zsnr95ICNj2jnPcreqY9KBInEVewSAnK0XjnluSi

Menerbitkan Tulisan Saat Kondisi Sibuk (Reply #01)

Reply adalah segmen baru diblog ini yang menjawab atau menanggapi pertanyaan dan pernyataan teman-teman. Aslinya segmen ini terinspirasi dari blog kak Eno yang menjawab pertanyaan dari laman kontaknya. Hal ini saya terapkan ke blog saya dengan sedikit memodifikasi, menjawab dan menanggapi hal-hal dikolom komentar dan tulisan teman-teman dari pandangan saya. Singkatnya begitu. 

Tidak ada ketentuan dan tempat khusus. Jawaban dan tanggapan semau dan seenak perutnya saya. Jadi kalo ada pertanyaan khusus yang ditujukan untuk saya, jangan terlalu berharap jawaban yang spektakuler dan teoritis. Itu bukan saya. Kembalilah pada buku-buku dan referensi yang bersumber dari hal yang kau percaya.

Menerbitkan Tulisan Saat Kondisi Sibuk (Reply #01)

Tanggapan perdana datang dari komentar kak Jane pada pos Wake Me Up When My Homework Ends yang menuliskan tentang kesalutan ditengah kesibukan tugas kuliah, saya masih sempat menerbitkan dua tulisan. Kurang lebih seperti itu, ini komentar lengkapnya.

Menerbitkan Tulisan Saat Kondisi Sibuk (Reply #01)
Kalo saya katakan, ini mungkin akan terdengar ngga keren lagi. Seakan-akan saya bisa membagi waktu antara mengerjakan tugas, menulis, mengedit, dan menerbitkan pos. Ha ha ha. Saya tidak sekeren itu. Sebelum tugas dan UAS kemarin, atau jauh sebelum ini, saya sudah menyiapkan amunisi. Saya tau hari ini akan datang, hari dimana tugas dan UAS akan menumpuk.

Hal pertama yang saya lakukan adalah menyiapkan amunisi atau makanan untuk berhibernasi. Istilahnya sesederhananya seperti itu. Saya membuka memo, dan mulai mengeksekusi materi yang sudah matang dan bisa saya kerjakan. Contohnya serial Perspektif Majemuk itu. Kalau teman-teman tahu, saya sudah mengantongi 10 nama kolaborator yang sudah siap saya terbitkan.

Jumlah nama yang saya sebutkan sudah mengirim jawaban dan perspektifnya, tinggal saya eksekusi. Untuk pengerjaannya, dua seri yang saya garap mentahnya, untuk kemudian saya edit dan masukkan ilustrasi sebelum menerbitkannya. Jadi begitulah. Untuk serial Perspektif Majemuk akan aman sampai kurang lebih 4 bulan kedepan. Sebab saya hanya akan menayangkan dua episod dalam sebulan.

Kalau tulisan tentang CR Challenge kemarin, itu juga saya tulisnya dadakan. Ngga bisa disebut keren. Itu cuma pelarian saja dari tugas-tugas yang membebani tiap sisi otak saya. Setidaknya, curhat bikin pikiran saya makin ringan, makin siap untuk kembali berkutat dengan tugas.

Pas nulis kemarin juga menggunakan hape. Sambil baring, sebelum tidur. Kayak sedang chattingan. Saya sampai senyam-senyum sendiri pas nulis karena pembahasannya benar-benar kontemplatif. Hal ini memang sangat erat dengan masalah prioritas. Kalo kata sahabat kak Jane sendiri,"you win some, you lose some".

Rahasianya sudah saya jelaskan, memang saya tidak sekeren itu. Saya tahu kondisi saya tidak akan santai saat memasuki awal bulan. Kalau mengacu pada istilah kemarin, istilahnya saya menyiapkan diri untuk masa paceklik. Kalau setidaknya saya menerbitkan tiga tulisan setiap minggu, kurang lebih saya mesti menyiapkan 12-15 tulisan untuk hitungan sibuk sebulan.

Banyak? Tidak. Saya sudah punya materinya, tinggal dieksekusi saja. Saya bukan tipe orang yang mengeksekusi sesuatu tanpa mempunyai kerangkanya. Memang bisa, tapi jadinya lama dan makan waktu. Menyiapkan kerangka tulisan membuat pengerjaannya jadi lebih efisien.

Jika dibandingkan dengan kak Rey, saya mah tidak ada apa-apanya. Dulu kak Rey menerbitkan satu tulisan setiap hari secara rutin. Keren. Saya belum tentu bisa melakukannya. Saya cuma menerapkan tips yang dilakukan kak Rey dengan menyiapkan amunisi itu. Meski tidak bisa sehari sekali, tiga kali seminggu sudah ritme publish yang pas untuk saya.

Related Posts

16 comments

  1. Jadi mas Rahul sudah selesai UAS beluuum? Hahaha, saya kan janji mau traktir makan BBQ-an 😁 By the way, menurut saya, meski kata mas Rahul nggak keren, di mata saya tetap keren, karena mas Rahul sanggup melakukan banyak hal diwaktu yang berdekatan 😆 Which is itu sesuatu yang nggak mudah, nggak heran jika mba Jane merasa salut karenanya 😍

    Bicara soal mba Rey, jadi kangen, blognya sudah seminggu nggak di-update hiks, padahal tahun lalu setiap hari bisa baca tulisan mba Rey 🙈 Terus, jadi sekarang mas Rahul sudah masuk waktu santai? Dapat libur berapa minggu, mas? Roman-romannya akan banyak update-an menarik yang akan mas Rahul bagikan 😍 Asiiiiiik, ditunggu, yaaah ~

    *duduk di pojok sama mba Phebie sambil makan popcorn* 🥳🎉

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hiyaaaa~ apa yang ingin kusampaikan udah diwakilkan oleh Kak Eno, jadi aku ninbrung aja di sini ya wkwk. Beneran, aku juga salut sama Rahul, dimataku tetap terlihat keren, bisa menyiapkan amunisi sebanyak itu 😱
      Jadi, Rahul udah selesai UASnya kah? Hahahaha.

      Btw, aku juga rindu baca tulisan Kak Rey karena udah lama nggak update 🤧 sampai rasanya ada yang kurang di hari-hariku karena lama nggak lihat tulisan Kak Rey 🤧

      Oiya, nggak sabar menunggu postingan perspektif majemuk lainnya 🙈 hiya hiya hiyaaa~

      Delete
    2. @CREAMENO: Untuk tugas dan UASnya alhamdulillah sudah selesai kemarin. Paling kalo ada pengulangan, ngga gitu bikin saya puyeng kayak kemarin. Saya jadi malu kak Eno, saya orangnya ngga suka dipuji. Ha ha ha.

      Iya nih, kak Rey kayaknya lagi pecah fokus karena ngurus blog baru. Kalo sekarang belum liat kalender akademik, tapi kalo dari pengalaman kemarin, paling dapat jatah waktu libur sebulan kurang lebih sudah dengan jadwal ngaretnya. Saya udah nyiapin beberapa tulisan. Salah duanya tentang main ke gunung dan pulau 😄

      Delete
    3. @Peri Kecil Lia: Ha ha ha, saya lagi nahan kepala biar ngga meledak nih kak Lia. Untuk UASnya sudah beres semua. Tinggal tunggu nilai keluar.

      Iya, semua rindu kak Rey. Saya jadi rindu blognya nangkring tiap hari direading blog list say :(

      Ohya, untuk episod baru akan rilis minggu ini. Hiya-hiya 😆

      Delete
    4. Hiya hiyaaa~ semoga hasilnya memuaskan ya, Hul 🙈 berarti sekarang udah bisa bernafas lega dong 🤭

      Sama :( semoga Kak Rey bisa segera comeback ya.

      Hiya hiyaaa 🤣 ditunggu postingannya hiyaaa 🤣

      Delete
    5. Bernapas mah udah dari lama, leganya kebetulan baru aja 😆

      Kak Rey kayaknya lagi sibuk dengan mainan barunya. Tunggu saja, mungkin kak Rey lagi nyiapin sesuatu 😁

      Delete
  2. buset... kalau mbak rey levelnya udah beda iyaa... bisa sampai ODOP alias one day one post. Tapi sumpah yaaa, baca "sebulan 12-15 post" aja aku udah kagum loh Rahul. Itu bikinnya 12-15 post sudah siap dan ter edit, atau murni kerangka setengah jadi yang ditambah-tambahkan nantinya?

    Aku masih berusaha supaya punya scheduled post beberapa waktu ke depan. tapi dengan jadwal seminggu sekali saja masih agak sulit, mungkin karena nulisnya kepanjangan mulu ya hahaha. doakan biar nanti kesampean ya *kayak benteng takeshi*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, kak Rey mah panutanq. Ha ha ha. Dari 12-15 tulisan itu, ada yang sebagian kerangka setengah jadi ada juga yang tinggal dirapihkan saja. Tidak ada pos yang benar-benar siap publish.

      Saya juga naiknya pelan-pelan. Awalnya satu tulisan seminggu. Terus naik dua tulisan. Sekarang sudah tiga tulisan seminggu. Tidak menutup kemungkinan masih akan terus bertambah. Mungkin kak Mega juga bisa naik pelan-pelan, jangan langsung tiga atau mungkin ODOP 😆

      Delete
  3. Memang dalam kondisi apapun seharusnya bisa menerbitkan tulisan ya. Seperti siapkan di draft. Again, kalau ada prioritas lain itu kembali kepada penulis.
    Kalau tulisan ringan atau cerita perasaan tiap hari menulis mungkin masih terkejar, ya. Kan kayak diary begitu. Tapi kalau topik yang dalam dan harus riset, nggak bisa tiba-tiba "dilepas".
    Bahaya nanti misleading...wkwk...
    Anyway semoga sekolahnya lancar mas Rahul.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya kak Phebie, mau itu draft tulisan atau draft ide. Selalu punya draft. Dulu, waktu awal-awal ngeblog saya selalu nulis pas mau publish. Tidak salah, tapi itu sudah menggugurkan kesempatan saya untuk ngedit dan nambah tulisan.

      Nah, untuk misleading sendiri saya sudah ngga terlalu pikirin. Soalnya sudah naroh disclaimer juga 😆 Sekalipun nulis serius dengan riset, pasti topik yang dibahas juga ngga berat-berat. Seperti kemarin bahas nasi kotak 😁 Terus untuk tulisan yang akan datang, saya mau bahas kerupuk. Tapi ngga bisa dipungkiri, selalu ada beban moril sebagai individu. Terimakasih doa baiknya, doa yang sama untuk kak Phebie

      Delete
  4. samaaaa banget...aku kelihatannya aja sering update, per berapa hari sekali...misal per 2 atau 3 hari sekali, tapi percayalah semua itu uda ada range range an judulnya sejak lama hahahha

    jadi aku uda siapkan judul banyak banget...lalu foto pun sudah ada stoknya (khusus yang review kuliner hotel atau apa), nah kalau cuma tulisan random aku paling agak ribet di gambar ilustrasinya sih...tapi itu cepet wong cuma gambar oret oretan kayak anak tk. Lagipula kalau dibanding tulisan teman yang tertata EYD nya aku termasuknya di luar itu, jadilah agak gampang aja tiap kali bikin artikel karena memang bahasa tulisku santai (ga terpaku tesaurus...kecuali kalau lagi nyerbung atau nyerpen hihi...ini yang agak lama dan perlu perencanaan matang). Jadi sama kayak rahul...aku sudah siapkan berpuluh judul, foto, ilustrasi kadang dadakan tapi dimaafkan haha, dan finishingnya tinggal merangkai kata aja seiring dengan sudah adanya foto yang jadi modal utama aku cerita.

    nanti ketika sudah publish satu satu, rasaku ya tinggal bebas aja jadi bisa melakukan kegiatan suka suka..paling hiburannya tinggal reply komen dan bersapa dengan temen temen lain jadi tim penggembira di updatean mereka :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah, cara seperti ini memang enak. Habis publish, main ke blog teman, terus kalo ada respon yah direply jadi kegiatan sela-sela waktu 😆

      Saya sebenarnya tidak terpaku juga dengan EYD atau apapun istilahnya. Saya cuma menulis hal yang saya ngerti, hal yang bisa saya paham. Kebetulan caranya seperti ini, dan (mudah-mudahan) orang paham.

      Belajar EYD memang baik, tapi yang paling penting tau mau cerita apa, bicara apa. Terus kalo mau belajar, monggo. Tidak juga bukan masalah.

      Kalau kak Nita merasa tulisannya tidak tertata dan mengacu pada EYD, saya juga seperti itu. Bedanya, kak Nita nyaman dengan gaya yang seperti itu, saya nyaman dengan gaya yang seperti ini.

      Malah kak Nita lebih khas ketimbang saya. Kalo saya main ke blog orang dengan tulisan kak Nita, saya bisa langsung engeh kalo itu tulisan kak Nita

      Delete
  5. Waaah gak nyangka tanggapan saya malah dijawab khusus lho wkwkwk 😝

    Tetep aja saya salut, Mas Rahul. Itu berarti manajemen waktu Mas Rahul oke banget sehingga bisa mempersiapkan konten blog maupun tugas kuliah dengan baik :D terus sama dong, kadang kalau udah kepepet harus posting tulisan saya juga terpaksa kerja di hape hahahaha

    Btw, segmen yang keren dan fresh, Mas Rahul! 👍🏼 Ditunggu banget lhoo konten seruuu yang akan datang 😁

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya lumayan sering dapat tanggapan seperti itu, kebetulan tanggapan kak Jane mewakili teman-teman 😆

      Mudah-mudahan yah. Kadang lebih gampang ngomong ketimbang ngerjain, jadi saya agak males nyebut diri saya manajemen waktunya bagus. Ha ha ha.

      Terimakasih apresiasinya kak Jane. Saya juga nunggu tulisan-tulisan kak Jane di reading blog list saya 😁

      Delete
  6. Dannnnn ku nggak sabaran buat baca baca cerita dari sang kolaborator selanjutnya ��

    Bisa dikatakan juga, nulis sesuai kemampuan ya Rahul.
    Aku sendiri kalau berangan angan pengen ODOP tapi kudu konsisten, lahh cuman sanggup selama seminggu.
    Masalahnya karena nggak bikin kerangka seperti kamu Rahul ��.
    Entah kenapa tiap ada pemikiran bikin kerangka, ehh bawaannya ntar ntar aja. Ujung ujung nya males dah hahahaha


    Yuhuu aku juga kangen mbak Rey nih, semoga segera bisa apdet di blog nya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Episod 3 Perspektif Majemuk sudah tayang kak Ainun. Kalo episos 4 masih minggu depan tayangnya.

      Kalo dipikir-pikir, saya pernah loh mau sistem ODOP sebelum tau ada istilah ini. Tapi sama kak Ainun, saya juga nyerah diminggu pertama. Makanya saya salut untuk teman-teman yang bisa rutin ngelakuin itu sampai berbulan-bulan macam kak Rey. Keren

      Delete
Terimakasih sudah membaca. Sila berkomentar terkait tulisan ini.