1 Tahun Ditolak Adsense

loading...
Enam tahun kurang lebih, saya menulis dalam blog ini tanpa penghasilan. Tahun 2018 saya menyewa domain untuk mempercantik alamat blog saya. Dari situ, uang pribadi saya mulai keluar. Dari yang tadinya cuma bekal platform gratis, mulai jadi ada tanggungan tahunan.

Tahun 2019, saya mulai iseng-iseng isi form untuk daftar adsense. Untung-untung kalau diterima, kalau tidak yah sudahlah. Tidak mendesak juga untuk saya. Sepanjang tahun 2019 itu, saya tidak diterima. Mungkin karena alasan kebijakan adsense tidak cocok untuk saya. Karena niatnya iseng, ditolak juga tidak masalah. Saya tidak begitu ambil pusing. Lagipula RUU Cipta Kerja sudah disahkan juga dengan keadaan yang sangat mendesak itu. Tentunya ini langkah yang sangat baik untuk mempermudah dan tidak menyulitkan untuk semua orang. Saya kira, kita hanya perlu bekerja dengan nyata.

Perpanjangan domain pertama membuat saya cukup syok dengan jumlahnya. Agak timpang dengan harga awal. Belum lagi waktu itu saya sedang mengalami krisis ekonomi. Karena tidak ingin kejadian serupa terulang, saya mulai mencari cara untuk mencari biaya perpanjangan domain saya. Tentunya harus berasal atau setidaknya berhubungan dengan blog, biar uang pribadi saya tidak disentuh oleh anggaran ini.

Tahun 2020 saat awal pandemi, saya akhirnya mengganti mode iseng menjadi mode serius untuk mendaftarkan blog saya ke Adsense. Dua kali ganti akun, tetap ditolak. Puluhan kali daftar, tetap ditolak. Alasannya macam-macam, yang terakhir katanya, blog saya tidak sesuai kebijakan program. Saya tidak tahu juga kebijakan macam apa yang tidak sesuai. Kalau mengacu pada trafik, kayaknya saya cukup sadar diri.

1 Tahun Ditolak Adsense
sumber: insidelombok.id

Hampir tujuh bulan masa pandemi ini, saya ditolak oleh adsense. Jika dihitung dari pertama kali saya iseng mendaftarkannya, sudah lebih dari setahun. Perlahan, saya mulai mencari alternatif lain. Meski tidak sesuai dari yang saya harapkan, mudah-mudahan bisa membantu. Tepatnya kemarin, 5 Oktober, admin Adnow mengirimi saya imel yang isinya mengacu pada aktifnya blog ini setelah menjalani proses moderasi.

Seperti kebanyakan blog yang punya iklan, tentu saja akan cukup menganggu. Apalagi iklan yang muncul tidak begitu relevan dengan isi tulisan. Saya harap teman-teman maklum saja. Saya sedang mencari alternatif lain yang mudah-mudahan bisa dipakai untuk menutupi biaya perpanjangan domain. Itu saja sih. Sekalipun ada lebihnya, mungkin akan saya gunakan untuk beli kopi rencengan atau Red Velvet yang dijual di depan rumah.

Salah satu komentar dalam pos sebelumnya banyak yang menotice dengan adanya iklan yang muncul. Saya menyimpan dua di sidebar dan dua pada tiap postingan. Agak besar memang, semoga tidak menganggu. Tapi memang saya akui, tampilan iklan saat membaca di hape tidak begitu responsif. Sampai-sampai bang Firman menyepakati pengakuan saya dalam komentar beberapa waktu lalu.

Baca juga: Locus of Control Internal

Untuk kali ini, saya ingin minta pendapat teman-teman. Apakah iklan ini sangat menganggu atau baik-baik saja untuk kalian sebagai pengunjung yang membaca? Kalau iya, tolong jelaskan letak menganggunya. Apakah dari isi iklannya atau tampilannya. Untuk kecepatan loading, saya percayakan pada provider teman masing-masing. Ohya, untuk teman-teman yang tau alternatif selain Adsense yang bagus, boleh bagi juga dikolom komen, barangkali saya akan mempertimbangkan.

Baca juga: Napak Tilas, Format Tulisan, dan Sedikit Kebebasan

Tapi tolong, jangan menyarankan saya ikut lomba, sebab alasan saya memasang iklan adalah saya tidak ingin tulisan saya diatur dan mengikuti syarat tertentu. Terimakasih sebelumnya yang sudah dan masih membaca blog ini sampai sekarang. Wasalam.
loading...

Posting Komentar

26 Komentar

  1. Jadi ini alternatif Adsense yang Rahul maksud hahaha.
    Kalau menurutku, posisi iklannya sebenarnya tidak mengganggu karena posisi iklan para blogger-blogger lain biasanya seperti itu. Kalau untuk gambar pada iklannya, kadang ada beberapa gambar yang kurang enak dipandang πŸ˜…

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, itu dia masalahnya. Konten iklannya diluar kontrol saya. Semoga gambarnya masih bisa ditolerir dan dimaklumi kak Lia

      Hapus
    2. Tenang, aku bisa maklum kok πŸ‘ŒπŸ»
      Semoga dana dari iklannya bisa segera mencapai target sehingga bisa segera cair, jadi bisa untuk Rahul perpanjang domain ya 😁

      Hapus
    3. Terimakasih. Aamiin kak Lia, Aamiin.

      Hapus
  2. Pertama-tama, saya mau ngucapin selamat buat Rahul atas adsensenya! Saya juga lg menanti-nanti balasan email nih, walaupun masih banyak juga yg harus diperhatikan dari blog sayaπŸ˜‚
    Well, untuk pertanyaan Rahul di atas, saya nggak ada masalah sama sekali soal penempatan adsense ini. Walaupun beberapa kali sempet ketipu, karena dikira itu gambar untuk blog, gataunya bukan wkwk, tapi di samping itu no problemoπŸ‘πŸ». Semoga rezekinya lancar selalu ya, Rahul!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bukan Adsense, Aina, tapi Adnow, alternatif selain Adsense. Kalau bosan ditolak, mungkin bisa coba disini. Saya sementara pakai ini dulu, mau liat worth-tidaknya.

      Ha ha ha, kasusnya mirip sama bang Firman. Kalau begitu, saya akan cari solusi untuk masalah ini. Aamiin, Aina, amiin.

      Hapus
  3. Wahhh kalo dari penyedia iklan lain sih saya belum pernah merasakannya sih mas, saya hanya menggunakan adsense saja.. Tapi berdasarkan pengalaman saya mendaftar adsense sebenarnya tidak ada peraturan khusus, seperti harus begini harus begitu. Yang penting sih syarat dan kebijakan dari program google adsense itu tetap dipatuhi.

    Syarat umum Google adsense biasanya:
    1. Konten original
    2. Navigasi konten mudah (menu, halaman/page, dll)
    3. Template Responsive
    4. Blog memiliki umur yang cukup
    5. Optimasi Schema Google dalam template

    Kalau terkait umur dan jumlah postingan blog itu tidak harus banyak sih, umur kalau menggunakan domain TLD (2-3 bulan sudah cukup). Jumlah postingan juga tidak harus banyak, 5 konten artikel di blog saja sudah cukup asalkan memiliki interaksi pengunjung yang original.

    Kalau untuk optimasi schema google itu katanya untuk memberikan kode ke google terkait penggunaan widget, gambar, atau menu yang ada di blog. Seperti memberi tau kalau tag <img itu adalah gambar, <nav itu biasa buat menu, header itu judul, dan profile untuk penulis, dll..

    Semoga bisa membantu..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih sarannya mas Andrie. Lengkap sekali. Kalau saya mulai tidak betah dengan yang ini, saya mungkin akan kembali menerapkan ini. Kebetulan, tidak ada ikatan terkait tulisan harus ini-itu. Salam kenal sebelumnya mas Andrie

      Hapus
  4. Halo Mas Rahul, salam kenal. Baru kali ini perdana mampir kesini.

    IklN emang kadang letaknya terkesan menganggu. Tapi aku baca tulisan ini dan ada beberapa iklan, so far masih nyaman aja. Bukan yg keganggu banget.

    Mungkin bisa gabung afiliasi kaak selain mengandalkan dari adsense πŸ™‚

    BalasHapus
    Balasan
    1. Salam kenal juga kak Devina 😁

      Alhamdulillah, masih ada yang nyaman. Masih bisa jadi bahan pertimbangan kalau begitu. Terimakasih juga untuk sarannya kak Devina

      Hapus
  5. Wah, aku baru tau lo ternyata ada alternatif adsense seperti ini Mas. Mungkin bedanya klo Adnow ini ga berubah2 n beda2 tiap orang yg liat ya?

    Pendapat aku pribadi, aku baru buka dr HP dan ga menganggu kok. Soalnya standar mengganggu aku itu klo udah banyak bgd kelap kelip, mana iklanny judi bola dan harus pencet2 X berkali2 buat nge close (yg kaya biasa di situs nonton streaming gratis πŸ˜‚). Jadi segini mah ga masalah..
    Semoga rejeki mas rahul makin mengalir yaa, baik dr adnow ataupun dr pintu2 rejeki lainnya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Berubah, kak. Hanya memang ada beberapa iklan yang kurang enak dilihat.

      Iya juga sih, kalau iklan streaming film ilegal memang sering ngga nyantai. Makanya, kalau bisa nonton legal mah yang legal aja. Ha ha ha.

      Aamiin kak Lia, Aamiin.

      Hapus
  6. So far nggak masalah mas Rahul, nggak mengganggu sama sekali posisi iklannya sebab ada di antara tulisam mas Rahul, jadi bisa selingan 😁 hehehe.

    Semoga soon blog mas Rahul lolos Adsense yah, keep trying until you get it, mas 😍 dan semoga blognya bisa segera menafkahi diri sendiri agar bisa perpanjang domain tahun depan ehehehehe. Semangat!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ha ha ha. Makasih kak Eno sudah jadi tambahan orang untuk jadi bahan pertimbangan.

      Siap kak Eno. Sebenarnya tidak masalah saya mau lolos Adsense atau tidak. Tapi sejauh ini, saya rasa iklan Adsense cukup bagus. Responsif dan masih nyaman kalau untuk saya.

      Hapus
  7. Saya teringat kata robby, "Kalo udah serius, daftarin adsense aja."

    Saya waktu itu ngeles, "Ah gak usahlah, ntar malah fokus adsense bukan ngonten."

    Dan benar saja selepas satu bulan saya keterima ads, hampir tiap hari saya ngecek dashboard ads. Kali aja ada yg gk sengaja ke klik, tapi tidak semudah itu bambanx. Walau sudah di acc, masih perlu terjun lagi utk meningkatkan trafik dan itu gak gampang. Tapi, apa boleh buat masa saya harus menolak rejeki recehan ini.

    Perlahan yang dulunya sekadar curhat, sekarang isi konten saya mulai mengarah ke yang "agak" lebih serius. Berat. Entahlah, saya seperti sedang diburu kenyataan. Walaupun begitu, sesekali saya tetap curhatπŸ˜‚

    Btw selagi rahul merasa nyaman dengan adnow, saya rasa pengunjung juga bakal biasa2 aja :3

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya sekarang mengubah jadwal dan jumlah pos seminggu. Bukan semata karena saya lolos seleksi Adnow. Tapi saya rasa sudah banyak draf yang sudah terlalu lama. Sehingga saya perlu menaikkan jumlah pos setiap minggu. Nambah satu masih bisa lah (mudah-mudahan). Soalnya sejauh ini, dua pos seminggu masih sangat aman.

      Mudah-mudahan benar begitu kak Reskia. Saya masih berusaha menyesuaikan dan melihat respon teman-teman

      Hapus
  8. udah sekian tahun yang lalu, blog aku ditolak juga. Dan sampe sekarang belum pernah coba untuk daftar lagi, mungkin masih males kalau dapet email balik "anda ditolak" hehehe
    menurut aku nggak mengganggu juga, masih standart juga untuk penempatan iklannya.
    nah bener kata mba devina, afiliasi bisa dicoba itu. aku dulu pernah ikutan ini, rajin malah hehehe. ada websitenya, duhh aku kok lupa ya namanya. jadi ada penawaran campaign dari website ini, yang menjadi perantara antara kita dan si perusahaan. kita bebas memilih jenis iklannya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalo trafik masih dibawah 1000 kayaknya masih sulit juga untuk diterima. Tapi tidak masalah. Latihan sabar dan nulis diwaktu yang bersamaan. Ha ha ha.

      Oh ada situs semacam itu yah. Namanya apa kak?

      Hapus
  9. Waaahhh udh pake iklan skr :D. Selamaaat ya mas;). Aku biasa baca blogmu dr hp, ntr aku cek juga dr laptop deh yaaa. Tp kalo dr hp ga mengganggu kok mas. Tampilannya di akhir artikel Ama di tengah artikel. Buatku msh okelaaaah. Ga sekaligus banyak juga :D.

    Eh btw mas, berarti kalo pasang iklan gini, itu ga bisa milih iklan apa yaa. Terserah si google adsense nya? Aku blm kepikiran utk pasang soalnya . Jd ga terlalu banyak tahu ttg adsense

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dari laptop kayaknya masih terlalu besar. Mudah-mudahan masih aman. Awalnya saya mau taroh diawal, tapi kayaknya terlalu cepat untuk 'menganggu'. Saya sisipkan saja ditengah dan diakhir. Agar lebih efektif untuk saya, (mudah-mudahan) aman untuk pembaca.

      Ini bukan Adsense, tapi adnow. Dari penyedia iklan Adnow sebenarnya bisa diatur tingkat iklannya. Ini yang tingkat dua. Tapi untuk konten iklannya pilihan Adnow.

      Hapus
  10. Wah saya belom bisa bantuin liat, soalnya saya BW pakai laptop, which is saya pasang adblock *plak, wkwkwkw

    Sejujurnya saya pasang adblock saking kesalnya saya buka web berita yang iklannya double-double, bikin lemoootttt dan lama loadingnya.

    Saya terheran-heran sebenarnya, mengapa web berita itu selalu merajai page one google, sementara loadingnya masha Allaaaaahhh parah banget.

    Btw selamat ya udah pakai iklan.
    Saya juga pernah nih berkali ditolak adsense.
    Kalau nggak salah pertama kali ajukan tuh tahun 2008 atau 2009 ya, oon banget, baru post 1 atau 2 tulisan, udah ajukan, ditolak lah.

    Setelah itu saya ajukan lagi, malah kayak diblokir, saya coba pakai email lain juga sulit.

    Sampai tahun 2018 lalu saya akhirnya serius ngeblog, nulis aja terus setiap saat, lalu suatu malam saya iseng klik adsense, dan voilaaa... diapprove hahaha.

    Pas kirim pengenal juga bermasalah, karena KTPku pakai yang lama di mana udah expired, tapi memang nggak perlu diganti kan sekarang.
    Ternyata ama google ditolak, akhirnya saya pakai SIM, dan berhasil dong.

    Nyatanya setelah ada iklan, etdaahh udah 2 tahun nggak maju-maju nominalnya hahahaha.

    Padahal saya pakai 2 blog, cuman memang yang satunya belum banyak trafiknya.

    Makanya, untuk saat ini saya lebih milih job kerjasama langsung, berbekal branding sih dan performa blog, kalau adsense yang penting udah ada dan disetujui, jadi mungkin besok-besok kalau waktunya udah lebih banyak, baru bisa di maksimalkan :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ha ha ha, iklan pop up memang kadang menyebalkan. Kalau mau heran, mungkin bisa dilihat lagi kalau isi web berita itu isinya informasi terkini. Orang-orang yang haus informasi, pasti mau tak mau mesti buka web untuk tau kejadian atau duduk perkaranya. Kalau mengacu pada jaringan saat ini, kayaknya web berita tidak selambat itu. Hanya sebal kalau ada web yang suka refresh otomatis.

      Saat ini, saya pasang Adnow dulu sebagai alternatif Adsense. Soalnya sudah beberapa kali ditolak. Mungkin kalau sudah punya energi lagi, bisa dicoba kembali.

      Hapus
  11. Dulu zaman 2015-2016 gampang banget saya diterimanya. Sialnya, gampang diblokir juga. Ahaha. Sudah tiga kali kayak begitu. Jadilah setelahnya memilih enggak pasang iklan AdSense dan sejenisnya. Malah baru tahu ada AdNow itu.

    Saya sih enggak keberatan, Hul, mau kamu pasang iklan atau enggak. Di ponsel saya masih aman aja. Toh bukan bentuk pop up yang wajib diklik.

    Sejujurnya saya enggak akan menyuruh ikutan lomba. Saya tahu gimana rasanya gagal itu. Tapi jika ada teman bloger yang kamu kenal bikin give away, iseng-iseng aja ikutan. Kayaknya kamu cukup sering ikut juga. Saya pernah beberapa kali menang kalau tingkatannya masih give away dan hadiah ratusan ribu.

    Saya sebelumnya enggak terlalu memikirkan uang buat bayar domain, karena alhamdulillah sih dalam setahun pasti ada aja tawaran kerja sama blog atau menulis yang bisa membiayai bayar domain per tahun.

    Yang saya enggak habis pikir, krisis pandemi ini bikin tawaran kerja sama menjadi langka banget. Lama-lama kepikiran juga nanti tahun depan perpanjangnya pas ada duit lebih atau enggak. Setiap tahun juga biasanya naik kan. :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha, iklan pop up memang menyebalkan. Kadang malah dihape sampai nutupin layar dan tidak bisa keluar.

      Belakangan ini memang saya sedang rajin mengikuti giveaway dari teman-teman ketimbang sayembara atau lomba. Bagi saya, lomba yang kebanyakan tematik memaksa saya untuk berpikir dua kali dengan atensi duit duit duit. Saya memang membutuhkan uang untuk perpanjangan domain dan lain-lain, tapi kalau sudah menulis yang arahnya ke sana, kayaknya saya mesti mikir dua kali untuk tetap lanjut atau berhenti.

      Efek pandemi ini memang luar biasa. Apalagi 2-4 bulan pertama. Itu bikin hampir semua masyarakat kelas menengah kelabakan. Apalagi yang minim tabungan. Sekarang mah sudah lebih mending.

      Hapus

Terimakasih sudah membaca. Sila berkomentar terkait tulisan ini.