zsnr95ICNj2jnPcreqY9KBInEVewSAnK0XjnluSi

Terperangkap Rutinitas

Setelah pulang dari KKN, saya rencananya ingin langsung kembali aktif ngeblog seperti biasanya. Update tulisan tiga minggu sekali, membalas komentar, atau meninggalkan jejak dan respon ke tulisan teman-teman. Tapi beginilah yang terjadi, saya merasa sedang berada diposisi yang tidak menyenangkan untuk dijadikan sebuah alasan.

Saya mulai terbiasa dengan kebiasaan saya selama masa KKN. Rutinitas dari pagi ketemu pagi itu adalah hal yang saya rindukan. Suasana ramai dan menyenangkan seketika berubah saat hari pertama berada di rumah. Kamar yang dulunya terasa sempit, tiba-tiba menjadi ruang yang besar dan seperti tidak lagi saya kenali. 

Ada masa-masa saya merindukan obrolan dan rutinitas itu. Melihat foto-foto dari galeri hape atau media grup WhatsApp. Kemudian yang ada hanyalah kenangan. Cepat sekali terjadi, cepat sekali berlalu. Meski tidak seperti perpisahan yang dibumbui tangis perpisahan, saya begitu merasakan kekosongan yang begitu sunyi.

Apalagi memasuki malam-malam yang panjang, ketika saya mengingat berada di kursi dan meja bulat itu. Ngobrol bersama teman-teman sambil menunggu waktu sahur untuk membangunkan perempuan menyiapkan menu sahur. Satu malam, ketika hujan turun dan petir saling bersahur-sahutan di langit, saya menulis betapa rindunya saya dengan rumah tapi disisi yang lain sudah merasa nyaman dengan kehidupan sekarang.

Kadang saya terbangun kaget dipagi hari dan menyadari bahwa saya sudah berada di rumah. Tidak ada lagi desakan membuang sampah, memanjat atau mengupas kelapa, sampai ke hal-hal esensial seperti membeli gas, pulsa listrik, ataupun galon. Tidak ada lagi. Saya menjadi seperti orang bego yang sedang merasa lapar, berada pada sudut kamar dan menemukan diri saya dalam sebuah kondisi yang sunyi.

Saya beruntung mempunyai teman-teman yang aktif dan menyenangkan. Saya mengajak mereka untuk keluar hanya untuk menemani saya mengisi kekosongan itu. Saya begitu heran, melihat diri saya berada di keramaian. Seperti tidak tahu harus ngapain, selain mencoba menjadi diri saya yang biasanya.

Setelah masa SMP, saya tidak lagi percaya komitmen sampai akhirnya menjadi sebuah kesalahan. Saya melihat diri saya pada tokoh-tokoh film favorit saya. Tom Hansen dalam 500 Days of Summer, Sebastian dalam La La Land, atau Gretta James dalam Begin Again. Apa benang merah dari film-film itu? Orang-orang yang ditinggalkan.

Terperangkap Rutinitas
Saya pernah mendengar pepatah bijak: "ikhlas itu bohong, yang ada terpaksa dan mulai terbiasa.". Mungkin saya hanya perlu mengamini hal tersebut sebagai hal yang lumrah. Waktu terus bergerak. Kehidupan terus berlanjut. Pikiran dan perasaan adalah hal yang masih bisa saya kendalikan.

Saya menulis ini untuk membentuk rutinitas menulis saya kembali. Melihat kesenangan-kesenangan kecil yang mungkin saya lewatkan. Tulisan ini sebenarnya saya niatkan menjadi tulisan penutup Ramadhan. Sebagai bentuk dari rasa senang meski tahun ini tidak optimal. Untuk itu, selamat hari raya Idul Fitri bagi yang merayakan. Kebaikan untuk kita semua. Aamiin.


Related Posts

4 comments

  1. KKN bisa dibilang "kumpul kebo" yg legal bahkan difasilitasi kampus. Lumayan juga dulu ini 4 SKS dapet nilainya A pula, padahal kerjaan sehari2 tidur sampe siang, kegiatan2 penyuluhan kalau lagi ada jadwal, sisanya banyakan maraton nonton bareng2 sama maen monopoli. Dulu kebetulan KKN pas Ramadan juga.

    Masih inget omongan temen pas hari terakhir KKN sebelum pulang, "Ada dua momen kuliah yg indah untuk dikenang, tapi ga untuk diulangi: ospek sama KKN."

    Selamat lebaran juga, taqabbalallahu minna wa minkum.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sekalipun banyak kongkownya, pekerjaan tiap hari selalu ada. Mulai dari yang ringan sampai yang berat. Dibiayai kampus juga ngga seberapa dengan kebutuhan di lokasi. Jadinya uang pribadi tetap keluar juga.

      Kalo disuruh pilih, saya mau ngulang KKN meski ngga mau lagi ngulang Ospek. Terlepas dari rindu rumah, bangun pagi, sampai ribet menyesuaikan dengan jadwal kuliah online, tapi rasanya sudah kayak keluarga. Baru beberapa minggu pulang KKN, rindunya masih berasa. Susah untuk lepas dari rutinitas itu :(

      Delete
  2. haiii kaka rahulll akhirnya kembali lagi, lumayan juga ya aku wara wiri kesini hehe
    wahhh pasti banyak cerita seru waktu KKN, dan bisa jadi agak lama ya buat move on nya
    soalnya banyak cerita cerita happynya pastinya
    terus ngeliatin lagi foto foto sama temen sekelompok, duhhh jadi inget waktu aku KKN dulu
    pas diliat ulang lagi, muka aku sama temen temen aku pada cupuuu semua keliatannya. seruuu

    oyaaa, selamat idul fitri, maapin ya kalau aku ada salah salah kata atau gimana

    ReplyDelete
    Replies
    1. Maaf lahir batin juga kak Ainun. Selamat datang kembali. Semoga betah main kemari. Ha ha ha.

      Sudah nulis sekitaran 80% cerita untuk KKN, tapi bingung mau tetap di publish atau tidak.

      Delete
Terimakasih sudah membaca. Sila berkomentar terkait tulisan ini.