zsnr95ICNj2jnPcreqY9KBInEVewSAnK0XjnluSi

Sampul Buku Menarik dan Buku yang Sering Dibaca Ulang (Bersama Peri Kecil Lia)

Selamat datang bulan Maret, selamat datang di Perspektif Majemuk bulan ini, serial yang ngomongin perspektif orang-orang soal tema tertentu. Tema buku masih sangat panjang dan luas untuk digali, tema kali ini masih sama dengan tema-tema sebelumnya dengan kolaborator kali ini, the one and only Peri Kecil Lia dari blog Words of The Dreamer

Sampul Buku Menarik dan Buku yang Sering Dibaca Ulang (Bersama Peri Kecil Lia)

Episod kemarin ada empat nama yang berhasil menjawab kolaborator kali ini. Salut euy. Keren. Empat nama itu adalah kak Thessa, kak Eya, kak Sella, dan kak Endah. Setelah saya random pick, nama yang keluar sebagai pemenang adalah kak Thessa. Selamat!!! 

Untuk penjelasan clue kemarin, mungkin  kak Thessa, kak Eya, kak Sella, dan kak Endah bisa menjelaskan pada kolom komentar biar teman yang ingin tahu bisa belajar untuk menebak kolabotaror minggu ini. Ha ha ha. 

Sampul Buku Menarik dan Buku yang Sering Dibaca Ulang (Bersama Peri Kecil Lia)
Kembali pada kolabotator kali ini, dalam blognya Words of The Dreamer, kak Lia banyak membahas kegiatan sehari-hari yang ia senangi. Mulai dari kegiatan membaca, film yang ia sukai sampai kucing peliharaannya yang suka naik genteng. Tak jarang kak Lia juga membahas pasangannya, Si Prikitiew, yang bikin pembaca jadi mesem-mesem sendiri sangking uwu-nya. Ha ha ha.

Saya senang dengan desain blog kak Lia yang simpel dan minimalis. Dengan warna yang kalem, blog kak Lia benar-benar sangat memanjakan mata untuk dibaca berlama-lama. Untuk yang tertarik, mungkin bisa langsung main ke blognya, Words of The Dreamer.

Seperti biasa, kolom biru adalah jawaban saya dan kolom merah adalah jawaban kak Lia.

Apa judul buku best seller yang terkenal tetapi ternyata kamu tidak suka setelah membacanya?

Pertanyaan ini mirip dengan pertanyaan kak Endah kemarin. Dan seperti jawaban kemarin, jawaban saya kali ini tetap sama. Saya membaca buku jarang kalau tidak ingin dibilang tidak pernah dalam konteks populer. Biasanya karena memang ingin tertarik dengan bukunya. Seingat saya, ada beberapa buku populer yang sempat saya baca, tapi bukan tidak menyukainya, lebih kepada B aja menurut saya. 

Gerbang Dialog Danur karya Risa Saraswati mungkin salah satunya. Dengan embel horor, tensi horonya tidak membekas diingatan saya. Saya lebih tertarik untuk melihat ulang untuk melihat gaya bercerita dari Teh Risa.

Gadis Minimarket by Sayaka Murata. Banyak yang bilang buku ini bagus banget, tapi setelah aku selesai membacanya, aku merasa tidak cocok dengan buku ini. Meskipun hanya kurang dari 200 hal, tapi rasanya berat untuk diselesaikan dan di bagian tengah buku, ceritanya membosankan. Jadi, rating yang aku berikan untuk buku ini hanya 3/5.

Apa judul buku yang desain sampulnya paling menarik dan berkesan menurutmu?

Kalo barometernya dari koleksi buku yang saya punya, desain pertama sampul buku Raden Mandasia karya Yusi Avianto Pareanom itu benar-benar berkesan untuk saya. 

Sampul Buku Menarik dan Buku yang Sering Dibaca Ulang (Bersama Peri Kecil Lia)

Dengan latar oranye bak senja, terlihat tiga siluet orang sedang berlari. Desainnya simpel tapi sangat keren menurut saya. Applause untuk mbak Cecil Mariani, desainer sampul Raden Mandasia.

#88 Love Life series! Desain sampulnya menarik karena berwarna pink 🀣 

Sampul Buku Menarik dan Buku yang Sering Dibaca Ulang (Bersama Peri Kecil Lia)
Hardcover, simple dan enak dipandang. Selain itu, aku juga suka dengan desain sampul dari buku-buku karya Naela Ali sebab aku suka gaya ilustrasi yang ditampilkan pada bagian covernya.

Berapa lama rata-rata waktu yang kamu butuhkan untuk menyelesaikan membaca satu buku?

Dulu saya bisa menghabiskan satu buku paling cepat dua atau tiga hari. Sekarang lebih lama, bisa satu sampai dua bulan untuk satu buku. Pada beberapa kasus, saya bisa menyelesaikan dalam waktu lima atau tujuh hari karena desakan tugas. Ha ha ha. Kemarin, saya membaca Harry Potter dan Batu Bertuah. Setelah saya hitung, kurun waktunya kurang lebih 20 hari.

Saya ingin bilang bahwa memang menahan-nahannya agar tak cepat selesai, tapi takut dikira cari-cari alasan saja. Yah, begitulah, saya bukan pembaca cepat yang bisa habis sekali duduk.

Tergantung jumlah halaman dan kecepatan alur. Rata-rata jika jumlah halamannya 200-300 dengan alur cepat, butuh waktu 2-3 hari atau sekitar 3-6 jam penuh.

Apa judul buku yang paling sering kamu baca berulang-ulang? Kenapa kamu suka buku tersebut?

Pertanyaan menarik meski jawabannya mungkin sudah ketahuan. Saya membeli dan mengoleksi buku bukan hanya untuk pajangan. Pada beberapa kasus, saya senang membaca ulang beberapa buku baik secara keseluruhan atau bab tertentu. Saya membaca ulang beberapa bab pada buku Raditya Dika, saya membaca ulang Vegetarian karya Han Kang. Tapi buku yang paling sering saya baca ulang adalah seri Dilan karya Pidi Baiq.

Buku itu, adalah buku pertama yang saya baca memasuki usia remaja. Setelah baca Dilan 1990, ada perasaan yang begitu menyenangkan. Uang jajan yang saya tabung langsung saya pake untuk membeli buku Dilan 1991. Setelah membaca, ternyata bukan lagi perasaan senang yang saya dapatkan, tapi perasaan kosong dan penuh pertanyaan.

Setelah SMA, saya akhirnya kesampaian baca buku Milea: Suara dari Dilan. Membaca perspektif Dilan membuat saya memahami kekesalan saya pada seri buku keduanya. Karena itu, jika sedang tidak tau mau baca apa, saya sering membaca seri Dilan 1990 sebagai moodbooster dan membaca Dilan 1990 untuk merasakan perasaan yang sama saat pertama kali membacanya. 

Tidak ada alasan kuat selain rasa sentimental itu. 

Selain The Gratitude Journal, Hidup Apa Adanya adalah buku yang paling sering aku baca berulang-ulang. Aku suka buku ini karena lewat buku ini, aku bisa jadi termotivasi ke arah yang lebih baik ketika sedang down atau galau.

Apakah kamu suka melakukan anotating pada buku yang kamu baca? Bagaimana cara anotating yang kamu lakukan?

Pada buku yang memiliki banyak rujukan menarik, saya sering menempelkan sticky notes pada halaman tertentu. Misalnya pada buku Bumi Manusia karya Pramoedya Ananta Toer, saya menempelkan beberapa sticky notes pada halaman tertentu. Sticky notes pertama yang saya tempel pada halaman 59, mengutip kata Nyai Ontosoroh:

"Berbahagialah dia yang makan dari keringatnya sendiri bersuka karena usahanya sendiri dan maju karena pengalamannya sendiri."

Aku termasuk tipe pembaca yang jarang melakukan anotating, tapi sesekali melakukannya jika banyak hal yang baru dan menarik dari buku tsb. Cara anotating yang aku lakukan dengan menggunakan sticky notes, tapi tidak ditempel di dalam buku melainkan dikumpulkan secara terpisah.


Lima pertanyaan dari kak Lia sudah selesai. Seperti biasa, untuk penutup saya akan memberikan daftar lima judul buku favorit kolaborator yang mungkin bisa jadi rekomendasi bacaan bulan inIni 5 judul buku favoritku:

Sampul Buku Menarik dan Buku yang Sering Dibaca Ulang (Bersama Peri Kecil Lia)

A Feminist Manifesto, Chimamanda Ngozy
The Four Agreements, Don Miguel Ruiz
#Girlboss, Sophia Amoruso
Kafka on The Shore, Haruki Murakami

Di Tanah Lada, Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

Aku memutuskan untuk mencantumkan judul-judul yang termasuk favoritku, namun belum aku cantumkan di blogku agar para pembaca yang mutual denganku dan Rahul bisa dapat rekomendasi judul lain, nggak itu-itu saja πŸ˜‚ 3 judul pertama adalah non-fiksi yang benar-benar aku suka karena membawa efek besar untukku. 2 judul terakhir adalah fiksi yang jalan ceritanya benar-benar aku suka dan membuatku hanyut ke dalam cerita hingga sulit move on.


Perspektif Majemuk bersama kak Lia sudah selesai. Saya pengen tau perspektif teman-teman juga soal pertanyaan dari kak Lia. Tulis pandangan kalian dikolom komentar. Untuk kolaborator selanjutnya, seperti biasa saya akan membuka sayembara tebak-tebakan. Cluenya: catatan kencan dari tiga anak SMK. Saldo OVO 25k untuk yang beruntung dan berhasil menebak.

Related Posts

28 comments

  1. Pertanyaan pertama langsung teringat dengan pertanyaannya mba Tika. Dan jawaban ku masih sama yaitu bukunya Robert Galbraith - The Cuckoo’s Calling yang b aja.

    Wah aku sudah menduga buku favoritnya Lia salah satunya karya dari Murakami dan Ziggy. Anyway Rahul udah baca Vegetarian ya? Gimana soal buku itu menurutnya Rahul?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya malah jadi makin penasaran pengen baca bukunya kak Reka. Ha ha ha. Pengen liat seberapa B aja. Soalnya baca Harry Potter, keren-keren aja.

      Vegetarian bagus kak Reka. Meski paruh akhir, saya ngga gitu ngerti. Mesti baca lagi

      Delete
    2. Nah coba baca aja Hull, siapa tau Cuckoo’s calling cocok sama Rahul. Wah iya kalo harpot sih jangan di tanya hihihi. Mungkin kisahnya Cormoran yang dicampurkan dengan kisah asmara yang bikin aku kurang cocok 🧐. Untuk kasusnya sendiri masih oke2 aja sih.

      Delete
    3. Iya, soalnya kasusnya kak Lia dan kak Eya itu unik. Beberapa buku yang sama mereka suka, tapi ada satu buku yang tidak disukai oleh kak Lia. Itu yang bikin saya makin tertarik pas kak Reka notice judul ini dua kali

      Delete
    4. Ah iya kalo Rahul berminat baca bukunya Robert, bisa baca lewat iPusnas 😁

      Delete
  2. Wah langsung mau ajak Lia toss karena suka sampul buku karya Diana Rikasari dan Naela Ali hahahahahaha, soalnya saya salah satu penggemar buku-buku Naela yang cantik πŸ˜† Sampai beli jurnalnya juga, dan beberapa series lain, huhuhu, REALLY LOVEEEEE IT 😍

    By the way, Lia dan mas Rahul kalau baca buku termasuk cepat yaaaa. Saya agak lama. Wk. Seperti baca buku Becoming yang paling akhir kemarin saja butuh beberapa bulan. Terus novel pendek pun bisa sebulan huhuhu, ingin bisa lebih cepat, tapi susaaaah 🀣 Jarang tercapai meski pernah hahahaha.

    Ohya soal anotating, saya suka melakukannya hehehe, pakai sticky notes yang bentuk panah dan memang khusus untuk buku, jadi ditempel langsung pada awal kalimat 😁 Tapi saat buku-buku yang sudah dikasih notes tersebut saya kasih ke orang, kadang sticky notes-nya saya lepas, namun kadang pula nggak saya lepas, biar pembaca berikutnya tau poin-poin mana yang menurut saya keren untuk dipahami lebih dalam πŸ˜†

    Eniho, nggak sabar baca perspektif majemuk berikutnya. Semangat, mas! πŸ₯³

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sayapun tau Diana Rikasari dari kak Eno, kemudian pas ngedit pos ini, baru ngeh kalo kak Lia suka buku-buku belio.

      Cepat tidaknya itu relatif. Waktu segitu mah lama juga kak Eno. Biasanya ada yang bisa baca sekali duduk kaya kak Jane.

      Satu hal menarik dari anotating ini memang saat perpindahan tangan. Saya sangat senang main ke Perpustakaan, terus buka-buka buku untuk ngecek bekas anotating peminjam lama.

      Terimakasih sudah menanti segmen Perspektif Majemuk ini kak Eno. Mungkin bisa sekalian ikut nebak kolaborator berikutny

      Delete
  3. Rahul, sekali lagi terima kasih atas kesempatan kolaborasi barengnya ya 😁. Nggak sabar melihat postingan kolaborasi lainnya dari Rahul 😁. Aku masih belum ada kepikiran siapa the next collaborator nih, mungkin nanti aku akan kembali ke sini kalau udah kepikiran siapa 🀣. Tapi so far, aku malah kepikirannya Kak Anton lho 🀣

    Cover Raden Mandasia yang Rahul sertakan, cakep banget! Sayangnya yang punyaku nggak gitu, punyaku yang covernya ada warna merahnya πŸ˜‚. Btw, cover Raden Mandasia di atas, nuansanya mirip buku The Alchemist Paulo Coelho deh hahaha.

    Hul, aku belakangan ini juga jadi pembaca yang lambat πŸ˜‚ mungkin karena belum nemu buku yang greget banget gitu, jadi lelet baca buku yang ada πŸ˜‚.

    Wah, Dilan benar-benar berkesan banget buat Rahul yak! Aku bahkan belum pernah baca sama sekali, Hul 🀣. Mungkin karena efek udah nonton filmnya, jadi nggak kepikiran untuk baca bukunya πŸ˜‚ padahal salah satu buku fiksi yang dibaca terbanyak di Gramedia Digital nih πŸ˜‚ sama buku Teman Tapi Menikah juga termasuk. Rahul pernah baca?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Seharusnya saya yang terimakasih, kak Lia sudah mah berpartisipasi jadi kolaborator segmen blog saya.

      Iya, covernya setau saya sudah ada tiga sejauh ini. Yang pertama tetap paling cakep menurut saya. Pertama kali sampai, saya sampai keasikan liat covernya sangking kerennya. Oh, The Alchemist itu? Memang vibesnya agak mirip.

      Leletnya kak Lia itu cepatnya saya. Ha ha ha. Jadi kalo mau disandingkan dengan saat ini, kayaknya kak Lia terap unggul. Tapi cepat tidaknya itu relatif sih.

      Iya kak Lia, bagaimanapun juga buku Dilan itu buku pertama yang menemani transisi dari masa remaja saya. Saya tetap akan merekomendasikan orang baca bukunya sekalipun sudah nonton filmnya. Terlebih untuk buku yang pertama. TTM saya pernah baca, dua seri kayaknya. Itu juga seru euy. Filmnya juga bagus menurut saya.

      Selagi nunggu jawaban kak Lia yang penuh dengan analisis, sekarang saya keep jawaban sementara dulu

      Delete
  4. Wiiih yang nebak Peri Kecil Lia ini jago sekali yaa XD untuk next collaborator sebetulnya saya keingat sebuah nama blog (yg setahu saya) dikelola oleh 3 perempuan. Tapiiii saya lupaaaa apa nama blognya πŸ™„ gini deh kalo lupa bookmark hikss

    Eniwei, Lia memang pernah bilang Gadis Supermarket bukan tipe bacaannya πŸ˜‚ ternyata benar yaa, buku bagus itu relatif sekali. Orang-orang mengagumi karya Murakami, sementara saya bingung baca karya beliau wkwkwk

    Dan durasi membaca kalian memang tergolong cepat 😱 apalagi Lia, kayaknya emang kamu selalu mendedikasikan waktu untuk membaca sebuah buku seru πŸ˜†

    Makasih Mas Rahul dan Lia untuk tulisan kolaborasinya ini! Sukses selaluuu untuk kalian berdua yaa! πŸ˜„

    Btw, saya juga penasaran dengan Vegetarian. Mungkin Mas Rahul bisa menulis review-nya pankapan? 😁

    ReplyDelete
    Replies
    1. Memang teman-teman itu memang hebat-hebat euy. Salut. Pengumpulan jawabannya masih lama kak Jane, jadi masih ada waktu untuk nyari dan ingat-ingat lagi nama bloggernya.

      Nah, bukan cuma masalah bagus tidaknya. Tapi faktor lain macam rasa sentimental juga sangat berpengaruh. Makanya saya senang nanya buku favorit teman-teman apa dari sisi sentimentil.

      Dibanding kak Jane, saya malah tidak pernah baca buku habis semalam. Kak Jane seingat saya pernah bilang pernah baca buku dalam waktu semalaman saja. Keren.

      Terimakasih juga untuk kak Jane yang sudah ngikutin segmen Perspektif Majemuk sampai saat ini. Mudah-mudahan betah.

      Kak Jane tertarik juga dengan buku Vegetarian? Saya tidak pandai mengulas, kalo ada waktu kayaknya akan saya bahas tapi bukan sebagai ulasan

      Delete
  5. Wuaaa asiiikkk dapet rejeki saldo OVO. Makasiii banyaak Mas Rahul 😍😍 Akhirnya aku berhasil menebak, temennya Peter Pan memang peri Tinker Bell dan aku lngsng inget Lia. Hehehe.. Ovonya langsng aku pake beli buku Recehan Bahasa Ivan Lanin yg udah ada lama di cart tokped dan blm di check out 🀣🀣 Makasi Mas Rahul udah membantu mencoret satu wishlish buku aku..

    Ternyata mnrt Lia, Gadis Minimarket ga sesuai selera yaaa. Memang tiap orng pandangannya beda2 yaaa. Yg #88Lovelife itu aku juga sukaaa. Sampe punya ke4 seriesnya. Tp buat aku itu bukan kategori best cover krna mnrt aku malah covernya kelewat simple πŸ˜… Tp kategori best illustrated book. Ilustrasi dan kata2 di bukunya mnrt aku sangat menghangatkan hati..

    Kolaborator berikutnya aku ga tau, tp mau tebak2 buah manggis aja, Mas Satria bukan? Krna aku ingetnya dia bukan SMA, tp SMK. Eh atau STM ya? Hahahha.. yaudahlah namanya juga nebak πŸ˜‚πŸ˜‚

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama-sama kak Thessa. Terimakasih juga sudah berpartisipasi banyak sekali dalam segmen blog saya ini bersama teman-teman yang lain. Senang bisa jadi manfaat untuk kak Thessa.

      Kalo nemu ada perbedaan macam ini, saya jadi makin senang karena tujuan saya sudah terarah dengan baik. Apalagi pas kak Kia nyebut Gadis Minimarket jadi buku yang tidak ia sukai, saya jadi makin senang karena ini bisa jadi bahan diskusi yang menarik.

      Udah ada yang nebak Mas Anton, kak Thessa nebak Mas Satria, tinggal nunggu ada yang nebak Bakwan Jagung. Ha ha ha. Jawabannya saya keep yah kak Thessa, seperti teman-teman yang lain, jawaban masih bisa diubah selama episod terbaru belum naik

      Delete
  6. yesss pertanyaan yang menarik semua ini kak Rahul
    soal desain buku, aku langsung tertarik sama desain buku warna pink punya Diana itu. WAktu liat pertama kali di Gramedia memang suka dan memang waktu itu penasaran juga sama isinya

    Gadis minimarket yang pernah di bahas Kakak Lia sebenernya bikin aku penasaran, dari segi dulu menarik, jadi mengingatkanku sama cerita Gadis penjual korek api, hahaha, jauh bener ya

    buku yang sering aku baca berulang-ulang sepertinya jatuh pada buku van Orange, entah kenapa aku suka banget sama buku ini, dan sampe sampe aku harus ke tempat yang jadi latar belakang ceritanya. bahkan sampe di filmkan juga
    cuma belum liat yang versi filmnya sampe sekarang

    anotating ini kalau ada yang menarik biasanya aku salin di buku, biar bisa aku contek atau jadi rujukan buat diri sendiri aja biasanya

    huwaaa siapa ya next collabnya, ainun deh kayaknya wkwkwkwkwk
    susah susah gampang nih cluenya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya malah ngga pernah liat buku itu di Gramedia. Atau memang karena sudah jarang main ke sana beberapa tahun ini yah.

      Gadis penjual korek maksudnya tokoh dalam novel atau orang asli penjual korek kak Ainun? Ha ha ha.

      Oh, agak berbeda dari kak Ainun, saya tau filmnya, pernah nonton tapi belum baca bukunya. Seingat saya yang main ada Abimana. Menarik yah, bisa gitu.

      Ini mah gampang-gampang susah kak Ainun. Ha ha ha

      Delete
  7. Ahahaha bener kan Liaaa, padahal aku asal aja nebak karena clue-nya bawa-bawa sahabatnya Peter Pan terus yang aku tau sahabatnya Peter Pan itu Tinkerbell terus jadi inget TinkerLia wkwkwk

    Beberapa hari lalu aku baru beres baca Gadis Minimarket dan suka banget, terus tau di sini ternyata Lia ga cocok ahahaa, ternyata memang yaa yang namanya perspektif tiap orang tuh beda-beda. Aku sama Lia ada beberapa buku yang satu selera, seperti Di Tanah Lada dan Semua Ikan di Langit (dua-duanya bukunya Ziggy yak haha) tapi tetep ada bedanya selera kita yaa Lii πŸ˜‚

    Btw setuju banget Rahul soal cover Raden Mandasia ituu! Aku beli Raden Mandasia murni karena tertarik sama covernya, justru setelah beli baru tahu kalau buku itu menang Kusala Sastra.

    Kolaborator berikutnya siapa yaaa, aku ga kenal siapa yang lulusan SMK hahaha...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Analisanya menarik, simpel dan cocoklogi sekali. Tapi kebanyakan jawabnya begitu sih. Ha ha ha.

      Nah, makanya saya senang karena kak Lia nyebut Gadis Minimarket ini sebagai buku yang membosankan, padahal sempat baca ulasannya cukup banyak disukai. Jadi semacam antitesis dan memperkuat tujuan lahirnya segmen ini

      Delete
  8. Duh ga ada yang tau satupun buku yang ada di tulisan ini T.T

    Kalau saya kebalikan bang, seringnya beli buku untuk dikoleksi.. Kebanyakan tema anak karna gaya desainnya sangat super unusual dan attractive.

    Dari buku-buku diatas, buku Raden Mandasia asli, keren banget!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mas Andie kayaknya kolektor buku, nih. Keren. Raden Mandasia memang bagus. Rencananya mau baca ulang lagi mas

      Delete
  9. Sampul terbaru Raden Mandasia buat saya lebih keren lagi.

    Kalau mau ngomongin sampul buku favorit kayaknya susah sekarang. Apalagi sejak sukutangan jadi desainer kover. Bagus-bagus banget bikinan mereka. Jika diambil dari koleksi yang saya punya, saya suka The Hole, Pyun Hye-Young. Desain minimalis dan tetap menyiratkan isi cerita.

    Buku yang asyik dibaca ulang jelas kumpulan esai Etgar Keret, Seven Good Years. Khususnya bab Pendosa yang Lain.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kayaknya desainer sampul barunya juga masih Cecil Mariani. Keren euy.

      Nah, kemarin pas main ke Instagramnya saya juga mikirnya seperti itu. Tapi karena belum punga koleksi dari hasil desainer beliau, saya ambil juga yang saya punya. Kebetulan punya Raden Mandasia.

      Saya awalnya mau nyebut buku terjemahan Etgar Keret yang itu jadi sampul favorit. Tapi bosan juga liat cover serupa, apalagi Samaran karya Dadang Ari Murtono juga desainnya hampir sama

      Delete
  10. Mantap, benar-benar pencinta buku. Saya yang cuma baca novel Tere Liye ngga bisa jawab berbagai pertanyaan tersebut. Tapi saya jadi belajar banyak dari jawaban Mas Rahul dan Lia.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya juga ngga terlalu tau banyak kak. Perspektif teman-teman lah yang bikin tulisan ini kaya. Salam kenal sebelumnya

      Delete
  11. Kali ini mas Rahul kolaborasi dengan mbak Lia ya, cocok memang karena sama sama hobi baca buku.

    Kalo aku belum punya buku yang cover nya menggoda banget, rata rata biasa saja mungkin karena komik kali ya, selain itu Wiro sableng.😁

    Tertarik dengan judul di tanah lada, penulisnya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie, tolong itu bagaimana bacanya mas Rahul.πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalo dibanding kak Lia, saya mah apa atuh mas Agus. Ha ha ha.

      Saya jadi ingat pernah main ke tempat fotocopy dan secara tidak sengaja liat buku Wiro Sableng. Karena tertarik sampulnya yang ikonik, saya beli. Ngga tau sekarang buku itu ke mana, kalo masih ada, itu jadi buku pertama yang saya beli.

      Sampai sekarang, ketika sering kali diracuni untuk baca Ziggy, ssya masih belum bisa melafalkan namanya mas Agus. Ha ha ha

      Delete
    2. Itu namanya nama pena apa nama aslinya? Sepertinya nama pena ya. Kalo ngomong cepat-cepat lidah bisa keseleo tuh.πŸ˜‚

      Oh pernah beli buku Wiro sableng juga ya, kalo aku koleksi nya lumayan banyak, dulu hampir semua buku Wiro sableng punya, tapi sekarang banyak yang hilang karena dipinjam teman.πŸ˜‚

      Delete
  12. Udah dijawab sama mba Thessa dan Kak Eya ya tentang clue kemarin jadi tidak perlu aku jelaskan lagi. xD

    Sama kayak Lia aku juga suka banget cover buku 88 Love Life, isinya pun colorful dengan gaya ilustrasi yang aku suka banget. Terus tentang kecepatan membaca, widih ngeri banget Lia. xD Kayaknya kita dalam kecepatan yang sama deh mas Rahul, kalau lihat dari lamanya baca buku Harry Potter ya hahahaha.

    Aku penasaran tuh Lia nanti gimana nulisnya tentang buku Girl Boss. Soalnya ada satu pengguna Twitter yang juga blogger panutanku (dulu) suka banget sama buku itu tapi nggak pernah ditulis di blognya.

    Anyway...kolaborator selanjutnya siapa ya, hmmm. Mas Dodo kali ya? Atau mas Agus? Gimana ini jawabnya kok dua. xD

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalo dapat buku isinya berat atau halamannya tebal, bacanya lama. Kalo dapat buku yang bagus, bacanya yang dilama-lamain. Ha ha ha.

      Dari lima favorit buku kak Lia, Girl Boss itu salah satu yang bikin saya tertarik karena nama penulisnya. Namanya seksi ditelinga saya. Untuk kolaborator selanjutnya, episodnya sudah naik. Siapa yang berhasil menjawab benar?

      Delete
Terimakasih sudah membaca. Sila berkomentar terkait tulisan ini.