Sunmory Check

Bisa dibilang kami adalah manusia-manusia yang penuh dengan rencana meski seringkali dadakan. Itu adalah Minggu kedua Juli saat kami berencana refreshing ke pantai. Meski begitu, rencana ini sebenarnya tidak datang begitu saja. Sudah direncanakan jauh-jauh hari sebelum Riki melaksanakan ujian SBMPTN.

Setelah dari Pondok Kak Rijal, kami pulang sepagi mungkin. Kemudian bersiap-siap. Yang pergi 10 orang dan 5 motor antara lain saya, Ari, Ali, Riki, Noval, Rendy, Dandi, Restu, Dila, dan Naila. Setelah membeli bekal makan, kami berangkat pukul 10 dari rumah. Sampai sekitaran pukul 11 karena hujan di perjalanan.

Di gerbang Pantai Toronipa, kami melakukan pemeriksaan masker dan suhu badan. Kami masuk tanpa membayar karena membawa Noval, salah satu orang yang cukup dikenal di sana. Akhirnya, uang kami alihkan untuk menyewa gazebo yang dimana juga punya kenalan Noval. Kami banyak bersyukur sebab kami tidak perlu mengeluarkan banyak uang seperti biasanya.

Meski begitu, saat itu kami agak kecewa. Air belum naik sampai jam 2 siang. Kami sudah makan dari bekal yang kami bawa. Dari ujung laut, tidak ada tanda-tanda air akan meninggi kecuali beberapa gulungan ombak kecil.

Kami akhirnya memilih untuk hunting foto saja di ujung pantai. Itu diajak dan diarahkan oleh Noval yang sangat akrab dengan wilayah tersebut. Dila dan Naila memilih untuk tetap di gazebo menjaga barang. Kami sampai ke ujung pantai, menemukan spot foto yang cukup bagus. Kami bergantian melakukan foto. Karena pasir yang halus, saya sempat menulis beberapa kali di sana. Tidak bagus. Tapi tetap jadi momen yang cukup menyenangkan.

Sunmory Check




Waktu itu, langit masih mendung. Beberapa kali air mengenai pipi tapi tidak terlalu banyak sehingga kami tak perlu berlomba lari ke gazebo. Barulah ketika sampai, hujan rintik mulai turun dan kami berlindung pada atap gazebo ditemani lagu dan obrolan.


Meski begitu, saya masih berharap untuk turun ke pantai. Persoalannya, saya sudah basah sejak dari perjalanan pergi. Menerobos hujan dan membawa motor adalah satu kesalahan. Apalagi, jas hujan saya pinjamkan ke Dila. Beberapa dari kami basah, tapi cuma saya yang kuyup.

Karena air belum kunjung naik, semuanya sibuk sendiri. Ada yang tidur, ada yang main hape meski tidak ada sinyal, ada yang hanya mendengarkan musik ataupun foto-foto. Ali sibuk mencari hapenya yang hilang. Setelah lama mencari, ia menemukannya sendiri, di tasnya sendiri.

Saya mengajak Riki dan Rendy untuk turun karena mulai merasa bosan. Kami berjalan menuju tengah pantai, tempat beberapa orang bermain dan airnya terlihat dalam. Meski begitu, saat sampai kami tak kunjung merasa puas. Airnya hanya sepinggang. Saya duduk agar bisa berendam. Riki berdiri sambil mencuci mukanya. Katanya biar jerawatnya kering.

Setelah capek, kami kembali. Menarik Dandi ke laut meski tak bisa. Riki bergegas ke kamar mandi untuk gantian. Saya hanya mengganti dari baju basah ke jaket. Karena membawa motor, saya agak lemas mengingat jalan yang tak rata, penuh lumpur dan becek. Sebelum benar-benar pergi, gerimis turun.

Kami memacu motor ditengah gerimis. Saling salip-menyalip satu sama lain. Ada beberapa mobil yang membuat macet di tengah jalan bisa kami salip. Setelah mendapatkan jalan aspal, saya akhirnya menarik napas lega. Di sana, setelah mengisi bensin, Naila yang tadinya diboncengi Dila sekarang dibonceng Noval, sementara Ari yang bersama Noval sekarang memboceng Dila. Itu kami lakukan agar perjalanan berjalan lancar untuk kaminya ngebut.

Di perjalanan, hujan turun dan terasa sakit saat mengenai wajah. Saya mengganti helm agar bisa menurunkan kacanya. Setelah itu, kami hanya fokus mengendarai motor ditengah hujan yang tak pasti. Kadang gerimis, kadang deras. Sesekali kami menyalip mobil agar jalan kedepannya bisa lebih cepat. Di pinggir kiri jalan, terdapat motor yang sepertinya baru saja mengalami kecelakaan. Membuat saya lebih berhati-hati. Perjalanan cukup menyenangkan. Sampai akhirnya kami membongkar muatan saat tiba di rumah. Menyiram motor yang penuh lumpur, dan segera mandi.


Bonus foto dan video:

Post a Comment

22 Comments

  1. Asyique banget ya masa muda itu, nikmatilah, besok-besok lebih banyak dinikmati sama anak istri :D
    Akan sangat banyak kehilangan waktu dengan teman-teman, karena teman kecil akan selalu membuat waktu kita terasa lebih indah, eaaa..

    Btw laki mah enak ya, kalau mau cus langsung cus, nggak kebanyakan persiapan kayak cewek hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, sekarang lagi banyak-banyakin main selagi masih bisa dan sempat.

      Saya punya teman perempuan, orangnya sangat aktif, orangnya yes man. Kalo diajak kemana-mana, jarang nolak

      Delete
  2. Berasa flashback jaman SMA dulu, temen-temen main kerumah, terus inisiatif buat jalan ke air terjun Coban Rondo di Malang. Itu jadi pengalaman pertamaku naik sepeda motor sejauh itu. Mana jalannya berkelok-kelok pula. Maklum anak cupu, naik sepeda motor bisanya jarak dekat.

    Btw, kalau dari yang aku baca, kamu sama temen-temen jalannya pas udah pandemi ini ya? Cuman mau nitip pesen, ati-ati. Semoga sehat selalu kalian semua.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, masih suasana pandemi dan makanya saya tidak berencana menyinggung ini lebih banyak dalam pos karena terlalu sensitif. Terimakasih sarannya, kak Pipit juga jaga kesehatan

      Delete
  3. Keseruannya berasa banget saat membaca post ini 😁
    Bahkan saya jadi ikut membayangkan berada di gazebo saat hujan turun, kok rasanya rileks banget ya? Apalagi nggak ada sinyal di sana, seakan kita memang diharuskan untuk berhenti sejenak dari keriuhan hidup. Hahaha.

    Selagi masih muda, enjoy your life ya 😁

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalo anak Indie mah tinggal kopinya tuh. Tapi hari itu, saya bawa kopi juga dari rumah. Sudah agak dingin pas sampe di pantai. Makanya langsung diminum saja.

      Darah muda, darahnya para remajaa.

      Siaap kak Lia 😁

      Delete
  4. Terakhir kali jalan-jalan sama temen-temen ramean gini kapan ya. Gak ingat sama sekali. Terakhir perjalanan jauh ke pantai sekitar 4-5 jam dari rumah bulan lalu, itu pun sama keluarga. Dan enggak begitu menikmati tempatnya karena ternyata waktu datangnya salah. Arusnya lagi kencang jadi gak aman buat berenang.

    Ngomong-ngomong, di tempat saya udah panas banget kek neraka, kamu masih kehujanan aja.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, ngga tau nih, masuh sering gerimis dan sesekali hujan deras. Mungkin masuk Agustus baru cerah

      Delete
  5. Duuuuh serunya mas Rahul, bisa jalan-jalan sama teman-teman :D menikmati masa muda selagi bisa ~ saya pribadi nggak ingat kapan terakhir seru-seruan sama teman sekolah hahahahaha. Sekarang masih sih seru-seruan kumpul bareng sesekali sebelum si coro menyerang. Tapi pembahasannya sudah beda :)) yang dibahas berat semua sampai kadang pulang ke rumah jadi pusing kepala hahahahahaha.

    Eniho, enjoy it while it lasts, mas -- semoga akur selalu bersama teman-temannya dan tumbuh dewasa bersama, saling support hingga tua :D cheers!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ha ha ha, ada masanya kami ngobrolin yang cukup serius dengan topik yang sedang kami jalani. Tapi kami mah dibawa seru aja. Pulang capek bisa langsung tidur. πŸ˜…

      Siap kak Eno. Aamiin.

      Delete
  6. Asyik banget liburan dadakan gitu, foto-fotonya bikin saya pengen liburan juga. Udah lama nggak dolan.
    Saya bayanginnya kok dingin banget ya, gerimis trus di pantai...

    Itu temennya Ali, kok kayak saya, suka lupa sama barang sendiri😁

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kadang, hal yang dadakan akan lebih seru dari rencana yang persiapannya matang

      Delete
  7. temannya yang ketriwal hape persis seperti saya hul, suka lupa naruh hape eh taunya ada di tas sendiri haha

    bermain pasir di pantai yang sepi dan juga mendung sungguh kombinasi yang aduhai, bahkan tambah menyenangkan lagi kalau ada kenalan orang dalam sehingga bisa menikmati gratis tak perlu bayar karcis

    tapi ya siap siap pulangnya meriang karena masuk angin habis ujan ujanan haha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dalam lingkaran pertemanan, kita pasti punya macam ini 😁

      Saya mah cuma butuh Indomie, telur, sama freshcare sudah cukup.

      Delete
  8. Kangen momotoran ke pantai, sensani yg paling dikangenin itu pas pergantian dari suasana pegunungan ke aroma laut, karena saya ya dari Bandung, kalau mau nemu pantai harus naik-turun gunung. Momotoran pas hujan juga seger, pernah momotoran 4 hari 4 malem pas musim hujan, dari hari pertama hujan terus.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Meski tidak naik-turun gunung, tapi sepanjang pesisir pantai kami juga melewati beberapa pemandangan gunung.

      Seger kalo abis motoran langsung makan mie sama telur, kalo tidak yah tumbang juga πŸ˜…

      Delete
  9. Aku td sampe cek Google dulu, pantai toronipa ini di mana :D. Ternyata Kendari yaaa...

    Ini ingetin aku pas zaman2 masih sekolah dulu mas. Kebetulan aku besar di Aceh Utara yg mana itu daerah pesisir. Jd ada pantai yang selalu jd andelan temen2 untuk refreshing :D. Naik motor bareng, sampe di pantai, duduk2 aja di gazebo udah seneng, sambil makan bekal. Pantainya sendiri ga terlalu dianjurkan utk berenang, Krn ombaknya tinggi, dan sering makan korban. Makanya tiap kesana cm duduk aja melihat pantai :D.

    Kangen sih kayak begitu lagi Ama temen2.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, di Kendari kak. Cukup dekat dengan rumah, jadi selalu jadi pilihan kalo mau ke pantai.

      Kalo ke pantai, jarang sih ngga mandi soalnya kadang kalo pulang kering biasanya ditarik ke laut atau disiram air. Kebetulan sih ini air naiknya lambat, jadinya refreshingnya ngga begitu maksimal.

      Delete
  10. Duh baca ini seakan-akan ikut menikmati suasana di pantai dan ngaso di gazebo sambil lihatin hujan.

    Biasanya gitu ya, jalan-jalan tanpa rencana malah semuanya hayuk. Saya juga begitu soalnya, kadang malah di hari yang sama random nelpon teman untuk ketemuan, langsung diiyakan hahaha

    Pengennya nyebur ke laut malah berakhir naik motor sambil menerobos hujan ya, Mas. Tapi gapapalah masih muda, dinikmati selagi bisa, apalagi bareng sohib-sohib gini 😁

    Btw, temennya si Ali kok kayak saya sih, suka rempong nyari barang, ternyata ada di tangan sendiri πŸ˜‚

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sambil dengerin Fourtwnty, Danilla, atau Banda Neira pake kopi hitam 😁

      Iya, kadang suka bingung sendiri. Rencana dadakan sering jadi rencana yang malah lebih asik dan seru. Ketimbang rencana dengan persiapan matang, kadang gagal dan garing.

      Iya sih, banyak orang yang suka lupa barang sendiri. Sama ketika nyari hape, ternyata lagi dipegang 😁

      Delete
  11. Baca ini jadi kangen liburan. Apalagi pantai, huhuhu.

    Saya bisa merasakan keseruan jalan2 bersama teman2. Nikmati sepuasnya, Mas.

    Oia, saya kayak Ali. Sering bingung sendiri kehilangan barang, tahu2 ada di tas atau kantong, hahaha.

    ReplyDelete

Terimakasih sudah membaca. Sila berkomentar terkait tulisan ini.