zsnr95ICNj2jnPcreqY9KBInEVewSAnK0XjnluSi

Belajar Cukur dari Boriel

Saya tidak menyangka, lewat curhatan dikolom komen pos kak Eno, saya malah dikirimin clipper sama kak Eno. Kebetulan, selama pandemi ini hal yang paling ingin saya lakukan adalah belajar cukur rambut. Problem pertama, tidak ada yang mau jadi kelinci percobaan saya. Akhirnya ketika clipper itu datang 10 Desember kemarin, saya memutuskan untuk belajar cukur sendiri.

Sebelum clipper itu datang, saya sempat ada kepikiran untuk belajar teorinya dulu di YouTube. Setidaknya, saya tidak kagok pas mau praktek. Apalagi ini kepala saya sendiri, pasti akan lebih sulit. Tapi hal tersebut saya sepelekan, saya baru belajar dua puluh menit sebelum praktek. Acuan saya adalah video Ariel, yang berani cukur sendiri saat pandemi.

Dalam hati saya,"mestinya bisa ini mah."

Saya ke teras untuk mengambil kursi dan cermin. Kemudian pindah ke kamar mandi untuk eksekusi. Awalnya saya bingung, mau mulai dari mana. Clipper tersebut hanya punya tiga mata, yang sesotoy saya adalah 1/2, 1, dan 1 1/2. Saya gunakan yang 1 1/2 untuk bagian samping rambut.

Percobaan pertama, perasaan saya mulai tidak enak. Rambut saya berjatuhan secara random. Tidak seperti tukang cukur yang biasa saya lihat. Tapi saat mulai terlihat hasilnya, dalam hati saya,"not bad lah."

Problem berikutnya adalah mencukur bagian belakang rambut. Ini yang sulit. Pertama, area tidak bisa saya lihat meskipun dengan cermin. Kedua, saya tidak bisa mengukur apakah potongannya akan tinggi atau tidak. Tapi saat itu, terserah lah pikir saya. Kebetulan kakak sepupu saya datang, namanya Nandar. Saya panggil untuk cukur bagian belakang rambut saya.

Meski terlihat tidak meyakinkan, baik untuk saya dan dirinya, saya tetap berusaha untuk tetap percaya pada keluarga sendiri. Dia mengambil bagian belakang rambut saya, cukup tinggi dari yang saya harapkan. Sehingga, rambut saya terkesan seperti cukuran mangkok. Karena saya bunyi di grup teman-teman, seorang teman datang. Namanya Noval. Ketimbang Nandar, ia lebih piawai.

Awalnya ia tertawa melihat rambut saya. Kemudian saya ceritakan kenapa saya bisa nekat mencoba cukur sendiri. Ia malah keheranan, saya bisa seberani itu dengan rambut sendiri. Lah, kalau bukan saya, siapa lagi yang mau jadi korban. Saat meminta bantuannya memperbaiki area yang tidak saya jangkau, ia terlihat keheranan karena dari tadi kami tidak menggunakan gunting.

Dalam hati saya,"kayaknya divideo Ariel tidak perlu pake gunting."

Noval pulang mengambil gunting, kemudian memperbaiki setiap bagian dari rambut saya. Setelah selesai, Nandar juga minta dicukur rapi. Dari itu, saya mulai pelajari pola-pola cukur secara praktek saat itu. Kayaknya, percobaan pertama, apalagi ke diri sendiri bukan hal yang patut ditiru. 

Belajar Cukur dari Boriel

Kenapa saya seberani itu, karena saya mulai bodo amat dengan rambut sendiri. Padahal dulu, saat sekolah, saya kepikiran akan gondrong setelah lulus. Memang benar hal itu terjadi, tapi hanya sekali karena saya kapok. Panas dan gatal euy. Kalo mau gondrong lagi, mungkin saya akan mikir dua kali. 

Kemudian, saya mikirnya rambut bisa tumbuh, jadi tidak masalah untuk saya. Ketiga, ini mungkin terdengar sangat klise, tapi saya berpikir bahwa mau seperti apa gaya cukur yang saya ikuti, saya tetap pede selama saya nyaman.

Ide untuk cukur botak saat ulang tahun saya tahun ini adalah bentuk dari pemberontakan saat itu. Beberapa hari sebelumnya, saya cukur lagi. Bukan karena cukuran dari teman saya jelek, tapi memang ide ini sudah saya pikirkan sejak lama. Saya ingin menutup tahun dengan cukuran ala Travis Bickle. Kalau ada yang tidak tahu, itu adalah tokoh utama dalam film Taxi Driver. 

Belajar Cukur dari Boriel

Ohya, terimakasih kak Eno untuk clippernya. Selamat natal dan tahun baru untuk teman-teman yang merayakan. Kedamaian untuk kita semua. Aamiin. 

Sembari terus belajar, clipper tersebut akan saya gunakan untuk menghabiskan rambut saya kedepannya. Ha ha ha. Kayaknya, 2021 adalah masa dimana saya akan botak selama setahun.

Related Posts

12 comments

  1. Hahahahaha jadi endingnya botak mas? 🤣 Padahal yang di video (yang mas Rahul kirim ke saya itu) potongannya bagus kooook. Hehehehe. Ohya, saya pribadi setiap cukur rambut si kesayangan di mixed antara clipper dan gunting, kalau pakai clipper semua bisa botak dia 😂

    Jadi yang saya clipper hanya bagian sisi dan bawah, while yang atas tetap digunting normal 😁 Semangat terus belajarnya, siapa tau nanti bisa jadi tukang cukur profesional 😆 Wk.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ngga botak kak Eno, tapi mohawk aja. Memang cukuran sebelumnya tidak ada masalah, saya hanya sudah niat menutuo tahun dengan cukuran seperti ini 😁 Tapi benar sih, paling benar itu pake sisir dan bukan praktek ke diri sendiri 😆

      Siap kak Eno, saya masih terus belajar nih. Saya udah follow dan subscribe beberapa kanal untuk belajar cukur 😁

      Delete
  2. Hallo sobat Rahul, salam hormat untuk dirimu dan pantai Losari di kota Daeng. Mohon maaf baru berkunjung. Bicara cukur rambut hampir setiap bulan saya lakukan namun itu bukanlah yang utama untuk saya, yang pertama dan utama untuk saya adalah pernyataan cerdas ini "saya tetap pede selama saya nyaman".

    Entah kenapa saya teramat suka dengan kata itu, istimewa sekali untuk direnungkan.
    Terima kasih sudah berbagi quotes yang bagi saya sangat bermakna tonji reflektif.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salam balik bung Martin. Tapi maaf sebelumnya, saya bukan dari kota Daeng. Saya dari kota Anoa, kota Kendari. Sebelumnya terimakasih apresiasinya bung. Terimakasih juga sudah mau mampir 😁

      Delete
  3. Oh, ini kemarin saya nonton pas live-nya malah. Sempat kepikiran juga buat potong sendiri, karena Ariel kayak gampang gitu nyukurnya. Ternyata tetep sulit ya. Batal deh, gak jadi potong sendiri saya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salam kenal bang Maher 😁

      Memang seharusnya tidak untuk ditiru mas Galuh. Mending belajarnya step by step. Cari teman yang mau jadi kelinci percobaan. Adik, misalnya 😆

      Delete
    2. Haha, saya anak terakhir. Saya lah kelinci percobaan itu.. :D

      Delete
  4. Hahaha Rahul cukup nekat ya mencukur rambut sendiri 🤣. Sungguh nekat karena salah-salah, bisa gundul kepalanya wkwkwk tapi salut sama Rahul yang memang udah siap dengan segala konsekuensinya, bahkan tetap pede apapun hasil potongannya 😁

    Btw, akhirnya potongan rambut Rahul lebih keren! Dibanding gondrong, sepertinya Rahul lebih cocok dengan gaya rambut yang sekarang hahahaha. Semoga tahun 2021 bisa semakin ahli dalam dunia percukuran ya, Hul 💪🏻😁

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya berani soalnya sudah kepikiran mau cukur mohawk setelahnya. Jadi mau setipis apapun samping, tidak terlalu masalah untuk saya 😅

      Gitu yah kak Lia? Ha ha ha. Cukuran seperti ini banyak mengundang kontroversi untuk orang sekitar. Soalnya mereka terbiasa melihat hal normal. Sekalinya ada yang beda dikit, ribut 😅

      Delete
  5. Kontennya Ariel yang potong rambut sempat rame yaa terus kayak enak gitu liatnya, gampang dan hasilnya oke hahaha..

    Kayaknya kalau cowok nyukur bagian belakang rambut memang sebaiknya dibantu sih yaa? Soalnya kan pasti susah, pakai bantuan 2 kaca juga belum pasti kelihatan 😁

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya kak Eya, liatnya kayak gampang, pas dicoba ternyata tidak segampang itu.

      Memang paling benar itu harusnya belajar dulu. Mesti pake kepala orang lain, belajar teori, sama mesti dapat pengakuan bagus dari orang lain. Kalo cukur diri sendiri itu hal lain. Mesti punya skill dan keberanian, sayangnya saya cuma punya keberaniannya saja 😅

      Delete
Terimakasih sudah membaca. Sila berkomentar terkait tulisan ini.