zsnr95ICNj2jnPcreqY9KBInEVewSAnK0XjnluSi

Musim Paceklik Bernama KKN

Sekitar bulan Februari, teman-teman kuliah saya ribut soal KKN. Katanya mau ngurus biar semester depan bisa ikut seleksi. Padahal nilai untuk semester lima saja belum keluar, sudah mau ngurus KKN biar bisa ambil kontrak mata kuliah KKN semester enam. 

Awalnya saya tidak begitu tertarik. Saya pengen KKN kalo mata kuliah sudah mulai longgar, setidaknya saya ngga mesti ngerjain tugas atau zoom ditengah-tengah KKN. Tapi sayangnya saya terhasut, mayoritas teman-teman yang ngurus KKN membuat saya agak minder dan malas kalau mesti KKN seorang diri. Makanya, saya ikut-ikutan ngurus berkas dengan mereka, meski pada akhirnya yang dikumpul cuma biodata lengkap.

Musim Paceklik Bernama KKN4 Februari, saat ngurus berkas

Setelah program mata kuliah, nama-nama yang lolos seleksi KKN keluar. Beberapa nama teman, termasuk saya, lolos untuk bisa ikutan program mata kuliah KKN. Saya awalnya ngga buru-buru cari teman, sampai melihat betapa sulitnya mengumpulkan orang pada posko tertentu agar jumlahnya pas. 

Bersama beberapa teman saya, kami akhirnya masuk ke Posko Kolaka Timur, Kecamatan Ladongi. Sebelumnya, kami sempat dua kali keluar dari posko lain. Membuat kami sempat dicap tidak mempunyai kepribadian karena meninggalkan posko. Ha ha ha. Saya me-WhatsApp teman saya, dia tidak terlalu ambil pusing setelah langsung dikick dari grup WhatsApp. 

Saya sempat tanya-tanya ke beberapa orang tentang KKN. Katanya benar, kami terlalu cepat mem-program mata kuliah ini. Mestinya kami program saat semester depan, ketika mata kuliah sudah mulai longgar. Tapi mau diapa, nasi sudah jadi bubur. Kalo ngga dimakan jadi dingin dan mubasir. Jadi saya mulai mencari sisi yang membuat diri saya tertarik untuk hal ini.

Sehubungan dengan pandemi, katanya program KKN ini akan dibagi dua, offline dan online. Untuk offline, tentu saja kami ke daerah tempat kami akan menjalankan program kerja KKN dan kedua yaitu online, yang sampai sekarang saya ngga ngerti konsepnya. Setelah berdiskusi dengan teman se-posko, kami akhirnya melakukan pertemuan pertama.

Kami berkumpul di salah satu coffee shop. Hampir dua jam menunggu sampai beberapa anggota yang lain datang. Kami ngobrolin hal-hal basic sekaligus perkenalan saja untuk pertemuan pertama. Setelahnya, program kerja kami akan bahas dilain kesempatan bersama teman kelompok. 

Ngomongin soal program kerja, kebetulan kami rencananya akan melakukan program kerja yang mengarah kepada anak-anak. Kami akan banyak berhubungan dengan aktivitas dan kegiatan kreativitas kerajinan tangan. Meski terdengar gampang, tapi setelah ingat bandelnya saya pas TK, saya akhirnya mulai meragukan diri saya di sana.

Masih soal KKN, kemarin saya bercerita bahwa bagaimana saya melewati musim paceklik saat lagi sibuk dengan tugas dan ujian tapi masih aktif (setidaknya publish tulisan) blog. Serasa menjilat ludah sendiri, kayaknya musim paceklik kali ini akan lebih berat dari sebelumnya. Saya menimbang-nimbang, apakah akan tetap update tulisan blog selama KKN atau vakum dalam beberapa waktu.

Saya tentunya akan membawa laptop di sana untuk kebutuhan mengerjakan tugas. Tapi untuk waktu nulis dan ngedit tulisan, saya tidak jamin bisa seaktif saat berada di rumah. Makanya, saya tidak ingin mengatakan akan aktif blog saat KKN itu tiba. Tapi saya tetap optimis untuk update dan publish tulisan sesuai jadwal biasanya.

Jika tidak, mungkin sebagai petani tulisan saya sudah gagal mengatasi musim paceklik kali ini. Tapi mengutip Nyai Ontosoroh, "kita sudah melawan, Nak, Nyo, sebaik-baiknya, sehormat-hormatnya."

Related Posts

8 comments

  1. Emang KKN itu paling enak dilakuin pas lagi waktunya wkwkwk eh tapi kalo di kampusku biasanya sih pas libur kuliah jadi emang ga bakal ada kegiatan lain kecuali KKN. Apakah di kampus Rahul KKN nya disekitaran wilayah atau seluruh Indonesia? Karena kampusku KKN nya seluruh Indonesia, aku nekat cari kelompok sendiri tanpa ada yang aku kenal dari jurusan dan ternyata malah seru hahaha minimalisir banget bentrok karena perasaan pribadi 🀣

    Tapi, karena pandemi aku juga belum tau nih KKN online itu gimana ya....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kata beberapa orang, kami yang semester enam, memang tergolong cepat untuk mem-program KKN ini. Seharusnya semester depan, atau paling tidak pas program mata kuliah sudah agak longgar. Jadinya agak kewalahan juga.

      Kalo untuk tempatnya, kayaknya dibatasi se-Sulawesi Tenggara saja. Kalo bisa ke luar kota-pun, kayaknya akan mikir-mikir juga dengan biaya transportasinya.

      Kalo untuk KKN saat ini, di Kampus saya, regulasi baru yang ditetapkan kami bebas milih teman seposko dari jurusan mana. Tapi teman seposko saya saat ini 50% dari jurusan sendiri. Kelebihannya, kayak lagi liburan sama teman-teman sendiri. Ha ha ha

      Delete
  2. Rahul, semangat untuk program KKN-nya 😁 karena aku belum pernah merasakan kegiatan ini, jadi aku nggak tahu gimana beratnya menjalaninya, tapi aku rasa Rahul akan cepat beradaptasi dengan semua ini.

    Hahahaha Rahul langsung kebayang anak-anak yang kelak akan diajar Rahul kalau nakalnya kayak Rahul waktu kecil, jadi gimana, nggak? 🀣 Semoga dapat anak yang manis-manis ya, Hul 😁

    Semoga lancar semuanyaaa dan nanti jangan lupa cerita pengalamannya di blog 🀭

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah tiga hari kemarin sudah berlalu. Teman-teman di sini menyenangkan, penduduknya ramah-ramah. Untuk teknisnya, apapun ngga akan bisa sempurna. Tapi karena itulah, yang bikin ceritanya jadi berkesan.

      Hari senin ini, kami sudah mulai observasi. Agak terlambat, mesti nunggu surat pengantar dulu dari staf camat. Sembari nunggu, kami mengisi waktu dengan buat sampel prokernya untuk diperlihatkan nanti ke guru dan anak-anak.

      Rencananya, saya akan publish setiap hari pas Ramadhan cerita KKN ini. Siap-siap aja

      Delete
    2. Siap. Terimakasih kak Lia

      Delete
  3. Semangat mas Rahul untuk KKN-nya nanti, nggak apa-apa kalau nggak se-update sebelum KKN, yang penting jaga kesehatan biar semuanya lancar. Baca tulisan mas Rahul ini jadi inget waktu aku masih SD dan ada kakak-kakak mahasiswa yang lagi KKN terus ngajar di kelasku. Ternyata sebelum KKN terlaksana banyak sekali yang harus dikerjakan ya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih kak Endah, saya tetap berusaha untuk bisa nyatat dan nulis cerita KKN ini. Sekalian jadi semacam laporan aktivitas harian. Saya tetap akan usaha update tulisan seperti biasa. Mudah-mudahan tidak terkendala.

      KKN memang kegiatan yang kompleks. Sebab ini kerja-kerja lapangan yang ngga bisa diterapkan dari teori secara plek-plekan. Kita mesti belajar yang namanya fleksibel

      Delete
Terimakasih sudah membaca. Sila berkomentar terkait tulisan ini.