zsnr95ICNj2jnPcreqY9KBInEVewSAnK0XjnluSi

Dua Mimpi Aneh, dari Action sampai Musical

Saya pernah bercerita bahwa saya tipe orang yang susah ingat mimpi. Lima menit bangun dari mimpi pasti semuanya ilang. Makanya, saya sering mencatat mimpi-mimpi yang masih bisa saya ingat. Ada beberapa, tapi salah satu mimpi yang saya catat adalah tentang aksi kejar-kejaran. Saya agak lupa detil ceritanya karena mencatat hanya satu paragraf pada note hape.

Saat itu saya sedang berada di sebuah jalan yang sedang macet. Karena cuaca sedang panas-panasnya, saya tidak tahan dan mengklakson. Tidak tau apa gunanya padahal sedang lampu merah saat itu. Tiga sepeda motor dari depan berbalik karena suara klakson motor saya. Mereka mengenak buff warna gelap. Tanpa ba-bi-bu, mereka berbalik arah dan menunjukkan sikap permusuhan.

Dua Mimpi Aneh, dari Action sampai Musicalsumber: radar bogor

Karena takut, saya mengambil jalan lengang diarah kiri untuk memacu motor kearah belok kiri langsung. Motor saya bawa sekancang mungkin tapi geberan motor mereka kelewat kencang dan bikin saya takut. Saya mengambil jalan pada satu gang dan berharap itu tidak buntu. Satu motor mengejar saya dan saya tau dua motor pasti sedang mencari ujung jalan untuk menghadang saya.

Maka dari itu, ketika ada persimpangan jalan saya mengambil jalan yang berlawanan. Itu membuat saya tembus ke arah yang tidak mereka duga. Tapi sialnya, motor yang mengejar saya masih berada di belakang saya. Saya memacu motor meski tau di depan sana sedang macet-macetnya. Saya mencoba mengambil sedikit haluan untuk melihat area kiri.

Kosong. Saya mengambil jalan itu.

Namun ketika sampai pada perempatan, dua truk besar dan beberapa kendaraan lain menghalangi jalan saya. Baru mau memutar arah, motor yang dari tadi mengikuti sudah ada dibelakang bersama dua motor lainnya. Ketika seorang itu membuka scarf-nya, saya tau dia teman saya, teman SMA. Saya membuka helm untuk menunjukkan diri.

Karena kaget, ia melepas saya dan memberi tahu kepada temannya bahwa itu adalah orang yang ia kenal. Saya aman, dan terbangun dari mimpi itu. Mungkin itu adalah mimpi yang tergolong iklan masyarakat bahwa tidak ada gunanya untuk meng-klakson kalo sedang berada dilampu lalu lintas. 

Saat sedang bingung mau cerita apa tentang mimpi ini, tidur siang yang saya lakukan setelah pulang dari salah Jumat berbuah hasil. Saya mungkin sudah cerita bahwa saya penonton film dan sinetron dari Gentabuana sejak kecil. Saya tumbuh bersama mereka.

Dalam mimpi saya saat itu, saya sedang berada pada satu acara. Mungkin semacam reuni pemain dari Gentabuana. Di sana ada pemain-pemain mulai dari Afdhal, Temmy, sampai Revi. Saat itu kayaknya Afdhal sedang nyumbang lagu bareng Imel atau Fenty. Tapi ada satu perempuan, yang saya curigai adalah istri Afdhal yang malu saat Afdhal nyanyi lagu-lagu lama Gentabuana. 

Saya yang liat itu cuma ketawa, tapi juga keasikan menikmati Afdhal nyanyi bareng Imel atau Fenty (saya tetap ngga ingat) lagu-lagu Gentabuana. Itu seperti melempar saya pada masa-masa SD saat nonton sinetron Gentabuana sepulang sekolah, atau saat tengah malam bersama Tante. Setelah itu saya bangun. Terus ambil hape untuk nyatat sebelum hilang.

Mimpi itu jadi salah satu mimpi tahun ini yang saya ingat. Jujur, susah sekali mengingat mimpi yang pernah saya alami. Ada yang saya catat, tapi ketika mau saya ceritakan kembali, saya seperti berpikir,"tunggu, ini cara menceritakannya bagaimana?". Saking mimpi itu selewat saja, seperti hal yang memang saya alami hanya untuk dialam mimpi.

Sekalipun ada mimpi yang saya ingat, pasti yang seram-seram kayak mendengar sekawanan monyet di seisi rumah, atau diburu hantu di sebuah lorong yang saya kenali. Saya tidak ingin banyak menceritakan itu, karena katanya mimpi jelek tidak perlu diceritakan. 

Diantara tema ODOP yang lain, tema dari kak Eya ini jadi tema tersulit untuk saya. Untung saja dapat urutan terakhir, jadi saya bisa mikir panjang sembari menunggu mimpi. Menunggu mimpi? Yah. Saya dua-tiga hari ini mencoba untuk tidur siang dan menunggu apakah akan mendapakan mimpi karena tema kali ini adalah mimpi teraneh.

Ohya, ini jadi hari terakhir ODOP 0.1 yang saya jalani bersama teman-teman Blogger. Tantangan ini adalah keinginan saya untuk nyoba pos sehari sekali tapi tidak mau sendiri. Jadi ngajak teman-teman yang lain lewat forum Kafe MM. Saya harap, akan ada ODOP 0.2 yang diinisiasi teman-teman yang lain.

Related Posts

10 comments

  1. Udah kebut-kebutan kesana-kemari, ternyata endingnya begitu 🤣 tapi mending ada ending yang jelas, soalnya aku kalau mimpi suka nggak ada endingnya dan bahkan kalau lagi klimaks terus tiba-tiba kebangun, jadi kzl sendiri 😂

    Maaf, Hul, aku ngakak baca mimpi kedua yang Rahul ceritakan 🤣. Nampaknya kenangan akan seri Gentabuana ini sangat membekas di hati Rahul ya 🤭 ini seri tahun kapan? Video klipnya kayak udah jadul banget 😂

    Aku juga sering mimpi dan ketika ingin diceritakan kembali tuh bingung bagaimana cara ceritainnya, padahal menurutku ceritanya seru tapi nggak bisa diceritakan ulang meskipun ingat kisahnya 😂. Aku juga ada 1 mimpi tentang hantu yang kejadiannya saat aku masih umur 6 tahunan gitu dan masih teringat hingga sekarang, tadinya ingin cerita untuk tema kali ini, tapi aku tunda karena ada yang lebih menarik 🤭

    Hul, terima kasih telah menginisiasi ODOP 1 iniii. Senang rasanya bisa menjadi bagian dari proyek ini 😁. Terima kasih atas kesempatannya ya, Hul!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Itu satu dari sekian banyak mimpi yang punya ending jelas, biasanya suka kepotong juga kak Lia. Tapi anehnya, pas tidur lagi biasanya mimpinya nyambung. Ha ha ha.

      Mungkin pas umur SD, karena saya nontonnya tahun segitu. Seri Gentabuana memang adalah kisah masa kecil yang menyenangkan. Itu jadi tontonan wajib saya.

      Nah, kan. Padahal, saya ada beberapa mimpi yang sempat saya catat. Pas mau diceritain kok jadi susah. Seakan-akan ceritanya asing dan susah untuk diceritakan kembali. Jadi kemarin pas dapat mimpi, langsung nyatat dan nulis biar ngga kelupaan lagi.

      Saya yang harusnya terimakasih sudah ikut meramaikan ODOP ini kepada teman-teman semua, baik yang nulis ataupun yang baca dan mengikuti euforianya

      Delete
  2. Yaaaah antiklimaksnya ga asik bgt
    Setuju sama Lia 🤣
    Eh kan mimpi ga bisa diatur ya jalan ceritanya hehehe

    Aku ga pernah tau gentabuana 😂
    Jadi ga kebayang juga sama adegan itu
    Tapi kayanya sangat membekas bgt ya di kamu karena sampe dimimpiin hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalo kak Frisca bilang mimpi ngga bisa diatur jalan ceritanya, dalam beberapa kasus saya malah seperti bisa mengontrol diri saya di dalam mimpi. Aneh yah. Ha ha ha

      Kak Frisca ngga tau Gentabuana? Sinetron Indosiar jaman 2000-an awal itu lho

      Delete
    2. Wiiw jago juga. Aku dalam mimpi pgn melakukan A tapi sulit bgt hahaha

      Gatau Rahul 🤣🤣🤣
      Aku ga suka nonton Indosiar. Aku ntnnya kartun ato anime hehehe

      Delete
    3. Dalam beberapa kasus memang bisa seperti itu kak Frisca. Kadang kayak main game, bisa digerakin sendiri.

      Kalo di Indosiar, jaman kecil kalo pagi memang banyak acara kartun. Ngga tau kalo sekarang yah

      Delete
  3. Hahaha maaf yaa temanya bikin susah wkwk aku pas mikir tema juga rada ragu-ragu karena ga semua orang bisa mengingat mimpi kan 😅

    Btw kenapa ya mimpi tuh suka absurd gitu, dikejar-kejar orang taunya yang ngejar kita kenal. Mana tegang banget dong, udah lari ke sana-sini terus ketemu jalan buntu wkwk. Terus mimpiin selebritis juga wkwkwk kayak pernah kepikiran ga sih, apa mereka nyadar mereka masuk ke mimpi orang lain? 😂

    Btw sinetron Gentabuana ini yang pemain-pemainnya dulu main sinetron kolosal bukan sih? Kalau yang masih berupa sinetron kolosal tuh aku banyak ngikutin, soalnya tontonannya Bapak di rumah wkwk, tapi yang udah jadi drama musikal tuh udah ga pernah nonton 😆

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sebenarnya ngga masalah sih kak Eya, jadi itu tantangan juga untuk saya. Tapi seandainya saya ngga mimpi pas beberapa hari terakhir itu, saya mungkin akan nyeritain ulang mimpi saya yang sudah ada.

      Nah, betul, pemainnya kebanyakan pemain sinetron kolosal

      Delete
  4. Yes! Mencatat mimpi adalah jalan ninja. xD Kadang bisa jadi inspirasi nulis cerita fiksi hehehehe. Setuju sih sama mas Rahul, mimpi buruk nggak usah diceritakan huhu jadi parno nanti. Aku kalau mimpi buruk langsung buru-buru aku lupain. T_____T

    ReplyDelete
    Replies
    1. JK Rowling kalo tidak salah ingat nulis Harry Potter karena sempat dimimpiin kak Endah.

      Sarannya memang seperti itu, dilupain dan baca doa

      Delete
Terimakasih sudah membaca. Sila berkomentar terkait tulisan ini.