zsnr95ICNj2jnPcreqY9KBInEVewSAnK0XjnluSi

H-7 KKN: Rapat dan Persiapan

Malam Rabu, itu 23 Maret, kami melaksanakan perkumpulan kedua untuk membahas program kerja masing-masing kelompok, sekaligus ngomongin tentang hal-hal yang mesti dipersiapkan. Mulai dari baju, baliho, dan komsumsi untuk di sana. Apalagi, kami akan melaksanakan puasa di sana, itu tentu jadi pertimbangan terhadap proker yang berhubungan dengan Ramadhan. 

Saya datang paling awal dari rumah, saat masih sore hari. Perjanjiannya memang pukul 5, tapi sengaja datang lebih awal, sekalian untuk ngisi bensin juga. Pesan WhatsApp dari Malik, teman kelompok dari jurusan Manajemen, masuk. Ia menanyakan posisi saya. Saya balas singkat, sedang mengisi bensin. Setelah dari sana, saya langsung ke kawasan MTQ, tepatnya di dekat tugu.

Kata Malik, dia sudah ada di dalam, menonton acara yang saat itu berlangsung. Saya masuk, duduk di salah satu tempat duduk. Menunggu Malik, sembari nontonin acara yang sudah lekas usai, dan beberapa orang yang sedang bermain skateboard. Setelah Malik datang, kami ngobrol banyak hal sebelum yang lain tiba.

Saya akhirnya tau fakta bahwa Malik sebelumnya lulusan SMA di Tangerang, pindah ke Kendari, setelah lulus SNMPTN di jurusan Manajemen Universitas Halu Oleo. Sebagai pilihan ketiga, sungguh beruntung dan hebat ia bisa lolos pada jurusan yang minat dan kuotanya saat itu cukup ketat dan padat. Saya juga tau, bahwa dia ternyata punya tempat tinggal di dekat daerah KKN kami.


Pukul 6 sore, Atma, teman sekelas yang juga jadi teman kelompok, menelpon. Ia menanyakan posisi kami, katanya, sedang bersama Isma, teman seposko dari kelompok berbeda. Jadi, dalam satu posko itu ada 20 orang dengan masing-masing lima orang dalam satu kelompok. Setiap kelompok, mempunyai program kerjanya masing-masing.

Setelah nelpon, Atma dan Isma akhirnya datang. Kemudian beberapa saat kemudian, Rika dan Efry, teman seposko nelpon. Katanya sudah datang dan memesan tempat. Setelah keluar dan ngecek, saya menemukan mereka di salah satu kedai di sana. Kemudian Malik, Atma, dan Isma datang mengikuti. Malik yang sejak tadi bawa sepeda, didorongnya, diparkir disamping tempat kami duduk.

Setelah menunggu cukup lama, teman-teman yang lain datang. Kami akhirnya ngobrol santai soal program kerja masing-masing kelompok. Melihat dan mencocokkan dengan program kerja satu sama lain, kemudian memisahkan beberapa program kerja untuk proker posko. Setelah itu, kami sepakat untuk menyimpan uang posko ke Siska, bendahara posko, sembari menunggu baju KKN jadi. 

H-7 KKN: Rapat dan Persiapan
Meski belum benar-benar lengkap, jumlah orang yang kumpul  pada pertemuan ini tidak kurang dari pertemuan pertama. Saat itu, cuaca sedang tidak mendukung. Hujan turun mengguyur, kami mesti saling berhimpit-himpitan pada meja yang didesain bermuatan tertentu dengan payung ukuran sedang ditengahnya. Bagaimanapun juga, itu adalah romantisme yang menyenangkan.


Setelah rapat posko, tanggal 26 Maret kami akhirnya melakukan perkumpulan kelompok. Di kelompok kami, ada Atma, Lya, Malik, Takim, dan saya sendiri. Pertemuan hari itu, kami mencoba alat dan perlengkapan yang akan kami gunakan untuk proker kami di sana. Kebetulan, proker kami fokus ke pada kreativitas anak-anak. 

Sederhananya, kami akan membuat semacam kerajinan tangan sambil seru-seruan bermain games. Kerajinan tangannya berbasis pop up, yang di mana, kami juga membicarakan tentang apa-apa saja yang dibutuhkan. Misalnya, kertas apa yang mau digunakan, alat dan bahannya seperti apa, kemudian hadiah untuk nantinya akan bagaimana.

Lagi-lagi, kendala utama tidak bisa bohong. Yah, dana. Untuk dana, kami masih menggunakan dana pribadi, soalnya dana dari Kampus belum cair dan dengar-dengar kabar, baru akan cair saat KKN berjalan setengah jalan. Jadi kami benar-benar harus irit untuk diri sendiri, mengingat proker kami butuh biaya yang tidak sedikit.

Selain pop up, kami akan mencoba untuk membuat beragam kerajinan tangan dari kertas origami. Saya ingat, pas SD-SMP saat pelajaran kesenian membuat seni kriya dari origami, saya cuma tau bikin tebak-tebakan jari, kapal, dan pesawat. Terus kalo sudah mulai iseng, pake kertas buku bikin topeng kemudian saling kejar-kejaran dengan teman.

Terbukti, saat disuruh membentuk origami, saya cuma tau buat tebak-tebakan jari dan burung angsa yang akhirnya berbentuk naga atau ular yang salah pergaulan. Sementara Malik, sudah berhasil membuat pop up 3D yang keren. Meski kami hanya akan menerapkan pop up 2D nantinya.

Setelah cerita-cerita, kami akhirnya tau Takim angkatan 2016 dari jurusan Teknik Geologi. Ia banyak bercerita tentang jurusannya. Pemanfaatan air untuk wilayah yang mayoritas mata pencahariannya sebagai petani. Kemudian ia juga banyak cerita soal konsentrasi jurusannya yang tidak lagi ditiadakan. Bahwa pada akhirnya ia mengambil semua mata kuliah, itu bukan lagi masalah selagi ia pada akhirnya tau akan ke mana. 

H-7 KKN: Rapat dan Persiapan
Setelah bubar dari sana, saya langsung ke tempat yang direkomendasikan untuk mencari alat dan bahan. Saya masuk dan memperlihatkan daftar alat dan bahan untuk mencari tahu harganya agar kami bisa memperkirakan dana kotor yang mesti dikeluarkan berapa. Pada akhirnya, kami mencoret kerajinan tangan membuat gelang karena dirasa terlalu banyak dana yang diperlukan. 

Muktamar besar dilaksanakan 27 Maret. Hanya dua orang yang tidak sempat hadir, selain itu semua menyempatkan hadir untuk membahas banyak hal termasuk proker dan pembagian baju KKN yang sudah bisa diambil hari itu. Kemudian, kami juga mempersiapkan beberapa hal termasuk transportasi yang akan kami gunakan. 

H-7 KKN: Rapat dan Persiapan
Untuk transportasi, kami menggunakan motor dan mobil. Jumlahnya belum pasti, tapi dari hitungan kasar ada tujuh motor dan tiga mobil yang kira-kira akan jalan. Kemudian waktu berangkat, kami menyepakati untuk berangkat tanggal 30 Maret, sehari setelah pelepasan, pada waktu pagi hari. Meski begitu, ada beberapa orang yang berangkat siang karena terkendala kuliah online.


28 Maret, sebuah pesan WhatsApp dari Siska masuk. Ia mengajak saya untuk belanja bahan dan peralatan untuk posko bersama Isma dan Malik. Setelah jam 1 siang, saya menjemput Isma ke rumahnya. Kemudian dari sana, kami langsung ke Indogrosir. Setelah menunggu beberapa saat, Siska dan Malik datang.

Kami banyak belanja, mulai makanan instan sampai bahan-bahan dan alat makanan. Kami juga membeli beberapa perlengkapan, termasuk pel dan beberapa alat untuk membersihkan. Semua diatur Siska, bendahara posko dan Malik, koordinator desa. Isma dan saya cuma menemani sebagai anggota posko. 

H-7 KKN: Rapat dan Persiapan
Setelah barang dipacking, Malik membawanya dengan mobil yang dibawa oleh sepupunya. Bersama Isma dan Siska, kami melanjutkan perjalanan untuk mencetak baliho yang didesain Atma. Kami sempat menunggu di Indogrosir sejam lebih sampai hujan reda. Tapi setelah capek menunggu, kami akhirnya pasrah dan terpaksa menerobos gerimis yang sebesar biji jagung.

Estimasi cetak baliho lumayan cepat, namun kami lama karena menunggu hujan reda. Lagi-lagi kami pasrah dan menerobos gerimis yang sebesar biji jagung itu, membuat jaket lembab dan wajah perih karena gerimis.

Pemberhentian selanjutnya adalah mencari plakat sebagai cinderamata untuk Bapak Camat di sana. Tapi tempat yang kami tuju tutup. Mungkin karena hari itu adalah Minggu, jadi mayoritas toko sedang tutup. Kami berpisah setelahnya. Sementara Isma dan Siska bergerak ke tempat lain, saya bergerak ke arah rumah, singgah sebentar ke kedai seorang teman.

Segmen KKN ini akan saya publish secara berkala setiap hari. Untuk tanggalnya, masih akan menyesuaikan kesibukan dan kegiatan saya di sini.

Related Posts

5 comments

  1. Wah, berarti sekarang udah mulai ya? Semangat Rahuul, semoga programnya berjalan dengan lancar dan tuntas sampai akhir nanti, termasuk sampai buat laporan ini itunya yaa😁

    がんばって!🔥

    ReplyDelete
  2. Jadi nanti Rahul dan teman-teman akan menginap di rumah warga sekitar daerah KKN gitu kah?
    Semangat Rahul untuk kegiatan KKN-nya 💪🏻 semoga semua dilancarkan ya.

    ReplyDelete
  3. Wah, akhirnya udah mau mulai KKN ya Mas Rahul. Pasti jd pengalaman yg seru karena puasa di tempat yang baru. Semoga lancar ya KKN nya. Sebagai orang yg ga pernah ngerasain KKN, aku ikut excited nunggu update cerita mas Rahul nanti ^^

    ReplyDelete
  4. semangat kaka Rahul, semoga lancar program kerjanya ya

    ReplyDelete
  5. Semangat mas Rahul, dari aku tim penyimak kegiatan behind the scene KKN mahasiswa😁

    ReplyDelete
Terimakasih sudah membaca. Sila berkomentar terkait tulisan ini.