zsnr95ICNj2jnPcreqY9KBInEVewSAnK0XjnluSi

Cara Mandi Cepat dengan Teknik Shower Like a Mouse

Beberapa waktu lalu saat mau mandi, saya harus menunggu adik saya hingga selesai. Ada dua kamar mandi, yang di dalam rumah dan di luar rumah.  Tapi kamar mandi dalam jarang dipakai karena sumber airnya dari tower yang dipakai untuk masak dan cuci piring. Jadi, sama Mama selalu diarahkan untuk mandi di kamar mandi luar. Baknya cukup besar dan punya satu tower juga.

Meski cukup jarang terjadi, menunggu saat mau mandi adalah hal yang paling menyebalkan. Kadang, saya memilih untuk sekalian mandi disore hari saja. Alasan saya ke Mama adalah biar hemat air. Alasan sebenarnya adalah memang saya malas untuk mandi.

Diwaktu yang lain, kak Eno membuat satu pos yang berisi tentang diskusi dengan kesayanganya tentang cara mandi yang benar dengan fokus topik pada urutan mana yang paling benar: apakah sabun dulu atau shampo dulu. Jujur, saya merasa tidak ada bedanya. Perjalanan 20 tahun mandi, saya tidak pernah terjebak pada satu pemikiran seperti: "kayaknya mulai hari ini saya harus mematenkan urutan mandi saya untuk seterusnya."

Karena berada di Indonesia, salah satu pusat penyaluran air berada pada PDAM. Alternatifnya juga ada, di perkotaan salah duanya adalah sumur bor dan air gunung. Karena jika mengandalkan PDAM saja—yang kadang tidak sesuai jadwal—kita bisa ngga mandi 2-4 hari.

Waktu itu, Mama saya belum menggunakan penyaluran air alternatif, jadi kalo air bak sudah menipis, kami harus awet-awet menggunaakan air. Seringkali saya mandi menggunakan teknik dari tante saya. Sekali siram, kemudian sabunan dan sampoan. Dua kali siram untuk bilasnya. Tiga gayung air cukup.

Kalau PDAM lagi jalan, biarpun sudah mandi kami tetap dianjurkan mandi oleh Mama dan Tante. Katanya, biar air PDAM tidak terbuang percuma. Kalo sudah begini, mandi tiga gayung sudah tidak digunakan lagi. Kalo keluar dari kamar mandi dengan cepat, biasanya ditegur oleh Tante,"Mandi tikus lagi!"

Saya tidak ambil pusing, meski saya agak bingung juga disama-samakan tikus. Semakin kesini, saya jadi berpikir bahwa maksud tante saya adalah mandi tikus adalah mandi dengan cepat. Mandi tiga gayung seperti yang ia ajarkan. Atau, bisa juga mendekati pada konotasi mandi cepat sekali siram.

Saya tahu, sebagian besar dari kita sering mengalami antri saat mandi. Entah itu di rumah sendiri, keluarga, atau di asrama kampus. Jadi, saya berniat untuk meneruskan teknik yang diajarkan oleh tante saya kepada masyarakat Indonesia yang ia beri nama mandi tikus. Biar bisa go internasional dan namanya keren di mata dunia, saya terjemahkan ke dalam bahasa inggris menjadi shower like a mouse.

sumber: pinterest

Persyaratan

Teknik ini sebenarnya tidak memerlukan syarat khusus. Tapi saya rasa, biarlah ini menjadi disclaimer untuk yang ingin mencoba.

  • Digunakan Saat Air Sedang Kritis
Teknik ini sebaiknya digunakan saat air sedang kritis, seperti yang tante saya ajarkan. Kalau semisal air bak masih penuh, silahkan mandi seperti biasa. Jangan terlalu irit dengan badanmu. Gunakan shampo agar ketombe tidak menumpuk. Gunakan sabun mandi untuk membuat dirimu lepas dari bau badan dan keringat.

  • Digunakan Saat di Tempat Ramai
Kalau sering ke pantai, biasanya ada tempat bilas yang kamar mandi dan airnya disewa. Untung-untung kalau dapat yang airnya tidak dibatasi. Kadang ada tempat bilas yang bayarnya per-ember. Jadi, teknik ini sangat cocok untuk digunakan. Satu ember biasanya berisi kurang-lebih 3-5 gayung air. Sangat relevan untuk menggunakan teknik mandi ini.

Langkah-Langkah

Seperti yang sudah saya katakan, caranya sangat simpel. Sesimpel mandi biasa. Jika sudah memenuhi syarat, silahkan mengikuti tutorial berikut yang saya terjemahkan dari ajaran tante saya.

1. Langkah Pertama: siapkan air 3-5 gayung dalam satu wadah. Bisa menggunakan baskom atau drum. Jangan menggunakan bak, karena syarat utamanya adalah saat air sudah kritis. Menggunakan bak dengan air setehel, juga bisa menimbulkan luka pada bagian ketiak.

2. Siapkan sabun, shampo, pasta dan sikat gigi serta alat yang digunakan mandi seperti biasa tepat didekat kita.

3. Siraman gayung pertama, usahakan dalam keadaan berdiri. Sama seperti mandi wajib, usahakan air menyentuh seluruh permukaan tubuh.

4. Setelah air sudah mengenai seluruh tubuh, mulai dari yang biasa kamu lakukan. Shampo dulu, atau sabun dulu. Tidak masalah dan tidak perlu diperdebatkan. Namun saya anjurkan untuk menggunakan sabun terlebih  dahulu, karena biasanya busa shampo membuat mata perih dan memaksa kita menyia-nyiakan air dengan tidak perlu.

5. Setelah itu, bilas dengan 1-2 gayung air. Untuk gosok gigi, bisa dilakukan pada tahap ini karena tidak memakai terlalu banyak air.

6. Keringkan rambut dan badan dengan menggunakan handuk.

Itulah enam langkah yang saya rangkum untuk melakukan mandi dengan teknik shower like a mouse. Bagi sebagian orang yang kekurangan air, mungkin cara ini sudah sering digunakan meski belum tahu dengan nama tekniknya. Mungkin yang membaca ini akan berkata didalam hati,"oh, jadi selama ini saya menggunakan teknik ini tho."

Semoga kita bisa jadi lebih sering mandi, setidaknya dua kali sehari. Ditengah libur semester seperti ini, mandi kadang menjadi hal yang sangat berat untuk dilakukan. Pikiran untuk tidak mandi seringkali merasuki pikiran. Sekarang, buang pikiran itu jauh-jauh. Sayangi hidung teman kalian dengan berpartisipasi membersihkan badan.
Related Posts

Related Posts

14 comments

  1. Selama ini saya pikir cara mandi saya sudah termasuk yang paling kilat, yaitu sekitar 5-7 gayung kalau tidak keramas, alias hanya sabunan. Tapi, ternyata! Ada yang lebih kilat lagi dibanding saya! 😭

    Nggak kebayang gimana harus mandi plus keramas hanya dengan 3 gayung, saya sepertinya nggak sanggup deh. Karena, bagi saya, keramas akan memakan banyak air 😂
    Jadi, seandainya air di rumah saya kritis, teknik 3 gayung ini bisa saya tiru hanya saja tidak pakai ritual keramas. Kalau rambut lepek akibat tidak keramas, pakai bedak aja biar nggak kelihatan lepek lagi. Baru nanti ketika air udah lancar kembali, ritual keramas bisa dilakukan 😁

    Ngomong-ngomong, terima kasih atas resep mandi seperti tikus ini. Selama ini saya tahunya cuma resep mandi ala bebek 😂

    ReplyDelete
    Replies
    1. Perlu saya tekankan untuk mengadaptasi teknik ini sesuai kebutuhan masing-masing. Tapi kalau keramas perempuan, yang notabene rambutnya panjang, memang susah kalau cuma mengandalkan 1-2 gayung.

      Mandi bebek itu gimana yah?

      Delete
    2. Betul sekali. Bisa 3 gayung hanya saja nggak pakai keramas 😂

      Mandi bebek itu sebenarnya sebutan untuk "mandi kilat", nggak ada hitungannya berapa gayung, tapi asal mandinya cepat selesai, biasa disebut mandi bebek. Sama seperti mandi koboy juga ayam seperti sebutan kak Jane di bawah 🤭

      Delete
  2. Wah saya baru tau ada istilah "shower like a mouse", selama ini saya nyebutnya "mandi koboy" atau "mandi ayam", entah apa relasinya sih, cuma sering dengar mama suka ngomong gitu kalau dia melihat anaknya mandi ekspres hahahaha

    Tapi tanpa disadari, teknik yang Mas Rahul jabarkan selalu saya praktikkan ketika mati listrik di rumah. Kebetulan kamar mandi saya menggunakan air sanyo, kalau listrik mati, air pun nggak naik sampai ke kamar mandi atas. Pastinya harus hemat-hemat memakai air atau ya ngegotong air dari bawah. Selain mati listrik, mandi cepat gini mulai saya tekuni ketika menjadi ibu. Maklum, emak baru masuk kamar mandi aja udah digedor bayi sambil jejeritan dulu. Jadi mandi ala tikus ini harus pakem 😂

    Btw, lagi-lagi saya kagum lho, aktifitas mandi aja dijadikan tulisan yang menarikk *applause*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mandi koboy terdengar keren, mandi ayam pernah sesekali saya dengar. Mungkin tiap daerah punya istilahnya masing-masing.

      Ternyata selain relate, teknik ini juga jadi kebiasaan kak Jane 😁

      Hahaha, saya mah nulisnya yang dekat-demat saja kak Jane. Kebetulan, saya lagi gatel pengen bahas ini.

      Delete
    2. Aku baru mau bilang mandi koboy juga nggak taunya samaan sama mba Jane😆 Entah kenapa dari kecil dikasih taunya mandi kilat itu mandi koboy, kadang mandi bebek karena katanya cuma kecepek-kecepek air doang (entahlah akupun gak ngerti ini maksudnya gimana😂).

      Biasanya kalau PDAM lagi cari ribut, gaya mandi semacam ini memang harus dipraktikan di rumah. Tapi kalau air lg ngalir banyak dan mandinya keliatan cepet pasti langsung dikomen, "mandi kok kayak koboy, bentar amat!". Yah, kurang lebih sama lah sama Rahul😂.

      Delete
  3. Duh kasian binatang-binatang ini (tikus, bebek, ayam) bahkan koboy saja cara mandinya dibahas, padahal mereka nggak mandi lho genks *eh* 😂 hahahahahahaha.

    To be honest, saya rasanya nggak akan bisa mandi 3 gayung doang karena rambut saya butuh cukup banyak air (apa mungkin saya harus potong cepak?) 🤣 dan biasanya kalau air mati, saya pilih nggak mandi selama nggak ke mana-mana alias nggak ke luar rumah. Untungnya jarang kejadian air mati sampai sekarang 🙈

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya juga pernah ngerasain waktu gondrong, keramas memang butuh air lebih banyak. Tapi kalau tidak keramas, kepala jadi gatal juga.

      Delete
  4. Yang paling utama dari cara mandi dengan air yang minim adalah: manajemen guyuran. Air satu gayung bisa kita jadikan 2 atau 3kali guyuran, yang penting guyuran kita berkualitas, dalam artian bisa membasahi seluruh tubuh...
    Saya setuju dengan sebaiknya berdiri, jangkauan guyuran akan lebih komprehensif menjangkau seluruh badan :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yap, bagaimana manajemen airnya tergantung masing-masing. Tujuannya kan satu: membuat penggunaan air jadi lebih efesien

      Delete
  5. hahaha nemu aja istilah mandi tikus, selama ini yang aku sering denger mandi bebek, cuman cipak cipuk udah
    untuk kondisi tertentu aku pernah mandi cuman seemberan kayaknya, asal kena air aja pokoknya waktu itu, entah yang karena cuaca duinginn banget atau memang lagi krisis. paling parah waktu nemu hotel yang air kerannya keluar seuprit uprit, dan pake ember pula, hahahaha

    ReplyDelete
  6. Kalo di tempatku, cara itu namanya mandi bebek hahahaha. Ini biasanya aku gunain utk bujuk anak2 yg nth kenapa kalo udah waktunya mandi lgs lari2an ga nentu. Akhirnya aku janjiin mandi bebek alias mandi cepet. Walopun kenyataannya, tetep aja mandi biasa mas :p.

    aku belum pernah nyobain mandi tikus/bebek ato apalah namanya itu. Agak serem jujurnya ngebayangin , kalo sampe air krisis yg bikin mandi jd ga bisa seperti biasa.

    Tapi seandainyaaaa aku ngalamin itu, mungkin 3-5 gayung kurasa ga cukup kalo sampe keramas juga, secara rambut ga akan bisa bersih dengan hanya 1 gayung. Kecuali rambut cowo yg cepak ya. Jd mungkin aku bakal skip utk keramas dan fokus ke bagian bdn yg lain saat air krisis :D. Ga kebayang rambut msh busaan smntara airnya udh abis soalnya, itu LBH horor :D

    ReplyDelete
  7. hahahaha, saya sungguh kudu nerapin ini kalau lagi di rumah kakak saya.
    Menyiksa, tapi memang di sana agak susah air.

    Rumahnya di pegunungan soalnya, jadi air PDAM susah banget mengalir ke rumahnya.

    Alhasil sungguh menantang mandi dengan air seadanya, sementara saya udah terbiasa byar byur dengan puas :D

    Tapi memang seharusnya niru gini ya, biar irit air :D

    ReplyDelete
Terimakasih sudah membaca. Sila berkomentar terkait tulisan ini.