zsnr95ICNj2jnPcreqY9KBInEVewSAnK0XjnluSi

Membahas Dilan dari Spanyol

Saya senang nonton film Spanyol. Perkenalan pertama saya dari film-film Oriol Paulo. Makanya, saya sampai saat ini selalu beranggapan film Spanyol itu penghasil misteri-thriller terbaik. Kalau tidak percaya, coba buktikan dengan nonton The Invisible Guest. Film itu juga yang memperkenalkan saya dengan Mario Casas, aktor asal Spanyol yang menurut saya menarik untuk dibahas.

Setelah The Invisible Guest, saya lumayan banyak menonton film-film Mario Casas. Mulai dari The 33 sampai filmnya yang paling baru The Paramedic yang tayang di Netflix. Pas jaman nonton film-film Mario Casas, saya ketemu salah satu filmnya yang cukup tidak asing. Tres Metros Sobre El Cielo atau Three Steps Above Heaven.

Membahas Dilan dari Spanyol

Sekilas tidak ada yang salah. Seperti film roman kebanyakan. Anak bandel yang senang naik motor, suka dengan perempuan cantik. Tapi kalau mengikuti cerita Dilan, apalagi bukunya, pasti akan merasa ada kemiripan yang sangat besar. Dimulai dari karakternya, Hugo atau akrab disapa H yang diperankan Mario Casas adalah salah satu pengendara motor. Secara tidak sengaja, ia bertemu dengan Babi yang diperankan Maria Valverde.

Dalam Three Meters Above Heaven, pengendara motor ini tergabung pada satu perkumpulan motor jalanan. Setiap malam, mereka sering mengadakan perkumpulan di pelabuhan. Entah untuk adu balap atau adu pull up. Nama H cukup melegenda diantara kelompok motor. Sama seperti Dilan, H juga punya cukup kecerdasan intelektual. Sayangnya, semua berubah ketika Ibunya memilih selingkuh dengan lelaki lain.

Kemiripan selanjutnya adalah cara H dalam merayu Babi. Kalau mengacu pada gombalan Dilan yang out of the box, begitu juga dengan pola pikir H. Makanya, yang awalnya Babi cuek dan tidak peduli jadi mulai senang dengan kehadiran H. Kemiripan lainnya adalah Huga dan Dilan sama-sama menggunakan telepon umum untuk berkomunikasi.

Membahas Dilan dari Spanyol

Kalau dalam film Dilan, pertemuan mereka di sebuah perjalanan menuju sekolah, begitu juga dengan 3SMC ini. Saat itu, Babi sedang dalam perjalanan sekolah menuju sekolah bersama Katina, sahabatnya. Mobil yang dinaiki Babi terjebak macet, H yang baru saja pulang dari pengadilannya berhenti tepat di dekat mobil yang dinaiki Babi. H terpukau dan mencoba merayunya. Ia berkata 'jelek' kepada Babi, namun dibalas dengan jari tengah Babi.

Membahas Dilan dari Spanyol

Pertemuan kedua mereka adalah di sebuah pesta. Saat itu, H bersama teman-teman motornya baru saja dari pelabuhan menuju sebuah pesta yang dikatakan salah seorang teman bahwa ia punya undangan terbuka. Kalau ada yang baca buku XTC: Yang Bergerak Melawan Angin, seingat saya ada momen dimana anggota XTC mendatangi sebuah pesta orang bersama geng motornya.

Ohya, fyi, XTC ini dirumorkan geng motor Dilan saat sekolah di Bandung, saya kan bahas itu dilain kesempatan.

Kalau mengacu pada teman akrab, Dilan punya Piyan. Sementara dalam 3SMC, H punya Pollo, yang dimana ia dekat dan pacaran dengan Katina, teman akrab Babi. Bisa dikatakan, Katina ini semacam Wati atau Rani dalam film Dilan. 

Membahas Dilan dari Spanyol

Saat itu Katina, yang baru saja dekat dengan Pollo membohongi orang tuanya. Ia berkata akan menginap di rumah Babi, tapi ia ternyata ke pelabuhan bersama Pollo. Karena takut terjadi masalah, Babi menyusul setelah menerima telepon dari orang tua Katina. Aksi balap liar malam itu mengundang polisi, sehingga mereka lari menyelamatkan diri masing-masing.

Dari situlah, awal mula Babi mulai merasa ada sesuatu yang berbeda didalam diri H. Mereka kemudian dekat, dan secara tidak tertulis menjalani hubungan yang lebih serius. H menceritakan masa lalu tentang Ibunya setelah mereka bertemu mereka di jalan. Babi merasa ada semacam dorongan ingin melindungi H. Kedekatan mereka, tidak berjalan mulus. Orang tua Babi, terlebih Ibunya, melarang keras ia menjalani hubungan dengan H. Disamping itu, ia menjalani hukuman dari sekolah setelah kedapatan bolos dan memalsukan tanda tangan orang tuanya.

H bertindak tanpa sepengetahuan Babi. Ia mengancam guru sekolah Babi dengan menyandera anjing peliharaan yang ia beri nama Pepito. Sayangnya, Babi tahu dan memutuskan hubungan sementara. Dalam film Dilan, Milea juga sempat mengancam Dilan untuk memutuskan hubungan kalau-kalau ia masih bersama teman geng motornya.

Satu insiden yang terjadi di rumah Babi, membuat H memukul Chino karena berasumsi cincin yang hilang di rumah Babi diambil Chino. Tapi ternyata, cincin itu ada ditangan Mara, salah satu perempuan yang aktif di kelompok motor. Dalam cerita Dilan, Mara mirip dengan tokoh Susi. Asumsi saya, cincin ini memang diambil Chino, tapi diberikan kepada Mara. 

Karena balapan berikutnya, saat H baru saja diputuskan sementara oleh Babi, Chino terlihat mesra bersama Mara. Karena tidak terima dihajar, Chino ingin membalas dendam kepada H. Tapi Pollo mengatakan ia menggantikannya malam ini. Pollo terjatuh malam itu dan membuatnya meninggal. H dan Babi yang tahu, langsung ke tempat kejadian. H sangat terpukul dan melampiaskan semua kekesalannya. Karena tidak bisa mengontrol emosi, ia menampar Babi setelah ia berkata,"kaulah yang membunuh Pollo."

Dalam film Dilan, Piyan memang tidak meninggal selayaknya Pollo. Tapi salah satu teman baik lainnya, Akew, yang meninggal akibat salah pukul. Sama seperti Dilan, titik ini yang membuat hubungan H dan Babi kandas. Mereka tidak lagi bertemu dan emosi membawa mereka pada satu hubungan yang tidak bisa mereka ubah.

Dalam sekuel film Three Steps Above Heaven, muncul karakter baru bernama Gin, perempuan penyuka foto. Saya tidak bisa mengandaikan lebih banyak, tapi jika mengacu pada kisah cinta Dilan berikutnya, Gin ini mengacu pada Ancika. Ancika Mehrunisa Rabu. Novelnya direncanakan terbit tahun ini, jadi saya belum bisa berasumsi tentang persamaan karakter Gin dan Ancika.

Hanya, saya bisa mengatakan beberapa kemiripan Gin dan Ancika ini. Sama-sama datang ketika hati Dilan dan H patah. Sama-sama terlihat tomboy atau menyenangi gaya laki-laki. Kalau Ancika dipanggil Amer oleh teman-temannya, sedangkan Gin itu minuman alkohol. Cocoklogi sekali. Ha ha ha.

Cerita Dilan adalah cerita yang menemani masa remaja SMP-SMA saya. Sampai saat ini, saya masih sering membaca ulang beberapa bagian atau bahkan membaca ulang secara full. Pernahkah kalian membaca atau menonton film dan merasa berada pada satu dunia yang menyenangkan dan tidak ingin itu berakhir. Begitulan cerita Dilan dan Hugo. Kisah cinta yang manis, sama-sama berawal dari jalanan.

Saya masih sering senyum-senyum sendiri ketika membaca dan menghabiskan buku Dilan pertama. Kemudian merasakan sesak dan pedih yang mendalam ketika membaca dan menghabiskan buku Dilan kedua. Buku Milea, sebagai bentuk kompromi terhadap apa yang telah terjadi. Bahwa pada akhirnya, suatu hubungan memang seperti itu. Komunikasi lebih penting daripada mengedepankan ego dan emosi masing-masing.

Related Posts

2 comments

  1. jujur saya baru tau tentang film dari spanyol mas bukan dari negara latin
    penasaran aja si karena sepertinya jarang sekali terdengar
    dan kok ya pas ceritanya mirip sama dilan

    tapi di film ini tokohnya lebih dewasa ya
    apa mungkin saya yang masih menganggap si iqbal itu imut imut heheh

    saya jadi penasaran nonton karena ada beberapa bagian yang memang mirip meski ada juga perbedaanya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Boleh dibuktikan dengan tonton sendiri, Mas. Mungkin sayanya aja yang terlalu mencocoklogikan 😆

      Iya, dari segi umur pemerannya saja sudah beda. Iqbaal kelahiran '99, sedangkan Casas kelahiran '86

      Delete
Terimakasih sudah membaca. Sila berkomentar terkait tulisan ini.