zsnr95ICNj2jnPcreqY9KBInEVewSAnK0XjnluSi

Bagaimana Pamungkas Menemani Seseorang dari PDKT sampai Proses Move On

Hampir setiap malam, saya selalu kesulitan untuk tidur karena berdialog dengan kepala sendiri. Kalau sudah begitu, saya memutar audio hujan relaksasi di YouTube, atau mendengarkan lagu-lagu Pamungkas.

Bicara soal Pamungkas, saya ada satu cerita dari seorang teman. Teman saya ini banyak cerita, banyak nanya. Sampai pada satu topik, dia bercerita tentang seorang perempuan yang pernah dekat dengannya. Terus, hubungannya apa dengan Pamungkas?

Bagaimana Pamungkas Menemani Seseorang dari PDKT sampai Proses Move On

"Begini," katanya sembari menarik napas panjang.

Lagu-lagu Pamungkas, menurutnya, bukan hanya sebuah lagu biasa. Lebih jauh dari itu, ia merasa seperti menemaninya dari proses PDKT sampai akhirnya putus dan berusaha untuk move on. Saya bertanya alasannya, ia menjelaskan lebih lanjut.

Saat PDKT, entah sudah berapa ratus kali ia memutar lagu To The Bone milik Pamungkas. Bahkan jauh sebelum era kalau-sama-kamu-aku-mau-sampai-ke-tulangnya, sudah sering menjadi langganan musik Instastory-nya. Dengan latar video jalanan malam dengan sedikit lampu jalan, dieditnya video dengan menempelkan lagu To The Bone. Upload. Dengan pengaturan close friend ke perempuan yang ia sukai.

Singkat cerita, perempuan yang ia sukai memberi respon positif. Mereka dipertemukan oleh semesta pada satu situasi yang mengharuskan mereka bersama hampir sekitar sebulanan penuh. Komunikasi berjalan tidak lagi lewat chat biasa, namun obrolan nyata yang cukup intim antara mereka berdua. Setiap malam rasanya, lagu One Only mampu melemparnya pada satu taman yang penuh dengan bunga-bunga indah.

Obrolan saya dengannya terasa cukup intens. Saya mulai memasang kuda-kuda yang serius untuk mendengarkan ketika ia berkata,"Ini problemnya..".

Perempuan yang ia dekati, ternyata telah mempunyai seorang kekasih. Ia berada dalam posisi yang sama sekali tidak menyenangkan. Dalam satu malam yang panjang, ditemani oleh alunan musik Intro II dalam album Walk the Talk, ia menimbang-nimbang apakah akan melanjutkan hubungan yang mereka jalani atau mesti berhenti.

Sama seperti Summer dalam film (500) Days of Summer, aku tidak suka melabeli sebuah hubungan. Bagiku, hubungan akan terasa lebih baik dan menyenangkan apabila keduanya tidak memberi label dan cukup menjalaninya. Namun aku sadar, pemikiran tersebut tidak bisa aku gunakan untuk dua orang yang akan berkomitmen. Untuk itu, aku selalu bertanya pada tiap hubungan yang akan aku jalani,"Kamu mau validasi dalam hubungan kita?"

"Apakah hubungan kalian berlanjut?" saya bertanya tergesa-gesa ingin mengetahui kelanjutan cerita.

Hubungan mereka ternyata berlanjut. Meski memiliki seorang kekasih, ada satu komitmen dalam hubungan mereka yang cukup serius. Lingkup teman kecil perempuan tersebut, cukup terbuka dan mendukungnya. Tampak dari luar, terlihat seperti sebuah perselingkuhan yang sangat terorganisir. Terserah, katanya, orang-orang tidak berada dalam situasi yang sama untuk bisa menghakimi dirinya.

"Jujur, saya tidak mendukung perselingkuhan, tapi kau tetap temanku," Saya menepuk bahu kanannya.

Dia hanya tersenyum kecil sambil menggeleng, seolah-olah pernyataan itu sudah puluhan kali ia dengar. Sembari membahas hubungannya, ia sedikit menyinggung bahwa ia menyukai album original Pamungkas. Mendengar Walk the Talk di remix, atau Flying Solo dengan arensemen yang baru, membuat liriknya jadi kehilangan makna.

"Perasaan itu sama ketika Gretta mendapati Dave mengaransemen lagunya dalam film Begin Again."

Situasi yang menguntungkan mereka berakhir. Meski hubungan mereka tetap berjalan, tapi tidak seintens saat sebulan kemarin. Ketika ia bercerita telah membawa perempuan itu ke rumahnya, ke orangtua dan teman-temannya, saya cukup kaget dan kebingungan. Keseriusan membawa ia pada satu keberanian untuk mengenalkan dunianya kepada perempuan tersebut. Saya cukup kenal dengannya, membawa perempuan bukan hal yang biasa untuknya.

Jejak, katanya. Hubungan mereka merenggang setelah kebimbangan perempuan tersebut membawanya pada satu keputusan pahit untuknya. Sepanjang hari, sepanjang minggu, ia berada di kamar memutar lagu Jejak milik Pamungkas.

Bertanya dan mencari apa yang tak pernah hilang..

"Aku tahu dari awal hubungan itu adalah pertarungan yang sangat besar. Selain mengorbankan harga diriku sebagai lelaki, aku juga tak sadar ketika air mataku jatuh di telapak tangannya," jelas temanku.

Apa yang ia lakukan setelahnya adalah mencari kesibukan yang membuatnya lupa dengan perempuan itu. Setiap malam, ia pergi, mencari teman-teman yang membutuhkan partisipan. Sekadar untuk menghibur diri, sekadar untuk berada di keramaian. Ia mengambil hape, dan memutar lagu Closure dari album Solipism, menyanyi dengan suaranya yang parau.

Saya bertanya bagaimana caranya move on secepat itu. Ia menurunkan volume hape, masih terdengar cukup jelas Pamungkas bernyanyi. Dengan penuh sikap dan kebijaksanaan, ia berkata dengan penuh kharisma bahwa move on bukanlah sebuah fase sama ketika kita melakukan PDKT sampai memulai hubungan. Move on adalah sikap diri, katanya.

Berusaha untuk ke tahap pacaran, itu adalah  percobaan untuk bergerak ke fase yang lain. Move on, adalah hal yang lain. Tidak ada objek yang akan kita tuju sama seperti kita ingin mengungkapkan perasaan. Maka langkah yang aku ambil adalah menghiraukannya dengan mencari aktivitas lain. Jika ditanya, apakah aku sudah move on dengannya? Aku masih sangat meragukan itu.

Sehari setelah memutuskan hubungan dengan alasan yang sakitnya To The Bone, ia membuat status WhatsApp dengan potongan lagu Kenangan Manis milik Pamungkas. Aku benar-benar tidak mengharapkan bertemu pada titik terbaik seperti yang ia tulis di caption statusnya. Lagipula, aku juga yakin status itu ditujukan dan diprivasi hanya untukku.

"Bagaimana kau yakin?"

"Intuisi, kawan. Intuisi."

Satu kaleng biskuit pemberiannya, kubagikan kepada kawan-kawan yang datang ke rumah untuk dimakan. Selain masker merah muda yang ia titip saat kami sempat jalan bersama, hanya kue itu yang tersisa. Aku membenci orang yang menghancurkan dirinya karena perempuan, tapi pada masa-masa itu aku benar-benar membawa diriku pada ketenangan sebotol Anggur Merah dingin yang kami beli secara kongsi. Diminum bertiga bersama kawan-kawanku, sambil bernyanyi dari karaoke portable.

"Seorang kawan pernah berkata; ikhlas itu bohong, yang ada itu terpaksa, kemudian terbiasa." 

Sebelum lagu Closure selesai, aku menekan pause dan bersiap untuk tidur.

Related Posts

5 comments

  1. temenku dari Filipin suka banget lagunya yang to the bone
    emang aura semangat buat PDKT atau move on kerasa banget
    aku juga suka yang risalah hati
    enak aja sih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lagu Pamungkad memang rata-rata enak mas Ikrom

      Delete
  2. lagu yang bener bener menginspirasi seseorang ya, dengerin lagu cinta sampe bikin orang berbunga-bunga, dan kadang waktu putus juga ada "soundtrack" yang pas buat menggambarkan itu semua

    kadang nih, aku kalau denger lirik lagu yang mellow aja suka nangis, aku terbawa suasana gitu, dan misalkan sambil mengingat-ingat kejadian kejadian lalu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Seorang teman pernah berkata,"kalo mau tau perasaan seseorang, coba buka recently playlist music-nya".

      Kadang malah ada lagu yang liriknya tidak ada kaitan dengan peristiwa saat itu, tapi karena sudah jadi bagian dari peristiwa itu, jadi tetap terbawa suasana

      Delete
  3. Aku jadi ingat Ama salah satu story mu di IG. Apa ini berkaitan dgn itu :)?

    Eh TD pas baca judulnya, jujur aja yg lgs melintas di aku, ini tulisan ada hubungan Ama Bambang Pamungkas wkwkwkwkwk. Ternyata pamungkas lain. Aku ga tau lagu2nya, tapi ntr aku mau dengerin :D.

    Kok aku JD ikutan setuju ttg definisi ikhlas nya yaaa :D. Iya sih, kalo udh berkaitan Ama kehilangan, ikhlas itu ga ada. Mau ga mau ya hrs terima soalnya. Beda cerita kalo ikhlasnya memberikan sesuatu utk orang lain.

    ReplyDelete
Terimakasih sudah membaca. Sila berkomentar terkait tulisan ini.