Oke, saya ralat. Saya tidak begitu mengikuti beberapa genre fantasy.

      Kintaro kayaknya mau bertualang dulu. Kalo cerita manga, kayaknya perjalanannya tetap berlanjut. Bukan cuma selesai di sini.

      Delete
  3. Walaupun anime, tapi menurut saya anime itu juga banyak pelajarannya. Saya baru tahu soal golden boy ini tapi kayaknya menarik.
    Btw saya juga suka banget attack on titan, salah satu anime yang keren dan bikin saya nontonnya marathon seharian. Kalau anohana saya nonton yang live actionnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah, ini yang perlu saya tekankan. Saya paling tidak suka menikmati sesuatu atas dasar pesan moral. Saya menikmati film, serial, ataupun anime sebagai sajian audiovisual. Jika memang menyampaikan pesan baik dan berhasil, itu bonus. Storytelling, first.

      LA Ano Hana keren, tapi masih lebih keren animenya.

      Delete
  4. Busyet dah, golden boy mah hentai, lebih berat dari anime ecchi walo masih semi-semi 😂😅. Seinget saya, Si Kintaro emang gak mesum-mesum amat. Dia yang paling tahan godaan kayaknya. Karena dia Si karakter utama. Yang paling jujur emang. 😂

    Boleh nanya, Apa Mas Rahul pernah baca atau liat satu aja isi komiknya ?? penasaran 😂😂

    Saya jadi tau ini manga, gara-gara salah gaul pas jaman-jaman jadi anak baru di kampus wkwkwk... anak-anak cowok kan suka saling pinjem. Sialnya mereka itu suka jahil dan nitip komik2 itu ke saya sampe sekantong kresek. Dan sialnya lagi saya suka iseng baca-baca karena dikira manga biasa 😂🤣

    Pernahlah beberapa kali, liat temen cewek jerit-jerit pas liat isinya 🤣

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setau saya kalo hentai sudah ada ada adegan seks, ini mah tidak.

      Saya liat komiknya saat research, tapi tidak baca. Setau saya, komiknya lebih vulgar dari animenya. Iseng baca atau gimana nih? Saya mah iya-iya aja 😁

      Delete
  5. Saya juga gitu, kalo temen2, khususnya temen cowok nyeritain naruto mah ngangguk aja. Pokoknya yang action, lewat deh saya. Jarang nonton anime, hanya sesekali itupun pilih2. Ya kali semuanya ditonton hahaha

    Nontonnya yang romance sih wkwk Macam Kimi no nawa, tenki no ko, oiya kimi no uso juga. Charlotte tuh keren suka banget. Ada sih satu nonton yang agak action yang death note :3

    ReplyDelete

Terimakasih sudah membaca. Sila berkomentar terkait tulisan ini.