zsnr95ICNj2jnPcreqY9KBInEVewSAnK0XjnluSi

Bertemu Penulis yang Sudah Tiada dan Buku yang Bikin Mimpi Buruk (Bersama Endah April)

Hola!! Selamat datang ke episod 3 dari serial Perspektif Majemuk, sebuah sering yang isinya perspektif saya dan kolaborator. Sudah bulan Februari saja, dua episod sebelumnya mendapatkan respon yang sangat baik. Terimakasih untuk apresiasinya. Terimakasih juga untuk kolaborator yang sudah mau saya sibukkan dengan projek ini.

Episod kali ini akan diisi oleh Endah April, seorang blogger yang senang dengan dunia K-pop. Karena kak Endah, saya mesti riset sedikit tentang K-pop untuk bikin clue yang punya relasi dengan kak Endah. Kebetulan pengetahuan saya sendiri cukup cetek dengan K-pop. Beruntung kak Endah mau saya tanya-tanya. Terimakasih kak Endah. Ha ha ha.

Bertemu Penulis yang Sudah Tiada dan Buku yang Bikin Mimpi Buruk (Bersama Endah April)

Maka dengan itu, selamat untuk kak Eya karena sudah menebak dengan benar kolaborator episod ini. Karena yang menjawab benar ada dua orang; kak Eya dan kak Lia, maka saya undi secara acak. Nama kak Eya berhasil keluar sebagai pemenang. Selamat. Hadiah sudah saya kirimkan. 

Bertemu Penulis yang Sudah Tiada dan Buku yang Bikin Mimpi Buruk (Bersama Endah April)

Cukup basa-basinya, langsung saja pada main course-nya. Seperti biasa, akan ada lima pertanyaan dari kak Endah yang akan dijawab oleh saya dan kak Endah sendiri. Kolom biru adalah jawaban saya, kolom merah adalah jawaban kak Endah. Here we go!

Pernah bertemu face to face dengan seorang penulis belum? Kalau sudah di mana dan dalam acara apa? Kalau belum, ingin bertemu dengan siapa, kenapa, dalam rangka apa (penulis yang masih hidup)? Seandainya bisa bertemu dengan penulis yang sudah tiada, ingin bertemu dengan siapa? Alasannya? 

Ini satu pertanyaan, tapi banyak anaknya. Salah satu tipe pertanyaan yang dibenci jaman sekolah. Ha ha ha. Oke, saya jawab satu-satu.

Saya pernah bertemu dengan Ernest Prakasa tahun 2017. Waktu itu saya masih SMA, Ernest Prakasa bikin tur bertajuk Setengah Jalan. Salah satu kota yang ia singgahi adalah Kendari. Kebetulan harga tiketnya masih masuk akal didompet saya. Karena senang nonton stand up comedy, saya bela-belakan untuk beli dan nonton.

Ernest Prakasa mungkin tidak akrab disebut penulis. Ia lebih populer jadi sutradara film dan komika. Tapi buku-bukunya saya punya dan baca. Ernest Prakasa adalah penulis pertama yang saya temui dan foto bareng. Meski hasil fotonya buram karena buru-buru dengan antrean.

Kalo penulis yang sudah tiada, saya jadi ingat film Midnight in Paris. Ha ha ha. Salah satu film favorit saya tentang penulis yang bertemu seniman legend yang sudah tiada saat tengah malam di kota Paris. Kalau ditanya mau bertemu dengan penulis yang sudah tiada, kayaknya saya mau ketemu Buya Hamka. Saya jatuh cinta pada karya beliau sejak tulisan pertama.

Belum pernah, dulu sempat berencana datang ke event meet and greet Dorippu (penulis buku Doriyaki Rasa Baru) di salah satu mall di kota tempat tinggal tapi akhirnya batal karena suatu hal. Sedih banget sih kalau ingat. :(

Kalau diberi kesempatan, ingin bertemu dengan R.L. Stine penulis buku-buku Goosebumps di acara meet and greet yang ada acara fansign dan mini seminar. Materi seminarnya tentang bagaimana cara menulis banyak sekali cerita fiksi dengan jalan cerita dan tokoh-tokoh yang berbeda, bagaimana cara memunculkan idenya, dan menceritakan suka duka menjadi penulis selama ini. Kagum banget sama beliau karena karyanya udah buanyak banget baik untuk anak-anak dan remaja. Cara menyusun kalimat-kalimatnya nggak ribet tapi tetap bisa menceritakan detil latar waktu dan tempat ceritanya, jadi mudah untuk membayangkan keadaan tersebut sewaktu membaca.

Penulis yang sudah tiada dan ingin saya temui seandainya bisa adalah Grimm Bersaudara alias Jacob Ludwig Grimm dan Wilhelm Carl Grimm. Beliau berdua merupakan penulis dongeng legendaris Putri Salju, Cinderella, Putri Tidur, Rapunzel, dan Pangeran Kodok. Sebagai fans dari dongeng-dongeng tersebut, saya ingin mengucapkan terima kasih sekaligus ingin bertanya dari mana inspirasi dalam menulis cerita bergenre fantasi dan romansa sekaligus.

Mana yang lebih penting menurutmu dalam membaca sebuah buku, pilihan katanya atau jalan ceritanya? Kan ada tuh buku yang pilihan katanya indah dan susunan kalimatnya bagus tapi jalan cerita biasa aja (contoh: Aruna dan Lidahnya) dan ada pula yang sebaliknya.

Kalo saya mending diksi dan susunan kalimatnya bagus. Saya kayaknya akan lebih kuat baca kalo diksi dan susunan kalimatnya bagus. Tapi sejelek-jeleknya cerita, saya juga ngga pernah ada buku yang saya tinggalkan karena ceritanya benar-benar jelek. Paling karena ngga kuat dengan gaya bahasanya saja.

Pilihan kata 70%, jalan cerita 30%. Kalau menurut pengalaman saya, pilihan kata ini bisa menjadi penyelamat sebuah buku atau cerita ketika jalan ceritanya tidak terlalu bombastis (contoh nyata: Aruna dan Lidahnya, saya suka banget dengan pilihan kosakatanya). Tetralogi Laskar Pelangi juga kata-kata yang dipilih oleh penulisnya membuat saya kagum, ilmiah sekali tapi tetap terasa sastranya (khusus untuk buku ini jalan ceritanya nggak biasa sih hehe)

Adakah buku yang pernah mengakibatkan mimpi buruk setelah membacanya? Sekalian ini deh, pernah dibuat nangis oleh sebuah buku? Pernah dibuat tertawa (beneran tertawa sampai ngakak) oleh sebuah buku? Kalau pernah, buku apa dan buku apa?

Lagi-lagi pertanyaan borongan. Ha ha ha. Kak Endah ini, kebiasaan. Kalo jadi guru mungkin akan disebelin sama muridnya. Tapi tidak apa, saya suka. 

Buku yang bikin saya mimpi buruk kayaknya ngga ada, saya juga lupa. Tapi kalo buku yang bikin saya takut untuk tidur sendiri, itu adalah buku Babi Ngesot karya Raditya Dika. Iya, kalian tidak salah dengar. Raditya Dika memang penulis komedi, hampir semua tulisannya penuh guyonan. Tapi pengalaman mistis yang diceritakan pada buku Babi Ngesot bikin saya takut tidur sendiri.

Bagian itu berjudul Merinding Disko. Ceritanya tentang pengalaman mistis yang dialami Raditya Dika saat pindah rumah. Mulai dari Adiknya yang ngeliat hantu berkepala monyet sampai jejak kaki di langit-langit rumah. Saya masih ingat saat itu bagaimana saya merasa,"kayaknya baca bagian ini dimalam hari adalah kombinasi yang salah", tapi saya sudah setengah baca. Mau berhenti, gantung. Mau lanjut, takut. 

Akhirnya saya tetap lanjut, sekalian mengusir rasa takut sendiri dengan mencoba tertawa keras pada bagian punchline komedinya. Baca sampai habis, kemudian lanjut ke bagian berikutnya. Malam itu, saya benar-benar takut tidur sendiri. Mengetuk pintu kamar Mama adalah hal yang saya lakukan. Ohya, saya juga pernah demam tinggi dan berhalusinasi tentang sekawanan monyet. Saya seperti mendengar suara monyet pada seisi rumah. Hal itu benar-benar nyata dan terjadi.

Kalo buku yang bikin saya nangis, seingat saya adalah Dilan 1991. Buku yah, bukan film. Filmnya malah ngga berhasil bikin saya nangis. Bukunya benar-benar bikin saya feeling empty. Sok-sok bahasa Inggris. Ha ha ha. Kalo buku yang bikin ketawa yah buku-buku Raditya Dika salah satunya. Semuanya lucu, apalagi buku-buku pertamanya.

ADA!!! Waktu itu mimpi nggak enak setelah membaca Goosebumps Piano Lessons Can Be Muder huhu. Perpaduan yang membuat bulu kuduk saya berdiri ketika ada piano yang berbunyi sendiri malam-malam dan rasa penasaran seorang anak kecil yang turun dari tempat tidur untuk memeriksa piano tersebut. 😭

Buku yang membuat saya nangis tersedu adalah Doriyaki Rasa Baru dan salah satu judul dari Tetralogi Laskar Pelangi (lupa yang mana). Bab yang membuat nangis sesenggukan di buku Doriyaki Rasa Baru adalah ketika Dorippu menceritakan kepergian mamanya untuk selamanya...udah deh banjir banget air mata saya di situ. Sedangkan untuk salah satu buku karya Andrea Hirata yang saya lupa judulnya, saya nangis tersedu ketika membaca kisah Lintang sang jenius di kelas...ya Allah ada orang segemilang itu otaknya tapi karena nggak punya akses pendidikan yang bagus jadinya nggak bisa menuju puncak (halo memangnya Akademi Fantasi?). Satu lagi, bab yang menceritakan ayah Andrea Hirata...udah lah kalau kena cerita orangtua begini saya cengeng abis.

Kalau buku yang membuat saya tertawa terbahak banyakan komik sih, kayak komik Hai, Miiko! dan Gon. Oh ada deng satu buku yang waktu baca saya ketawa-tawa, bukunya Dedew Rieka yang Anak Kos Dodol. Wah itu juara sih apalagi bacanya waktu itu masih mahasiswa, jadi makin menghayati ceritanya.

Pikirkan sebuah genre yang menurutmu menggambarkan hidupmu sejauh ini dan kamu ingin seorang penulis menuliskannya menjadi sebuah buku. Kira-kira siapa dan alasannya apa?

Saya ngga pengen ada penulis yang bikin cerita tentang hidup saya. Soalnya kalo ada, mungkin artinya saya sudah meninggal dunia. Kebanyakan saya liat buku biografi seperti itu, ditulis saat tokohnya sudah wafat. Tapi ngga tau juga sih, Rudy Habibie kayaknya juga ditulis saat pak Habibie masih hidup.

Saya sudah punya blog sendiri, nulis ceritanya bisa sendiri. Lebih praktis dan efektif. Kalo genre yang menggambarkan hidup saya kayaknya komedi. Ha ha ha. Kalo kata Steve Allen,"Tragedy plus time equals comedy". Tuhan saya juga pernah berkata,"Hidup adalah permainan dan senda gurau".

Memoir aja kayaknya karena bukan Michelle Obama juga untuk mengatakan my life genre is biography, lol. Di dalam memoir ini isinya kejadian-kejadian yang penting dan patut diingat saja. Saya pingin Raditya Dika yang nulis memoir ini biar bab yang ngenes bisa jadi kocak dan menghibur. πŸ˜‚

Ada nggak buku populer dan dibaca banyak orang tapi kamu nggak suka atau paling tidak nggak tertarik untuk baca? Kalau ada, apa?

Banyak, tapi saya lupa. Saya biasanya baca buku bukan karena populer, tapi karena memang saya tertarik. Entah dari sampul, blurb, premis, dll. Biasanya lihat ini dari ulasan dan tulisan teman-teman. Kalo ada buku yang populer dan saya tidak begitu tertarik yah jawabannya pasti ada. Cuma kalo disuruh ingat, saya ngga tau lagi judul-judulnya. Ngga tertarik soalnya. Ha ha ha.

Ada, yaitu...The Inheritance Cycle, salah satu bukunya berjudul Eragon. Dulu waktu saya SMP, teman-teman sekelas heboh baca buku ini (well...yang kutu buku sih) tapi saya nggak ada ketertarikan baca sampai sekarang. Alasan tepatnya nggak jelas juga, pokoknya waktu itu setelah membaca prolognya langsung mikir "ah bagusan Harry Potter" udah terus dibalikin lagi bukunya ke yang punya. πŸ˜… 


Bertemu Penulis yang Sudah Tiada dan Buku yang Bikin Mimpi Buruk (Bersama Endah April)
Pertanyaannya selesai juga. Huft. Seru, seru. Pertanyaan kak Endah memang lima, tapi banyak anak-anaknya. Terimakasih untuk pertanyaannya yang keren-keren ini. Bikin saya banyak mikir dan ngingat. Ha ha ha. Sudah kenyang kan? Sekarang kita ke desserts.

Ini daftar 5 buku yang menurutku paling menarik sekaligus deskripsinya kalau nanti dicantumkan semua di blog hehehe.

The Life-Changing Magic of Tidying Up (Marie Kondo). Setelah membaca buku ini dan mempraktekkan ilmu di dalamnya, saya menjadi orang yang rapi dan tidak mudah beli-beli barang yang tidak perlu. Pokoknya jadi lebih punya pegangan dalam hal belanja dan jumlah barang yang dipunya.

Sejarah Dunia untuk Pembaca Muda (E. H. Gombrich). Buku bagus yang meringkas sejarah bumi dari awal terbentuk hingga tahun 1942 (kalau tidak salah ingat, yang jelas Perang Dunia II masih masuk dalam bahasannya). Bahasa yang dipakai bukan bahasa resmi yang kaku melainkan narasi cerita seperti layaknya orang bercerita santai. Setelah membaca buku ini saya jadi tahu bagaimana orang dari luar agama Islam memandang agama tersebut. Jadi beli buku Dari Puncak Bagdad by Tamim Ansary juga setelah membaca buku karena jujur pengetahuan saya terhadap sejarah Islam selepas Nabi Muhammad dan para sahabat meninggal sangat minim hehehe.

Lautpedia (Christina Wilsdon-NatGeo), karena saya suka banget sama laut dan makhluk-makhluk di dalam maka ensiklopedia ini wajib saya punya. Nggak menyesal sudah beli karena isinya lengkap mulai dari bahasan pesisir sampai laut dalam.

Antariksapedia (David Aguilar-NatGeo), another ensiklopedia yang wajib saya punya. Luar angkasa tentunya menyimpan buanyaaaak sekali misteri yang belum terpecahkan. Melalui ensiklopedia ini saya jadi kembali menyegarkan ingatan tentang pelajaran astronomi yang saya dapat waktu SMA dulu sekaligus mendapat pengetahuan baru tentang luar angkasa yang belum saya ketahui sebelumnya. Membaca buku-buku pengetahuan dari sumber yang terpercaya seperti ini sangat membantu terhindar dari hoaks di sosial media.

Miiko! Zaman Edo (Ono Eriko), komik pertama yang saya beli. Hanya satu seri, nggak ada lanjutannya. Setelah membaca komik ini saya jadi beli semua seri Hai, Miiko! πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚Sudah tertarik sejak SMP dulu tapi nggak mampu beli waktu itu, jadi ketika punya uang sendiri yasudah cus beli semua dan nggak rugi karena komiknya lucu imut gemesin huhuhu.


Itu dia kolaborasi saya dan kak Endah. Cukup panjang, tapi seru. Untuk kolaborator berikutnya, masih seperti biasa, saya mempersilahkan teman-teman menebak. Clue-nya adalah i look cob kith. Ada 25k voucher OVO bagi yang beruntung dan berhasil menebak. Untuk yang merasa punya jiwa detektif, yuk ikutan tebak-tebakan berhadiah.

Related Posts

36 comments

  1. Wuaa seruuuu 😍😍 Aku ngakak yg bagian Mas Rahul bilang klo Mba endah kalau ngasi pertanyaan borongan 🀣🀣 Pertanyaannya beranak pinak yaaa. Hahahaha..

    Aku sama kaya Mba endah yg Eragon. Aku ga beres bacanya pdhal waktu itu heboh bgd sampe ada filmnya. Goosebumps yg itu jg aku inget, klo ga salah piano hantu dan sukses bikin takut ke kamar mandi sndiri jg krna aku bacanya pas masi kecil πŸ˜†πŸ˜†πŸ€£πŸ€£ aku jg pengen ketemu Buya Hamka kaya Mas Rahul. Klo yg masih hidup, tentulah ku pengen ketemu JK Rowling πŸ˜†πŸ˜

    Dan demi apa tiap baca pertanyaanya aku ikut jawab sendiri juga dlm hati. πŸ˜† jd aku mau ikut jawab ah walau ga ada yg nanya ke aku. Hahaha.. maklum jiwa bookwormnya keluar denger pertanyaan2 tntng buku gini.
    Penulis yg ketemu lngsng banyak sbnrnya. Tere Liye, Aan mansyur, bernand batubara, Rosi simamora, penulis metropop jg banyak. Tp paling berkesan itu pas aku kuliah, bela2in antri ketemu Andrea Hirata buat minta ttd n nulis di satu set buku Laskar pelangi 'selamat ulang tahun tommy' buat hadiah ultah suami yg waktu itu masih jd pacar πŸ˜† dan dia seneeeng bgd pas dpt itu. Dpt satu set laskar pelangi aja dia udah seneng, plus ada ttd nya juga πŸ˜†
    Klo buku tntng hidup, kayanya aku ngerasa motropop dan momlit paling cocok. Dg hidup aku yg selalu rame dg bocah2 di rumah. Hehehe. Eh udah kepanjangan yaaa. 🀣 Satu lg deh, buku yg bikin nangis itu Kite Runner by Khaled hosseini. Salah satu buku terbaik yg prrnh aku baca dr penulis favorit aku..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya kak Thessa, pertama kali baca langsung bingung mau jawab yang mana dulu πŸ˜†

      Saya malah jadi pengen baca seri Goosebumps juga. Padahal Harpot aja belum selesai. Ha ha ha. Soal Buya Hamka, kayaknya film biografinya mau dibuatin. Kalau tidak pandemi kayaknya akan jelas kapan rilisnya.

      Wah kak Thessa sudah ketemu banyak penulis yah. Itu ketemu di mana semua tuh? Diantara semua itu, saya malah lebih pengen ketemu Mas Andrea Hirata. Sebenarnya saya malas senang kalo dapat feedback macam kak Thessa yang jawab pertanyaan juga diatas. Saya jadi dapat perspektif lain, perspektif baru

      Delete
    2. Biasanya di even2 kepenulisan gitu Mas Rahul 😁 Jd mereka jd pembicara. Klo Andrea Hirata waktu itu di acara kampus pas aku masih kuliah. Lengkap dengan topinya itu. Hehehe.

      Btw, aku udah bertapa sehari semalam masih blm bs nebak itu klu buat kontributor selanjutnya πŸ˜†πŸ˜

      Delete
    3. Topinya mas Andrea Hirata memang ikonik. Pernah saking ingat beliau pake topi, pas lepas topi saya ngiranya beliau itu Salman Aristo. Ha ha ha.

      Wah, kayaknya saya tidak mendesain clue sesulit itu. Mudah-mudahan ada yang bisa nebak

      Delete
  2. Namanya juga cerita hantu, sekalipun dibalut komedi pasti ada merinding diskonya. Buku Babi Ngesot menurut saya tuh komedinya kasar dan brutal. Ahaha. Beberapa bagian mesum. Sempat kaget dulu zaman baru lulus SMK bacanya. Eh, ternyata memang ada jenis komedi begitu dengan istilah blue materials. Saya sempat mencoba pula.

    Kalau yang bikin saya sampai mimpi buruk tuh Sup Miso-nya Ryu Murakami. Kacaulah karakter si Frank masuk ke dalam mimpi saya.

    Hmm, ternyata boleh ya masukin komik sebagai daftar buku favorit? Soalnya beberapa orang suka membedakan atau anggap remeh gitu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gaya komedi RD di Babi Ngesot memang sekasar itu πŸ˜† Saya ngga tau pas cetak ulang apakah diedit kembali atau tidak. Soalnya di buku terakhirnya yang Ubur-Ubur Lembur, saking softnya, komedinya sudah ngga bisa bikin saya ngakak. Tulisannya sudah ke arah kontemplatif.

      Kayaknya saya pernah tau judul itu entah dari blog atau Twitter bang Yoga. Jadi penasaran euy 😁

      Kalo dari istilah kemarin, istilahnya bookshaming. Waktu SMA juga seperti itu, tidak diperbolehkan baca komik karena dianggap tidak mendidik. Pola pikirnya memang sudah salah dari tingkat pendidikan. Makanya, saya bingung kalo ada embel-embel meningkatkan minat baca tapi genre bacaannya malah didiversifikasi.

      Aneh.

      Delete
  3. Waah keren ini konten kolaborasi seperti ini terus berlanjut...
    Ditunggu konten selanjutnya, Rahul.
    Kemudian, untuk tahun 2017, masih SMA yaa. Ternyata Rahul usianya di bawahku. Aku tahun 2017 udah kuliah semester 5 πŸ˜…

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mas Dodo, terimakasih apresiasinya.

      Iya, tahun segitu saya masih SMA, gapnya ternyata agak jauh ya πŸ˜†

      Delete
  4. Kak Endah selalu deh kalo bikin pertanyaan borong kayak gini hohoho.

    Dan pertanyaan kak endah menarik banget lho ini kok rasanya aku jadi pengin jawab semua πŸ˜…
    Aku sama kayak Rahul soal buku populer dan tapi pernah ngalamin kayak kak Endah. Dan buku ini baru aku baca beberapa bulan lalu, sempet heboh dan aku coba baca ternyata di aku sih biasa aja ya, entahlah karena apa, dan mungkin memang gak cocok dengan seleraku.

    Soal pilihan genre yg mewakili hidup, hahaha aku langsung sedikit mengkhayal saat membaca pertanyaan ini tapi mungkin aku bakalan milih memoar atau misteri semacam bukunya haruki, yah yang kebayang hanya itu.

    Betewe, Aku menunggu kolaborator selanjutnya!! Gak sabarrrrrπŸ˜†✌🏻

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pertanyaan kak Endah memang menarik, meski memang banyak anaknya. Emang kak Endah nih yah πŸ˜†

      Memoarnya Haruki yang tentang berlari itu kan? Saya belum baca itu, katanya bagus.

      Wah, terimakasih kak Reka sudah menunggu. Sembari itu mungkin bisa ditebak, siapa tau beruntung 😁

      Delete
    2. Aku belum baca buku itu RahulπŸ˜… tapi kalo kata orang-orang sih emang baguss.

      Beneran gak ada ide siapa kolaborator berikutnya. Tadi abis cari-cari arti kata dari cob dan kith secara terpisah, nemunya malahan istilah slang. Cob; australian word artinya mate/friend dan Kith masih berhubungan sama teman, neighbor. Asli ini siapa sih? Hahaha, dan pencariannya malah ngabur kemana-mana Hul. Kalo diterjemahin gabung ya artinya kayak yang kak Endah bilang, apa dia traveller? Entahlah tetep gak tau siapa itu, karena pertemanan bloggerku juga masih disitu-situ aja sih πŸ˜‚

      Delete
    3. Oh, belum baca juga? Saya pengen beli dan baca buku itu.

      Wah, sampai ke slang Australi yah? Ha ha ha. Keren-keren. Menarik. Saya kasih clue lagi deh, dia ini tukang resensi

      Delete
  5. Sebelumnya makasih Rahul, hadiahnya sudah diterima ihiiy πŸ₯³

    Ngakak si Endah kalo nanya suka borongan sekalian banyak, iya yaa kalo jadi guru pasti murid-muridnya sebel wkwk *ngumpet*

    Seru nih pertanyaannya Endah menarik-menarik, terutama soal ketemu penulis yang masih hidup atau udah meninggal. Pengin ikut jawab, kalau penulis yang masih hidup sepertinya aku ingin ketemu Rick Riordan (Percy Jackson) dan Furudate Haruichi (Haikyuu), kalau penulis yang udah meninggal sepertinya ingin bertemu Soe Hok Gie. Pengin ngobrol-ngobrol karena suka banget sama isi kepalanya beliau 😊

    Belum pernah baca Babi Ngesot tapi Raditya Dika kalau cerita pengalaman horor memang suka nakutin sih, nonton di Youtube-nya yang waktu cerita rumah eyang itu juga sampai kepikiran ga bisa tidur πŸ˜‚

    Kolaborator berikutnya aku ga bisa nebak doong hahaha baru kemaren bisa nebak sekarang ga bisa lagi πŸ™ˆ

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya yang harusnya terimakasih kak Eya sudah mau ikut partisipasi 😁

      Iya, mungkin kalo saya masih SMP ato SMA mungkin akan sebal juga. Ha ha ha. Lagipula, pertanyaan kak Endah menarik. Teman-teman aja ikutan jawab.

      Gie memang salah satu penulis keren. Pas nonton filmnya, saya juga kagum dengan sosoknya.

      Kak Eya nonton video itu? Saya ingat nonton video itu dan berpikir andai orang tau sebelum itu Raditya Dika pernah nulis cerita horor. Mungkin orang ngga akan kaget ia bikin konten itu πŸ˜†

      Ah, itu mah alasan kak Eya aja. Saya tau kak Eya punya analisa yang kuat. Ha ha ha

      Delete
  6. Kok seram amat mas Rahul sampai mimpi sekawanan monyet hahahaha. Aduh mau kasihan tapi lucuk, maaf ya saya jadi ketawa πŸ˜‚ By the way, saya relate sama mas Rahul, soal seram-seram jadi takut tidur sendirian. Makanya dari dulu paling benci kalau lihat iklan film atau serial horror, contoh paling sederhana biasanya di Netflix mereka kasih rekomendasi film yang oke untuk ditonton pada page paling atas. Nah, pada masa serial Kingdom yang banyak zombie itu tayang, ya ampuuuun sampai nggak berani saya buka Netflix malam-malam 😭 Wk.

    Back to topic, pertanyaan mba Endah keren dan out of the box, saya jadi ikut jawab beberapa pertanyaannya. Salah satunya buku apa yang terkenal namun saya belum minat baca sampai sekarang. Kayaknya ada banyak, tapi yang paling fenomenal itu Harry Potter, sampai diledek sohibuls saya karena saya satu-satunya yang nggak baca lengkap, hanya pernah baca Azkaban saja kalau nggak salah buku ke dua atau ke tiga, itupun makan waktu dua bulan kalau nggak salah padahal bukunya nggak begitu tebal 🀣 Ini sampai sekarang mau menonton Harry Potter sama si kesayangan pun belum kesampaian, padahal sudah dikompor sohibuls katanya keren bla bla bla ~

    Eniho, saya nggak tau kolaborator berikutnya mas, itu kayak bahasa Thailand, ya? πŸ˜†

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya kak Eno, benar-benar sekawanan monyet dan suaranya benar-benar mengisi hampir setiap sudut rumah. Kalo soal rasa takut, saya saking senangnya dengar cerita, kalo orang cerita horor malah saya dengarkan. Urusan bisa tidur atau tidak belakangan. Ha ha ha. Kalo di Netflix, yang kadang bikin kaget adalah selain rekomendasi page paling atas, biasanya trailer sering play secara otomatis. Kadang kaget sendiri.

      Ah, ngomongin Harpot, saya baru aja mulai baca. Menurut saya seru. Kayaknya buku ini akan jadi buku pemantik saya untuk mulai baca lagi. Saya juga sering dikomporin teman saya untuk nonton, alasan saya selalu sama: "mau baca bukunya dulu"

      Bukan bahasa Thailand kak Eno, tapi Bahasa Inggris. Ha ha ha

      Delete
  7. Hahahaha Kak Endah ini mengingatkanku akan guru SMA-ku yang kalau ujian, pertanyaannya beranak-cucu dan setiap kali mendikte pertanyaannya, maka akan diprotes oleh para murid karena banyak banget A,B,C,D kadang sampai E 🀣 *jadi curhat*

    Tapi kali ini aku suka dengan pertanyaan yang diberikan karena semuanya menarik πŸ™ˆ

    Aku sendiri belum pernah bertemu face-to-face dengan penulis tapi aku pernah nonton Raditya Dika saat stand-up comedy di acara kampus gitu hahahaha. Ini masuk hitungan nggak? Kayaknya sih, enggak ya πŸ˜‚πŸ˜‚
    Aku ngakak dibagian Kak Endah ingin agar buku tentang kehidupannya ditulis oleh Radit 🀣🀣. Kak Endah, jawabannya jenius amat 🀣

    Woaaa, Rahul pernah sampai halusinasi seperti itu. Berarti demamnya tinggi sekali saat itu 😱 untung bisa tertasiiiii.

    Anyway, clue untuk kolaborator selanjutnya, I have no idea. Udah bolak-balik search di Google tapi nggak nemu yang berkaitan jadi aku skip menjawab deh πŸ˜‚. Jadi semakin penasaran dengan next kolaborator wkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setiap orang pasti punya pengalaman sekolah seperti itu kak Lia. Ha ha ha. Makanya, kak Endah ini mengingatkan saya tentang masa-masa sekolah dulu.

      Saya pernah dengar pada masanya, Raditya Dika itu stand up untuk mempromosikan buku. Jadi kayaknya itu bisa masuk itungan kak Lia. Kak Endah memang punya perspektif menarik, pas baca jawabannya juga saya senyum-senyum sendiri.

      Pencapaian deman tertinggi salah satunya memang pada saat itu. Kalo tidak salah sampai muntah kuning. Drop. Badan lemas dan susah untuk duduk dan berdiri karena kepala juga ikutan pusing.

      Ayo dong kak Lia ikutan. Ha ha ha. Saya pengen liat analisa kak Lia sejauh apa

      Delete
  8. Hai Mas Rahul! xD

    HAHAHAHAHAHA ngakak astaga baca kalimat yang model pertanyaan yang dibenci anak sekolah. Gimana ya waktu itu lagi kepo banget sih mood-nya jadi beranak pinak deh pertanyaannya. xD

    Akhirnya baca juga jawaban-jawaban dari Mas Rahul. Itu yang biografinya ditulis orang lain belum tentu ybs sudah meninggal heyyyy. xD

    Tentang cerita horor Raditya Dika...aku nggak berani baca, udah kebayang lah itu dari vlog dia di YouTube. Dari judulnya aja aku ogah ngeklik takut nggak bisa tidur malamnya huhuhuhu.

    Anyway Mas Rahul beruntung banget sih bisa ketemu sama penulis favorit, mana sempat foto bareng juga. T__________T Istirnya Ernest juga nulis buku nggak sih, kalau nggak salah yang mengangkat tema insecure, tapi aku belum baca buku itu hehehehehe.

    Gils itu clue-nye merujuk ke siapa ya? Aku cari di google translate setelah baca komentarnya Kak Eno, kok kedetectnya bahasa Inggris dan diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia menjadi...saya melihat kawan tongkol.

    ????????

    Siapa blogger yang suka makan tongkol????? Awalnya aku kira tadi Kak Eya lhoh, soalnya aku bacanya cob kith-nya tuh kayak merujuk ke istilah-istilah yang ada di komik Jepang. Kak Eya kan suka jejepangan tuh, tapi setelah baca komentarnya kok sepertinya bukan Kak Eya. xD

    Hmmmm siapa ya, Pipit kali ya? Soalnya kadang dia agak nyeleneh gitu, in a good way. Jawaban aku Pipit dari heypipit[dot]com deh.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo kak Endah,

      Saya ngerti perasaan itu kak Endah, soalnya pas jawab pertanyaan teman-teman, saya juga excited terus. Ha ha ha.

      Sebagai orang yang senang cerita, saya lebih milih dengar dan nonton dulu, urusan takut mah belakangan kak Endah. Saya awalnya mikirnya juga begitu, makanya pas liat koleksi buku, biografi Rudy Habibie yang saya punya sudah ada sebelum pak Habibie wafat.

      Ah iya, yang Imperfect itu yah? Sudah jadi film dan series. Saya sudah nonton filmnya tapi belum nonton seriesnya.

      Semakin menarik nih liat yang analisanya keren dan lucu-lucu. Ha ha ha. Untuk saat ini, jawaban kak Endah saya keep yah. Kita tunggu pengumumannya

      Delete
  9. Apa ya Kak Rahul? Seingatku malah aku kalau baca Dilan itu ketawa. Dianya lucu soalnya. Dilan 1990, yang bilang ingin jadi macan kalau tidak salah. Hahahah! Sama itu, pas Dilan bilang mau dekati Milea, terus minta doa ibu hahaha πŸ˜‚ Itu bikin aku ketawa!!!

    Anyway aku juga baca karya Kak Raditya Dika, kayak Kambing Jantan, Manusia Setengah Salmon, sama apalagi itu judulnya lupa!!! Kak Rahul suka cerita fantasy tidak??

    Kalau pas nangis sih banyak banget yang bikin nangis. Apalagi aku ini kalau baca buku tipe yang menghaayaatiiii banget. Pernah juga nangis di kelas gara-gara baca bukunya Bung Fiersa, yang Konspirasi Alam Semesta. Ceritanya waktu tokoh utama (Juang) meninggal. Aku sejujurnya nggak terlalu suka ending yang sad. Makanya sedih 😭

    Kak Rahul itu bener sampai halusinasi gitu? Sampai demam juga? Itu kejadian umur berapa Kak Rahul???

    ReplyDelete
    Replies
    1. Buku Dilan 1990 memang lucu, banyak ngebanyol. Maksud saya buku keduanya, Dilan 1991. Itu cukup bikin saya sedih dan feeling empty.

      Kalo cerita fantasy saya suka-suka aja. Ini lagi diracunin baca Harpot sama kak Thessa dan teman-teman yang lain.

      KAS itu kumpulan cerpen atau novel. Kayaknya saya punya koleksi buku Fiersa, judulnya Garis Waktu seingat saya. Itu kayak kumpulan tulisan pendek atau apalah, saya lupa.

      Bukan halusinasi sampai deman, Syifana. Tapi karena demam jadi Halusinasi. Ha ha ha. Kayaknya pas SD, Mama masih ngebolehin tidur di kamarnya saat itu

      Delete
    2. Hahaha iya Kak Rahul, aku juga baca yang Dilan 1991 πŸ˜‚

      Kalau Tereliye yang fantasi suka nggak Kak? Yang Bumi, Bulan, Matahari, gitu-gitu?

      KAS itu novel Kak Rahul, tapi Garis Waktu memang iya kumpulan tulisan(?) Iya kurang lebih kayak gitu

      Oh aku kira karena halusinasi sampai demam, hehe πŸ˜‚ Tapi sembuhnya cepet kan Kak Rahul?

      Delete
    3. Oh, saya belum baca buku Tere Liye, Belum sempat. Syifana pernah baca?

      Oh gitu yah, pantes. Ha ha ha. Saya ngga terlalu ngikutin soalnya.

      Saya alhamdulillah jarang sakit, tapi kalo sakit paling cepat tiga hari

      Delete
  10. Hola mas Rahul, semoga sehat selalu ya.

    Seru kolaborasi nya dengan kak Endah April, ternyata kak Endah suka dunia KPop ya.

    Untuk penulis buku saya belum pernah bertemu dengan satu orangpun, tapi misalnya ada pintu kemana saya pengin ketemu dengan Agus Mulyadi, seorang penulis buku yang jujur baru satu kali baca tapi langsung suka. Pengin baca buku lainnya tapi belum kesampaian.

    Kalo saya juga suka dengan buku yang kosakata nya bagus soalnya bacanya jadi menarik tapi kalo jalan ceritanya bagus itu lebih baik lagi.

    Untuk buku yang bikin aku sampai takut bahkan terbawa mimpi sepertinya belum pernah sih, mungkin karena koleksi buku saya ngga terlalu banyak, kalo untuk bikin yang tertawa terbahak-bahak pernah baca tapi lupa buku apa.πŸ˜‚

    Siapa kolaborator selanjutnya ya? Ngga ada ide.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mas Agus, saya jadi tau dikit dari kak Endah. Ha ha ha. Dulu cuma tau SNSD sama Super Junior.

      Agus Mulyadi Mojok? Saya pernah baca bukunya yang Lambe Akrobat. Lucu. Unik.

      Saya kira mas Agus bisa jawab, atau mas Agus sudah tau tapi ngalah sama yang lain? Ha ha ha

      Delete
  11. wih sudah lama ga mampir ke sini, eh uda ada rubik baru niiih
    keren-keren!

    itu aku ngakak loh pas bagian ga mao tidur sendiri karena baca bukunya Raditya Dika hahaha
    Sungguh unexpected

    Kalo untuk jawabannya, aku ga tauuu hahahaha
    *lagi ga bisa jadi detektif

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya kak, baru jalan tiga episod. Mudah-mudahan dinikmati.

      Kontradiktif sekali kan? Ha ha ha. Saya ngga tau buku komedi bisa seseram itu.

      Kok semua pada nyerah? Memangnya sesulit iya yah?

      Delete
  12. Keren juga nih. Menambah wawasan. Ditunggu episode berikutnya, Mas Rahul.

    ReplyDelete
  13. R.L Stine juga termasuk salah satu favorit saya. Bahkan saya punya lengkap semua seri Goosebumps, Goosebumps 2000, Seri Petualangan Maut sampai Novel seri Fear Street juga. Yang bikin kagum kadang R.L Stine bisa loh bikin cerita selalu dengan ketebalan buku yang rata-rata hampir sama. Tokohnya juga selalu seumuran dan selalu menarik. Dulu saya sering bela-belain keliling toko buku bekas dan marketplace cuma buat nyari judul goosebumps yang belum saya punya.

    Btw, ini rubriknya bagus, dari postingan ini jadi tau pandangan orang tentang buku-buku yang dibaca dan sapa tau bisa jadi rekomendasi juga bacaannya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mau ngikutin seri buku ini, sebelumnya cuma nonton filmnya. Tapi kayaknya banyak juga yah. Ha ha ha. Saya mulai dari rekomendasi judul diatas saja. Kalo suka saya lanjut.

      Alhamdulillah kalo begitu, terimakasih apresiasinya bang Dotz. Tujuannya saya selain ngasih liat perspektif lain, juga untuk kasih rekomendasi bacaan

      Delete
  14. HAHAHAHA Endah kebiasaan banget memang ngasih pertanyaan borongan gini 🀣 dan idem sama Lia, demi apa aku juga ikutan jawab di dalam hati, karena kok pertanyaannya menarik semua XD dan bukan Endah juga kalau nggak menyertakan Miiko dalam buku favoritnya hihi

    Soal pengalaman horor atau mimpi buruk, sejauh ini nggak pernah sih. Bahkan habis baca novel thriller pun nggak pernah sampai kebawa mimpi. Kalau film sih SERING banget. Yang nggak pernah saya lupa itu habis nonton Gone Girl, saya sampai numpang bobo di kamar adik selama seminggu karena ketakutan sendiri hiks.

    Mas Rahul, saya paham banget tentang mimpi kawanan monyet itu. Saya sendiri juga sebal dengan suara monyet apalagi yang berkawanan gitu huhuhu plus, saya juga takut banget disamperin monyet. Waktu di Bali pergi ke suatu tempat wisata di mana monyetnya dilepas begitu saja, saya sampai jerit-jerit karena takut bagian tubuh atau baju saya ditarik oleh ketua geng mereka 🀣

    Tentang pemilihan kata penulisan atau plot cerita, saya juga tim plot cerita nih. Blogger panutan aku, Mba Laila Achmad, dia pernah membahas betapa membosankan saat membaca Aruna dan Lidahnya, padahal ceritanya ya begitu aja, nothing special πŸ˜‚ Buat saya yang foodie, novel tersebut malah seru untuk diikuti. Lain cerita saat baca Norwegian Wood (ini lagi yang disebut wkwkwk bakal diketawain Mas Yoga nih :P). Mau orang bilang sebagus apa pun, saya tetap nggak bisa menyelesaikan sampai detik ini πŸ˜‚ Jadi mungkin sepertinya kembali pada preferensi pembaca yaa.

    Untuk teka-teki kolaborator selanjutnya... no idea πŸ€” jujur dari pertama kali saya baca artikel ini, sampai hari ini saya nggak kepikiran jawabannya. Tapi mohon maap, aku mau ngakak dengan analisanya Endah bahahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, memangnya sering disebut kak Endah yah? Saya baru dengar sih komik Miiko ini.

      Wah iya, film juga salah satu yang bikin susah tidur. Apalagi pas pertama kali nonton Insidious. Sepertinya kombinasi yang salah nonton itu pas malam-malam. Ha ha ha.

      Takut digigit yah kak Jane? Sama. Seorang teman pernah bawa monyet di dekat rumah. Jadi dilepas begitu saja, monyetnya cukup penurut, tapi usil. Pas mereka ke arah kami yang sedang duduk, kami langsung ngibrit lari ketakutan. Ha ha ha.

      Saya belum baca Aruna sih, cuma pernah nonton filmnya. Jadi belum bisa komentar tentang isi bukunya. Kalo ngomongin Murakami, saya cenderung masih awam juga. Belum sempat baca Norwegian Wood itu. Jadi belum bisa juga ngomentarin isinya.

      Wah, saya kok tidak percaya yah. Atau memang cluenya kelewat sulit? Biasanya gampang ketebak

      Delete
  15. Baru pertama kali kesini, wah rame yah...
    Seru banget, masih baca-baca aja. Salam kenal semuanya *dadah-dadah ala missuniverse* wkwkwk

    Keren pokoknya Mas Rahul

    ReplyDelete
Terimakasih sudah membaca. Sila berkomentar terkait tulisan ini.