zsnr95ICNj2jnPcreqY9KBInEVewSAnK0XjnluSi

Serial Terbaik Semester 2 Tahun 2020

Setelah sukses merekap serial yang saya tonton setengah tahun kemarin, saya akhirnya memutuskan untuk buat tulisan lanjutannya. Kebetulan semester 2 ini, serialnya masih cukup banyak dan variatif. Ohya,  daftar serial yang saya tonton ini bukan berdasarkan rilisan tahun 2020, tapi hanya serial yang saya tonton sepanjang tahun 2020. Segitu saja pembukanya.

Serial Terbaik Semester 2 Tahun 2020

--

Anime

Golden Boy adalah salah satu anime yang saya sukai. Jujur, saya cukup susah untuk suka anime. Judul-judul kayak Naruto atau One Piece pun bisa dibilang tidak saya ikuti. Saya tidak punya ketertarikan saja. Terakhir saya benar-benar suka anime adalah pas nonton Ano Hana. Golden Boy adalah tipe anime mesum komedi, nama kerennya ecchi. Salah satu hal yang saya sukai adalah developtment pada tiap episod yang meski terlihat berdiri sendiri, tapi tetap punya benang merah diakhir cerita.

Drama Korea

When the Camellia Blooms adalah drama Korea pertama yang saya tonton pada semester 2 ini. Dengan bekal menang Baeksang Art Awards 2020, saya jadi tertarik untuk mengikuti drakor ini. Simpelnya, ini tentang kisah perjuangan Ibu satu anak yang tinggal di kota Ongsan, Korea, dalam menghadapi masa lalunya: Ibu, Kekasih, dan Traumanya.

Saat baru saja selesai nonton Camellia Blooms, saya dapat referensi dari kak Eno untuk nonton Save Me. Kebetulan waktu itu, saya lagi nyari drakor baru. Save Me bercerita tentang satu keluarga yang terjebak dalam sekte berkedok agama. Salah satu hal yang saya salut dari korea meski drakor punya stigma yang tidak enak, tapi tetap mengusung tema yang unik dan fresh. Save Me ini salah satunya.

Berikutnya, The K2 adalah rekomendasi teman SMA saya waktu masih SMA. Realisasi nontonnya baru bisa tahun 2020. Mungkin dulu belum waktunya, bukan prioritasnya. The K2 sederhananya bercerita tentang tentara bayaran yang disewa untuk jadi pengawal pemilik perusahaan keamanan dengan perjanjian agar ia dibantuk untuk membalaskan dendam lamanya kepada musuh yang sama dari pemilik perusahaan.

Drama Korea terakhir yang saya tonton tahun ini the one and only, Start Up. Sederhananya, Start Up bercerita tentang orang-orang di dunia perusahaan startup. Agak terlambat untuk mengikuti gelombang hype drakor ini, saya menontonnya saat sudah hampir tamat karena hal lain yang mesti dikerjakan. Untuk saya, Start Up ini drakor seru. Vibesnya mirip-mirip Itaewon Class. Saya suka.

Pengembangan cerita dan karakter adalah hal yang saya suka dari Start Up ini. Rapi. Selain hal itu, tentu faktor x-nya adalah soundtracknya. Saya suka hampir semua lagu. Sayangnya, opening theme-nya kurang nendang untuk saya. Saya sampai cuma lihat sekali-dua kali, untuk kemudian diepisode setelahnya cuma diskip-skip saja.

Serial Indonesia

Setelah benar-benar pensiun dari dunia bisnis lama, cerita Kang Mus kembali berlanjut dalam seri Preman Pensiun 3. Kali ini mengisahkan bagaimana Kang Mus mulai merintis usaha kicimpring dan Jamal yang masih berusaha merebut Pasar, Jalanan, dan Terminal dengan memecah belah mantan anak buah Kang Mus.

Yang kedua, ini mungkin jadi produksi serial pertama yang dilakukan saat pandemi, Sementara, Selamanya. Serial mini yang disutradarai dan diperankan oleh Reza Rahadian ini bercerita tentang dua pasangan yang terpisah karena kondisi pandemi. Dengan durasi yang pendek, Ika Natassa sebagai penulis skenario mampu memperkenalkan dunia Saka-Zara dengan efisien.

Setelah kurang lebih 10 tahun, lanjutan cerita dari semesta Serigala Terakhir dimulai. Ketimbang mengambil bentuk film, sekuelnya mengambil bentuk serial. Serigala Terakhir The Series bercerita tentang 10 tahun kejadian saat fillm Serigala Terakhir, ketika Alex, teman Jarot di Naga Hitam keluar dari penjara. Keren juga bagaimana Upi membiarkan karakternya dieksplorasi lebih jauh. Mengambil semesta gangster ini menjadi satu serial keren.

Meski begitu, tak dapat diayal, masih banyak hal yang mengganjal. Seperti potongan rambut Rizky Nasar yang tidak konsisten dari satu adegan ke adegan yang lain. Kemudian reaksi karakter antar adegan kadang cukup bikin geleng-geleng. Meski begitu masih banyak hal yang bisa dibanggakan. Salah satunya visualnya yang keren dan beberapa kharisma karakter diawal episod.

Masih dari series Indonesia, kali ini datang dari musim 2 semesta Koh Afuk, Cek Toko Sebelah: Babak Baru. Setelah 9 episod terakhir digantung karena permasalahan Hooq kemarin, akhirnya bisa menyaksikan semusim fullnya. Ceritanya berkutat pada kehidupan Koh Afuk yang mencoba membuka bisnis baru: pemancingan ikan.

Pembagian pertama, saya tidak begitu menyukainya dan cenderung membandingkan pada musim pertamanya. Namun 9 episod terakhir yang diambil alih Netflix, CTS Babak Baru mampu kembali ke jalannya. Meski tidak selucu dan sesolid musim pertama, series ini masih bisa jadi tontonan hiburan. Saya rasa, dengan memadatkan episod, akan jauh lebih solid dari yang seharusnya.

Campuran

Saya jarang atau bahkan tidak pernah mungkin nonton film Belgia, apalagi nonton serial Belgia. Into The Night adalah yang pertama. Feelnya kayak nonton film-film Spanyol. Bercerita tentang penumpang pesawat yang mencoba terus berada di malam hari karena pada saat siang mereka semua akan mati. Ini semacam road movie yang menyenangkan.

Dari Belgia, geser sebentar ke Thailand. Serial Bad Genius adalah remake dari filmnya. Jika beberapa kasus mencoba melanjutkan cerita, Bad Genis The Series malah membuat ulang dengan cerita yang relatif sama. Bedanya, karena durasi yang mumpuni segala aspek bisa digali lebih dalam. Porsi karakternya juga pas. Ini adalah upgrade besar dari filmnya.

Saat SMA, saya sangat kegirangan pas tahu RDJ memerankan Sherlock Holmes. Padahal filmnya sudah sangat lama. Saya menontonnya dengan sangat excited persis anak kecil yang menantikan ranger favoritnya bertarung. Tahun ini, saya menonton serial Sherlock yang dimainkan oleh Benedict. Masih satu almamater di Marvel. Keduanya punya kelebihan yang cukup ikonik.

Setelah terkagum-kagum dengan The Haunting of Hill House dua tahun lalu, akhirnya bisa menyaksikan cerita lain dari antologi serial The Haunting dari kreator Mike Flanangan, The Haunting of Bly Manor. Dengan cerita yang berbeda, Bly Manor mampu tampil baik dengan standar pendahulunya. Masih menemukan long take ala Flanagan yang cukup ikonik di serial pertama. Saya sangat senang menonton ini. Seperti mendengar dongeng dari seorang Paman.

Dari horor saya belok ke komedi gelap Ricky Gervais, After Life. Selama masa-masa mengerjakan tugas, saya jarang nonton. Akhirnya menemukan serial 20 menitan yang bisa saya tonton sebelum tidur. After Life bercerita tentang kehidupan Tony pasca-kematian Istrinya. Senang sekali melihat Toni mengeluhkan banyak hal disekitarnya. 

Setiap selesai, saya tidak pernah tidak merenung setelahnya. Entah karena ada dialog atau adegan yang mengguncang perasaaan saya. Gervais selalu berhasil menggambarkan Tony sebagai orang depresif yang hanya ingin hidup tenang. Salah satu adegan favorit saya adalah saat ia bertemu dengan sukarelawan di jalan. After life akan jadi serial komedi favorit saya tahun ini.

--

Mungkin segitu saja, tidak rapi dan lengkap dari pos sebelumnya. Kali ini, saya tidak akan memilih favorit saya seperti tulisan sebelumnya. Tapi tenang saja, saya akan membuat satu tulisan lain untuk menggabungkan dua tulisan tersebut untuk kemudian saya mengambil 5 serial favorit saya sepanjang tahun 2020 untuk saya bahas agak panjang dari ini.

Related Posts

14 comments

  1. Wah tontonan Rahul beragam sekali dan cukup banyak juga nontonnya ya 😱
    Beberapa bulan belakangan ini, aku termasuk yang jarang nonton, bahkan drama Save Me aja, aku belum selesai nonton πŸ˜‚ karena minat nonton di semester 2 ini berkurang.
    Kalau dari semua judul yang Rahul sebutkan, K2 adalah salah satu yang pernah aku nonton juga selain Save Me, walaupun nontonnya longkap-longkap πŸ˜‚ tapi di drama itu, Ji Chang Wook keren sekali 😍 dan ganteng huahahaha. Cocok sekali Ji Chang Wook kalau main drama atau film yang aksi-aksi gitu.
    Oiya, ada drama baru dari Ji Chang Wook yang akan segera rilis, harusnya hari ini jika sesuai jadwal. Genrenya romcom gitu sih, entah Rahul suka romcom atau tidak hahahaha.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lumayan banyak kak Lia, nonton jadi semacam hiburan untuk saya 😁

      Save Me itu seru. Mungkin kak Lia boleh coba nonton lagi, tiga episod pertama memang belum kelihatan. Nanti pas Bapaknya mulai dicuci otak, baru mulai seru πŸ˜„

      Kalo The K2 memang seru. Ada unsur politiknya, actionnya, tapi tetap menggemaskan disaat yang bersamaan. Ji Chang-wook memang cocok sih main action. Saya belum nonton drama lain dari Chang-wook, tapi drama terbarunya kayaknya seru. Tentang arsitek-arsitek itu kan?

      Delete
    2. Kalau begitu nanti aku mulai nonton lagi setelah eps 3 🀣 karena awal-awal memang agak bosan sih. Aku baru nonton 2 eps. Lebih greget saat bapaknya udah kena cuci otak pastinya hahaha

      Iya, yang tentang arsitek. Rahul udah nonton eps 1nya? Setelah aku nonton eps 1nya, ini sepertinya full romance πŸ˜‚

      Delete
    3. Iya kak Lia, pas udah dicuci otak, feelnya jadi berubah. Satu hal yang cukup mengasikkan adalah melihat persahabatan Dong-chul dan Sang-hwan diuji.

      Saya belum sempat nonton, masih nyicil drakor yang lain. Ha ha ha

      Delete
    4. Apa saja list drama TBW (to-be-watching)nya Rahul? 🀣

      Delete
    5. Ada beberapa kak Lia. Karena tahun depan mau explore dorama, jadi arahnya akan lebih banyak ke sana. Paling saya mau mulai dari Sweet Home dan Alice in Bonderland 😁

      Delete
  2. Rahul bahas Golden Boy jadi inget jaman SMP pas kenalan sama komik ini (ya ampuunn nista sekali kamu eya) gara-gara dikibulin temen πŸ˜‚πŸ˜‚ Dulu saya kan suka banget Digimon, terus sama temen cowok dipinjemin komik Golden Boy ini katanya seru kayak Digimon. Untung buka komiknya pas lagi sendirian di kamar wkwkwk gawat kalo lagi di sebelah ibu-bapak kan πŸ˜‚πŸ˜‚ Golden Boy ini kayaknya perkenalan pertamaku sama ecchi deh πŸ™ˆπŸ™ˆ

    Dari serial lainnya belum ada yang aku tonton kecuali Serigala Terakhir sempat nyobain 2 episode. Agak sayang sebenernya karena episode pertama bagus banget tapi episode 2 agak dragging menurutku. Tapi yaa tetep seneng sih sinetron Indonesia mulai menggarap yang serius dan ceritanya cukup rapi.. Walaupun jadinya lebih ke serial eksklusif yaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kayaknya kak Eya pernah cerita hal ini dipos sebelumnya. Temannya brengsek sih πŸ˜…

      Serigala Terakhir The Series memang gratis dua episod pertama saja kak Eya. Selanjutnya berbayar. Sekarang, sudah banyak serial keren. Tinggal gimana caranya kita mau nyari dan sortir sesuai prioritas

      Delete
  3. Waahh Mas Rahul bisa nonton Sementara Selamanya? Duhh aku kelewatan dan ga ditayangin lagi. Akhirnya cuma bisa baca dari novelnya. Cuma tetap penasaran dan ingin nonton filmnya. Selalu karya Ika Natassa itu keren-keren dengan cerita sederhana.

    Aku baru tahu Serigala Terakhir ada serialnya. Waktu itu cuma nonton filmnya. Dulu aja mau nonton filmnya takut-takut karena banyak adegan action dan bunuh2an. Sepertinya masih mikir-mikir kalau mau nonton serialnya πŸ˜‚

    Cek Toko Sebelah: Babak Baru aku juga nonton sampai nulis reviewnya. Karena suka sama jalan ceritanya dan tetap ada unsur komedi. Karya Ernest emang selalu mengangkat kehidupan sehari-hari.

    Tontonan Mas Rahul cukup banyak dan beragam. Ditunggu tulisan 5 serial favoritnyaa 😁

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, iya yah. Saya baru tau sekarang ngga tayang. Padahal dulunya akses nontonnya digratiskan. Ha ha ha. Serigala Terakhir tidak se-gore itu kak Devina. Kalau acuannya seperti itu, The Raid mungkin akan lebih cocok.

      Iya, saya baca tuh tulisan kak Devina. Keren. Meski pada waktu baca, sayanya belum selesai nonton jadi belum bisa komen.

      Siap. Akan jadi postingan penutup tahun 2020 (rencananya)

      Delete
  4. Untuk setengah tahun Rahul bisa nonton banyak banget serial, keren!
    Aku bukan tipe betah kalo nonton serial apalagi kalo episodenya banyak dan seasonnya banyak, udah nyerah duluan. Drama Korea juga sekarang lagi gak mood banget buat tonton.
    Btw, start up hype hebat banget ya... kayaknya sebagian besar org nonton... aku mau nonton setelah lengkap episodenya eh malah kemakan spoiler jadi udah tau ceritanya πŸ™ˆ masih galau mau lanjut tonton apa engga wkwkwk
    Btw, thanks rekomendasinya ya Rahul, banyak yang belom aku tonton nih. Lumayan buat tontonan libur

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dulu, saya juga kebanyakan nonton film. Tapi sekarang lebih senang explore serial karena senang liat progress karakternya. Development ceritanya juga bisa lebih luas. Jadi, baik film maupun serial, tergantung lagi mood nonton yang mana kak Tika 😁

      Saya sendiri kena spoiler pas dua episod terakhir. Meski agak kesal, tidak masalah. Karena ceritanya sudah diplanting jauh sebelumnya. Mungkin kalo kak Tika, bisa ngetes dulu. Kalo seru, mungkin bisa dilanjut. Kalo tidak, masih banyak serial keren. Tinggal cari yang lagi pengen ditonton 😁

      Delete
  5. Halo kak Rahul. Pertama kali berkunjung kesini.

    saya sempet mau nonton drama save me, tertarik karena sesuai selera saya hehe.
    Ngomong2 soal sherlock, apa kak Rahul sudah menonton seriesnya sampai habis? saya suka banget sama sherlock BBC series, aktingnya benedict bagus sekali sih ><

    ReplyDelete
    Replies
    1. Siap kak Reka, selamat datang dan semoga betah main di sini 😁

      Mungkin bisa dicoba dulu kak Reka, tipe serial Save Me itu agak slow burn. Jadi 2-3 episod pertama belum benar-benar kerasa feelnya. Jadi kalo mau nonton, nikmatin pelan-pelan. Kalo soal Sherlock, saya suka Benedict disitu. Belum nonton dua season, dan mau lanjut lagi dalam waktu dekat 😁

      Delete
Terimakasih sudah membaca. Sila berkomentar terkait tulisan ini.