zsnr95ICNj2jnPcreqY9KBInEVewSAnK0XjnluSi

Moodbooster, Sebuah Istilah Masyarakat Urban

Pertanyaan terbesar abad ini adalah bagaimana membuat mood baik lagi? Saya sendiri tidak punya patokan untuk menjawabnya. Ada masa-masa dimana saya merasa kosong, tidak bergairah melakukan hal apapun. Untuk itu, saya akan membaginya kedalam beberapa cara saya mengatasi bad mood, tergantung situasinya.

Dalam hidup ini, kita punya dua situasi. Pertama adalah situasi mendesak dan kedua adalah situasi tidak mendesak. Jika dalam kondisi bad mood, dua hal ini bisa jadi acuan bagaimana saya akan bertindak. 

Mendesak

Jika sedang dalam situasi mendesak, misalnya sedang kuliah atau kerja namun saya tiba-tiba mengalami kondisi bad mood, ada beberapa hal yang saya lakukan. Pertolongan pertama adalah mengambil rehat sejenak. Saya kerapkali ke luar ruangan, untuk duduk hanya untuk mengambil rehat dan mencari angin. Hal kecil ini benar-benar sangat membantu.

Dalam situasi mendesak, saya biasa mengambil waktu 10-20 menit untuk beristirahat, benar-benar tanpa kekangan apa-apa. Disamping hal itu, saya biasanya mendengarkan musik-musik pelan untuk membuat saya lebih rileks. Kalau sudah rileks, saya biasa menutupnya dengan makan. Bisa makan apa saja. Indomie, Sup Ubi, Nasi Goreng, apapun.

Moodbooster, Sebuah Istilah Masyarakat Urban
Moodbooster, Sebuah Istilah Masyarakat Urban
Setelah itu, pikiran jadi lebih rileks, perut juga sudah terisi, saya sudah siap kembali untuk melanjutkan kegiatan. Kalau pertanyaannya bagaimana jika bad mood saat sedang dalam kondisi mendesak dan terjebak? Tidak ada solusi. Saya pikir dengan ngobrol sekalipun tidak akan bisa memperbaiki keadaan, sebab pola pikir kita sedang tidak bekerja dengan baik.

Saya punya beberapa teman cewek yang mengatakan beberapa hal yang jadi moodbooster mereka, salah satunya cowok yang mereka suka. Mungkin ada baiknya kita mencari moodbooster kita. Pertanyaannya tidak melulu soal siapa, tapi apa.

Tidak Mendesak

Sebaliknya, jika sedang mengalami bad mood dalam situasi tidak mendesak, kita punya kebebasan dalam bentuk waktu. Kita bisa melakukan apa saja karena sedang dalam kondisi tidak mendesak. Hal yang biasa saya lakukan adalah mengambil kunci motor dan berkeliling tanpa tujuan yang jelas. Kurang lebih kayak Seo Dal-mi dalam drama Korea Start-Up 

Kemudian diakhiri dengan singgah di pinggir laut dan makan kacang rebus.

Kalau benar-benar tidak mood, saya biasa tidak melakukan apa-apa. Hanya baring dan memandang langit-langit. Kalau tidak terganggu dengan musik dan podcast, saya memutarnya. Jika terganggu, saya akan memilih tidur. Percayalah, jika sedang bad mood dalam situasi yang tidak mendesak, langkah terbaik yang bisa dilakukan adalah tidur.

Bad mood terjadi biasanya karena ada sesuatu yang tidak sesuai harapan. Untuk mengatasi hal itu, tentu semua orang punya caranya masing-masing. Mungkin ada yang mengatasi dengan hal yang berbeda. Hal-hal diatas adalah cara yang saya lakukan ketika bad mood. Kadang dalam situasi yang tepat, liburan adalah cara yang ampuh.

Orang-orang sering mengaitkan dengan istilah: "kurang piknik"

Moodbooster, Sebuah Istilah Masyarakat UrbanDanau Biru, Kolaka Utara - 2018

Bisa jadi nongkrong dan ngobrol bersama kawan-kawan lama juga membangkitkan gairah. Intinya kita butuh stimulus untuk membangkitkan gairah, apapun caranya adalah hal yang personal. Hal diatas tidak mutlak membuat mood teman-teman kembali. Itu adalah hal yang berlaku dari pengalaman saya. Sebab bagi mayoritas orang di perkotaan, moodbooster sudah jadi kebutuhan primer.


Tulisan teman-teman yang lain tentang "cara mengatasi bad mood" dalam One Day One Post:

Related Posts

20 comments

  1. Moodbooster saya itu obat pusing kepala bang, terus tidur bentar, melek jadi semangat lagi :))

    jalan pintas si emang, dan jangan sering-sering juga..

    ReplyDelete
    Replies
    1. wadoooww jangan kak Andie!!
      eh tapi ada tmnku yang minum obat batuk biar dia bisa tidur. Weleeh

      Delete
    2. @Andie: saya orangnya susah minum obat kalo sakitnya belum parah mas Andie. Jadi paling ditidurin aja. Tapi biasanya abis tidur, kepala makin sakit. Ha ha ha.

      @Furisukabo: mungkin nyari efek sampingnya yah kak Frisca?

      Delete
    3. Iya efek samping membuat kantuk ituu

      Delete
  2. Rahulllllllll. Foto kamu sungguh terlalu! Aku saat ini belum makan malam. Terus liat semangkok mie rebus. Yaw ampyuuunnn ngiler! 😫😫😫

    Aku setuju juga tuh moodboosternya "traveling"!!! Tapi lagi ga bisa saat pandemi begini huhuhu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Maap kalo sudah bikin lapar kak Frisca. Ha ha ha. Tapi itu bukan mie rebus, tapi sup ubi. Bentukannya memang kayak Indomie.

      Kalo sekarang anjurannya kan jaga jarak, kalo momotoran atau road trip masih bisa lah. Ha ha ha

      Delete
    2. Heeee??? Sup ubi? Kukira sup ubi tu kaya kolak ubi. Ternyata pakai mi segala yitu ya jadi kaya mi rebus haha

      Delete
    3. Oh, sup ubi itu makanan langka yah? Kok banyak yang ngga tau?

      Delete
    4. Di daerahku ga ada sup ubii hahaha
      Bisa tuh jadi ulasan di blog hehehe

      Delete
    5. Terimakasih sarannya kak Frisca. Segera saya garap

      Delete
  3. Tidur adalah jalan ninjaku, hahahah 🀣 Lumrah juga kan Kak Rahul, manusiawi. Badmood dan segala perintilannya. 🀣

    Btw, kalau berkeliling tidak jelas itu benar-benar random gitu Kak Rahul? Kemana hati membawa?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tidur memang ngga pernah salah. Ha ha ha. Dan semua itu memang manusiawi, artinya hati berfungsi dengan baik.

      Kadang random, kadang punya tujuan. Kalo random, biasanya ada saya kasih batas radius biar tidak kejauhan. Misalnya 3-5 KM terus putar balik

      Delete
  4. ya ampuuuuun aku penasaran ama rasa sup ubi mas :D. kliatan enaaak menggoda.., tadinya aku pikir sup ubi itu, ubinya bulet2 gitu disiram kuah... ternyata ubinya dijadiin keripik yaaa.

    setujuuu dalam kondisi tidak mendesak, tidur itu udh paling mujarab utk menghilangkan mood yg ga baik. Ato setidaknya menyendiri. udah paling bener. aku biasanya lgs berkurung di kamar, dengerin musik rock trus ngantuk sendiri.. aku ga bisa dengerin musik lembut saat bad mood, bakalan makin mellow dan mewek hhahahah

    kalo sebelum pandemi yaaa, caraku ngilangin bad mood, kalo mendesak biasanya jalan kluar cari kuliner baru :D. ato staycation, krn dengan begitu ada suasana baru yg bikin happy.

    kalo tidak mendesak, aku biasanya browse tiket utk cari rute ke tempat yg aku belum pernah datangin.. dan percaya deh, aku lgs happy begitu tiket sudah terpesan. tapiii itu ga bisa dilakuin skr ini -__- . jd kalo tidak mendesak, biasanya caraku yg skr, nonton drakor wkwkwkwkwkw

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sebenarnya ada dua macam sup ubi kak Fanny. Pertama seperti yang kak Fanny bilang, itu sup ubi yang mainstream di jual. Tapi ada juga divariasikan seperti ini, ubinya berbentuj semacam keripik.

      Ke kamar nyetel lagu-lagu Bonjovi mah udah paling bener. Ha ha ha. Terus tidur, bangun-bangun lapar. Terus ke sup ubi langganan atau ke tempat makan langganan lain.

      Kalo tidak mendesak memang liburan jadi opsi yang paling menarik. Melihat hal baru, apalagi pantai, bikin perasaan jadi lebih rileks

      Delete
  5. Aku penasaran banget sama sup ubiii... sama seperti dengan semua pemirsa blog ini kayaknya (lebay) tolong rahul, butuh review lebih mendalam mengenai sup ubi nih. isinya apa? apakah banyak ubinya? kenapa ubinya jadi keripik tapi disebut sup ubi? ini ubi jalar apa ubi kayu (singkong)?

    Hahahaha, bad mood berkepanjangan tuh obatnya memang refreshing dan piknik sama teman-teman ya. Kalau ditarik ke akar, baik penyebab masalahnya kurang duit, kerjaan kantor, atau habis dimarahi orang, tetap saja: piknik dan ketemu teman obatnya. Setelah itu pikiran segar, dan bisa konsentrasi lagi menghadapi masalah yang ada :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Memangnya kak Mega belum pernah makan sup ubi? Saya kira sup ubi ini makanan yang bisa dijumpai di mana saja. Ha ha ha.

      Itu kebetulan dapatnya yang keripik kak Mega, di warung lain biasanya ubinya ubi kayu yang dipotek-potek. Kalo soal banyak-tidaknya, tergantung kemurahan hati yang punya warung. Ha ha ha.

      Karena pernah baca jurnal, kalo ke tempat baru itu bisa bikin perasaan jadi lebih senang. Apalagi mindsetnya sudah liburan

      Delete
  6. Tidur = moodbooster, benar banget!! Rasanya kalau habis bangun tidur, seperti sedang menyambut hari baru dengan pikiran yang lebih fresh 🀭. Makan yang manis-manis juga bisa jadi moodbooster banget. Sama satu lagi, mandi+keramas, kadang it works sih hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tidur, makan, sama mandi sudah paling benar. Melakukan satu diantara tiga saja sudah cukup untuk saya, apalagi ketiganya. Ha ha ha

      Delete
  7. Moodbooster paling manjur memang tidur yaa kayaknya. Beneran, akupun cara terampuh buat ngilangin badmood itu tidur. Karena kalau udah dibawa tidur seakan dibikin pelan-pelan tenang jadi pas bangun perasaan udah jauh lebih baik. Sama satu lagi sih, kalau lagi badmood, aku memilih ga berinteraksi sama siapa-siapa karena itu bakal bikin blunder nantinya wkwkwk

    Btw aku juga penasaran sama sup ubi!! Awalnya pas disebut di atas aku juga mikirnya semacam kolak ubi tapi yang dimakan pas masih panas gitu, eeh ternyata foto yang ada mie itu yang namanya sup ubi yaa? Sekilas mirip kayak soto mie Bogor yang pakai potongan lumpia yaa πŸ˜†

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah, makanya kalo lagi badmood saya paling ngga bisa diajak ngobrol. Takut badmoodnya ke mana, meledaknya ke siapa. Ha ha ha.

      Banyak yang penasaran ternyata. Oke deh. Segera saya tulis di blog

      Delete
Terimakasih sudah membaca. Sila berkomentar terkait tulisan ini.