zsnr95ICNj2jnPcreqY9KBInEVewSAnK0XjnluSi

Tumbang, Serigala Terakhir, dan Pesan Terbuka

Sekarang sudah sore, tanggal 8 Desember ketika saya sudah baikan karena semalam merasa sangat tidak enak badan. Kalau mau direkap, kayaknya dari kejadian kemarin. Saya ceritakan saja, mungkin teman-teman akan paham bahwa diusia remajapun, saya sudah butuh FreshCare setiap saat.

Itu adalah malam Minggu, ketika rencananya kami akan bermalam di Pondok. Tidak tahu ide siapa, tapi saat itu, saya sedang berada di tempat teman saya di daerah MTQ untuk makan dan nongkrong. Teman saya ini adalah teman SMP. Setelah lulus, ia mencoba banyak bisnis. Mulai dari baju, kafe, sampai yang paling baru adalah street food

Tumbang, Serigala Terakhir, dan Pesan Terbuka

Karena sudah lama tidak bertemu, saya memutuskan untuk malam Minggu di sana. Mencoba melihat apakah diri saya bisa membaur dengan circle teman saya ini. Setelah makan, saya lama duduk di sana. Ngobrol dengan temannya teman saya yang datang. Teman saya yang lain juga datang, itu adalah pertemuan pertama kami setelah lulus. Ia masih terlihat tidak jauh berbeda.

Tumbang, Serigala Terakhir, dan Pesan Terbuka
Kami ngobrol banyak hal, lebih tepatnya saya hanya menyimak apa yang mereka obrolkan. Saya hanya menyumbang tawa kalau memang saya bisa mengerti dan lucu. Ada kalanya, saya ingin buru-buru pergi karena merasa ini bukan diri saya, ini bukan tempat saya. Rencananya, mereka akan ke Pondok saat jam 9 lewat, ketika waktu pulang kerja Ari sudah dekat. 

Setelah mereka di sana, saya menyuruh teman saya untuk menelepon agar saya bisa bergeser tempat teman saya. Saya pamit kepada teman saya, dan bergerak ke Pondok. Di sana sudah ada yang lain, sedang bermain game. Sudah hampir pukul 11 ketika kami bergerak untuk mencari makan di luar. Warung Sari Laut favorit kami tidak buka, kami geser dan menemukan sari laut lain.

Di sana, saya dan Ombe tidak makan karena memang masih kenyang. Setelah makan, kami kembali dan menonton film sampai jam 2 pagi. Bangun agak siang dan pulang sekitar jam 10 untuk singgah ke Bakso Suroso. Sebenarnya tidak benar-benar langsung singgah. Tapi begitulah, setelahnya kami berada di Bakso Suroso.

Tumbang, Serigala Terakhir, dan Pesan Terbuka
Ngomong-ngomong Bakso Suroso, tempat makan ini cukup legend di kota saya. Bahkan sudah berdiri ketika mama saya muda dulu. Waktu SMP, sebelum pulang sekolah, saya dan teman-teman sering mampir ke sana. Kuah baksonya segar dan pilihan baksonya beragam. Meski tempat makannya kecil, tapi mayoritas orang pasti pernah makan atau setidaknya dengar nama tempat ini.

Karena hanya tidur beberapa jam, saya lanjut tidur setelah itu sampai jam 3 sore. Mampir ke gym sebentar, dan malamnya, ada wacana untuk nongkrong di salah satu tempat nongkrong baru yang mereka temukan. Saya iyakan saja. Tempatnya bagus dan tidak terlalu ramai. Lagu yang diputar juga beragam dan harganya murah meriah. Saya rasa, ini akan jadi tempat nongkrong baru andalan kami.

Tumbang, Serigala Terakhir, dan Pesan Terbuka
Setelah dari sana, Ali dapat telepon dari rumah, ternyata Ali mesti tidur di Pondok karena kamarnya sedang dipakai oleh keluarga yang baru datang dari Kolaka. Karena itu, ada rencana untuk bermalam lagi di Pondok. Awalnya saya tidak ingin ikut, apalagi mengingat Senin biasanya ada mata kuliah yang dipindahkan dari hari lain. 

Setelah menelepon dan membangunkan ketua tingkat saya, akhirnya saya mengiyakan karena besok ternyata bebas mata kuliah. Kami sempat pulang untuk mengambil beberapa hal. Sempat ingin makam di warung mi siram baru di daerah Kota Lama, tapi sudah tutup.

Jadi kami makan di salah satu warung sari laut di dekat pondok. Harganya lebih murah dari tempat yang biasa kami makan. Cuma 10 ribu untuk satu porsi nasi tempe. Kami kembali ke Pondok, dan itu sudah pukul 1 pagi. Kami nonton Serigala Terakhir The Series tiga episode. Selesai jam 3 pagi lewat dan bangun pukul 7 pagi.

Tumbang, Serigala Terakhir, dan Pesan Terbuka
Karena shift pagi, Ari sudah berangkat kerja dari Pondok. Ali sudah mandi dan bersiap untuk ke Kampus sementara saya dan Riki sudah bersiap pulang. Saya mandi, lalu mengerjakan tugas sebelum tidur dan bangun jam 3 sore. Mampir ke gym lagi dan mendapati badan saya mulai terasa tidak enak. Saya ambil FreshCare dan menyuruh adik no. 3 untuk mengoleskan ke punggung saya.

Saya tak bisa tidur dan merasa sangat tidak enak badan. Biasanya, setelah minum YOU C-100 atau susu beruang, langsung mendingan. Tapi malam itu tidak. Karena tak bisa tidur, saya menggunakan waktu itu untuk lanjut nonton episod lanjutan Serigala Terakhir. Saya tidur pukul 12 lewat, bangun pukul 3 pagi dan tidur lagi pukul 4 pagi.

Paginya, saya bangun pukul 8 pagi lewat, padahal ada absen yang mesti diisi jam 7.30. Saya tetap absen meski statusnya sangat terlambat. Badan saya masih sakit, tapi ada kuliah lagi pukul 9. Kuliah yang bikin saya mesti duduk meski merasa tidak enak badan. Setelah kuliah itu, saya makan dan tidur. Bangun pukul 2 siang dan merasa sudah agak mendingan.

Dan itulah, sampai ketika sore, saya menulis ini sebagai rekapan yang terjadi sampai akhirnya saya tumbang. Sudah saya katakan, anak usia remaja macam saya saja sudah butuh FreshCare saat kebutuhan untuk malam minggunya adalah nongkrong dan pulang diatas pukul 10 malam. Udara dingin malam sangat tidak bisa berkompromi. Saya mesti beli jaket yang lebih tebal dan hangat.

--

Kemarin, saya menang atas sayembara tebak-tebakan diblog kak Jane bersama kak Endah. Intinya, kami disuruh menebak apa makna dari simbol dalam header kak Jane. Karena saya cukup observatif dan punya interest, saya iseng ikut dihari terakhir. Benar-benar dihari terakhir, dan, ternyata menang.

Meski begitu, kemampuan analisis saya biasanya cenderung ngaco dan cocoklogi. Tapi kata kak Thessa, ini tidak murni cocoklogi semata, ada detil-detil yang saya amati untuk menjadi acuan cocoklogi saya. Dan itu memang benar adanya. Selain meriset, saya memang cukup observatif. Saya bisa mempertanyakan hal sepele macam kenapa nasi kotak enak dan banyak diminati.

Oleh karena itu, lewat tulisan ini saya mengirim pesan terbuka, saya menantang teman-teman blogger yang sedang atau akan mengadakan sayembara tebak-tebakan. Untuk teman-teman yang ingin ikutan, harap hati-hati juga, karena saya punya alter ego yang dikenal dengan Rahul Holmes. 

Saya tidak tahu, kemampuan ini akan membawa saya kemana. Tapi saya akan terus mencari dan menemukan berbagai sayembara, terutama di seluruh penjuru dunia blogging. Mencari pundi-pundi jajan dari hobi yang tak biasa ini.

Related Posts

7 comments

  1. selamat mas rahul sudah menang di sayembaranya mbak jane. Jawabannya sangat mendetail, lengkap dan tepat. Cocoklogi juga berdasarkan pola-pola yang ada. Tentu saja selamat menemukan hobi barunya :D

    Yaa kalau tumbang juga wajar sih mas. Kalau kurang istirahat dan tubuh belum terbiasa kebanyakan juga bakal sakit. Semoga tetap sehat mas :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih mas Rivai. Tebakan teman-teman yang lain juga saya yakin keren-keren semua. Sayanya saja yang kebetulan beruntung 😁

      Iya mas Rivai, mesti jaga kesehatan. Terimakasih doanya, untuk mas Rivai juga demikian

      Delete
  2. Kalau Rahul megabdi pada Fresh Care, aku mengabdi ke Salonpas sejak remaja juga wkwkwk kenapa yaa kayaknya mungkin kita ini semacam jiwa muda terperangkap di tubuh kakek2 atau nenek2 πŸ˜‚

    Eh belum lama ini juga nyobain nonton serial Serigala Terakhir, tapi baru 2 episode karena kayaknya cuma itu tang tersedia free? Episode 3 seterusnya tuh kayaknya harus subscribe Vidio yaa? Lumayan intens jalan ceritanya, seneng sih Indonesia mulai banyak bikin serial bagus 😁

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dulu, sebelum ada FreshCare, Tante saya juga pakenya Salonpas. Ngga tau yah, belum umur berapa badan sudah cepat sakit-sakitan πŸ˜…

      Iya, di Vidio cuma gratis 2 episod. Setelah itu mesti langganan. Kalo saran saya, mending langganan saja. Murah dan banyak film bagus. Kalo mau nonton serial keren lainnya, ada Saiyo Sakato dan Tunnel versi Indonesia. Keduanya ada di Goplay

      Delete
    2. Aku tim pengabdi pada Salonpas, Counterpain dan Tolak Angin 🀣
      Bagaimana hidupku tanpa merekaaa~~~ sungguh Tolak Angin sih buat penyakit apa aja kayaknya ampuh gitu 🀣

      Anyway, selamat ya Rahul Holmes udah memenangkan kuis di blog Ci Jane 😁. Rahul beneran detil analisisnya dalam hal cocoklogi πŸ‘πŸ»
      Nampaknya mulai sekarang Rahul akan dipandang menjadi saingan ketat oleh teman-teman penggemar kuis karena skill Rahul 🀣

      Delete
    3. @Lia: saya lumayan jarang minum tolak angin, paling hanya sekali dua kali.

      Ha ha ha, saya cuma mengibarkan bendera di blog saya. Saya tau pasti, ada orang-orang diluar sana yang punya skill serupa, dan mungkin lebih hebat. Btw, terimkasih kak Lia 😁

      Delete
  3. Wuaa ada nama aku disebuut. Hehehe.. Bener loh, ith murni bukan sekedar cocoklogi, pasti ada pengamatannya di situ. Hehehe.. Mantab Mas Rahul, semangaat ya udah menang sayembaranya 😎

    ReplyDelete
Terimakasih sudah membaca. Sila berkomentar terkait tulisan ini.