zsnr95ICNj2jnPcreqY9KBInEVewSAnK0XjnluSi

Api Itu Bernama Creameno

Kira-kira pertengahan Juni waktu itu, saat pertama kali saya memberi respon pada blog Creameno. Blog yang saya suka karena desainnya yang simpel, pembahasannya yang personal, dan tentu saja keramahan tuan rumahnya.

sumber: creameno

Sebenar-benarnya, sejak mulai aktif ngeblog, hal yang cukup saya senangi adalah membaca beberapa blog yang memang saya suka. Kadang hanya saya baca, tapi seringnya saya respon. Setelah lulus SMA, saya tidak lagi menemukan hal itu. Beberapa blogger yang saya suka, vakum atau beralih menjadi blog yang serius. Serius dalam artian tidak lagi menitik-beratkan pada pandangan pribadinya.

Meski begitu, sama seperti saringan, ada beberapa nama yang masih ada dikepala saya. Beberapa nama yang masih sering saya baca tulisannya, beberapa nama yang masih sering saya tunggu tulisannya.

Sejak memutuskan mendiversifikasi tulisan pada wadah yang berbeda, saya mulai mengarahkan blog ini pada beberapa senjata yang lebih spesifik tapi tetap dari sudut pandang saya. Misalnya saya membahas film, sinetron, buku, atau isu yang sedang hangat tapi tetap dari sudut pandang saya.

Karena sudah mulai berubah, saya paham harus membuka sayap. Saya bergerak dari satu blog ke blog yang lain. Mengunjungi rumah mereka, membaca, kemudian jika punya relasi dengan topiknya saya memberi respon sekalian berkenalan. Itu yang saya lakukan hingga pada akhirnya bertemu blog dengan tuan rumah yang akrab saya sapa Kak Eno.

Mas Anton cukup jelas membahasnya dalam satu tulisan keren. Saya sangat setuju, sejak melihat kak Eno tidak membuka diri atas privasinya, saya berpikir tidak ingin menganggu sektor yang tidak perlu saya sentuh. Ini sama saja dengan misteri dalam lukisan Mona Lisa. Hal yang akan lebih indah jika tetap menjadi misteri

Sejak saat itulah, saya jadi sering main ke sana. Saya belajar dan ngerti banyak dari blog kak Eno. Jika ada yang ngeh, arsip blog saya terinspirasi oleh blog Creameno. Meski kadang ribet isi manual, tapi tetap saya pakai karena template saya tidak mendukung mode arsip dropdown. Saya juga tidak begitu ngerti dengan bahasa pemrograman. Mentok-mentok, copy paste script di google.

Karena sering main, saya jadi dapat banyak insight dan sudut pandang baru. Seperti inginnya saya dalam blog ini. Saya hanya ingin berbagi sudut pandang, yang kemudian mudah-mudahan jadi komparasi atas pemikiran teman-teman. Sehingga, kolom komen bukan hanya sekadar "wah, postingannya keren sekali!".

Saya punya beberapa blog yang sering saya kunjungi setiap bangun tidur dipagi dan siang hari, salah satu dari daftarnya adalah blog Creameno. Makanya, saat ada beberapa waktu kak Eno tidak mempublish tulisannya, saya jadi bertanya-tanya.


Saya tahu, alasan saya masih tetap ngeblog karena masih sanggup menahan api saya tetap menyala. Api semangat untuk tetap menulis. Api semangat untuk tetap berada dalam platform ini. Api yang menyala sejak tahun 2014, hampir padam di 2019. Hingga kemudian, secara tidak langsung pandemi membuat saya kembali. Pandemi membuat saya bertemu dengan kak Eno.

Karena sering main, saya iseng ikut beberapa lomba dan sayembara. Salah-satunya, saya menang permainan sudoku. Sebenarnya tidak menang juga, tapi beruntung. Jawaban dari teman-teman yang lain juga benar dan tepat. Saya dapat hadiah yang saya gunakan untuk membuat blog baru: ampas.coffee.

Setelah itu, saya merespon tulisan kak Eno tentang Bakpia. Kak Eno menawarkan saya untuk mencoba, saya iyakan dengan senang hati. Selang beberapa hari, bakpia tugu datang saat saya baru saja mandi dan sedang makan. Mama saya mengetuk pintu kamar sembari berkata,"ada paket!".

Saya keluar dengan handuk masih terlilit dipinggang, kemudian mempersilahkan dengan canggung mas-mas kurir memoto. Saya bertanya lagi,"mau foto sayanya, atau paketnya?"

"Sudah, mas." kata mas-mas kurirnya.

Mungkin ia takut melihat handuk masih terlilit dipinggang saya. Setelah itu, saya kembali ke kamar untuk mengabari kak Eno via surel. Kemudian lanjut makan dan salat Jumat. Sore setelahnya, ketika Tante saya sedang nonton dan ngeteh, Mama saya sedang melipat pakaian, bertanya,"tadi paket kamu apa?"

Mama saya mungkin curiga, kalau saya membeli buku setelah baru saja membeli buku beberapa bulan yang lalu. Karena, kebanyakan pembelian online saya adalah buku. Saya jawab,"Pia, Ma. Bakpia."

"Bakpia?" tanya Mama saya masih berpikir,"Mama mau."

Saya memang berencana memberi kepada Mama, tapi menunggu waktu yang tepat ketika ia dan Bapak sedang minum teh. Tapi karena sudah terlanjur, saya keluarkan saja. Kemudian dicicipi oleh Tante dan Mama saya. Mama saya kembali bertanya,"Ini dari siapa?"

Ini Mama saya

"Teman," jawab saya untuk mempersingkat hal-hal yang akan panjang jika dijelaskan.

"Teman? Perempuan?" tanya Mama, menginterogasi.

"Iya, perempuan. Tinggal di Bali."

"Kuliah di sana?"

"Tidak, kerja." Ini saya jawabnya asal saja untuk mempersingkat interogasi yang coba dilakukan Mama saya.

"Kamu sudah punya pacar?"

"Belum, Ma."

Ini Tante saya

Kemudian saya kembali ke kamar untuk membiarkan Mama saya melanjutkan melipat pakaian. Dus kedua, saya berniat untuk menbagikan ke teman-teman saya. Tapi sampai saat ini, mereka belum sempat main ke rumah.


Ohya, ini bakpia yang sering saya makan dan dijual Tante saya berdampingan dengan bakpia dari kak Eno. Bakpia yang sering saya makan adalah bakpia kering. Seperti kata kak Eno, masih ada remah-remah yang kadang jatuh saat dimakan. Kalau yang dikasih kak Eno, adalah bakpia kukus. Percis yang kak Eno deskripsikan bahwa bakpia ini lembut seperti kue. Untuk rasa, keduanya enak. Tinggal mau makan yang kering atau yang lembut.

Sejak tanggapan baik dari respon saya di blognya, saya merasa kak Eno punya sifat ramah dan bersahabat. Bagaimana kak Eno, memperlakukan saya dan mungkin teman yang lain adalah hal yang sangat keren dan memorable untuk saya.

Saya merasa silau, saya menengok ternyata adalah strongkeng semangat saya yang sudah kembali menyala. Api itu menyinari setiap sudut ruang. Salah satunya adalah kak Eno, perempuan yang menulis dalam blog Creameno, menjadi api dalam strongkeng tersebut. Api itu kembali menyala, api semangat yang membuat saya masih berada disini, menulis disini, dan api itu bernama Creameno.
Related Posts

Related Posts

20 comments

  1. Wahahahaha ketawa saya baca pertanyaan mamanya mas Rahul, "Kamu sudah punya pacar?" 😂 khas pertanyaan mamak-mamak yang anaknya beranjak dewasa. Semoga nanti kalau sudah punya pacar bisa dikenalkan ke mamanya ya, mas 😁 ehehehe.

    By the way, thank you so much atas tulisan manisnya 😍 terharu deh saya, kenapa pada manis-manis banget syiiiih teman-teman bloggers ini 🤧 belum tuntas rasa kaget dibuatkan tulisan oleh mas Anton, eh sekarang ada pula tulisan dari mas Rahul 💕 semoga hal ini nggak buat saya jadi gede kepala meski nggak bisa dipungkiri membuat hidung saya kembang kempis karena kesenangan hahahahahaha 😂

    Untuk mas Rahul, semoga semangat blogging yang mas punya nggak cepat padam 😄 karena masih banyak pembaca yang akan menyukai tulisan-tulisan mas. Dengan bertambahnya usia dan pengalaman mas Rahul ke depannya, semoga akan lebih banyak cerita hidup yang bisa mas Rahul bagikan 😆

    Ps: finally saya lihat Bakpia punya tante yang sering dimakan sama mas Rahul sampai tantenya rugi bandar 🤣 hahahahahaha. Sehat-sehat untuk mama dan tantenya, mas 😄💕

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pas pertanyaan itu, kaget saya. Makanya, langsung saya tinggal ke kamar.

      Siap kak Eno, semoga kita sama-sama bisa menjaga kewarasan di platform ini biar bisa tetap betah. Aaamiin.

      Delete
  2. Assallammualaikum mas Rahul salam kenal dari saya Tari lestari, sebelumnya saya mahu mengucapkan selamat atas kemenangannya di game sodoku ya??? Semoga dengan kemenangannya di game sodoku tersebut mas jadi makin semangat buat ngeblog .



    Dan berbicara tentang bakpia??? Saya lebih suka pakpia pathok 145 , soalnya rasanya itu lembut dan harganyapun terjangkau. 🤭🤭🤭

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, salam kenal juga kak Tari 😁

      Saya lebih suka bakpia tante saya. Enak dan gratis 😅

      Delete
  3. Hihihi.
    Saya suka orang-orang tua yang punya pikiran luas.
    Kalau keluarga saya (dulunya sih).
    "Sudah punya pacar? awas ya kalau pacaran, kuliah dulu yang bener, terus kerja yang mapan, baru deh cari jodoh!"

    Etdaaahh, dikira jalanan kuliah, kerja, dapat jodoh, menikah, punya anak, punya cucu dll itu selurus itu hahahaha.

    Btw, kalau ngomongin Creameno?
    Dia malaikat buat saya.

    Rasanya, kalau mau menyerah dalam hidup itu, jadi malu kalau ingat kebaikan hatinya.

    Semoga saya juga bisa kecipratan hatinya yang lus, sehingga saya bisa mengajarkan dan mencontohkannya untuk anak-anak saya, aamiin :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, kak Eno memang baik.

      Sehat-sehat untuk kita semua 🙂

      Delete
  4. Ahahahaha Mas Mas Rahul seperti Mama pada umumnya ya, langsung tembak pertanyaan meski nggak ada hubungannya ke sana.

    Tentang blogging, jujur api saya pernah redup sekitar beberapa tahun yang lalu. Merasa nggak punya teman seperjuangan, ide-ide mulai mandek dsb. Sampai akhirnya saya punya anak dan memutuskan untuk menjadi ibu rumah tangga, suami yang nggak pernah bosan mendorong dan mengingatkan saya untuk tetap rajin menulis di blog. Jadi kalau boleh dibilang, api saya bisa terus berkorbar sampai hari ini karena pasangan dan sang anak 😊

    Karena api itu lah yang membawa saya bertemu dengan banyak teman blogger seperti Mas Rahul, Mba Rey, Lia, Mas Anton, Mba Justin termasuk Creameno dan masih banyak lainnya ❤️ dan kalian semua sangat sangat menginspirasi, in different good ways 🙏

    Jadi, tetaplah semangat menulis dan membagikan opini serta pengalaman hidupmu ya, Mas Rahul!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, saya lagi nunggu pertanyaan kapan wisuda dan nikah. Sekarang kayaknya belum relate, jadi tiap dengar cerita orang selalu terdengar lebay dan dilebih-lebihkan.

      Siap kak Jane. Sehat-sehat untuk kak Jane dan kita semua 🙂

      Delete
  5. The power of Eno, kita semua setuju ya Creameno itu membawa angin segar dalam lingkar pertemanan blogger kita. Semoga melalui circle Eno, para blogger yang masih tersisa bisa terus melanjutkan menulis, meski sudah memiliki akun youtube atau akun audio visual lainnya.

    Selamat sudah terpilih masuk 5 besar mas Rahul, sebuah pencapaian yang luar biasa.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, kak Eno itu ibarat Captain Marvel dalam semesta MCU 😅

      Siap bang Cipu. Salam kenal sebelumnya 😁

      Delete
    2. Lalu, kalau kak Eno ibarat Captain Marvel, bagaimana dengan superhero lainnya jika disandingkan dengan teman-teman bloggers Rahul? 🤭

      Delete
    3. Aku setuju kalau diistilahkan dg circle Mba Eno ini Mas Cipu. Banyak blog2 menarik yg aku tau karena dari main di blognya Mas eno. Termasuk blog Mas Rahul, Mas Cipu, Mba Jane, Lia dan banyak lg..
      Kalau Mba Nita, Mas Anton, aku udah lebih dulu tau dr circle karena suka main di blog nya Mba Rey 😁
      Balik lagi, circle yg Mba Eno ciptakan aku yakin banyak mempengaruhi blogger2 buat menulis dan bersilaturahmi. Kaya istilah Mas Rahul, api dari Mba eno yg menyalakannya 😍

      Delete
  6. sepertinya kak eno menyatukan banyak blogger ya, hehehe. terbukti di saya lho, jadi banyak kenal dengan blogger dan menjalin silaturahmi. jadi bisa belajar juga dari blogger lain dan melihat sudut pandang terhadap suatu permasalahan yang berbeda. insightnya banyak sekali.

    senang sekali rasanya. seperti dengan mas Rahul yang saya kenal lewat blognya kak eno (^_^)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya kak Eka, karena blog Creameno saya jadi dapat banyak circle baru.

      Eh, senang kembali kak Eka. Saya juga taunya kak Eka dari blog kak Eno. Tulisannya keren.

      Delete
  7. Wahh saya ada juga lho list blog yang hobi saya kunjungi, atau blog yang baru mampir ke blog saya juga saya masukin. Termasuk blognya Rahul, ada juga lho. Saya inisiatif bikin itu karna kadang gak sempat baca update artikel terbaru dari temen", jadinya saya berkunjung satu-satu langsung deh ke blognya.

    Blognya mbak eno juga lumayan sesekali saya mampir. Ramah banget sih mbaknya, hampir di setiap blog yang hobi bw saya ketemu di lintasan komentar sama si mbaknya. Ciri khas mba eno itu banyak emot wkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Walaupun sudah follow, kadang saya malah searching sendiri. Perasaan untuk mengecej ada tulisan baru atau tidak itu tidak bisa tergantikan

      Iya, awalnya saya agak heran. Tulisannya kayak nulis komen pake emot. Semakin ke sini, sudah nyaman. Kalau kak Eno nulis serius tanpa emot, kadang suka mikir ini pasti dipangkad editor 😁

      Delete
  8. hampir sempat hiatus juga ya mas rahul? aku sempet hiatus 2 tahun malah, heran, kenapa dulu kok nggak aktif nulis, malah seringnya BW, aneh kan
    semangat temen temen blogger memang bisa membangkitkan semangat blogger lainnya dikala rasa ngeblog udah mulai sirna perlahan, dan semangat itu muncul dari cambukan mbak eno ini, luar biasaaa, aku suka blogger blogger yang semangat terus begini, ikutan semangat jugaaa, semoga bisa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mau dibilang hampir, kayaknya sudah. Cuma disempat-sempatkan pos juga 😁

      Delete
  9. Waaa.... Keren mas.... Wakakakakakak Mas Cipu bener, Mbak Eno layaknya Kapten Marvel..

    Mas Rahul sendiri, pilih mana, mau jadi Spiderman atau Si Thor?

    Tersampaikan dengan baik sekali mas Rahul. It's awesome dan senang membacanya.

    Setiap orang butuh"bensin" untuk menjaga api di hatinya, dan saya pikir, Mbak Eno memang memberikan itu kepada banyak orang. Jangan jangan dia jualan bensin.

    Nice writing mas!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau saya mah jadi Gundala saja. Ha ha ha.

      Iya, mas Anton. Kak Eno membuka circle baru yang menyenangkan.

      Delete
Terimakasih sudah membaca. Sila berkomentar terkait tulisan ini.