zsnr95ICNj2jnPcreqY9KBInEVewSAnK0XjnluSi

Menjadi Duta Vincenzo hingga Ngobrolin Marvel vs. DC (Bersama Peri Kecil Lia)

Selamat datamg di segmen Bincang-Bincang Film episod 4, bersama kolaborator kali ini kak Lia dari blog www.wordsofthedreamer.com

Menjadi Duta Vincenzo hingga Ngobrolin Marvel vs. DC (Bersama Peri Kecil Lia)
Obrolan kali ini kita banyak ngebahas soal Marvel, DC, dan Vincenzo. Sebagai dua orang yang datang dari penggemar drakor Vincenzo, saya dan kak Lia meng-klaim diri kami sebagai duta Vincenzo cabang Indonesia.  Obrolan ini dilakukan pada tanggal 8-9 Juli 2021.

Ohya, dirgahayu untuk Indonesia yang ke-76. Saya ngucapinnya sekarang aja, takut ngga sempat bikin postingan sendiri. Tidak usah berlama-lama, siapkan posisi dan selamat menikmati obrolan kami.

Rahul

Hai kak Lia

Lia
Bisa ya

Emoticonnya bisa di-copy juga, barusan udah aku coba hihihi

Rahul
Sepertinya yang ini bisa
πŸ˜€
Kalau begitu, semua sudah aman

Here we go

Lia

Yuks!

Rahul

Selamat pagi menjelang siang kak Lia

Lia

Selamat pagi menjelang siang juga, Rahul!

Rahul
Diawal obrolan, saya cuma mau bilang kalau ini adalah sesi diskusi. Kak Lia bisa bertanya apa saja tentang film, series, drakor, dan hal yang berkaitan dengan itu. Sayapun juga demikian

Jadi, berbeda dari Perspektif Majemuk kemarin yang formatnya ask question

Lia

Siap, seperti chat biasa aja ya pokoknya hahaha

Rahul

Iya kak Lia, kasarnya kayak lagi chatingan aja

Lia

Siap 

Ngomongin Sinematografi

Rahul
Nah, sebagai pembuka, saya mau jawab pertanyaan kak Lia kemarin
Sinematografi di film apa yang paling saya suka?
Sejujurnya saya ngga punya judul film khusus untuk sinematografi yang saya suka
Saya cendrung fleksibel dalam hal ini
Saya suka sinematografi The Revenant yang bisa buat saya mikir kalo ini ngga seperti pembuatan film. Terus pergerakan kamera di medan yang seperti itu, bagaimana caranya? Hal-hal yang bikin pertanyaan untuk saya itu yang bikin saya suka
Selain itu, saya juga suka kebaruan yang tidak biasa. Contoh paling dekatnya Vincenzo. Kalau kak Lia perhatikan, ada beberapa shot Vincenzo yang ngambil adegan portrait. Itu menurut saya eksperimen yang keren. Selain punya maksud, secara estetika juga keren

Kak Lia sendiri suka sinematografi di film/series apa?

Lia
Kebetulan aku belum pernah nonton The Revenant, tapi barusan nonton trailernya. Ini sepertinya film berbaru perang gitu ya?
Aku pribadi selalu takjub sih sama cinematografi film-film perang, nggak kebayang sama cara pengambilan gambarnya tuh gimana wkwk
Juga sama seperti Rahul, aku juga cenderung fleksibel kalau dalam hal cinematografi soalnya aku kalau nonton lebih fokus ke jalan cerita sama aktor/aktrisnya hahahaha
Shoot Vincenzo adegan potrait, maksudnya kayak pas di bagian ending yang Vincenzo sambil ngomong semacam quote-quote gitu? Wkwk
Kalau boleh dibilang, selain film perang, film action dan sejenis Avengers itu punya cinematografi yang menarik dimataku
Kalau sejenis Avengers, karena banyak pakai CJI, rasanya jadi terlihat "wah" di mata

Jadi, bisa dibilang cinematografi "yang bikin bingung cara pengambilannya gimana" lah yang aku suka wkwkwk

Rahul
Lebih tepatnya film crime kak Lia. Meski secara kasat mata, ada unsur tembak-tembakannya kayak perang
Nah, film perang itu salah satu genre yang saya suka. Sering seru sendiri kalau melihat aksi tembak-tembakan dan ledakan dimana-mana. Apalagi kalau dibarengi dengan pengambilan gambar "one shot"
Benar sekali kak Lia, kita lebih fokus ke hal-hal yang lain. Makanya, saya perlu hal yang sedikit berbeda agar hal semacam sinematografi disatu film/series bisa saya notice

Nah, karena kak Lia nyinggung Avengers, saya pengen tau awal mula kak Lia suka film Marvel?

Film Marvel Favorit

Lia
Dan The Revenant tulisannya inspired by true event, Rahul pernah cari tahu lebih mengenai "event" yang dimaksud nggak?
Setuju! Kalau lihat cinematografi film perang, suka banget dibikin mikir "ini cameraman-nya pakai jurus kayak gimana ya pas shooting? kok bisa aja sih pengambilan gambarnya!!!" Wkwk.
Kalau awal mula suka film Marvel, kayaknya mulai "jatuh cinta" semenjak Avengers pertama, yang judulnya "The Avengers". Padahal sebelumnya udah ngikutin Iron Man, tapi belum terlalu kepincut dan belum ngerti ini cerita mau dibawa kemana, barulah setelah nonton The Avengers dan kayaknya baru kelihatan arahnya mau dibawa kemana, saat itu aku jadi mulai ngikutin film-film lainnya dan jadi suka wkwk. Selain karena ceritanya bagus, adegan perangnya bisa terlihat "jelas" jadi kelihatan keren. Sebab rata-rata film action CJI gitu, adegan perangnya ber-setting malam/di semak-semak/hutan yang kadang nggak kelihatan jelas dan jatuhnya malah bikin pusing, makanya begitu ketemu Avengers yang actionnya kebanyakan siang hari di tengah kota, jadi kelihatan "fresh and new" di mataku wkwk
Kalau Rahul sendiri, gimana? Film pertama Marvel mana yang Rahul tonton?

Eh, yang masuk ke dalam series Avengers phase kemarin ya. Kalau Spiderman sebelum Tom Holland, nggak masuk hitungan wkwkw

Rahul
Saya ngga tau banyak soal itu kak Lia. Saya cuma tau kalo Hugh Glass itu beneran ada yang kebetulan kisahnya diangkat jadi film
Oh, jadi kak Lia mulai suka film-film Marvel karena kebaruan juga?
Itulah yang saya maksud, perlu ada yang sedikit beda agar bisa kita notice.
Saya sendiri awalnya nonton The Incredible Hulk. Seingat saya, film itu masih dibintangi Edward Norton sebelum akhirnya digantikan oleh Mark Rufallo. Sama seperti kak Lia, setelahnya saya baru tau kalau film-film dalam semesta Marvel itu disatukan oleh rangkaian peristiwa yang sekarang kita kenal dengan Infinity Saga
Pas kecil, hero favorit saya itu Hulk. Selain karena nama saya yang bisa dimirip-miripin, saya dulu beranggapan bahwa lebih gampang untuk emosi daripada berpikir. Jadinya, Hulk adalah hero yang keren dimata saya saat itu. Kebayang, ada orang yang berani macam-macam dengan saya. Terus saya berubah jadi Hulk. Ha ha ha

Ohya, hero favorit kak Lia sewaktu kecil apa? Ini konteksnya sudah bukan Marvel lagi. Tapi mencakup semua hero

Lia
Oh iya, The Incredible Hulk ini masih masuk semesta Marvel ya. Aku nontonnya nggak pernah sampai habis, bahkan udah lupa wajah pemerannya 😭😭 jadi di otakku yang sekarang, Hulk = Mark R.
WKWKWKKW ngakak bacanya, Hul 🀣🀣 iya sih namanya mirip-mirip ya. Lucunyaa pemikiran anak kecil 🀣 padahal jadi Hulk itu nggak enak, soalnya pengeluarannya besar buat beli baju karena setiap jadi besar, bajunya robek mulu wkwkwk
Wah, apa ya... apa karena aku cewek ya, jadi nggak punya "tokoh hero" favorit πŸ€”. Tapi mungkin bisa dibilang, aku suka Power Rangers yang warna Pink, tapi ini bukan karena sikap heroicnya, melainkan karena warnanya "pink" wkwkwk
Kalau sekarang, tokoh hero yang aku suka karena powernya sih Wanda dan Dr.Strange ya
Kalau Rahul, tokoh hero yang disuka di masa sekarang, siapa?

Ini mungkin topik yang agak sensitif, tapi menurut Rahul, kenapa tokoh-tokoh superhero dari DC kurang nge-boom kayak Marvel?

Marvel vs. DC

Rahul
Iya. Ha ha ha. Filmnya memang agak meh dibanding film-film yang lain. Makanya forgetable sekali
Kok saya tidak kepikiran ke arah sana yah? Ha ha ha. Iya juga, capek dan rugi juga kalau tiap mau berubah bajunya mesti robek
Kak Lia sukanya Power Ranger Pink yah? Berarti kak Lia ngga pernah tau rasanya rebutan jadi Power Ranger Merah sama teman-teman. Itu pengalaman yang kayaknya cukup banyak dialami oleh orang-orang
Wanda dan Doctor Strange kayaknya akan punya andil besar di phase ini. Teman saya, juga suka sama Doctor Strange. Saking sukanya sama filmnya, dulu punya nick game "TheAncientOne". Ha ha ha
Saya sendiri kalau disuruh milih agak bingung. Saya suka banyak hero favorit. Kalau di Marvel, saya suka Iron Man dan Daredevil. Kalau di DC, yah mainstream lah, Batman
Sekarang, Indonesia juga punya superhero. Sebagai penikmat film-film superhero, ini jadi hal yang menarik untuk dibicarakan
Kayaknya pertanyaan itu pernah saya jawab. Entah di Quora, atau di forum Facebook. Kalau menurut saya, DC itu punya karakter yang ngga kalah keren dan variatif dibanding Marvel. Tapi, ada beberapa faktor yang menurut saya membuat film-film DC nge-boom seperti Marvel. Kita pakai konteks filmnya saja
1. Tidak ada arah yang jelas. Film-film Marvel mesti diakui punya arah yang jelas. Meski setiap film punya konflik yang berbeda, tapi tetap diapit oleh satu peristiwa besar yang sudah sempat saya singgung tadi, Infinity Saga. Sehingga, penggemar atau orang yang mengikuti filmnya sekalipun tidak baca komiknya, akan dibuat penasaran dengan kelanjutan ceritanya
Sedangkan DC, tidak ada saga yang jelas dan benar- benar selesai. Karakter yang terus di-recast dan film yang terus di-remake/reboot. Penonton jadi tidak tumbuh bersama mereka. Tidak ada hubungan emosional. Makanya, penggemar yang mengikuti film-film Marvel, rela berdesak-desakan antre demi nonton payback di film Endgame kemarin
2. Entah buruk atau baik, tapi DC itu cukup idealis. Dibanding Marvel yang sering dikatakan film popcorn dan banyak lelucon sana-sini, DC punya tone yang lebih gelap, isu yang lebih serius. Sehingga, DC sudah memangkas pasar penonton dibawah umur remaja yang hanya ingin menikmati film superhero. Tapi menurut saya, ini satu hal yang mesti dipertahankan DC. Satu hal yang mesti dibenahi, mungkin serius aja nyusun saga kayak Marvel biar penonton bisa tumbuh bersama film-film mereka

Kalau dari saya, itu sih. Kak Lia kayaknya punya pandangan juga, saya pengen tau

Lia
Wkwk walaupun nggak ngalamin sendiri, tapi aku jadi saksi mata perebutan peran Ranger Merah antara adik-adikku 🀣
Superhero Indonesia juga menarik banget! Aku nggak sabar lihat eksekusinya nanti gimana. Gundala sendiri cukup menarik perhatianku karena secara kualitas gambar dan cerita dan lain-lainnya, udah termasuk bagusssss banget
Soal film DC, 100% opini Rahul, aku sepakat. Ketidakjelasan arah "mau dibawa kemana" dan pemain yang sering berubah, jadi membuat penonton nggak ada keterikatan sama filmnya. Juga karena tonenya terkesan dark, isu yang serius, dan filmnya yang "serius banget" bikin film-film DC kurang ngena aja untukku pribadi.
Bahkan kalau boleh jujur, no offense, meskipun Batman's The Dark Knight dipuji-puji dan dibilang sebagai film tersukses DC, menurutku malah kurangπŸ˜…. Ceritanya memang bagus, tapi secara keseluruhan kurang menarik bagiku. Bukan tipe film yang ingin aku nonton berulang-ulang, nggak seperti Avengers End Game yang bikin aku pengin nonton berulang-ulang hahaha
Aku malah lebih suka Aquaman dibanding The Dark Knight. Aquaman terlihat fresh banget deh filmnya hahaha

Kayaknya pandangan Rahul udah mencakup semua sih wkwk

Rahul
Nah, benar kan. Hampir semua anak mengalami hal serupa, rebutan Ranger Merah. Ha ha ha
Selain Bumilangit, juga ada Satria Dewa. Jadi nanti kayak Marvel dan DC tapi dengan kearifan lokal
Ngga masalah sih kak Lia, perspektif tiap orang kan beda-beda. Jadi kalau semisal kak Lia tidak ngerti "bagus" dari The Dark Knight yang dikatakan orang-orang juga ngga masalah. Kalau kak Lia lebih suka Aquaman, misalnya. Berbicara masalah selera, adalah hal yang sangat personal. Hal yang semestinya tidak perlu diperdebatkan, tapi karena ini diskusi saya nangkap poin kak Lia
Terimakasih sudah memberi pandangan yang jujur kak Lia. Saya sangat respect dengan orang yang lebih mengedepankan seleranya ketimbang imejnya. Soalnya, kadang saya ketemu orang yang kalau ngobrolin musik misalnya, referensi yang dia sebut itu yang tahun '80-90an atau paling tidak yang punya label Indipenden. Padahal, apa susahnya kalau bilang saya suka dengan lagu-lagu Kangen Band, misalnya
Karena kak Lia tadi nyinggung Wanda, saya jadi pengen bahas series Marvel belakangan ini
Mari kita mulai dari Wanda-Vision

Menurut kak Lia, apakah perlu series Wanda-Vision itu dibuat? 

Lia
Oiya, ada Gatotkaca dari Satria Dewa ya. Barusan cek ke websitenya, beberapa tahun ke depan sepertinya kita akan dimanjakan dengan film-film pahlawan dari lokal. Semoga filmnya bagus-bagus wkwkwk
Terima kasih atas pengertiannya, Hul! Kadang karena takut dijudge sama masyarakat luas, jadi banyak orang lebih berusaha mengikuti trend πŸ˜…
Menurutku, perlu-nggak perlu. Nggak perlu karena sebenarnya kalau nggak ada series ini, phase selanjutnya masih bisa berjalan dengan baik.
Oke aja sih untuk tahu kehidupan Wanda setelah Vision nggak ada tuh gimana, tapi secara personal, aku nggak terlalu ingin tahu sih, cuma karena seperti yang kita tahu bahwa film/series Marvel akan bersambung satu sama lain, jadi ada dorongan untuk menonton series-seriesnya hahaha
Jadi dibikin "perlu" secara nggak langsung karena ada iming-iming bakalan nyambung dengan filmnya
Kalau menurut Rahul gimana?

Kita diskusi seperti ini, maaf-maaf kalau ada kalimat yang nggak enak di hati ya, Hul πŸ˜… aku jarang ungkapin pendapat personal ke orang lain soalnya, jadi takut lawan bicara jadi tersinggung πŸ˜… tapi aku yakin Rahul orangnya terbuka jadi nggak mudah tersinggung wkwkwk

Rahul
Nah. Seandainya tidak corona, tahun ini mungkin kita sudah bisa melihat Sri Asih lebih awal dan projek Bumilangit dan Gatotkaca sudah bisa lebih banyak yang dispill
Saya sendiri tipe orang yang senang ngobrol. Sekalipun ngga setuju dengan pendapat orang, saya tetap menghargai pendapat dan alasannya. Jadi sekalipun kak Lia mau ngomong apapun kasarnya, yah saya ngga masalah

Terlepas dari itu strategi marketing atau bukan, tapi menurut saya WandaVision itu dibuat sebagai fans service. Dengan adanya platform baru Disney, menjadikan wadah dan alat baru untuk Kevin Feige bermain dalam ranah series. Sebagai pengenalan Wanda dan dunia sihir ke dalam universe Marvel, itu jadi hal yang penting. Bisa jadi, hal ini akan eksis di MCU kedepannya

Lia
Terima kasih, Hul! 
Betul hahaha. Jadwalnya bahkan dari tahun lalu akan ada GatotKaca dan Sri Asih kan, sayang banget harus diundur tapi memang lebih baik mengingat situasi sekarang yang nggak memungkinkan πŸ˜…

Ah, iya. Aku setuju dengan istilah "fans service" untuk Wanda-Vision hingga Loki hahaha. Jadi meskipun menurutku nggak perlu ada, tapi aku tetap nonton dan suka kok karena udah bucinnya Marvel 🀣

Rahul

Saya sangat excited, apalagi ada topik yang sangat ingin saya diskusikan

Lia

Wkwkwkwk ayo keluarkan semuaaa!

Sepenting Apa Series Marvel?

Rahul
Masih soal Marvel nih. Tahun ini kan MCU ngeluarin series. Mulai dari WandaVision, Falcon and Winter Soldier, sampai yang paling baru Loki

Pertanyaan pertama, dari ketiga series itu apakah kak Lia sudah nonton semua? Terus kalo iya, dari ketiganya, kak Lia lebih suka yang mana?

Lia
Yes, aku udah nonton semua. Kalau ditanya lebih suka yang mana, aku jawab Loki.
Meskipun serial Loki sendiri belum tamat, tapi aku jauh lebih suka sama Loki dibanding 2 lainnya.
Karena lewat serial ini aku jadi bisa melihat sisi lain Loki yang selama ini jarang banget diangkat di Film juga banyak CJI dan adegan seru, rasanya itu alasan aku suka sama serial ini.

Kalau Rahul, suka yang mana?

Rahul
Sebenarnya, saya lebih tertarik dengan Falcon and The Winter Soldier kemaren. Tapi ekspektasi saya kayaknya terlalu tinggi, jadinya malah bagus aja. Loki katanya jadi series yang sangat berpengaruh dengan MCU kedepannya. Entah karena ngebuka Muliverse atau gimana. Saya tentu sangat menikmati

Menurut kak Lia, apa yang akan terjadi di episod finale minggu depan?

Lia
Kelihatannya Loki akan menjadi series yang berpengaruh sama seperti WandaVision. Aku berharap Loki nanti bisa muncul kembali di film Marvel karena melihat adegan Loki yang hanya sebentar di Infinity War itu bikin kesal πŸ˜‚
Wah, episode finale minggu depan mungkin akan ada twist yang nggak disangka-sangka wkwk
Aku dan Prikitiew menduga bahwa para pemimpin TVA sebenarnya adalah varian lain dari Loki juga 🀣
Wah, kalau bener sih bakalan twist banget (?)
Gimana menurut Rahul?

Rahul ngikutin seriesnya kan?

Rahul
Saya kebetulan juga ngikutin. Mulai dari series sampai teorinya. Dugaan kak Lia sama Prikitiew juga jadi teori yang sedang hangat dibicarakan. Katanya, ada varian Loki yang lebih powerfull yang menciptakan TVA dan setelah mengalahkan Alioth kemarin, kan ada tempat yang ke reveal tuh. Katanya itu tempat pencipta TVA
Jadi makin penasaran euy

Katanya, Loki akan lanjut ke season 2. Jadi saya ngga terlalu banyak expect pendiri TVA akan ambil peran banyak di episod finale minggu depan

Lia
Nah iyaa tuh!! Aku juga makin penasaran!! Hahaha. Kalau Rahul sendiri punya teori pribadi mengenai hal ini nggak?
Ohyaa? Apakah sudah ada pengumuman resmi dari Marvel? Soalnya untuk hal ini, aku baru dengar
Tapi kalau benar, aku senang!! WKWK

Dan cukup masuk akal kalau akan diadakan S2, karena menurutku cerita yang sekarang kayak terlalu cepat alurnya nggak sih

Rahul
Kebetulan saya ngga punya teori apa-apa. Ngebaca teori dari fans geek Marvel saja bikin saya geleng-geleng
Kemarin sempat dengar, tapi kayaknya belum ada konfirmasi langsung dari pihak Marvel. Kalau beneran ada, Loki deserve it

Nah, bener. Antara pace-nya yang terlalu cepat atau episodnya yang kurang banyak. Ha ha ha

Lia
Wkwkwk iya, aku juga suka geleng-geleng sama orang-orang yang bisaan aja nemu segudang teori akan film atau series Marvel. Kok bisa kepikiran aja gitu....
Yes! Loki deserve it! Bahkan Loki deserve 1 full film untuk dirinya sendiri!! Karena karakter Loki sendiri tuh unik dan lucu dan full of trick, jadi seru untuk ditonton

Semoga bener ada wkwkwk

Rahul
Kebetulan yang bikin teori memang yang baca komiknya. Jadi pendapat mereka ada datanya meski datang dari asumsi pribadi. Kemarin malah banyak aekali easter egg yang dibedah. Mulai dari munculnya pesawat Thanos sampai gedung Stark Industries yang dibeli dan diubah jadi Qeng. Ini banyak membuat asumsi mulai dari eksisnya Fantastic Four sampai Kang The Conqueror
Aduh, jadi makin ngga sabar liat banyak kejutan

Nah, harusnya Loki pantas dapat film. Tapi mungkin untuk memperkenalkan Multiverse, Loki mesti pake durasi yang lebih lama. Jadi dijadiin series deh. Ha ha ha

Lia
Waw, Rahul ketahuan ngikutin bangettt teori-teorinya hahaha. Aku sendiri cuma sesekali aja lihat dan untuk Loki kali ini, aku belum baca atau nonton teori dari manapun πŸ˜‚
Betul sih hahaha jadi series sebenarnya lebih memuaskan tapi durasinya kurang banget nih untuk seriesnya 🀣
Nggak sabar banget melihat kejutan-kejutan Marvel kedepannya!

Btw, film atau series Marvel apa yang paling Rahul tunggu?

Rahul
Ini mah ngga seberapa, dulu waktu masih punya banyak waktu luang saya sampai cari teori di situs luar. Ha ha ha. Nonton film/series itu bukan satu-satunya hal yang menyenangkan untuk saya. Tapi membaca teori dan diskusi adalah kenikmatan yang ngga semua film/series bisa kasih

Saya sendiri nungguin No Way Home sama Multiverse of Madness. Kak Lia nungguin apa?

Lia
Wow sungguh niat wkwkw tapi jujur memang seru baca/nonton teori para fans wkwk
Betul. Nggak semua film bisa kasih yang seperti ini, bahkan boleh dikatakan bahwa Marvel satu satunya yang bisa bikin para fans sampai segininya hahaha

Aku nunggu Dr.Strange juga dong!! Sama Guardian of Galaxy hihihi. Aku suka Guardian soalnya lucu + banyak lagu-lagu lama yang enak didenger di filmnya wkwk

Rahul
Nah, mengacu pada pertanyaan kak Lia kemarin, salah satu faktor kenapa Marvel lebih populer dari DC juga karena ini. Marvel membentuk dan menciptakan kelompok yang bikin mereka tumbuh bersama
Kalau GotG kayaknya akan jadi sekuel terakhir, pemeran Drax juga katanya sudah keluar dan jadi peran terakhirnya di GotG terbaru
Baru aja nih, Marvel ngerilis poster What If, series animasi tentang kehidupan di MCU jika seandainya hak yang kita liat di film-film sebelumnya tidak terjadi

Kalo kak Lia dikasih kesempatan untuk mengubah jalan cerita salah satu karakter Marvel, kak Lia pengen mengubah siapa dan pada saat peristiwa apa?

Mengubah Timeline MCU

Lia
Iya benar ya, makanya rasanya "dekat" sekali dengan para karakter di Marvel hahaha
Sepertinya iya 😞 Sedih mendengarnya karena aku nggak pernah siap berpisah dengan para karakter ini wkwk 10 tahun bersama!
Wow, pertanyaan menarik! Aku nggak pernah kepikiran sebelumnya wkwkwk
Pengin mengubah Captain America di End Game agar bisa terus hidup di masa sekarang jadi nggak perlu berpisah sama karakternya 🀣
Secara keseluruhan, nggak ada yang ingin aku ubah karena aku tipe penonton yang nerimo πŸ˜‚

Kalau Rahul gimana?

Rahul
End Game yang katanya jadi film terakhir Tony Stark, katanya bakal muncul di film Black Widow. Saya sendiri sangat menantikan film ini meski teman-teman saya ngga terlalu tertarik. Kalo benar iya, mudah-mudahan cuma reveal nama atau sekilas aja. Sayang dengan penghormatan di akhir film yang sudah keren itu
Nah, kalau pernyataan kak Lia seperti itu artinya Captain America ngga akan bisa ketemu dan hidup bersama Agent Carter lagi. Soalnya, banyak teori bilang kalo sembari mengembalikan Infinity Stone, Steve juga menjalani kehidupan selayaknya manusia biasa bersama Agent Carter. Hidup bersama. Makanya ada shot Steve sama Agent Carter berdansa diakhir film

Saya sendiri pun ngga ada yang pengen saya ubah. Lah saya sendiri bukan pembaca komik Marvel, jadi ngga tau juga apa yang pengen saya ubah

Lia
Oiyaa, sepertinya Black Widow sebentar lagi akan rilis yaa. Jujur aku termasuk tim yang nggak terlalu menantikan film Black Widow ini πŸ˜‚ tapi kalau dia tayang di Disney+ aku akan tonton hahaha. Apalagi kalau dikatakan akan ada Iron Man, aku jadi penasaran hahaha
Iya betul sih~ di satu sisi senang melihat mereka kembali bersama, di satu sisi nggak rela berpisah sama Steve 😞
Oiya ngomongin teori Steve kembali ke era-nya~ menurut Rahul, jadi ada 2 Steve di era itu nggak sih? Hahaha

Iya sama, aku juga bukan pembaca komiknya jadi nggak ngarep diubah apapun. Begini aja udah seneng ngikutinnya wkwkwk

Rahul
Sebenarnya, agak terlambat untuk membuat film solo Black Widow ini. Mengingat filmnya dibikin pas karakternya sudah mati, penonton ngga akan penasaran lagi karena sudah tau akhir ceritanya. Kedua, filmnya terlalu lama kena undur akibat corona, jadi orang sudah bosan duluan. Ha ha ha. Kayaknya teori ini yang paling masuk akal, soalnya Loki aja yang sudah mati di bunuh Thanos, seriesnya masih ditunggu-tunggu
Nah, pertanyaan menarik. Tapi kalau menurut saya, ditahun segitu kan Steve jatuh dari pesawat dan beku karena es. Jadi di sela-sela Captain America itu jatuh dan akan ditemukan dan bergabung dengan Avengers, Steve yang menjelajah waktu nemenin Agent Carter. Kayaknya yah. Ha ha ha

Kak Lia gimana?

Lia
Ketiga. Karena Black Widow nggak punya super power khusus seperti Loki, jadi kayaknya ini pengaruh juga akan filmnya wkwkw/
Jujur aku bingung sih soal itu jadi nggak punya teori apa-apa wkwk
Memang kalau bahas soal penjelajahan waktu dan sejenisnya, menurutku susah banget untuk diurai karena setiap film punya versinya masing-masing wkwk tapi selalu seru kalau nonton film yang bahas soal penjelajahan waktu
Wah kalau ngomongin Marvel sih seru banget ya Hul wkwk

Ini kayaknya nggak perlu semua diangkat ke blog karena jatuhnya ke panjangan

Rahul
🀣
Ha ha ha. Iya juga yah. Tapi karena Black Widow ngga punya super power saya malah suka, karena saya harapnya kekuatan dia jadi inteligent-nya lebih diexplore
Ngga masalah kak Lia. Teman-teman yang punya interest yang sama biasanya suka. Ha ha ha

Oke, terakhir nih. Saya ada game untuk kak Lia

Lia
Wkwk kita berkebalikan sekali ya, Hul. Seru jadinya diskusi ini 🀣

Baiklah wkwk silakan keluarkan~

This or That

Rahul

Marvel / DC? 

Lia

OFC MARVEL HAHAHAHA

Rahul

Film / Komik?

Lia

Film

Rahul

Film / Series?

Lia

Series

Rahul

Pemain / Cerita?

Lia
Pemain πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚
Maaf tapi First Impression aku pasti lihat muka pemainnya dulu πŸ˜‚

Kalau aku kenal, biasanya aku lebih tertarik untuk nonton

Rahul

Diklarifikasi 

Lia
πŸ˜†

🀣🀣 sebelum dihujat massa wkwk

Rahul

Easter egg / Credit scene?

Lia

Credit Scene!! HAHA 

Rahul
Wah, terimakasih untuk waktunya kak Lia

Maaf menganggu dan merepotkan

Lia
Hahaha sama-sama Rahul! Terima kasih juga atas ajakan kolaborasi dan diskusinyaa. Ini seru banget! Jarang bisa ngobrol seperti ini sama sesama penyuka film Marvel πŸ˜€
Btw, aku juga ingin tahu jawaban Rahul dong atas pertanyaan di atas wkwkw
Marvel/DC?
Film/Komik?
Film/Komik/Series?
Pemain/Cerita?

Easter Egg/Credit scene?

Rahul
Iya, saya senang diskusi seperti ini, apalagi temanya yang saya suka
Wah, malah ditodong balik πŸ˜†

Okelah

Lia

Harus dong, biar nggak sendirian menjawab nih aku 

Rahul
πŸ˜›

Kayaknya biar dihujatnya bareng-bareng. Ha ha ha

Lia

HAHAHA NGGAK KOK

Rahul πŸ˜›  
Marvel / DC? Marvel
Film / Komik? Komik
Eh, film
Film / Komik / Series? Kalau sekarang lebih senang series

Pemain / Cerita? Cerita. Saya salah satu penggemar sinetron Preman Pensiun. Meski pemerannya didominasi pemain baru dan tidak terkenal, tapi ceritanya bagus dan seru

Lia

HAHAHA aku kalau lihat Preman Pensiun di TV, aku auto keinget Rahul 

Rahul
Gara-gara saya sering ngomongin itu? Ha ha ha 
 πŸ€£

Easter egg / credit scene? Kalo disuruh pilih, saya mending easter egg. Ngga ngamblang, tapi jadi planting yang bagus untuk sebuah saga. Digunakan atau tidak, tidak akan menganggu cerita

Lia

Kalau aku pilih credit scene karena aku jarang nemu easter egg 🀣 kalau credit scene tuh kan bikin cerita jadi gantung yak, jadi bikin nggak sabar buat nunggu cerita berikutnya 

Rahul
🀣

Terus kadang ada credit scene yang malah jadi easter egg di film berikutnya(?)

Lia
IYA WKWKWK
di rumahku nggak bisa ntn RCTI karena TV kabelnya nggak support RCTI, jadi nggak tahu Preman Pensiun tuh masih on going

Terus pas kebetulan lihat di rumah prikitiew, baru tahu Preman Pensiun masih on going dan adanya di RCTI wkwkwk

Rahul
Nah, sayangnya itu juga bisa jadi masalah kalau film berikutnya mau dibuat dengan rencana yang lain. Credit scenenya jadi tidak masuk akal

Katanya sudah tamat di musim 5, ngga tau nantinya

Lia

Iya benar sih. Makanya pembuatan credit scene benar-benar harus matang ya jadi nggak flop

Rahul

Harus matang dan filmnya harus laku biar film selanjut bisa jalan. Ha ha ha

Lia
HAHAHA that's the main point, filmnya harus laku 🀣

Atau bisa-bisa kayak Divergent series, belum selesai udah di cut

Rahul
Nah, Divergent salah satu korbannya. Meski belum nonton, tapi banyak denger ceritanya dari orang-orang yang nonton. Ha ha ha

Kita jadi lanjut ngobrol ya

Lia
πŸ˜†
Eh iya jadi keterusan 
Wkwk iya, sayang banget padahal aku ikutin filmnya, tapi nggak baca bukunya. Jadi nggak mudeng juga pas pada mengkritik karena bagus-bagus aja filmnya menurutku
🀣
Tapi sebentar lagi aku mau off nih~~~

Sekali lagi terima kasih udah diajak diskusi ya Hul 

Rahul
πŸ˜€
Siap kak Lia. Saya juga terimakasih kak Lia sudah mau bergabung jadi kolaborator
Mungkin ada chat yang tidak ingin saya masukkan, kak Lia bisa kontak ke saya

Nanti saya edit

Lia

Umm, aku percayakan sama Rahul aja soal edit, sekiranya yang menurut Rahul nggak perlu dimasukkan, dihapus saja. Atau kalau terlalu mengundang hujatan, boleh dihapus wkwk

Rahul
Saya pikir, pembaca blog saya sudah khatam soal ini. Jadi ngga akan cepat kebakar. Ha ha ha

Terimakasih sekali lagi kak Lia. Have a nice day

Lia
Wkwkw semogaaa!
Terima kasih juga Rahul, have a nice day!~   

Untuk episod BBF berikutnya masih sedang dalam pertimbangan, mengingat ada banyak hal yang akan saya lakukan di luar kegiatan blogging. Semoga ada titik terang dan kolaboratornya masih ada. Terimakasih untuk teman-teman yang sudah mengikuti segmen BBF sejauh ini. Wassalam.

Related Posts

9 comments

  1. ZERUU BANGEETTTTT DISKUSINYA!! Sebagai penikmat Marvel berasa ingin gabung disitu haha, dari tadi ngangguk-ngangguk sambil bacaπŸ˜†

    Kayaknya kita satu tipe deh, Hul. Aku juga demen banget baca-bacain teori apalagi di reddit, suka seru abisnya. Termasuk keberadaan Captain America yang sebetulnya (menurut teori fans itu memamg ada duaπŸ˜‚) dan nggak ngeganggu timeline utama walaupun dia balik ke tahun 70an buat tinggal sama Carter pas ngebalikin infinity stone di Endgame—atau kalau di komik namanya infinity gems🀭

    Ngomong-ngomong soal series Marvel, sedih bangett aku belum nonton karena belum berlangganan Disney+ huhu. Terakhir subscribe tahun lalu, pas hari pertama banget waktu Disney+ Hotstar rilis di Indonesia, tapi nggak dilanjut karena memang waktu itu belum ramai sama seri terbaru Marvel. Kayaknya dibuatnya series ini jadi salah satu strategi marketing buat Disney+ sih yaa yang aku lihat, selain fan service kayak yang Rahul bilang di atas. Secara sekarang streaming platform makin meluas dimana-mana karena persoalan pandemi, pasti perusahaan-perusahaan macam Disney dan Marvel ini juga nggak akan melewatkan kesempatan buat tetap meraih pendapatan. Apalagi Marvel punya market yang besar dan yang aku tau juga karena series ini orang-orang jadi banyak yang langganan Disney+πŸ˜…

    By the way, izin nambahin, Hul soal DC VS MarvelπŸ˜… Dari video yang pernah aku tonton di yutub, dan dari temen-temenku yang penikmat keduanya sih, rata-rata karakter yang dimunculkan dalam film Marvel ini lebih relatable. selain punya super power, kita bisa lebih sering lihat gimana si karakter ini juga punya problema dalam hidupnya. Sesuatu yang mungkin kurang begitu ditonjolkan dalam film DC—walaupun tetep ada, kayak film Wonder Women yang terbaru kemarin, bukan berarti gak ada. Misalnya aja, Iron Man, Spiderman aka Peter Parker, sosok anak remaja yang tiba-tiba punya kekuatan, atau Hulk. Sebagian besar tokoh-tokohnya itu manusia yang menjadi pahlawan. Bukan keturunan dewa kayak Wonder Women (kalau nggak salah ya?), dan Superman yang datang dari luar angkasa. Walaupun again memang Marvel juga mungkin punya, kayak Eternals bahkan GotG (inipun dia punya line yang berbeda sama Avengers meskipun satu universe kyk pas Endgame), tapi sisi humanisnya itu yang bener-bener mereka munculin. Otomatis membuat bonding yang tercipta antara penonton dan cerita menjadi kuat.

    Asik banget sih ngomongin tentang mereka😁 Rahul kalau mau nonton diskusi dari fans-fans DC vs Marvel aku saranin nonton Jubilee segmen Middle Ground yang DC VS Marvel deh di yutub. Itu gak kalah seru dan diskusinya juga sehat banget sih, nggak merendahkan atau menjelekkan satu sama lain.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ah, kita mesti ngobrol lagi kapan-kapan Aina. Ha ha ha.

      Kalau Hostar, saya jarang langganan karena kalau isi paket pasti dapat bonus langganan. Nah, langkah untuk melebarkan sayap ke series adalah langkah yang sangat cerdas dari Disney.

      Jika orientasinya ke arah sana, saya pikir DC juga sudah cukup humanis Aina. Hanya memang latar belakangnya (seperti yang Aina sebut macam Superman) tidak relevan dengan kehidupan nyata. Tapi saya pikir, itu bukan soal yang cukup berat kalau ekspektasi penonton yah nontonnya film Superhero.

      Terimakasih sarannya Aina, akan saya catat dulu referensinya

      Delete
    2. Wah, harusnya kemarin kita ngobrol bareng bertiga ya, Awl, pasti akan semakin ramai :p

      Delete
  2. Sebagai orang yang bukan penggemar DC atau Marvel, obrolan ini membantu banget buatku wkwk. Setuju sama kalian berdua, DC ini filmnya mengangkat isu yang lumayan dark, yaaa walaupun aku cuma pernah nonton Joker sih hehehehe. Lainnya nggak tertarik. Kalau Marvel lebih ringan, walaupun (lagi-lagi) yang aku tonton cuma Spiderman yang Tobey (ini masih masuk Marvel kan ya? Maaf nih bener-bener muggle dunia superhero hahahaha).

    Semangat mas Rahul buat ngejalananin kegiatan di luar blogging, stay healthy!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalo lagi bingun mau nonton apa, mungkin bisa coba film-film DC ataupun Marvel kak Endah.

      Terimakasih untuk doanya juga. Doa yang sama untuk kak Endah, dan semua teman-teman

      Delete
  3. Hi Rahul~
    Terima kasih banyak sudah diajak kolaborasi lagi yaa. Kalau dilihat-lihat, panjang juga diskusi kita habis kalau udah bahas Marvel dan Vincenzo benar-benar senang dan seru banget sih 🀣. Kapan-kapan boleh tuh sama Awl ngerusuh bareng di chat hiahahaha.
    Btw, semangat Hul untuk kegiatan lainnya πŸ’ͺ Semoga apapun yang dikerjakan dapat diberi kemudahan dan kelancaran. Kapanpun ingin kembali, kami akan selalu menyambut dengan hangat 😁
    Salam sesama duta Vincenzo! 🍝🍝

    ReplyDelete
  4. Aku saluuuut kalian Bener2 kliatan pecinta film bangettttt. Sampe bisa tau selengkap ini. Krn jujur yaaa, aku tuh suka nonton film. Marvel, DC, aku ikutin semua, Krn suamiku tergila2 nonton. Makanya sebelum pandemi, kami punya budget khusus untuk nonton ke bioskop.

    Tapiiiii walopun suka dan rutin, aku ga bisa inget setiap detil dari movienya. Malah kdg abis nonton lupa wjwkwkwkwk. Jadi cuma nonton, enjoy, udah kluar Dr bioskop bisa JD lgs ga inget hahahah.

    Beda Ama buku. Kalo buku aku bisa inget tiap detilnya.

    Kayak Drakor yaaa, suka banget, tapi pas ditanya siapa pemainnya, aku kdg cuma kebayang wajahnya, tp ga tau itu siapa πŸ˜…. Kalo udh ngobrol Ama temen2 ttg artis A,B atau C, aku suka roaming lama tuh. Setelah diingetin, baru ngeh, oh iyaa ini yg main di sini hahahah... Segitu parahnya kalo udh ttg film/drama lah :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama kayak Mba Fanny, aku juga sering lupa sama detail2 film. Jd baca diskusi Lia n Mas rahul bikin ikut nginget2 lg film yg pernah ditonton. Trus jd inget jg gimana dark ny film Joker, pantesan aja dibilang DC itu lbh gelap yaa..

      Ngomong2 sinematrografi, film2 perang memang juara ya. Apalagi klo ada perang2 yg kolosal gt..

      Buat this/that, aku jg lbh seneng serial dibanding movie. Hehehe.. Apalagi klo serial2 yg lucu n menghibur gt, kaya Friends, Big Bang Theory, Broklyn99, dan serial2 lucu2 lainnya..

      Delete
  5. Seru banget siiih kaliaaann hahaha bener nih kata Awl, sebagai penikmat Marvel, aku berasa pengin gabung ngobrol hahahaha

    Aku kadang suka bacain teori-teori tapi kadang kalau ketemu teori yang udah terlalu ngarang dan ga cocok sama aku, jadi suka ngomel sendiri πŸ˜…

    Terus aku juga cukup setuju sama teori ada dua Steve. Yang satunya beku di bawah lautan (dan baru bangun di The Avengers) yang satunya hidup sama Peggy (jadi suaminya Peggy yang ga pernah muncul ke publik wkwk). Tapi aku setuju-setuju aja sih dengan Steve balik ke masa lalu untuk hidup sama Peggy. Dia kayak udah ngelaluin semua, kehilangan orang-orang yang dia kenal, so he deserves a peaceful life 😊 Dan supaya dunia punya Captain America baruu πŸ˜„

    Aku punya beberapa kenalan yang suka banget komik-komik DC, tapi menurut mereka film-film DC yang dibuat sama WB itu ga jelas juntrungannya ke mana, kayak WB tuh ga menganggap serius film-film DC bahkan aktor-aktornya. Beberapa waktu lalu pernah ada keributan gara-gara WB ngumumin film/seri baru Superman dengan aktor lain lagi, pas di hari ulang tahunnya Henry Cavill, jadi kayak aktor-aktornya pun kurang dihargai gituu.. Mungkin itu juga yang bikin fans film DC jadinya ga seheboh fans film Marvel.

    ReplyDelete
Terimakasih sudah membaca. Sila berkomentar terkait tulisan ini.