zsnr95ICNj2jnPcreqY9KBInEVewSAnK0XjnluSi

Blogger Pengantar Tidur, Referensi Bacaan Sebelum Tidur

Kalo ngga benar-benar ngantuk atau kecapekan, saya jarang bisa tidur dengan cepat. Dulu, saya punya ritual membaca buku sebelum tidur dan menjauhkan segala hal yang berkaitan dengan gadget. Semakin kesini, saya jadi punya ritual baru, atau istilahnya mengganti kebiasaan itu dengan tujuan yang masih sama: membaca tulisan blog.

Blogger Pengantar Tidur, Referensi Bacaan Sebelum Tidur
Setiap malam, setiap sebelum tidur, saya selalu menyempatkan diri membaca minimal satu tulisan sebelum tidur. Ini sudah jadi ritual yang terbentuk. Biasanya, ada nama-nama yang sudah saya hapal, tanpa mesti membuka reading list, saya biasanya langsung ngetik saja url blognya. Diantara banyak blog, saya mengakurasi jadi lima nama.

Ohya, saya mungkin ngga terlalu banyak kenal dan main ke blog orang, jadi mungkin nama-nama dibawah tidak asing ditelinga. Untuk urutannya saya acak, nama pertama bukan berarti blog yang paling saya suka. Untuk standar penilaiannya saya menggunakan tiga aspek: topik, gaya tulisan, desain blog.

Notes of Little Sister

Saya ngga bisa bohong bagaimana cukup mengagumi Aina sebagai seorang perempuan. Ia punya ideologi dan perspektif yang menarik dan berani menulisnya. Saya senang bagaimana Aina membahas tentang isu-isu perempuan, meski topiknya berat dan cenderung sensitif, Aina tetap subjektif sebagai blogger. Sehingga, poin yang mau ia kasih itu jernih dari hal-hal yang tidak perlu.

Kadang saya melihat kemarahan dalam tulisannya, kadang saya melihat ada kesedihan, dan kesenangan disaat yang bersamaan. Notes of Little Sister benar-benar jadi diari online untuk Aina. Meski saya tahu, cerita yang ditulis cuma berapa persen dari apa yang terjadi. 

Gaya tulisannya Aina cukup khas. Saya masih bisa membedakannya diantara tulisan-tulisan lain pada topik yang sama. Ia kadang girly, tapi tetap kuat dan lugas. Beberapa waktu lalu, ia menyewa TLD Domain untuk blognya. Langkah yang bagus menurut saya untuk sebuah blog yang punya tulisan-tulisan menarik seperti itu, butuh alamat rumah yang menarik dan kesannya premium. 

Link: www.justawl.com

Sublimasi Meditasi

Kalo dengar nama blog Sublimasi Meditasi, kesan pertama apa yang ada dikepalamu? Dua kata unik untuk sebuah nama blog memang jadi alternatif kalo ngga mau jadiin nama sendiri jadi nama blog. Sublimasi Meditasi, blog pribadi milik Akbar Yoga. Salah satu blogger pertama yang saya kenal pas awal-awal ngeblog.

Dulu, tulisan bang Yoga lebih ke klasifikasi pada satu fenomena tertentu. Misalnya, beberapa pose cowok saat foto atau sekumpulan bio absurd di Twitter. Sekarang, tulisan bang Yoga agak condong ke cerita yang batas antara fakta dan fiksinya sangat tipis. Jadi pembaca bisa nentuin sendiri mau dianggap fakta atau fiksi.

Kadang-kadang juga bang Yoga menerjemahkan tulisan, katanya sebagai latihan. Tanpa mengurangi esensi tulisan aslinya, terjemahan bang Yoga terbilang asik dan punya diksi yang cukup khas. Kadang saya baru ngeh kalo itu terjemahan pas baca kalimat terakhirnya: "tulisan ini diterjemahkan dari...". 

Link: www.akbaryoga.com

Kearipan

Dulu, waktu masih awal-awal baca Haruki Murakami, saya baca terjemahan cerpennya diblog Yeaharip milik Arif Abdurrahman. Sekarang blognya sudah hiatus, pindah ke blog Kearipan yang banyak bahas pop culture, salah satunya Jejapangan.

Meski sudah jarang komen, saya sangat senang baca tulisan bang Arif. Mau itu diblog lamanya, Yeaharip, atau yang sekarang, Kearipan. Selain senang bahas pop culture, bang Arip juga sering bahas Bandung. Saya jadi tau banyak dari tulisan-tulisan bang Arip. Meski sudah ngga pernah komen, saya masih sering baca tulisan-tulisannya sampai saat ini.

Ngomongin desain blognya, Kearipan punya desain yang simpel tapi tetap elegan.

Link: www.kearipan.com

Diary Refleksiku

Selain bang Yoga, Robby Haryanto adalah nama yang juga saya kenal awal-awal ngeblog. Seperti blog pribadi pada kebanyakan, dulu tulisan Robby banyak ngomongin kegiatan sehari-hari sebagai anak SMA yang suka pelajaran Kimia. Sebelum menggunakan nama "Diary Refleksiku", Robby pernah menggunakan nama sendiri dan "Jurnal Pembalik", seingat saya.

Saya senang dengan gaya tulisan dan berceritanya. Meski sudah jarang nulis, tapi saya masih sering nungguin tulisan barunya tau main ke tulisan-tulisan lamanya. Beberapa hari yang lalu, dia nulis tentang bahayanya lisan, tulisan itu benar-benar menyentil untuk saya, sebagai orang yang pernah punya masa lalu yang tidak mengenakkan soal itu.

Kutipan "Mulutmu Harimaumu", memang benar adanya. Kayaknya, saya mesti menahan diri dari mulut saya yang kadang susah dikontrol ini. Meski awalnya terkesan lucu, namun hati orang siapa yang tahu.

Sama seperti saya, tampilan desain blog Robby juga kerapkali ganti. Tapi desain blog sekarang kayaknya sudah lebih dari cukup. Simpel, tapi tetap fungsional. Meski ngga terlalu sreg dengan tampilan blog Robby sekarang, tapi tampilan blognya masih responsif untuk akses lewat hape. Jadi bukan masalah besar untuk saya.

Link: www.robbyharyanto.com

Creameno

Meski tulisan ini adalah bagian dari partisipasi dari sayembara blog kak Eno, tapi ini bukan ngejilat yah. Ha ha ha. Makanya, saya naroh blog kak Eno paling akhir biar bridging untuk ngomongin garis besarnya bisa masuk ke sini.

Creameno adalah blog yang saya kenal pertengahan tahun 2020 saat saya memutuskan untuk kembali aktif ngeblog saat pandemi. Awalnya, Creameno fokus ngebahas tentang cerita travelling. Tapi makin ke sini, Creameno adalah blog yang bahas banyak hal seputar aktivitas kak Eno. Mulai dari hal internal sampai yang receh-receh.

Saya senangnya karena blog ini punya gaya yang khas. Blog mana lagi yang bisa dan mau publish tulisan 3-5 paragraf, terus responnya juga banyak dan ditanggapi semua. Untuk desainnya ngga perlu dijelaskan, saya suka dengan tampilan yang minimalis dan responsif. Creameno punya dua itu. Dulu, ada nilai plus pas masih ada terjemahan Inggris dan Korea, tapi sekarang sudah diapus karena memang sulit untuk ngepos satu tulisan dengan tiga bahasa. 

Link: www.creameno.com


Blog-blog diatas adalah produsen tulisan yang sering menemani saya sebelum tidur. Saya biasanya nongol dikolom komen diatas jam 10, saat saya sudah bersiap-siap tidur, biasanya baca beberapa tulisan dulu. Lima blog diatas adalah blog yang sering saya kunjungi. Meski begitu, ada banyak blog lain yang juga saya baca selain diatas, tapi karena ini partisipasi tulisan saya mesti manut pada temanya meski yang diminta tiga, saya kasihnya lima saking sulitnya memilih.

Sebelum masuk ke era pandemi-blogging, saya biasanya nulis seminggu sekali. Belum kenal Aina, kak Eno, ataupun kak Jane dan kak Lia. Saya biasanya baca tulisan-tulisan lama Alitt Susanto, Arief Muhammad aka Pocongg, dan Bena Kribo. Tiga nama itu adalah trio blogger pada jamannya, yang dikenal dengan geng SPBU, atau Shitlicious, Pocong, Bena.. Unyu!

Selain tiga nama itu, ada juga nama-nama macam Kevin Anggara, Rido Arbain, atau Edotz Herjunot dan Gembul Nita. Seiring waktu, circle blog yang lama sudah mulai tenggelam dan saya mengenal nama-nama baru yang punya gairah blogging yang tinggi. Dulu mungkin saya tidak pernah ikut kopdar kalo ada acara blogger, tapi sekarang kami bisa nongkrong kapanpun lewat forum Mas Anton, Kafe MM.

Tidak ada yang lebih pasti daripada perubahan. Semua berubah bersama waktu dan mau tidak mau kita dipaksa mengikutinya. Jika masih menolak mengamini hal tersebut, kenapa masih ngeblog saat pihak Blogger secara paksa mengganti desain dashbord-nya? Saya sendiri sempat ngga senang dan tidak terbiasa, tapi toh saya tetap bertahan. 

Intinya mah fleksibel aja, yang penting ideologimu sebagai manusia tidak benar-benar diambil. Sebagai pembuka tulisan yang ringan, sepertinya penutupnya kelewat berat. Kalo gitu saya ucapkan terimakasih yang sudah baca sampai paragraf ini, mudah-mudahan bermanfaat.

Related Posts

22 comments

  1. Waaa banyaak. Makasih mas Rahul rekomen blognya. Bisa baca-baca.

    ReplyDelete
  2. wah blognya kak Akbar masuk ke daftar blog favorit Rahul juga ya, akhir2 ini aku juga cukup sering berkunjung kesana dan tau blognya juga karena Rahul 😁

    Aku setuju soal blognya Awl, perspektif nya menarik dan berani, aku sempat teringat dengan Youtuber Gitasav kalo sedang berkunjung ke blognya Awl, ada kemiripan. Dan soal blognya kak Eno, pertama kali suka karena tampilan blognya yang sangat minimalis bikin betah bolak balik
    Kesana

    Terima kasih Rahul sudah berbagi cerita menarik soal blogger favorit, good luck for CR Challenge-nya!!👍🏻

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kebanyakan nama yang disandingkan dengan Akbar kenapa selalu dipanggil 'Akbar' yah? Ha ha ha. Bingung juga saya.

      Aina kayaknya memang senang ngikutin Gitasav. Soalnya pernah liat blognya bahas itu. Pertama main ke blog kak Eno, desainnya belum seminimalis sekarang. Dulu masih ada thumbnail malahan.

      Terimakasih kak Reka. Semoga dari nama-nama yang saya sebut, ada insight baru untuk kak Reka

      Delete
    2. Wkwkwk aku pun gak tau kenapa manggilnya Akbar dibanding Yoga. Loh kenapa jadi bahas nama orang gini ya 😂

      Delete
    3. Awalnya ngga mau dibahas juga, tapi hal ini sudah kelewat sering saya temui. Jadi gatal pengen dibahas. Ha ha ha

      Delete
  3. Terima kasih, Hul, sudah merekomendasikan blog saya. Good luck ya. :D

    Sebagian besar saya kenal semua atau minimal pernah berkunjung ke blog yang disebutkan di sini.

    Hm, mendadak kepikiran buat ikutan juga jadinya nih. Haha.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tidak perlu berterimakasih. Bang Yoga memang pantas mendapatkannya. Senang sekali bisa membaca tulisan-tulisan yang acapkali depresif itu. Ha ha ha.

      Untuk daftarnya, memang sebagian besar tidak asing karena yang saya tau juga ngga banyak. Kalo bang Yoga ikutan bikin, mungkin referensinya jadi makin banyak. Ikutan atuh

      Delete
  4. Entah knapa aku udah feeling klo mas rahul bakal nyebutin mba awl. Hehehe.. krna bbrapa kali aku sempet baca yg mas rahul mengagumi pemikiran2 mba awl 😍
    Aku jd ngebayangin, klo kalian berdua ketemua langsung di dunia nyata, kayanya bakal nyambung n akrab.. 😁

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya memang mengagumi pemikiran Aina. Selain itu, dia juga yang cukup berani bersuara dengan lantang.

      Kalo ada kesempatan mah pasti menyenangkan sekali. Saya pengen duduk ngobrol ngebicarain banyak hal. Terutama soal bahasa Jepang yang saya ngga ngerti itu

      Delete
    2. Saya nggak bisa ngebayangin sih bakal serame apa kalau seandainya kita ketemu, Rahul dan mbak Thessa:') Apalagi kalau ngumpul rame-rame sama blogger lain kayak acara kopdar gitu, pasti seru abiiss😭

      And yess, sepertinya bakalan banyak banget hal-hal yang saya pingin diskusiin juga dengan Rahul, pastinya lebih dari sekadar apa yang selama ini dituliskan di blog😅 Semoga suatu saat kita bisa bersua ya, Rahul.

      Delete
    3. Menarik tuh, kalo ngadain kopdar. Pengen ngobrol dengan teman-teman sambil ngopi. Kalo kak Lia pasti pesannya teh. Ha ha ha.

      Aamiin. Semoga ya Aina. Udah banyak yang pengen saya obrolin

      Delete
  5. Toosss dulu kita Hul yg sering baca tulisan sebelum tidur.. haha.
    Cuma berhubung saya kerjanya shift jadi jam bacanya selalu berubah.. wkwk

    Setuju sih sama pembahasan kamu tentang Awl.. soalnya saya salah satu pndengar setia podcast Mba Awl di spotify... gaya bicaranya keren sama suaranya juga bagus.. wkwk

    Btw good luck buat CR Challengenya ya.. kamu resmi jadi jagoan saya.. 😆

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sebenarnya, saya juga ngga sekaku itu. Kalo sore, disela-sela nunggu maghrib, saya biasanya pake untuk hal lain. Salah satunya baca tulisan juga.

      Selain senang dengan pemikirannya, saya juga suka dengan suaranya. Kayak teman saya yang jadi penyiar radio, intonasinya bagus.

      Terimakasih mas Bagus. Lumayan nih dapat satu suara

      Delete
    2. Terima kasih mas Bayuuuuu udah setia dengerin podcast-ku😆 Lama-lama terbang deh eike, nggak ada yang mau megangin nih?🤣 wkwkwkw.

      *Btw episode baru udah ada lho, semoga Rahul dan mas Bayu suka😁😆

      Delete
    3. Saya belum sempat dengar. Mudah-mudahan bisa segera

      Delete
  6. Rahul, terima kasih atas apresiasinya yaa🤧 Blogging rasanya nggak pernah semenyenangkan dan sehangat ini sebelum bertemu Rahul, kak Eno, kak Lia, mbak Jane, mbak Thessa, dan semuanyaaa😭

    Thank you for these kind and humble words you gave, Rahul. Dan terima kasih untuk rekomendasi blog yang lainnya jugaak, beberapa ada yang udah sering saya lihat, tapi belum benar-benar dikunjungin, seperti mas Yoga, contohnya😂 *tadinya mau ikut manggil mas Akbar kayak kak Reka di atas, hahahaha, tapi nggak jadi. Takut obrolannya pindah kesini🤣

    Semoga sehat selalu dan semangat selalu dalam menjalani hari-hari perkuliahannya ya, Hul!😆

    ReplyDelete
    Replies
    1. You deserve it, Aina. Sejak pertama kali baca tulisanmu, gagasanmu, saya seperti menemukan diri saya yang lain di sana.

      Saya senang baca tulisan bang Yoga sekarang-sekarang ini. Apalagi ia mulai sering menerjemahkan bacaannya. Kayak baca blog Yeaharip beberapa tahun yang lalu.

      Siap, terimakasih Aina. Doa yang sama untukmu

      Delete
  7. Dari beberapa blog yg di-mention Rahul, aku tahu beberapa. Si Awl, udah hampir 1 tahun deh rasanya tahu. Sejak awal2 nge blog. Pun dengan mbak Enk jg sudah lama.
    Kalo Kearipan, nampknya baru sekitar 4 bulan yg lalu, belio sering share tulisan2 mengenai hal hal yg jarang diketahui banyak orang. Jadi nambah pengetahuan ketika baca blognya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aina dan kak Eno memang saya kenal baru beberapa bulan ini. Belum cukup setahun. Kalo bang Arif saya tau sudah agak lama dari blognya, Yeaharip, sebelum Kearipan. Blognya memang informatif

      Delete
  8. Awl dan tulisan-tulisannya ngingetin aku ke Gitasav, mirip kalau kataku gaya dan cara menulis mereka berdua. Mas Yoga tulisannya banyak permainan kata kayak anak sastra kalau kata sodaraku yang dulu SMA-nya jurusan bahasa, jago mengutak-atik dan menyusun kosakata. Dan Kak Eno, aku baru ngikutin di tahun 2021 dan tulisannya ngena banget di aku, santai dan singkat tapi poinnya dapet.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya ngga terlalu ngikutin Gitasav, paling nonton videonya di YouTube beberapa. Kalo Mas Yoga, memang punya kecenderungan make diksi yang tidak biasa. Kalo kak Eno, Blogger yang bikin saya percaya bahwa postingan itu ngga harus panjang

      Delete
Terimakasih sudah membaca. Sila berkomentar terkait tulisan ini.